
Satu keluarga Henny, dilemparkan begitu saja keluar dari kediaman Keluarga Ruan. Ethan berlalu seperti hembusan angin suram, terutama bagi Susan yang telah di lempar keluar pagar. Tangannya terkepal akan satu minat bercampur satu dendam, tepat matanya pergi memandang di mana satu sosok hitam yang berdiri di depan jendela yang terlihat samar, tujuannya adalah pria di kamar lantai tiga itu, kamar Tuan muda Ruan, yang telah menginjak harga diri mereka, dan melemparnya dengan banyak uang. Keangkuhan dan harta yang tidak pernah habis, menjadi magnet bagi Susan dalam satu bidikan hatinya, 'Ethan Ruan, aku akan membuatmu berlutut di kakiku.'
Michael Liu menaikkan bingkai ujung matanya, naik dari batang hidungnya, dari tadi dia berdiri di pinggir jendela kamar Ethan, mengamati satu keluarga itu yang telah pergi. Namun, mata Susan yang terus seperti predator yang mengawasi ke lantai tiga, membuat Michael bergindik ngeri, sangat jarang dia menemukan sosok gadis yang bisa menakuti dirinya seperti ini, dia segera memberitahukan hal ini pada Ethan.
"Ethan, aku rasa ada duplikat Anna."
Ethan yang tengah bermain games cacing besar di atas kasur, menaikan satu alis dan berkata, "siapa yang mirip Anna, hanya ibunya aku rasa? gadis mana?"
"Anak Henny, yang protes padamu tadi!"
Ethan mengerutkan alisnya, seakan teringat adegan tadi, dia sangat ingat satu kalimat gadis itu—'saya tidak sekotor itu.'
Ethan terlihat meludah, tidak terima Anna di samakan dengan gadis barbar yang tidak tau posisinya.
Ethan mengelak ketus, "dia dan Anna berbeda."
Lalu, Ethan tersenyum sendiri, ketika dia kembali pertama kali bertemu dengan Anna, satu tangan Ethan mengulur turun pada Anna, tetapi Anna menolaknya dengan satu kalimat merendahkan dirinya, —'bukan begitu, tanganku kotor.'
Saat itu, Anna terlihat sangat manis dan lembut. Satu pandangan pertama saja terasa sangat manis, Ethan menelan bibirnya sendiri. Waktu itu, dia benar-benar jatuh tergoda merayu, tetapi tidak memiliki apapun di dalam mulutnya, kecuali jantungnya, yang sudah jatuh hati melihat sosok Anna, untuk pertama kalinya. Oleh itu, dia pergi mencium, karena bagi Ethan, ciuman adalah cara praktis menunjuk kasih sayang yang lebih mudah, daripada berkata-kata madu.
"Apa bedanya?"— Michael merebut ponsel Ethan, agar fokus menjawab— "terlihat karakter yang sama, Anna dan anak Henny, aku rasa dia setipe yang kau inginkan."
__ADS_1
"Tidak!"— Ethan merebut ponselnya— "gadis itu sangat barbar, sekali pandang aku tidak menyukai, sedangkan Anna—"
Ethan tersenyum sendiri, ujung kupingnya sedikit bergerak dan mulai merah, dan melanjutkan kalimatnya, "pertama kali, aku melihat Anna, aku seperti melihat Putri yang keluar dari dalam tanah, tetapi dia terlahir rendahan! itu saja bagiku, Anna adalah Puteri yang berada di mataku, dan di sini."
Telunjuk Ethan menunjuk dadanya. Michael hampir ingin meledak tertawa, karena untuk pertama kalinya, mulut Ethan terdengar konyol. Anna adalah Puteri yang keluar dari dalam tanah.
"Kau menyukai Anna, karena dia cantik kelas grade A."
"Tidak! Aku sudah terbiasa di kelilingi wanita cantik dan angkuh, sombong. Aku tidak tau apa yang membuat diriku tergila-gila pada Anna,"— Ethan memegang dada kirinya—" aku rasa, karena jantungku memilih berdetak untuk Anna."
Michael terhenyak sebentar, akan satu kata madu yang terlontar dari mulut Tuan muda Ruan, yang terbiasa menyebar racun, kini mengatakan jantungnya adalah Anna yang berdetak . Tidak tahan akan hal itu, Michael mencibir seakan Ethan hanya sedang mabuk sebentar, "aku rasa jantungmu berada di tangan ibumu dan jantung Anna berada di tangan ibunya."
Mendapatkan kata sindiran itu, membuat Ethan terhanyut dalam kalimat itu, ibu Anna dan ibunya, akan kah mereka bisa duduk bersama di meja yang sama? Status ini, terlihat sangat pincang, satu di awan-awaan, satu di dasar jurang. Ethan menelan ludah, terasa sangat pahit, itu cukup menggambarkan ibunya yang hanya memandang dengan satu mata, setiap orang yang tidak memiliki kepala yang selalu terangkat ke atas, seperti keluarga Ruan.
Melihat Ethan terdiam, kehilangan kata-katanya, Michael duduk di sisinya, dan menambahkan bumbu dalam mulutnya, "aku rasa itulah alasan Anna menolakmu, tembok status kalian, terlalu tinggi."
Ethan mengepalkan tangan, serasa tembok pemisah yang sangat jelas, bukanlah satu hal yang terlambat dia ketahui dari awal, yang dia sesali adalah Anna yang memegang khawatiran akan hal itu, "Michael apa kau tau sesuatu, aku rela menjadi terlihat seperti batu kerikil, yang di injak di tanah bersamanya."
Michael tercekat. Tidak menyangka Ethan akan mengeluarkan satu kalimat manis melebihi madu manapun namun juga sirat dengan banyak penderitaan dalam maknanya, "Apa kau yakin sanggup melebur dengan tanah? kau gila, Tuan muda Ruan. Hal itu tidak akan terjadi."
Ethan berdiri, seakan-akan dirinya adalah seorang pria dengan sedikit tekad, hanya bermain-main dalam berkata. Tuan muda Ruan, tidak seperti itu. Jika dia sudah menyukai, maka untuk selamanya, jantungnya hanya akan berdetak untuk Anna.
__ADS_1
Ethan mengambil kunci mobilnya.
"Kau ingin ke mana?" Michael langsung ikut berdiri, terlihat menduga Ethan pasti telah tertiup hatinya, untuk pergi menemui Anna. Tuan muda Ruan, selalu saja mudah naik ke permukaan, jika perasaan di sentuh sedikit saja.
"Ke rumah Anna! Menghancurkan tembok di antara kami, aku tidak ingin selalu memiliki pemikiran yang sama denganmu, apa karena aku terlahir di kehidupan emas, tidak mampu menginjak tanah? Kalian terlalu salah menilaiku," tegas Ethan menampar wajah siapapun yang mendengarnya.
Michael tidak mengyangka, jika Ethan akan memiliki keseriusan seperti ini, dia menahannya lagi, "lebih baik, kau duduk kembali, aku rasa kau hanya belum bisa membedakan bermain dan serius—"
Ethan, kau di langit dan Anna, di tanah! jerit Michael, yang mengira selama ini perasaan Ethan hanya seperti anak kecil, bermain sebentar, dan tidak akan melihat lagi.
Ethan menyipit tidak senang, "apa kau pernah melihat diriku menyentuh seorang gadis selain Anna?"
Michael menggelengkan kepala, tapi teringat akan Emily, gadis yang di tunangkan dengan Ethan, dia segera menjawab, "Emily ?"
Ethan menampar bahu Michael, dan mendengus, "aku dan Emily, hanya peran di depan orangtua kami, aku tidak menyentuhnya dengan hati."
Ethan mengatur napasnya perlahan-lahan, menegaskan kalimatnya kembali, "seharusnya kau sudah tau, Tuan muda Ruan, tidak pernah sembarangan berkata-kata, aku hanya menyukai Anna."
...
Ns.
__ADS_1
Tolong coment setiap pary, untuk dukungan author untuk koreksi lebih baik