Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Cinta Riko untuk Anisa


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Malam ini terlihat sangat indah dari malam - malam biasanya. Bulan bersinar dengan terang, bintang - bintangpun berkelip memancarkan cahayanya yang indah. Seakan mereka tahu jika malam ini ada dua insan anak manusia yang sedang berbahagia. Riko dan Anisa malam ini mengikrarkan perasaan nya masing - masing dan malam ini mereka juga resmi menjalin sebuah hubungan yang akan melaju kejenjang yang lebih serius.


Malam ini riko dan keluarganya datang kekediaman abimana untuk melamar Anisa. Kedua orang tua Anisapun sudah ada dirumah abimana, dengan acara yang terbilang sangat sederhana ikatan cinta riko dan anisa kini sudah terjalin . Sebuah cincin bertahtakan berlian sudah melingkar indah dijari manis Anisa.


Riko tidak mau berlama - lama, dia langsung menyatakan perasaanya kembali dan begitu juga anisa. Dia memberikan jawaban atas perasaan Riko, tak disangka dan tak diduga ternyata riko langsung malam itu juga langsung melamar anisa langsung di hadapan keluarganya. Acara makan malam keluarga yang tadinya hanya untuk silahturahmi ternyata sekalian menjadi malam lamaran.


" Jadi acara makan malam ini bukan sekedar makan malam ? Hemmm... Ternyata kalian sudah merencanakan ini semua ? Pantas saja , kenapa makan malam diluar ruangan begini. Ternyata dan ternyata ada udang dibalik bakwan " Seru Anisa sambil tertawa kecil.


" Iya dong. Ini semua rencana mbak dan mas mu, saat kamu curhat tentang perasaanmu kepada Riko. Mbak dan mas abi langsung menghubungi riko dan juga bapak sama ibu. Dan akhirnya terjadilah apa yang ada dimalam ini, riko nya juga terlalu semangat . Dia mau mengikatmu langsung agar tidak didahului sama orang " Ucap serena menjelaskan.


" Jadi kapan nih siap bersanding dipelaminan ?" Seru abimana membuat riko dan anisa saling lempar pandang dan tersenyum malu - malu.


" Kalau anisa ya terserah mas riko saja. " Jawab anisa tersipu malu - malu.


Semua keluarga besar antara kedua belah pihak akhirnya berunding untuk menentukan hari dan tanggal pernikahan anisa dan Riko. Kesepakatanpun diambil, pernikahan riko dan anisa akan dilaksanakan satu bulan lagi dengan pesta yang akan diadakan di salah satu hotel bintang lima. Pihak anisa dan riko tidak ada yang keberatan, mengingat riko adalah seorang pengusaha dan tentunya banyak kolega bisnis yang akan dia undang.


Selesai acara makan malam dan kesepakatan keluarga, kini riko dan anisa memilih waktu untuk berbicara berdua. Mereka menjauh dari keluarga yang sedang sibuk dengan urusannya masing - masing. Anisa dan riko duduk dibawah lampu taman yang ada di belakang rumah abimana.


" Terimakasih sudah mau menerima aku sebagai calon suami mu Nis. Aku berjanji akan membahagiakan kamu dan menjadi imam yang baik untuk mu. " Ucap riko memulai pembicaraan.


" Iya mas, justru aku yang berterimakasih karena kamu sudah menerima segala kekuranganku. Seperti yang mas riko tahu, jika aku ini bukanlah perawan lagi. Aku seorang janda mas " Ucap anisa mengingatkan riko , siapa tahu riko lupa dengan status anisa.

__ADS_1


Riko menggeleng sambil tersenyum dengan manis, senyum itulah yang membuat anisa jatuh cinta. Senyum manis dan teduh berhasil meluluhkan hati anisa yang selama ini membeku.


" Aku tidak mempermasalahkan status mu, begitupun orang tua ku. Jika status itu jadi masalah mungkin saat ini kita tidak akan duduk ditaman ini. Dan mungkin keluargaku juga tidak akan datang kerumah abi untuk melamar mu. " Ucap Riko sambil menggenggam tangan anisa untuk lebih menyakinkam Anisa.


Eheemm.. Ehheemmm


Tiba - tiba abi dan serena datang berdehem mengagetkan riko dan anisa. Riko refleks langsung melepaskan genggaman tangan Anisa.


" Belum sah,jadi jangan kebablasan " Ucap abi yang datang dengan tiba - tiba sambil nyengir kuda.


" Apaan sih cuma pegangan tangan loh, ini juga teflek kok. " Jawab riko membela diri.


" Berawal dari berpegangan tangan , terus lama - lama jadi heeemmmm... " Ucap abi lagi.


Buggghhh...


" Apaan sih nis, kakak belum selesai bicara loh. " Ucap abi menggoda sang adik.


" Aku tahu fikiran kakak. " Ucap anisa sambil mencebikkan bibirnya.


Hahaaa haaahaaaa


Merekapun semuanya tertawa , apalagi abimana. Dia tertawa paling keras, karena dia senang melihat wajah anisa yang cemberut dengan mulut yang manyun mengerucut.


*******


" Ndra, ibu ini capek banget. Lebih baik kamu cari pembantu saja untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah. Ibu ini sudah tua harus mengerjakan ini dan itu sendirian, habis itu masih mau masak dan mencuci baju semua pakaian kalian. Ibu sudah jadi pembantu dirumah ibu sendiri " Ucap ibu ratri mengeluh capek kepada rendra.


Bagaimana tidak capek, tubuhnya yang sudah tidak muda lagi harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Mana harus mencuci pakaian nadin dan rendra juga. Apalagi sekarang nadin juga sering marah - marah seolah menganggap ibu ratri sebagai pembantunya sendiri bukan ibu mertuanya.

__ADS_1


" Itukan menantu pilihan ibu ! Dua menantu ibu tidak ada yang benar kan, si erika tidak perduli sama ibu dan si nadin menganggap ibu sebagai pembantunya sendiri. Nikmati saja bu, itukan dua menantu pilihan ibu" Ucap bagas yang tiba - tiba keluar dari kamarnya.


Tidak ada yang tahu kapan bagas pulang dan kapan dia masuk kamarnya, tiba - tiba sudah ada didalam rumah. Sudah lama bagas memang tidak pulang, dia lebih banyak tinggal dikostan temannya.


" Bagas kapan kamu pulang ? " Tanya ibu ratri.


" Ohh... Kapan aku pulang itu tidak pentingkan buat ibu. Bahkan aku tidak pulang saja tidak pernah tuh ibu menanyakan aku dimana dan bagaimana kanarku ? Karena ibu terlalu sibuk mencampuri urusan anak - anaknya, jadi sekarang nikmati saja apa yang sudah ibu tanam. Maaf, bagas tidak bermaksud kurangajar. Tapi semua ini pasti balasan dari rasa sakit hati mbak anisa, dia tidak membalaanya sendiri tetapi ibu mendapat balasan itu dari orang lain secara instan " Ucap bagas bicara dengan penuh penekanan.


Ibu ratri dan rendra tampak diam mendengarkan perkataan bagas. Bukannya menyadari kesalahannya, sang ibu justru berfikir jika bagas sudah di pengaruhi oleh anisa. Pasti anisa sudah mencuci otak bagas sehingga bagas berpihak kepada anisa.


" Kamu ini anak ibu Gas, kenapa kamu lebih perduli dengan anisa si wanita pelit dan sombong itu !" Sentak ibu ratri dengan ketus.


" Aku tidak membela siapa - siapa bu. Aku membela mana yang benar, dan kebetulan mbak anisa memang yang benar. Oh iya bu, bagaimana kabar nya mbak erika ? Simenantu yang dulu ibu banggakan dan sekarang dia sedang hamil besar ? Hemm... Meskipun aku tidak suka sama dia,aku merasa kasihan saja sama dia. Setelah ibu mendapatkan yang baru , yang lama kini dilupakan ? Dan satu lagi, apa ibu tahu siapa ayah dari bayi yang ada dalam kandungan erika ?" Tanya bagas dengan senyum mengejek.


Setelah bicara seperti itu bagaspun keluar rumah dan pergi menggunakan motornya. Sedangkan ibu ratri hanya bengong, dan masih terpaku memikirkan ucapan bagas tadi.


* Maksud bagas tadi apa ? Kenapa dia bicara seperti itu ? * Gumam ibu ratri.


* Sial ! Jangan sampai ibu tahu jika bayi yang dikandung erika itu bukan anakku. Jika dia tahu, pasti kemandulanku akan ketahuan, kurangajar memang si bagas ini * Gumam rendra dalam hatinya .


Untuk menghindari pertanyaan samg ibu, rendrapun masuk kekamarnya. Dia lebih memilih berdiam diri dikamar daripada mendapat banyak pertanyaan dari ibunya.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2