Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Ingin buka usaha


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sepulang mencari pekerjaan Rendra mampir ke kantor polisi untuk menemui Ibunya. Tidak lupa Zainal membelikan nasi padang untuk ibunya, tentunya Zainal punya uang dari pemberian Zainal tempo hari. Biarpun tidak bisa mengeluarkan ibunya dari penjara setidaknya Rendra rutin menemui ibunya.


" Bawa apa kamu Ndra?" Tanya ibu Ratri dengan antusius saat melihat Rendra membawa bungkusan dalam kantong plastik transparan.


" Nasi padang untuk ibu. Ibu kalau mau makan, makan saja dulu. " Ucap Rendra sembari menyerahkan nasi bungkus itu kepada ibunya.


Dengan segera ibu Ratri mengambil bungkusan itu dan segera membukanya. Ibu Ratri sangat senang karena Rendra membawakan nasi padang dengan lauk ayam bakar. Padahal satu jam yang lalu ibu Ratri baru saja makan tetapi sudah lapar lagi apalagi nasi yang dibawakan oleh Rendra pakai ayam bakar kesukaanya.


Dengam lahab ibu Ratri menyantap makanannya, beruntung Rendra juga membawakan 1 botol air mineral untuk ibunya. Rendra sedih melihat ibunya yang makan seperti orang yang kelaparan dan seperti tidak pernah makan enak.


Uhuukk Uhhuk


Tiba - tiba ibu Ratri tersedak dan batuk - batuk membuat Rendra segera membukakan air mineral itu untuk ibunya.


" Pelan - pelan bu. Tidak ada yang akan memintanya. " Seru Rendra mengingatkan ibunya.


" Ibu lapar Ndra, tadi makan hanya sama tumis pepaya sama telor saja. Sudah tiga hari ini ibu makan tidak berselera, bagaimana kau selera makanannya itu - itu saja. Mana tidak enak " Ucap ibu Ratri sembari mengunyah makanannya.


Tidak sampai 5 menit sebungkus nasi padang itupun sudah beralih tempat kedalam perut ibu Ratri. Sampai ibu Ratri sendawa dengan keras dan membuat Rendra malu dengan tingkah ibunya itu.


* Ibu ini bikin malu saja. Beruntung ini dipenjara, bagaimana kalau diwarung makan padang dia sendawa sekeras tadi, sudah pasti malu aku.* Gumam Rendra dalam hatinya.


" Bagaimana ? Kamu sudah dapat uang untuk mengeluarkan ibu dari penjara? Ibu tidak betah berlama-lama disini Ndra,baru juga 3 hari ibu sudah bosan. Bagaimana jika bertahun - tahun Ndra." Ucap Ibu Ratri mengeluh dia bosan ada didalam penjara.


Hhhuuuffff


Rasanya Rendra ingin menghilang saja dari hadapan ibunya,sebab dia tidak tahu harus menjawab apa. Mau dijawab jujur nanti pasti ibunya mengamuk, mau dijawab bohong nanti ibunya banyak berharap. Bagaikan makan buah simalakama.


" Rendra belum dapat uang nya bu. Apalagi mas Zainal juga baru saja menikah sudah pasti dia tidak punya banyak uang. Begitupun dengam Bagas, dia hanya kerja sambil kuliah. Kalau Rendra ibu tahu sendirikan cuma pengangguran, tadi baru cari kerja lagi, belum juga dapat. Mungkin Rendra mau buka usaha saja bu, mau buka bengkel motor." Ucap Rendra serius.


" Memang kamu punya modal ? Memangnya kamu kira mudah buka bengkel motor ?Daripada modalnya untuk buka usaha lebih baik untuk menguarkan ibu saha Ndra. Kalau ibu sudah keluar baru kamu fikirin lagi cari modal usahanya. Zainal dan Bagas itu tidak bisa diharapkan. " Ucap ibu Ratri dengan kesal.

__ADS_1


Apa yang dikatakan ibunya membuat Rendra semakin pusing. Baru juga ada niatan mau buka usaha, sudah dipatahkan oleh ibunya. Padahal modal saja memang belum ada, Rendra baru saja ingin meminjam modal kepada pak De Warso.


Bicara soal pak De Warso, sampai sekarang Rendra belum memberitahunya jika ibunya saat ini ada dipenjara. Padahal dia saudara satu - satunya dari orang tuanya yang dia punya.


" Rendra belum ada modalnya bu." Jawab Rendra singkat.


" Heleh... modal saja tidak punya pakai belagu mau bikin bengkel motor. Lebih baik kamu pikirkan cara bagaimana cara untuk mengeluarkan ibu dari sini. Bila perlu kamu temui Nadin dan sujud dibawah kaki Nadin, minta sama dia agar dia mau mencabut laporannya. Dan satu lagi, jika dia menuntut cerai kamu harus meminta bagian harta gono - gini yang dimiliki Nadin. Enak saja dia menikmatinya sendiri, kamu itu berhak mendapatkannta juga Rendra." Ucap ibu Ratri dengan pemikiran bodohnya.


Sepertinya pembicaraan Rendra dan ibunya sudah tidak bisa dilanjutkan lagi. Sebab apa yang ibunya bicarakan sudah tidak masuk akal, lagipula harta gono gini yang mana yang harus Rendra minta.


" Maaf waktu besuk sudah habis." Ucap salah satu polisi menghampiri ibu Ratri.


" Iya pak" Jawab Rendra singkat.


Rendra bersyukur sekali jam besuk sudah habis sehingga dia ada alasan untuk tidak berlama - lama di kantor polisi.


" Ingat Ndra, cepat cari uang untuk membebaskan ibu dari sini." Ucap ibu Ratri sebelum dia dibawa masuk kembali kedalam sel tahanannya.


Rendra hanya mengangguk pelan, lalu dia juga bangkit dan berjalan keluar menuju parkiran motor. Harapan untuk ibunya bebas sangat tipis sebab minggu depan perkara yang dialami ibunya akan masuk meja persidangan.


********


" Jadi kamu mau buka usaha bengkel dan steam motor? Kamu ada modalnya ? " Tanya Zainal ingin tahu jawaban Rendra segera.


" Aku tidak punya modal mas, sama sekali tidak ada modal. Aku memang ada tabungan 5 juta saja itupun sisa jual sawah waktu ibu dilebihin sama pak de Warso tanpa sepengetahuan ibu. Tapi aku pakai terus menerus tinggal 5juta saja. Uang 5 juta dapat apa mas kalau untuk modal ? Aku datang kesini karena ingin pinjam modal sama mas Zainal." Ucap Rendra menyampaikan maksud dan tujuannya datang menemui Zainal.


Bukan Zainal tidak mau membantu, Zainal tidak punya banyak uang untuk membantu Rendra. Apalagi dia juga baru membiayai pernikahannya beberapa hari yang lalu, karena selama ini juga Zainal tidak punya tabungan yang banyak. Dia juga hidup berfoya- foya dengan teman nya sekolah.


" Aku tidak punya uang sebanyak itu Ndra, kamu tahu sendirikan bagaimana aku dulu. Aku mungkin bisa bantu sedikit Ndra. Kalau tidak coba kamu datang kerumah Pak De Warso, kamu pinjam uang sama dia." Ucap Zainal memberikan solusi dengan datang kerumah pak de nya.


" Aku tidak enak mas, soalnya kemarin itu pak de sudah melebihkan 15 juta untuk tambahan modal tapi uangnya habis begitu saja. Apalagi ibu banyak maunya juga Mas." Ucap Rendra dengan serius.


" Aku juga tidak bisa bantu Ndra,apalagi sekarang gajiku juga tidak Full dalam setahun ini dipotong untuk membayar hutangku. Uang 50 juta yang pernah aku berikan sama kamu itu dulukan aku hutang di kantor Ndra." Ucap Zainal.


Rendra hanya mengangguk dengan lemah. Kemana lagi dia akan mencari pinjaman modal untuk buka usaha. uang di tabungan pun hanya 5 juta tetapi keinginannya Rendra sangat besar untuk memiliki usaha. Zainal sebenarnya juga kasihan kepada Rendra tetapi mau bagaimana lagi, Zainal tidak punya banyak uang untuk membantu Rendra. Apalagi sekarang dia juga harus bertanggung jawab atas istri dan kedua anaknya, belum lagi gajinya harus dipotong untuk membayar hutangnya di perusahaan.


" Diminum Ndr" Ucap Santi datang dengan menyuguhkan kopi dan cemilan.


" Terimakasih mbak. Oh iya mana kiki dan koko? Apa mereka sudah tidur?" Tanya Rendra berbasa- basi menanyakan keberadaan kedua keponakannya.

__ADS_1


" Mereka ada dikamarnya. Mungkin lagi menggambar dan mewarnai. Ya sudah dilanjut ngobrolnya, saya mau melihat anak - anak dulu. " Ucap Santi dengan ramah.


" Iya mbak." Jawab Rendra dengan singkat.


Santi kembali masuk untuk menemani kedua anaknya. Zainal dan Rendra menikmati kopi hitamnya dan cemilan yang tadi disuguhkan oleh Santi, sembari melanjutkan obrolan mereka yang tadi sempat tertunda sebentar.


" kamu sudah bertemu dengan ibu lagi Ndra?" Tanya Zainal.


" Sudah mas tadi siang, saat sepulang aku mencuri kerja. Aku mampir ke kantor polisi dan aku menyampaikan kepada ibu jika aku ingin membuka usaha. Tetapi ibu seolah mematahkan semangatku, dia bilang jika punya modal lebih baik untuk mengeluarkan dia dari penjara. Bahkan ibu memintaku untuk menuntut harta gono gini di saat perceraianku dengan Nadin nanti. Lama-lama aku bisa gila Mas, mengikuti semua kemauan ibu. Harta mana yang harus aku tuntut? semua itu milik Nadin bahkan Nadin memilikinya jauh sebelum mengenalku."Ucap Rendra sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


Hahahaaaaa


Zainal justru tertawa lebar mendengar pernyataan dari Rendra. Zainal tidak menyalahkan ibunya, bagaimanapun Rendra yang memang selama ini tidak bisa tegas kepada ibunya. Seandainya dari awal Rendra bisa tegas pasti ibunya tidak akan banyak menuntut seperti ini.


Melihat Zainal yang menertawakannya membuat Rendra menjadi bingung. Apakah kata-katanya ada yang salah sehingga Zainal bisa tertawa selebar itu.


" Apa ada yang salah mas ?" Tanya Rendra dengan wajah bingungnya.


" Iya ada yang salah. Dan yang salah itu kamu ! coba Dari awal kamu itu tegas sama ibu. Semua ini tidak akan terjadi Ndra. Hidup kamu tidak akan hancur seperti ini, dan ibu juga tidak akan banyak menuntut sama kamu. Selama ini aku selalu membantah apa kata ibu, bukan berarti aku tidak menghormati Ibu. Membantahku karena aku tidak mau diatur sama ibu, sehingga Ibu tidak seberapa merecoki hidupku." Ucap Zainal lagi.


Rendra tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda. Apa yang dikatakan Zainal barusan memang benar adanya, jika sejak awal dia bisa bersikap tegas kepada ibunya mungkin hidupnya tidak akan berantakan seperti sekarang ini. Dan bahkan mungkin sampai sekarang rumah tangganya dengan Anisa masih tetap baik - baik saja dan mereka bisa hidup bahagia.


Rapi apa mau dikata, semuanya sudah terlanjur dan semuanya juga sudah terjadi. Mungkin memang sudah menjadi jalan takdir Rendra mengalami kehidupan seperti saat ini.


" Nasi sudah menjadi bubur Mas, dan mungkin memang semua ini sudah jalan takdirku. Menyesal pun tidak ada gunanya." jawab Rendra dengan wajah terlihat bersedih.


" Iya mau gimana lagi semuanya sudah terjadi. Oh iya bagaimana urusan perceraianmu dengan Nadin? Apakah semuanya sudah berjalan dengan lancar?." Tanya Zainal ingin tahu kelanjutan hubungan adiknya dengan Nadin.


" Aku tidak tahu mas. Nadin bilang dia sudah melayangkan gugatan cerai ke kantor pengadilan agama, tapi sampai sekarang aku belum menerima surat panggilan sidangnya. Padahal sebenarnya aku ingin mempertahankan rumah tanggaku dengan Nadin. Aku janji pada diriku sendiri ingin memperbaiki diri dan bertanggung jawab dengan rumah tanggaku tetapi. Tapi aku baru sadar jika aku bukanlah pria yang normal, bukan pria sempurna. Bagaimanapun Nadin pasti menginginkan seorang anak." Jawab Rendra dengan suara seperti orang yang putus asa.


Zainal hanya bisa menghela nafas dengan berat. Susah bagi Rendra jika dia ingin mempertahankan rumah tangganya dengan Nadin. Apalagi Nadine sudah terlanjur benci dengan keluarga nya, ditambah Rendra memang tidak bisa memiliki keturunan.


" Ya sudah mas aku pulang dulu, aku mengantuk. Dan soal modal usahaku nanti mungkin benar kata mas tadi, jika aku harus bertemu dengan pak de Warso dulu." Ucap Rendra lalu bangkit dari duduknya.


" Iya sudah,siapa tahu pak de memang bisa menolong mu. Meskipun hanya petani, tabungan pak de Warso itu banyak Ndra." Seru Zainal sambil tersenyum.


" Iya mas. " Jawab Rendra singkat.


Rendra pun akhirnya pulang kerumahnya, saat dia baru membuka pintu terdengar motor Bagas berhenti di halaman rumah. Rendra sekalian melebarkan pintu agar motor Bagas bisa masuk kerumah.

__ADS_1


***********


__ADS_2