Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Zainal dan Rendra


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Kamu kenapa tidak cari kerja saja ndra ? Mau usaha apa kamu dengan modalmu yang sempit begitu ? Apalagi kamu juga butuh makan minum, pasti semua itu kamu ambil dari sisa uanh jual sawah itukan ? " Tanya zainal yang sudah mulai baik dengan rendra.


Zainal sudah melupakan permasalahannya dengan rendra, dia tidak mau memperpanjang atau berlarut - larut lagi. Apalagi rendra adik kandungnya sendiri dan sekarang kehidupannya juga sedang susah. Mana ibunya juga banyak tuntutan.


" Aku tidak tahu mas. Bekerja juga tidak ada yang mau menerimaku mas , aku bingung mau melamar pekerjaan dimana lagi. Apa dikantor mas ada lowongan perkerjaan ?" Tanya rendra.


" Ada tapi hanya sebagai OB saja dan aku yakin kamu tidak akan pernah mau mengambil pekerjaan itu. Pekerjaan OB itu berat, harus menyapu , mengepel belum kalau ada yang minta buatkan teh dan kopi. Tapi kalau kamu mau ya besok aku bicara sama bagian HRD nya. " Ucap zainal dengan tenang.


Rendra tidak terima zainal menawarinya pekerjaan sebagai OB karena menurutnya itu pekerjaan rendahan. Apa guna ijazah sarjananya kalau hanya bekerja sebagai OB. Rendra memandang sinis kearah zainal, zainal hanya mengerutkan keningnya melihat ekspresi wajah adiknya.


* Ini anak kenapa kok tiba - tiba wajahnya sinis dan sadis begitu. Apa ada yang salah gitu dengan perkataanku yang tadi ?* Tanya zainal dalam hatinya.


" Kalau tidak mau mencarikan pekerjaan yang bagus lebih baik diam mas. Masak aku seorang sarjana kamu suruh jadi OB , kamu waras apa tidak mas !!" Bentak rendra kesal.


" Haii siapa yang menyuruh kamu jadi Ob ? Kamukan tadi bertanya ada pekerjaan apa dikantor tempat aku bekerja ? Ya aku jawab Ob karena memang hanya itu yang ada." Seru zainal membela diri.


" Heleh... Bilang saja kamu sengajakan bicara seperti itu. Kamu ini sebenarnya masih marah dan dendam dengan ku gara - gara jebakan itukan ? " Ucap rendra malah membahas masalah yang sudah malas zainal bahas.


Mendengar keributan antara zainal dan rendra diruang tamu membuat ibu ratri yang sedang memasak untuk makan malam datang menghampiri mereka. Begitupun dengan nadin, dia keluar kamar dengan hanya memakai piyama tidur yang sangat transparan.


" Ada apa sih ini ? Ribut terus sampai kedengaran dari dapur ?." Tanya ibu ratri dengan tangan masih memegang pisau.

__ADS_1


" Entah juga kalian ini, magrib - magrib bukannya sholat malah ribut. Malu didengar tetangga, kalau keluarga sudah ruwet itu dibenerin bukan malah berkelakuan semakin ruwet. " Ucap nadin dengan marah karena istirahatnya terganggu.


Mata rendra terbelalak melihat pakaian nadin yang menurutnya sangat tidak pantas di pakai diluar kamar. Apalagi saat ini ada zainal dihadapannya, tapi zainal sama sekali tidak bernafsu melihat nadin. Meskipun dia pria yang bisa dibilang pencinta wanita tetapi melihat nadin sama sekali tidak bernafsu, terlebih nadin seorang wanita murahan yang sudah banyak pria menjamah tubuhnya.


" Nadin sana masuk ! Pakaianmu itu tidak pantas dipakai diluar kamar !" Bentak rendra dengan pelan tapi penuh penekanan.


" Kenapa memangnya?. Lagipula cuma mas zainal, bukannya dia sudah pernah meniduriku ? Jadi untuk apa aku malu sama dia " Ucap nadin seenaknya.


" Tidur denganmu itu juga bukan kemauanku . Itu jebakan dari suamimu sendiri, jika kamu polos dihadapanku juga aku tidak akan tergoda. Biarpun begini aku suka yang masih perawan, terbukti santi dan Anita aku dapatkan saat mereka masih dalam keadaan tersrgel . " Ucap zainal tanpa langsung sudah menghina nadin.


" Sudah - susah jangan ribut. Tadi kalian itu ribut karena apa ?" Tanya ibu ratri ingin tahu..


Rendra menceritakan jika zainal memintanya untuk menjadi seorang Ob. Tetapi cerita rendra langsung dibantah oleh zainal. Zainal akhirnya menceritakan awal mula mereka tadi ribut kepada ibunya dan didengar oleh nadin. Ibu ratri tidak menyalahkan zainal sebab apa yang dikatakan zainal tidak ada kata - kata yang meminta rendra untuk menjasi seorang Ob tetapi hanya menawarinya saja karena rendra menanyakan pekerjaan.


Zainal sendiri setelah menjelaskan permasalahannya tadi memlih untuk pulang kerumahnya. Makan malam dia pilih order makanan online saja. Malas lama - lama ada dirumah ibunya yang ada akan ikut gila.


[ Santi, besok aku akan menjemput anak - anak sekitar jam 9 pagi. Aku bolehkan bawa mereka jalan - jalan ?]


Sudah 10 menit menunggu santi membalas tetapi belum juga ada balasan dari santi. Bahkan pesan zainal masih centang dua abu - abu yang berarti belum dibaca oleh santi.


Lama menunggu akhirnya yang datang justru makanan yang zainal pesan. Zainal membawa makanannya dan makan di ditempat meja makan. Zainal nenikmati makanannya dalam diam sambil memikirkan pesannya yang belum dibalas oleh santi.


Triingg


Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel zainal, dengan segera dia meletakkan sendoknya dan membuka pesan yang baru saja masuk.


[ Boleh mas, silahkan saja kamu jemput mereka. Aku tidak akan pernah melarang kamu untuk menemui anak - anak. Tadi aku sudah katakan sama mereka jika besok kamu akan membawanya jalan - jalan, kelihatannya mereka sangat senang sekali. ]


Santi membalas pesan zainal panjang lebar, koko dan kiki senang saat santi memberitahu mereka jika zainal akan membawa mereka main.

__ADS_1


[ Alhamdulillah, terimakasih santi ]


[ Iya sama - sam mas ]


[ Kamu sudah makan malam san ? Kalau kamu libur mendingan besok ikut saja, karena nanti aku akan meminjam mobil nadin atau merental mobil ].


Pesan itu sampai sekarang belum ada balasan dari santi padahal jelas terlihat jika pesan itu sudah dibaca oleh santi namun tidak mau membalasnya. Zainal tidak memaksakan santi untuk ikut, dia cukup tahu diri. Mungkin saja santi tidak libur jadi dia tidak bisa ikut jalan dengan kedua anaknya.


Sementara itu antara rendra dan nadin saat ini sedang terjadi pedebatan. Nadin tidak terima karena tadi rendra sudah membentaknya dan memarahi cara berpakaiannya.


" Jangan mengatur - ngatur cara berpakaianku. Kamu ini cuma banyak omong saja tapi tidak mau modalin istri. Dasar suami tidak bermodal " Ucap nadin memarahi rendra.


" Maaf sayang tadi aku itu reflek memarahimu karena ada mas zainal . Kamu sekarang ini tuh istriku jadi kamu harus mendengarkan perkataaku sayang. Aku tidak mau mas zainal melihat tubuhmu. Jangan marah ya sayang " Ucap rendra memeluk nadin dari belakang.


" Kali ini aku maafkan tapi tidak untuk lain kali. Karena aku tidak suka ada yang memarahiku didepan orang. Kamu pahamkan mas ?" Tanya nadin tegas.


Rendra menganggukkan kepalanya, dia membawa nadin menuju peraduannya. Jika sudah seperti ini nadin tahu apa yang diinginkan oleh rendra. Baik nadin dan renda memang sudah sangat menginginkannya, mereka sudah lama tidak melakukannya. Malam ini akhirnya apa yang diinginkan sepasang suami istri itu terjadi juga, mereka saling mencurahkan rasa yang sudah lama tidak mereka rasakan.


Suara permainan mereka terdengar sampai luar kamar, ibu ratri sendiri mendekati kamar rendra dan mengintip apa yang terjadi. Mata ibu ratri terbelalak saat melihat rendra dan nadin yang sedang bermain kuda tanpa menutup pintu kamarnya.


" Dasar manusia tidak berakhlak . Bagaimana kalau dirumah ada bagas, beruntung saat ini cuma ada aku saja. Ini orang apa sudah tidak waras lagi ? Seenaknya main kuda tanpa lihat situasi, benar sih ini dikamar mereka tapi pintupun tidak ditutup " Seru ibu ratri dengan kesal sambil menutup pelan pintu kamar rendra agar mereka tidak terganggu.


Setelah satu jam bermain, rendra dan nadin menyudahi permainannya. Dia mengajak nadin mandi dan untuk membersihkan dirinya, tapi bukan hanya mandi saja sudah pasti ada hal yang lainnya juga yang mereka lakukan apalagi mandi malam - malam itu dingin jadi perlu dihangatkan lagi.


" Mas aku kedinginan dan kelelahan. Gendong aku ya mas " Ucap nadin dengan manja.


" Iya sayang " Ucap rendra dengan singkat.


Selesai mandi yang sesungguhnya, rendra menggendong nadin keluar kamar mandi. Mereka mengenakan pakaian masing - masing baru mereks keluar kamar untuk makan malam, perut mereka terasa lapar. Apalagi saat bermain mereka belum makan malam.

__ADS_1


**********


__ADS_2