Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Ayam bakar chef riko


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Rendra marah besar saat mengetahui sertifikat rumah atas nama Bagas, semakin susah untuk rendra menjual rumah jika bagas tidak setuju terlebih rumah sudah berganti atas namanya. Ibu ratri sendiri heran kenapa bagas mengambil sertifikat rumah tanpa sepengetahuannya.


" Bagas kamu lancang ya mengambil sertifikat ini tanpa sepengetahuan ibu. Dasar lancang kamu, sama saja kamu sudah mencuri dirumah ibu " Ucap ibu ratri dengan kesal. Bagaimana bisa anak yang dia anggap anak yang cuek dan masa bodoh bisa bertindak secepat itu merubah nama kepemilikan sertifikat tanpa dia ketahui.


Ternyata lebih cerdas dari kedua kakaknya, diamnya bagas bukan dia cuek tetapi diamnya bagas ternyata mematikan. Mendengar keributan dirumah ibunya membuat zainal penasaran dan mendatangi rumah ibunya.


Saat masuk rumah tidak ada siapa - siapa akan tetapi keributan berasal dari kamar bagas. Zainal berjalan mendekat kekamar bagas untuk mencari tahu apa yang sedang dipermasalahkan sampai ribut - ribut terdengar dari luar rumah.


" Ada apa sih ini ribut terus kerjaanya . Malu tuh didengar sama tetangga. " Tegur zainal sambil berkacak pinggang di ambang pintu kamar bagas.


" Adikmu ini sudah mengganti nama kepemilikan rumah dan dia tidak mau rumah ini di jual dengan alasan ini bagian dia " Ucap ibu ratri mencoba mengadu kepada zainal.


" Bukannya rumah ini memang bagiannya bagas kan bu ?. Bapak sendiri yang sudah bilang kalau rumah ini untuk bagas. Aku kebagian tanah yang sekarang sudah aku bangun rumah itu dan rendra dapat sawah. Jadi ya benar si bagas dong bu " Ucap zainal membenarkan apa yang diklaim oleh bagas.


Ibu ratri mendengus kesal karena zainal justru membela bagas. Rendra mengusap wajahnya kasar, kalau rumah itu tidak dijual dapat darimana dia uang sebanyak 75 juta yang diminta nadin. Dan nadin hanya memberikan waktu seminggu dari kemarin berarti tinggal 6 hari lagi waktu tersisa.


" Memang untuk apa sih uang nya sampai rumah mau dijual ?" Tanya bagas yang ingin tahu alasan ibunya mau menjual rumah.


" Untuk nadin ! Nadin sudah tahu semua rahasia ibu dan rendra. Dia meminta uang 75 juta untuk ganti rugi jika tidak dia akan memenjarakan ibu dan mas mu, rendra ." Ucap ibu ratri memberitahu alasannya ingin menjual rumah.


Haaahhhh.... ? Uang 75 juta ?


Bagas langsung bengong mendengar alasan ibunya , tapi bukan berarti bagas akan merelakan rumahnya untuk dijual. Bagas tidak akan membiarkan hal itu terjadi, apapun alasan rumah tidak akan pernah dijual. Bagas ingat jika rendra punya bagian sawah, kenapa bukan sawah itu saja yang dijual. Setahu bagas sawah itu sampai sekarang belum terjual dan hanya di gadaikan kepada saudara ibunya.


" Kenapa tidak sawah mas saja yang dijual. Tah sawah itu cuma digadaikan, karena sampai sekarang belum bisa bayar hutang atau mengembalikan uang gadai jadi sawah itu ditahan pakde warso. " Ucap bagas memberikan saran.


* Mati aku ! Bagaimana sawah itu mau dijual kalau uang gadai saja belum bisa aku pulangkan. Uang 50 juta itu aku pakai untuk membantu zainal buat rumah 9 tahun yang lalu. Zainal seharusnya yang menebus surat sawah itu, karena dia memang waktu itu bersedia untuk menebusnya. * Gumam ibu ratri dalam hatinya.


Rendra setuju dengan saran bagas, sawah itu jika dijual sekitar 100 juta pasti laku. Dengan begitu urusan nadin akan segera beres tanpa harus menjual rumah. Rendra memandang kearah zainal yang pura - pura sibuk dengan ponselnya. Rendra tahu uang gadai itu dipakai untuk membangun rumah zainal.


" Mas zainal kamu harus bayar uang gadai itu, aku tahu uang 50 juta itu untuk membangun rumah mu. Jadi sekarang mas yang bayar, serahkan 50 juta itu kepadaku dan nanti aku tinggal menemui pakde warso untuk membicarakan jual belinya. Jadi pakde warso tinggal menambah kekurangannya sesuai dengan harga yang disepakati. Jika kamu tidak mau membayarnya rumahmu yang akan aku jual !" Seru rendra dengan tegas.


Deg....


Zainal langsung memandang rendra dengan lekat, akhirnya apa yang selama ini dia khawatirkan terjadi juga. Uang 50 juta itu banyak dan tabungan zainal juga tidak sebanyak itu karena selama ini dia hidup dengan boros, mentraktir temannya sana sini hanya demi pamor saja.

__ADS_1


" Aku tidak ada uang sebanyak itu ndra. " Jawab zainal seenaknya.


" Baik, kalau begitu jual saja rumah mas. Kamu itu jangan mau menang sendiri mas ! Dulu kamu bilang mau menebus surat sawah itu tapi sampai sekarang belum mas tebus. Jujur aku lupa kalau aku punya bagian sawah, beruntung bagas tadi membahas soal sawah. Jadi bagaimana mas ? Apa rumah kamu mau dijual ?" Tanya rendra dengan tegas.


" Berikan aku waktu sekitar 3 atau 4 hari. Aku akan mencoba mencari hutangan di kantor. Puaasss !" Ucap zainal lalu pergi dari kamar bagas.


Semuanyapun keluar dari kamar bagas, hanya ada bagas saja yang masih di kamarnya. Senyum bagas lebar mengembang. Akhirnya permasalahan rumah ada jalan keluarnya.


* Pak, bagas janji tidak akan pernah menjual rumah ini pak. *Gumam bagas dalam hatinya.


Diruang keluarga rendra menghubungi pakde warso untuk membicarakan masalah sawah yang akan rendra jual. Siapa tahu pakde warso mau membelinya sehingga rendra tidak perlu menjual keorang lain yang akan memakan waktu lebih lama.


[ Terus urusan uang gadai yang 50 juta itu bagaimana ndra?] Tanya pakde warso.


[ Kalau pakde mau membelinya pakde tinggal bayar uang sisa sesuai dengan kesepakatan harga . Misal pakde beli harga 100 juta, pakde tinggal bayar yang 50 jutanya saja pakde. Tolong rendra ya pakde, rendra sangat butuh uang ] Seru rendra dengan serius.


[ Nanti malam kamu kerumah pakde saja. Kita bicara dirumag pakde biar lebih jelas. Yang pasti pakde mau membeli sawah itu, masalah harga nanti kita rundingkan. ]


[ Baik pakde. Terimasih, sehabis magrib nanti rendra datang kerumah pakde ]


[ Iya pakde tunggu ndra ]


Klik..


Sementara itu , saat ini anisa sedang menginginkan makanan ayam bakar yang dimasak langsung oleh Riko tanpa ada orang lain yang membantunya. Hanya dibantu membersihkan ayam saja, untuk bumbu dan semuanya harus riko sendiri.


" Nikmati saja ko, itu juga anak kamu yang menginginkannya. Kalau tidak di turuti nanti anak kamu ileran terus " Ucap abimana meledek riko.


" Sudah sana lebih baik anda jangan mengganggu , aku sedang fokus ini " Seru riko bicara tanpa melihat kearah kakak iparnya.


" Siapa juga yang mengganggu calon bapak ini. Anda harus berjuang pak. Hahahaaa" Seru abimana lalu tertawa dengan keras.


Melihat suaminya terus diganggu oleh kakaknya membuat anisa ikut turun tangan mengatasi kakaknya. Dia tidak mau suaminya terus diganggu yang mengakibatkan ayam bakar yang dia inginkan akan lama selesainya.


" Jangan ganggu suamiku ! Mas abi sana pergi, biarkan mas riko masak untuk anaknya. Ganggu saja " Gerutu anisa sambil mendorong abi menjauh dari dapur.


" Iya deh iya, aku pergi " Seru abimana .


Kelakuan abimana dan anisa itu membuat semua orang tersenyum . Ada kedua orang tua abimana dan ada serena serta cantika yang sibuk dengan permainan legonya.


" Papa nakal ya ante. Ubit aja ante " Ucap cantika meminta anisa untuk mencubit papanya.


" Iya sayang, papanya cantika nakal. Jadi tante cubit tidak apa - apa ya ?" Seru anisa meminta persetujuan cantika.

__ADS_1


" Iya ante ubit aja " Seru cantika.


Mendapat persetujuan dari cantika akhirnya anisapun mencubit pinggang kakaknya sampai dia mengaduh kesakitan. Biasanya cantika paling tidak boleh jika papanya ada yang menyakiti, tumben sekali dia kali ini bersekongkol dengan anisa.


" Sssttt... Jangan berisik. Nanti mengganggu konsentrasi calon bapak yang lagi sibuk di dapur, seharusnya pakai garam nanti salah ambil gula. Jadi deh ayam bakar rasa manis gula " Ucap serena meminta semuanya untuk diam.


Secara tiba - tiba semuanyapun reflek terdiamnengikuti ucapan serena. Suasana kembali hening, hanya ada celotehan cantika dan bunyi legonya nya. Gadis kecil itu sedang membuat istana menggunakan lego. Setelah berkutat didapur sekitar satu jam, akhirnya ayam bakar ala chef riko sudah selesai dan siap dinikmati semuanya.


Riko membawa 3 piring ayam bakar lengkap dengan sambalnya tapi tanpa nasi keruang Tv dimana para keluarga sedang berkumpul.


" Taraaaa ayam bakar ala chef riko sudah matang dan siap untuk dinikmati. " Seru riko sambil meletakkan nampan yang berisi 3 piring ayam bakar.


" Awas kalau sampai rasanya tidak enak, aku pecat kamu jadi adik ipar." Ucap abimana sambil memainkan alisnya.


" Idiih... Yang wajib memberikan komentar enak tidaknya itu aku bukan mas abi. Pokoknya kalau tidak enak yang ada dipiring masing - masing itu harus habis. Piring kak abi berdua sama mbak serena, terus bapak sama ibu dan aku sama chefnya. " Seru anisa sudah memberikan ultimatumnya.


Semua orang menelan salivanya sendiri, bagaimana bisa mereka ikut kena getahnya. Mana dipiring masing - masing ada 4 potong ayam dengan sambal yang tampilannya juga meragukan. Cantika tidak mau ayam bakar karena anak itu lebih suka ayam goreng , apalagi digoreng crispy.


" Harus gitu dihabiskan ? Kan kamu yang ngidam nis ?" Tanya abimana mencari alasan .


" Harus tanpa terkecuali. Kasihan mas riko sudah masak untuk kita,jadi harus kita hargai dong. Pokoknya anisa tidak mau tahu harus habis enak dan tidak enak !" Ucap anisa penuh penekanan.


Semua orang mengangguk dan mengikuti perintah anisa. Anisa mencobanya lebih dulu dan dia tampak biasa saja,gigitan pertama sudah dia telan berarti ayam bakar buatan riko bisa untuk dimakan.


* Biasanya mulut dan lidah orang hamil itu korslet. Makanan tidak enak dia bilang enak, tapi aku penasaran juga dengan ayam bakar buatan riko ini * Gumam abimana dalam hatinya.


Belum juga dia mencoba ayam bakar yang ada dipiringnya tiba - tiba cantika menghampirinya dan meminta satu potong ayam bakar yang ada dipiringnya, tumben sekali cantika mau makan ayam bakar biasanya dia tidak akan mau.


" Enak pa, ma. Om liko pintal masak. Anti enak ya " Seru cantika dengan polosnya.


" Iya sayang ini enak banget, besok kita suruh om riko buat lagi ya. Atau om riko kita suruh jualan ayam bakar saja ya sayang " Ucap anisa sambil memakan ayam bakarnya.


Semuanya akhirnya ikut mencoba ayam bakar yang ada dipiring masing-masing. Riko juga ikut mencoba sebab saat memasak tadi dia sama sekali tidak mencicipinya terlebih dahulu. Dia masak tanpa takaran, hanya dia kira - kira saja. Untuk bumbu juga dia hanya memakai apa yang dia tahu saja, tapi bumbunya tetap lengkap.


" Iya ini enak banget pak. " Ucap ibu mertua riko .


" Bener bu " Jawab bapak mertua riko.


" Wah kamu cocok jadi pedagang ayam bakar Rik. Bagaimana kalau selesai pulang kantor kita jualan ayam bakar saja, kamu bagian bakar ayamnya dan aku bagian kasirnya. " Seru abimana sambil terkekeh.


* Enak dikamu tidak enak disaya dong kalau seperti itu. Beruntung kamu itu kakak ipar saya, kalau bukan sudah aku getok dari tadi kamu * Gumam riko dalam hatinya.


Akhirnya semua menikmati ayam bakar buatan riko, bahkan cantika saja sampai habis dua potong. Sambal buatan riko juga enak dan sangat cocok dipadukan dengan ayam bakarnya. Riko merasa senang dan bangga karena ngidam sang istri sudah terlaksana dengan baik.

__ADS_1


************


__ADS_2