
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Waktu yang diberikan oleh nadin tinggal sehari lagi, zainal sudah menyerahkan uang 50 juta nya kepada Rendra. Rendra juga sudah menerima uang tambahan 60 juta dari pakde warso. Sawah milik rendra itu dibeli pakde warso 110 juta, sebensrnya pakde warso hanya membeli dengan harga 95 juta, yang 15 juta pakde warso memberinya secara ikhlas untuk rendra.
Sawah yang di garap pakde warso cukup menghasilkan uang yang banyak setiap tahunnya. Sehingga 15 juta diberikan secara cuma - cuma. Hari ini juga rendra akan memberikan uang 75 juta itu kepada nadin , biarpun belum jatuh hari yang ditentukan.
" Kan belum jatuh waktu nya tapi ya sudah kalau kalian mau memberikannya sekarang. Lebih cepat lebih baik, oh iya ini surat apa ?" Seru nadin heran karena ada surat yang harus dia tanda tangani.
" Ini surat serah terima uang sekaligus surat perjanjian jika kamu tidak akan menuntut lagi. Apalagi sampai membawa masalah ini kepolisi." Ucap rendra dengan serius.
" Oh... Ok kalau begitu aku baca dulu ya. Takut nanti ada yang merugikan aku. Kan aku yang rugi dan repot " Seru nadin mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
" Silahkan " Ucap rendra singakat.
Nadin mengambil kertas itu dan membacanya dengan teliti, setelah dirasa tidak ada yang merugikan dirinya diapun langsung membubuhkan tanda tangan diatas materai yang sudah tertempel dikertas perjanjian.
" Nah kalau beginikan semuanya beres. Baiklah uangnya aku ambil ya jadi sudah tidak ada lagi urusan hutang piutang lagi. Hahaaa " Seru nadin lalu tertawa.
" Heehhh siaps yang berhutang ? Yang ada kamu itu memeras kami, seenaknya saja meminta uang 75 juta. Padahal kamu juga yang beruntung , kamu dapat uang dan dapat anak juga. Huuhh dasar pengeretan " Ucap ibu ratri ketus.
* Yang dikatakan ibu memang benar sih kalau aku beruntung. Dapat uang dan dapat anak juga, padahal aku juga sudah sering tidur dengan siapa saja. Tapi bukan berarti mereka bisa menjebakku seenak jidat mereka. Apalagi statusku istri rendra, huuh terserah mereka sajalah yang penting sekarang aku punya uang 75 juta dari kebodohan mereka * Gumam nadin dalam hatinya.
Hhuuufff...Sebebarnya berat bagi ibu ratri untuk melepaskan uang 75 juta itu untuk nadin. Tapi mau bagaimana lagi daripada masuk penjara lebih baik uang yang berbicara. Direkening rendra masih ada 15 juta pemberian pribadi dari pakde warso tanpa diketahui oleh ibu ratri.
__ADS_1
Sedangkan ditangannya saat ini ada 20 juta sisa uang jual sawah. Dengan uang 20 juta bisa apa untuk modal usaha apalagi rendra tidak mempunyai keahlian apapun.
" Terus soal pernikahan kita bagaimana din ? Apa kamu akan menuntut cerai ? " Tanya rendra dengan lemas.
Dia sudah malas dengan perceraian, dua istrinya terdahulu sudah menuntutnya cerai. Dan kali ini dia ingin mempertahankan pernikahan, biarlah dia ikut membesarkan anak yang dikandung nadin meskipun itu bukan anak kandungnya. Rendra sadar diri jika dia tidak bisa memiliki keturunan.
" Terserah kamu saja. Kalau mau cerai ya cerai kalau mau lanjut ya lanjut. Tapi aku minta kita cerai saat aku sudah melahirkan, karena aku tidak mau menjadi janda saat hamil " Jawab nadin dengan santainya.
" Cerai saja ndra. ! Ibu tidak sudi lagi mempunyai menantu yang matrealistis dan pelit seperti dia. Masih banyak wanita diluaran sana yang lebih dari nadin bisa kamu dapatkan ." Seru ibu ratri mengeluarkan pendapatnya.
" Yakin rendra bisa mendapatkan wanita yang lrbih dari aku dengan keadaan anakmu yang tidak sempurna seperti itu. Ingal loh anak ibu ini mandul alias tidak bisa mempunyai keturunan. Apa ada wanita yang menerimanya ?" Tanya nadin dengan senyum mengejeknya.
* Sial , kenapa aku bisa lupa kalau rendra ini mandul. Huuhh... Rendra bikin aku kesal saja.* Gumam ibu ratri dalam hatinya.
Apapun yang menjadi keputusan nadin, rendra akan menerimanya. Nadin memberikan jawaban yang tidak mengenakan. Seolah dia tidak butuh dengan rendra lagi. Masalah yang keluarga rendra hadapi silih berganti berdatangan.
" Permisi !" Seru seseorang dari arah pintu depan.
Rendra segera bangkit diikuti oleh ibu ratri dibelakangnya. Dia ikut penasaran siapa tamu yang datang.
" Iya cari siapa ya mas ?" Tanya rendra ramah.
" Apa benar ini rumahnya ibu ratri ?" Tanya seorang pria yang rendra yakini seorang pegawai kantor pos.
" Iya mas, dan ini ibu ratri. Ada perlu apa ya mas ? Apa ada surat untuk ibu saya ?" Tanya rendra masih dengan ramah.
Petugas pos itupun memberikan sebuah amplop kepada rendra dan langsung dirampas oleh ibu ratri karena dia penasaran isi dalam amplop itu. Rendra menandatangani surat tanda terima, lalu petugas satpam itupun pergi dari rumah rendra.
Ibu ratri membawa surat itu keruang tengah, disana nadin sudah tidak terlihat. Sepertinya wanita itu sedang tidur siang berbantalkan uang 75 juta yang barusaja dia terima dari rendra.
__ADS_1
" Surat apa bu ?" Tanya rendra ikut penasaran.
" Masih ibu baca ndra, sabar kenapa. Tapi perasaan ibu tidak enak ini. " Ucap ibu ratri.
Deg... Jantung ibu ratri tiba - tiba bergemuruh membaca surat yang baru saja dia terima. Surat itu adalah surat cerai dari pengadilan agama, surat perceraiannya dengan pak iwan. Ibu ratri seakan lupa dengan permasalahannya dengan pak iwan , sampai surat cerai sudah keluar dia belum bertemu dengan pak iwan sama sekali semenjak malam pengerebekkan itu.
" Surat cerai dari pak iwan ndra " Ucap ibu ratri dengan lemas.
" Oh.. Jadi pak iwan yang mata keranjang itu sudah resmi menceraikan ibu. Baguslah bu buat apa juga ibu memikirkan pria tua itu. Lebih baik ibu hidu sendiri dengan bahagia tanpa ada yang mengganggu. " Seru rendra sama sekali tidak berempati dengan perceraian ibunya.
" Hemmm... Iya juga ndra. Ibu saja sudah lupa dengan pak karim, baru ini tadi saat baca surat cerainya ibu jadi kaget. Ndra bagi duit dong, bukannya uang hasil jual sawah itu masih 20 juta, ibu minta 5 juta saja ndra untuk beli perhiasan. " Seru ibu ratri seenaknya.
Padahal sisa uang itu mau rendra gunakan untuk membuka usaha , tapi masih bingung usaha apa. Apalagi modalnya memang sangat sedikit belum untuk kebutuhan sehari - hari. Nadin sudah tidak mungkin mau untuk membiayai kebutuham rumah.
" Uang ini mau rendra gunakan untuk modal usaha bu. Kalau ibu minta 5 juta pasti akan semakin berkurang banyak. Kita harus berhemat bu,karena hanya 20 juta itulah yang kita miliki untuk menyambung hidup kita. Nadin sudah tidak mau lagi membiayai kebutuhan rumah. Rendra kasih 1 juta saja ya bu. " Ucap rendra mencoba memberi pengertian ibunys.
" Uang 1 juta dapat perhiasan apa ndra. Tapi ya sudahlah daripada tidak sama sekali. Mana sini uangnya, mumpung masih siang nih ibu mau kepasar beli emas. Beli yang kadar 22 juga tidak masalah. Ibu juga punya tambahan 1 juta nih kemarin sore dikasih sama zainal. Katanya untuk beli kebutuhan rumah. Tapi kebutuhan rumah sudah ada uang kamu ya lebih baik uang ibu untuk beli gelang emas saja " Ucap ibu ratri dengan senang.
* Tumben mas zainal memberikan ibu uang 1 juta tanpa diminta. Biasanya 500 ribupun harus diminta dulu , kemarin juga dia membelikan beras satu karung 10 kilo sama memberi aku rokok dua bungkus. Kesambet apa ya mas zainal * Gumam rendra dalam hatinya.
Rendra tidak mau ambil pusing soal Zainal yang terpenting saat ini zainal sudah mulai perduli dengan ibunya. Sehingga beban hidup rendra semakin berkurang, tinggal mencari usaha apa yang cocok untuk rendra dengan budget yang tidak seberapa.
" Ini uang 1 juta untuk ibu. Tolong dihemat ya bu, jangan dibelikan emas semua. Ibu tabungin saja dulu nah kalau sudah banyak baru ibu beli emas yang kadar 24. Kalau beli yang kadar 22 saat dijual nanti pasti akan turun banyak. Sebenarnya sama saja sih, tapi ya sudah terserah sama ibu saja. Rendra tidak akan ikut campur " Ucap rendra.
" Brisik kamu ndara " Ucap ibu ratri mengambil uang dari tangan rendra dengan cepat .
Rendra masuk kamarnya dan ternyata tidak dikunci oleh nadin,nadin sendiri sedang tidur siang dengan pulasnya sehingga tidak menyadari keberadaan rendra yang sudah berbaring disampingnya.
*********
__ADS_1