
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Ini sih sudah gila nis, masak seorang mertua meminta anaknya menceraikan istrinya. Lalu meminta anaknya menikah dengan wanita modelan si erika itu. Aku tidak yakin erika wanita baik - baik, tampangnya saja seperti wanita murahan. Terus bagaimana tanggapan suami mu ?" Tanya silvia dengan geram.
Silvia tidak habis fikir bagaimana seorang ibu mertua tega memisahkan anak dan istrinya. Padahal tidak ada masalah apa - apa tapi diminta untuk bercerai. Mertua yang aneh.
" Haahhh.... Entahlah sil, aku pusing dengan semua ini. Mas rendra sama sekali tidak bisa tegas, bahkan semalam dia membentakku karena aku bicara sedikit kasar. Tapi jika memang mas rendra mauengikuti kemauan ibunya aku tidak masalah, lagipula untuk apa aku bertahan jika mas rendra tidak mempertahankan pernikahan ini. Aku lelah terus mengalah !" Ucap anisa dengan wajah yang terlihat sangat lelah.
" Sebagai seorang sahabat aku hanya ingin yang terbaik untuk dirimu Nis. Kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan, jika memang kamu butuh tempat untuk bersandar, bahuku ini siap kamu jadikan sandaran. Ingat di kota ini masih ada bang Abi dan mbak serena, masih ada kedua orang tuamu juga. Kamu tidak sendiri Nis, ada aku juga yang selalu siap membantumu." Ucap silvia sambil mengusap punggung anisa dengan lembut.
" Terimakasih silvia. Untuk sementara aku tidak akan menceritakan masalah ini kepada kak abi, karena dia sedang sibuk dengan proyek barunya. Orang tua ku ? Aku tidak mau membenani pikiran mereka, jika memang aku sudah tidak sanggup lagi pasti aku akan mengadu kepada mereka. " Ucap anisa dengan mata yang berkaca - kaca.
Silvia sudah paham betul bagaimana dengan anisa, dia memang paling tidak mau membebani orang dengan masalahnya meskipun itu keluarganya sendiri. Anisa memang wanita mandiri.
" Jika memang mas rendra mengikuti kemauan ibunya aku akan menuntut cerai sil. Karena aku tidak mau diadu dan tidak mau berbagi suami, bahkan selama ini mas rendra saja tidak adil dengan ku. Bagaimana jika dia mempunyai istri dua. Aku akui selama ini memang mas rendra tidak kasar ataupun main tangan, bahkan dia tidak pernah selingkuh. Hanya sikapnya yang tidak bidmsa tegas itu yang membuat aku tidak nyaman" Ucap anisa mencurahkan kekesalannya.
" Kamu tahu yang terbaik untuk dirimu. Perceraian memang perbuatan yang dubenci oleh Allah, tapi jika perceraian itu jalan terbaik allah juga tidak melarangnya. Sekarang lebih baik kamu pulang , mandi lalu istirahat. " Ucap silvia menasehati anisa.
" Kamu mengusirku ?" Tanya anisa.
" Tidak anisa ku sayang... Hemmm... Jangan mulai deh. Lihat ini sudah jam setengah 6 kamu harus pulang karena ada suami yang harus kamu urus. Jangan lari dari masalah, lebih baik kamu bicara dengan suami kamu . Jika memang tidak ada keputusan yang baik ya apa boleh buat, pilihan ada ditangan mu" Ucap silvia lagi.
Anisa diam, omongan silvia memang ada benarnya. Dari semalam dia memang mendiamkan suaminya, jika hanya didiamkan begitu suaminya pasti tetap tidak akan peka. Mungkin memang anisa harus tegas dan bicara dari hati kehati dengan rendra agar semuanya cepat selesai.
" Baiklah aku pulang ya sil, terimakasih sudah mendengar keluh kesahku. " Ucap anisa.
" Sama - sama, sekarang kamu pulang. Kalau ada apa - apa hubungi aku, ingat jangan ngebut." Seru silvia mengingatkan.
Anisa mengangguk dengan patuh. Dia membereskan barang - barangnya dan memasukan kedalam tasnya. Anisa menuju parkiran dan melajukan mobilnya dengan pelan karena jalanan macet apalagi sudah hampir magrib. Setelah 45 menit mobil anisa sudah sampai di depan rumahnya namun tak terlihat motor rendra terparkir disana.
" Mas rendra belum pulang ya pak ?" Tanya anisa kepada pak burhan.
__ADS_1
" Belum mbak,mungkin lembur" Jawab pak burhan yang dia tahu pulang telat itu selalu lembur.
Anisa hanya mengangguk sambil mengulas senyum ramahnya lalu masuk kerumah dan langsung menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
********
Di tempat lain, tepatnya dirumah ibu ratri. Saat ini erika ada dirumah ibu ratri, dia mendesak ibu ratri untuk segera memaksa rendra menikahinya. Santi dan ibu ratri sudah mendesak rendra namun rendra tetap tidak mau, bahkan ibu ratri sudah berpura - pura sakit tetap saja tidak ada jawaban dari rendra.
" Aku punya ide bu " Ucap erika tersenyum bangga.
" Apa ?" Tanya ibu ratri cukup singkat.
Erika membisikkan sesuatu ketelinga ibu ratri dan santi secara bergantian. Keduanyapun menyetujui rencana erika, menurut ibu ratri tidak masalah menggunakan cara licik yang penting erika dan rendra menikah.
Dari arah depan rendra masuk dengan tergesa - gesa, dia takut terjadi sesuatu dengan ibunya.
" Bagaimana keadaan ibu?" Tanya rendra menghampiri ibu ratri yang sedang berbaring di sofa panjang yang ada diruang Tv.
Sampai detik ini ibu ratri masih berpura - pura sakit untuk mencari perhatian dari rendra.
" Ibu lemas Ren. Malam ini tolong kamu menginap disini ya ren, ibu ingin kamu tetap ada disamping ibu. " Ucap ibu ratri dengan suara dibuat terbata - bata untuk pelengkap aktingnya agar lebih menyakinkan.
" Baiklah bu, malam ini rendra akan tidur disini. Maaf ya bu rendra datangnya sudah lepas magrib karena tadi di kantor ada pekerjaan yang harus segera rendra selesaikan. " Ucap rendra.
Rendra memang datang sudah jam 7 malam karena dikantor tadi ada pekerjaan dadakan yang harus dia selesaikan. Rendra melirik erika yang duduk disampingnya, erika tersenyum manis dan lembut. Mungkin jika dulu rendra akan terpesona dengan senyum manis erika. Namun tidak untuk sekarang, karena bagi rendra sosok erika adalah seorang pengkhianat.
" Mbak santi antar ibu kekamar, biarkan ibu istirahat dikamar. Oh iya mana bapak?" Tanya rendra yang tidak melihat keberadaan pak iwan.
" Bapak ada dirumah anaknya, katanya ada saudara jauh yang datang dari kota. Baru setengah jam yang lalu dia berangkat." Ucap santi.
Ibu ratri dibawa santi kedalam kamar untuk istirahat, sedangkan erika masih tetap duduk dan tidak bergeming. Rendra bangkit dan melirik erika sekilas, tanpa mengucapkan sepatah katapun.
" Ren, kamu mau makan ? Atau kopi , teh ?" Tanya santi .
" Aku belum lapar mbak. Tolong buatkan kopi saja mbak. Tapi aku mau mandi dulu, nanti mbak letakkan saja di meja makan." Seru rendra lalu beranjak dan masuk kekamarnya.
Setelah rendra masuk kamar, bukan santi yang membuatkan kopi tetapi erika yang membuatkan kopi. Seperti yang sudah direncanakan kopi itu sudah dibubuhi sesuatu.
__ADS_1
" Kamu yakin ini aman dan berhasil ?" Tanya santi .
" Ibu tidak mau ya kalau ini gagal " Ucap ibu ratri yang kini sudah keluar dari kamarnya.
" Pokoknya ibu dan mbak santi jangan khawatir, malam ini mas rendra akan menjadi milikku seutuhnya. Siap - siap saja tutup telinga kalian agar tidak mendengar suara d3s@h@n kami berdua " Ucap erika sambil terkekeh.
" Ok kami percaya sama kamu" Ucap santi.
Kopi itu erika letakkan di atas meja makan, erika santi dan ibu ratri masuk kekamar ibu ratri sambil mengintip apakah rendra sudah meminum kopinya.
Rendra datang dan membawa kopinya masuk kamar. Kini giliran erika yang mempersiapkan dirinya. Erika sudah berganti baju yang benar - benat transparan. Dia keluar kamar ibu ratri dan menuju kamar rendra.
" Kenapa dengan tubuhku, tiba - tiba panas dan darahku berdesir begini. Dan kenapa aku menginginkan sesuatu, anisa seandainya malam ini ada kamu disini aku tidak akan seperti ini. " Seru rendra mulai terkontaminasi dengan obat yang dicampurkan erika.
" Aku tidak menahan keinginan ku, aku harus bagaimana." Seru rendra.
Kini rendra sudah melepas kaos nya dan celana pendeknya, tinggalah celana bagian dalamnya yang dia kenakan. Sesuatu miliknya benar - benar sudah meronta - ronta mencari lawannya.
" Mas, apa kamu memerlukan bantuanku ?" Tanya erika dengan suara mendayu - dayu.
Penampilan erika membuat rendra susah mengendalikan dirinya..Tubuhnya semakin kepanasan dan menginginkan sesuatu.
" Erika... Kamu kenapa masuk kekamarku dan berpakaian seperti itu. Tolong keluar erika" Seru rendra dengan suara terbata-bata.
Erika semakin mendekat dan mengalungkan tangannya dileher rendra. Tubuh rendra sendiri semakin panas dingin. Dengan beraninya erika melepas pakain tranparannya, ternyata erika memang tidak mengenakan daleman lagi. Kini erika sudah tidak berbusana lagi, rendra hanya menelan salivanya sendiru.
" Aku siap membantumu mas, ayo kita lakukan. Malam ini adalah malam panjang untuk kita berdua, malam ini seutuhnya kamu akan menjadi milikku." Ucap erika tanpa malu sambil melorotkan celana satu - satunya yang dikenakan rendra.
Tangan erika tidak bisa diam, dia memainkan daging tidak bertulang itu dengan lembut , dan tanpa ragu dia juga menyesap bagaikan lolipop kesukaan anak kevil. Rendra benar - benar sudah terbuai dan hilang akal nya, akibat pengaruh obat yang diberikan oleh erika membuat rendra melupakan anisa.
Tanpa menunggu lama, rendra mengangkat tubuh erika dan merebahkan diatas kasurnya. Dan terjadilah malam panjang antara erika dan rendra, bahkan mereka melakukannya berkali - kali. Dan adegan itu berhasil diabadikan oleh santi dan akan dia kirimkan kepada anisa. Dia sangat senang jika anisa hidup menderita, karena dia punya dendam tersendiri dengan anisa.
" Erika benar- benar gila. Dia bisa bermain selihai itu, huhhh bikin pengen saja. Tapi mas zainal sedang lemvur " Ucap santi.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK.
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️