Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Balasan dari Nadin


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Keesokan harinya.


Tok Tok Tok


Suara pintu diketuk dari luar, Nadin yang masih dikamar sudah tahu siapa yang datang. Nadin memilih berdiam diri dikamar agar apa yang direncanakannya berjalan dengan lancar.


Pintu depan tetap saja diketuk dari luar, mendengar pintu yang terus menerus diketuk membuat ibu Ratri kesal dan segera membuka pintu itu. Namun saat pintu terbuka mata ibu Ratri terbelalak karena melihat ada dua orang polisi yang berdiri didepannya.


Merasa dia tidak punya salah , Ibu Ratripun terlihat biasa saja. Meskipun sebenarnya dia juga kaget dengan kedatangan polisi itu kerumahnya.


" Maaf ya pak cari siapa?" Tanya ibu Ratri.


" Maaf ya bu, apa benar ini rumah ibu Ratri.? " Tanya salah satu polisi dengan penuh wibawa.


" Eemm... Iya dan saya ibu Ratri. Ada apa ya pak ?" Tanya ibu Ratri mulai panik dan gugup.


" Kami datang kesini ditugaskan untuk menangkap ibu Ratri atas kasus percobaan pembunuhan terhadap saudara Nadin. Dan ini surat penangkapannya." Ucap polisi itu menyerahkan surat penangkapan ibu Ratri.


Jdeeerrrr....


Wajah ibu Ratri langsung memerah dan memanas, seakan baru saja tersiram air panas yang baru saja mendidih. Seketika lututnya gemetaran dan tubuhnya pun lunglai dan lemas. Beruntung dia berpegangan pada pintu sehingga dia tidak ambruk kelantai.


Tangannya genetaran saat membuka dan membaca surat penangkapannya yang saat ini sudah ada ditangannya. Semua yang dia alami barusan bukanlah mimpi, tetapi kenyataan yang benar - benar ada.

__ADS_1


" Rendra ..... !!" Teriak ibu Ratri dengan kencang sehingga membuat Rendra yang ada dibelakang rumah sedang menjemur pakaiannya kaget dan langsung berlari menghampiri ibunya, dia khawatir terjadi sesuatu dengan sang Ibu.


Rendra lari tergopoh - gopoh menghampiri ibunya. Dilihatnya ada dua orang polisi yang saat ini berdir di depan ibunya. Rendra semakin khawatir apalagi ada polisi segala dirumahnya.


" Ada apa bu ? Kok ada pak polisi ?" Tanya Rendra masih belum paham apa yang terjadi.


Salah satu dari polisi itupun menceritakan perihal kedatangannya. Dan semua itu membuat Rendra syok dan tidak menyangka jika ibunya sampai nekat ingin mencelakai Nadin. Namun Rendra tetap tidak tega jika ibunya harus mendekam dipenjara. Seketika itu Rendra langsung kekamar dan memanggil Nadin untuk mencari kejelasan dari Nadin.


" Kenapa kamu tega melaporkan ibu ku ke polisi Nadin?" Tanya Rendra dengan menahan amarahnya.


" Ibu mencelakaiku dan menghilangkan nyawa anak dalam kandungannku saka tega kenapa aku tidak tega melaporkannya kepada polisi.?" Tanya balik Nadin.


Rendra menyereh Nadin keluar kamar dan kini dia sudah berada diruang tamu. Terlihat ibu Ratri yang tangannya sudah di borgol oleh polisi, melihat kedatangan Nadin mata ibu Ratri langsung menatap Nadin dengan nyalang.


" Maksud kamu apa melaporkan ibu kepolisi? Memangnya apa salah ku?" Tanya Ibu Ratri dengan berteriak.


" Ikut saja sama polisi nanti ibu akan tahu semuanya. Pak polisi bawa saja dia dan adili sesuai prosedur. Jangan bebaskan dia sebelum dia menderita." Sentak Nadin juga tidak kalah berani.


" Aku sudah tidak bisa mentolerir lagi perbuatan ibumu Mas. Jika kamu mau, kamu bisa menemani dia dipenjara sana." Jawab Nadin masih saja tetap pada pendiriannya.


Kedua polisi itupun akhirnya menggelandang ibu Ratri kekantor. Ibu Ratri mencoba berontak dan berteriak - teriak yang justru mengundang rasa penasaran warga. Ada beberapa warga yang sudah berkerumuh melihat kejadian ibu Ratri yang ditangkap polisi. Mereka mulai berbisik - bisik, masalah apa yang apa diperbuat ibu Ratri sampai dia dibawa polisi.


" Awas kamu Nadin. Tunggu pembalasanku ! Menantu sialan,menantu durhaka ! Menantu pelit ! Tega kamu sama mertua kamu sendiri." Ibu Ratri terus berteriak memaki Nadin.


Dengan cepat polisi memasukan ibu Ratri ke mobil agar tidak semakin berontak. Melihat ibunya yang dibawa polisi membuat Rendra tidak tega, tetapi saat ini dia tidak bisa berbuat apa - apa.


" Saya harap ibu Nadin bisa kekantor untuk memberikan keterangan lebih lanjut." Ucap polisi dengan tegas.


" Baik pak. Nanti saya akan ke kantor." Jawab Nadin dengan menatap sinis kearah ibu mertuanya yang kini sudah duduk di mobil polisi dengan tangan terborgol.


Polisi akhirnya meninggalkan pekarangan rumah Ibu Ratri dan membawa Ibu Ratri ke kantor polisi. Melihat mobil polisi yang semakin menjauh membuat hati Rendra semakin sakit. Bahkan dia sempat meneteskan air matanya. Para tetangga yang kepo akhirnya pun mendekati nadin dan menanyakan masalah apa yang sedang dihadapi oleh ibu Ratri sampai dia harus dibawa oleh Polisi.

__ADS_1


" Kejahatan apa yang dilakukan oleh ibu Ratri sampai dia ditangkap polisi seperti itu bak Nadin?." Tanya ibu Ida yang memang selalu kepo.


" Ibu mertuaku itu sudah berusaha mencelakaiku sampai aku keguguran. Seperti yang ibu-ibu ketahui jika aku kecelakaan kemarin itu semua karena ibu mertuaku yang sudah memotong kabel rem di mobilku. Sehingga aku kecelakaan dan keguguran." Jawab Nadin bicara jujur apa adanya.


" Astaghfirullahaladzim setega itu Ibu Ratri sama menantunya sendiri? Pantas saja Rendra setiap menikah selalu gagal. Anisa dulu diperlakukan seperti pembantu, Erika juga diperlakukan tidak adil dan menyetujui Rendra menikah lagi. Dan sekarang justru menantu pilihannya dicelakai. Sebenarnya apa sih yang dia inginkan." Ucap ibu Neni merasa kesal dengan kelakuan ibu Ratri.


" Mungkin saja itu Ratri terus sudah tidak waras lagi." Seru ibu-ibu yang lainnya.


Nadine sendiri tidak mau berlama-lama berkumpul dengan para ibu-ibu itu , karena dia harus ke kantor polisi memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh polisi dan pihak penyidik. Saat dia hendak masuk rumah dia melihat Rendra yang sangat terpukul, bahkan dia masih duduk termenung sedikit pun tidak ada niatan Nadin untuk menyapa Rendra.


Rendra sendiri terlihat acuh dan memandang Nadin dengan sinis. Dia tahu apa yang dilakukan ibunya memang sudah termasuk tindakan kriminal. Tetapi bukan berarti Nadin berhak untuk melaporkan ibunya ke polisi bahkan sampai ibunya harus ditahan. Rendrapun menghentikan langkah Nadin saat Nadin mau masuk kekamar.


" Segera bebaskan Ibuku Nadin !! Jika kamu tidak mau membebaskan ibuku aku pastikan saat ini juga kamu akan menyesal!! Aku akan membut hidupmu menderita." Seru Rendra mengancam Nadin.


" Apa yang ingin kamu lakukan ? Kamu mengancamku Rendra ? Rendra, Rendra sudah tahu ibu kamu itu bersalah, bukannya kamu sebagai anak bisa menasehati ibu kamu agar tidak melakukan kejahatan ini justru menyalahkanku. Ibu kamu itu seorang penjahat Rendra ! Oh iya tunggu saja mungkin dalam dua tiga hari ini surat panggilan dari pengadilan agama sampai di tanganmu." Seru Nadin lalu pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan Rendra yang terkejut dengan kata-katanya barusan.


Di dalam kamarnya Nadin sudah membereskan semua barang-barang . Dan semua bajunyapun sudah dia masukkan ke dalam koper. Kini Nadin tinggal menunggu taksi online yang sudah dia pesan. Setelah dia bersiap Nadinel keluar dari kamar dengan membawa satu koper besar yang berisi baju dan barang-barangnya yang lainnya.


Melihat Nadin yang membawa koper membuat Rendra terkejut dan heran. Rendra langsung berjalan menghampiri Nadin yang hendak keluar dari rumah itu.


" Mau ke mana kamu Din? kamu itu masih istriku , istri sahku ? jadi aku berhak mengatur kamu." Seru Rendra mencengkram tangan Nadin sampai Nadin meringis kesakitan.


" Aku mau pergi dari sini karena sebentar lagi kita akan bercerai, aku sudah melayangkan gugatan cerai ke pengadilan. Tunggu saja surat itu pasti akan sampai di tanganmu, dan jika kamu menyakitiku aku pastikan ibumu akan membusuk di penjara. " Ancam Nadin sama sekali tidak ada rasa takut menghadapi amarah Rendra.


Mendengarkan ancaman dari Nadin membuat nyali Rendra menciut, dia tidak mau ibunya semakin lama mendekam di penjara apalagi usia ibunya yang sudah tidak muda lagi.


Nadin segera melangkahkan kakinya keluar rumah dan beruntung taksi online yang dia pesan sudah sampai. Nadin segera meminta tolong kepada sopir untuk memasukkan kopernya ke mobil. Nadin lebih dulu meminta sang sopir untuk ke kantor polisi sebelum dia pulang ke rumahnya.


Sepeninggalan Nadin, Rendra benar-benar terpukul. Bahkan dia menghancurkan apa saja yang ada di dekatnya, barang-barang yang ada di atas meja pun tak luput dari amarah Rendra. Namun tiba-tiba dia ingat jika ibunya ada di kantor polisi, Rendra bangkit dan bersiap ke kantor polisi.


" Aku harus menghubungi Zainal dan Bagas, mereka harus tahu jika saat ini Ibu ada di kantor polisi." Seru Rendra sambil merokok ponsel yang ada di kantong celananya.

__ADS_1


__ADS_2