Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Keluarga pak iwan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Pov. Ibu Ratri


Aku sangat terkejut bahkan hampir saja tidak percaya saat melihat video yang di putar oleh bagas. Video itu memperlihatkan santi yang secara diam - diam masuk kekamar ku dan mengambil cincin pemberian dari orang tua anisa dan menggantinya dengan cincin palsu. Saat itu aku ingin sekali menampar dan memukul santi tapi aku urungkan karena saat itu kami ada dirumah anisa. Bagaimanapun santi adalah menantuku yang paling aku sayang.


Belum lagi hilang keterkejutan ku tentang video itu, aku kembali terkejut ternyata orang tua santi hanya seorang sopir, bahkan anisa yang sudah mengungkapkan itu semua.


Aku benar - benar kesal dan marah dengan santi tapi tetap aku tidak mau memarahi santi didepan umum. Yang membuat ku lebih pusing dan ingin jantungan ternyata anisa adalah seorang menejer keuangan, rumah dan mobil ternyata miliknya pribadi. Keributan terus terjadi dan pada akhirnya anisa mengusir kami bertiga , aku , zainal dan santi.


Sekarang aku ada di dalam kamar ku sendiri, aku duduk di pinggir ranjang sambil terus memikirkan cara agar aku bisa ikut menikmati harta yang dimiliki anisa. Bagaimanapun anisa itu istrinya rendra jadi rendra juga berhak memilikinya begitupun dengan diriku.


" Lagi mikirin apa bu?" Tanya suamiku yang baru saja masuk ke kamar.


" Eh.. Bapak. Sudah pulang pak ? Maaf ibu belum masak, soalnya tadi baru dari rumah rendra ada sedikit keperluan. " Ucapku memberi alasan kepada suami baruku itu.


" Oh tidak apa - apa. Bapak mandi dulu ya bu, setelah itu ada yang ingin bapak bicarakan. Oh iya tadi bapak mampir kerumah mega dia membawakan kita makanana, sudah bapak tarok dalam tudung nasi tolong ibu siapkan ya. " Ucap suami baruku itu .


" Iya pak " Jawab ku singkat.


Aku pun langsung bergegas menuju dapur untuk menyiapkan makanan yang tadi dibawa oleh suamiku. Jangan sampai makanan itu di ambil sama santi, anak itu dari dulu memang tidak berubah selalu saja bersikap seenaknya. Kalau dulu ada anisa jadi tidak masalah, sekarang dirumah ini aku kerjakan serba sendiri .


" Wah ternyata si mega memang anak yang baik, dia membawakan makanan lumayan banyak cukup untuk kami bertiga " Aku bicara sendiri sambil menyusun makanan di atas meja.


Dirumah ini memang kami bertiga , ada bagas anak bujangku yang sekarang entah dia ada dimana. Bahkan tadi saat aku pulang dari rumah anisa dia masih disana. Anak ku itu memang dekat dengan anisa makanya dia suka membela anisa.


" Sudah siap bu ?" Tanya suamiku yang baru saja keluar dari kamar.


" Iya pak sini duduk . Ibu ambilkan nasi sama lauknya ya pak " Ucap ku lalu mengambilkan makanan suamiku.


Kami makan hanya berdua, tumben santi tidak datang untuk nebeng makan. Mungkin saja dia malu karena kejadian tadi, syukur deh kalau dia punya malu. Selesai makan aku dan suamiku duduk di ruang keluarga sembari menonton televisi.


" Bu, emm... Agus dan istrinya mau buka usaha. " Ucap suamiku membuka percakapan.

__ADS_1


" Bukannya agus itu bekerja di pabrik ya pak ?" Tanya ku karena yang aku tahu agus memang bekerja di pabrik.


" Agus sudah keluar bu, dia mau mencoba buka usaha saja sama mirna, istrinya. Rencananya sih mau buka toko klontong di pasar induk. Aku sih setuju - setuju saja buk, buka toko kelontong pasti setiap hari ada yang beli jadi mereka punya pemasukan setiap harinya." Ucap suamiku menjelaskan.


Benar juga sih yang dikatan kan suamiku itu , toko kelontong atau sembako setiap hari pasti ada yang berbelanja. Nah siapa tahu nanti aku bisa belanja gratis disana, lumayan untuk mengurangi pengeluaran . Apalagi sekarang aku sudah tidak menerima uang pensiunan almarhum suami ku.


" Bagus dong pak, daripada dia kerja di pabrik hanya begitu - gitu saja. Mana istrinya juga hanya dirumah, dengan buka toko siapq tahu kehidupan mereka lebih baik dan jika mereka sukses kita juga yang senang " Ucapku menyetujui..


" Tapi agus minta bantuan modal bu. Bapak tidak punya uang untuk membantu mereka, ibu tahu sendirikan jika bapaj juga cuma bekerja di pabrik. Gaji hanyq cukup untuk biaya sehari - hari kita. Sebenarnya bapak malu bicara seperti ini sama ibu, apalagi kita ini baru beberapa hari menikah. Bu, ibu bisa tidak pinjamin uang untuk modal usaha agus " Ucap suamiku tanpa ragu meminjam uang kepadaku.


Nah kan seperti ini yang membuat aku tidak suka, ujung - ujungnya pasti uang. Tapi aku membantu agus, uang darimana ? Sedangkan untuk pesta pernikahan kemarin saja rendra yang bayarin, seharusnya kan pihak lakinya nya yang menanggung.


" Berapa juta pak ?" Tanya ku ingin tahu berapa modal yang diperlukan agus.


" Agus pinjam 100 juta bu" Jawab suami ku.


Haahh?


100 Juta ? Gila, ini benar - benar gila. Darimana aku bisa dapat uang 100 juta, uang hasil amplop kemarin juga tidak seberapa bahkan ada yang datang dengan tangan kosong. Cuma ada sekitar 5 juta itupun buat tabungan ku karena aku ingin membeli kalung seperti punya orang tua anisa.


" Ibu tidak punya uang sebanyak itu pak. Lagipula kenapa tidak coba pinjam di bank saja sih pak pakai jaminan surat rumah." Ucap ku memberi saran.


Malas banget sih seperti ini, padahal aku menikah dengan mas iwan ingin hidup bahagia dan nyaman tapi kenaps harus ada masalah seperti ini sih. Si agus ini sepertinya memang boros.


" Tapi ibu juga tidak punya uang pak " Jawab ku jujur.


" Tolong carikan pinjaman bu. " Ucap suamiku memintaku untuk mencari pinjaman.


Agus yang mau buka usaha kenapa aku yang repot, dikiranya uang 100 juta itu uang yang sedikit. Rupa uang 100 juta aku saja belum tahu bentuknya bagaimana. Seenaknya saja memintaku untuk mencari pinjaman. Sepertinya suamiku ini dimanfaatkan oleh anaknya.


**********


Pov. Author


" Jadi perusahaan itu milik mas abi ? Bukan milik istri mas abi ?" Tanya rendra.


Anisa memberitahu rendra jika perusahaan garment XX itu adalah milik abimana. Namun anisa tidak memberitahu jika dia punya saham 20 % di perusahaan itu. Anisa belum siap membuka semuanya kepada rendra, tidak tahu kenapa hati kecil anisa belum sepenuhnya percaya kepada rendra.


" Iya mereka berdua yang punya, perusahaan itu mereka rintis bersama- sama. Semenjak mbak serena melahirkan dia memilih fokus mengurus anaknya dan menyerahkan semua tanggung jawab perusahaan kepada mas abi. Aku juga ikut andil sih meskipun tidak banyak, awal aku bekerja ya diperusahaan itu. " Ucap anisa bercerita tentang pekerjaannya.

__ADS_1


" Mas mengira jika perusahaan itu miliknya mbak serena, ternyata mas salah. Hemm... Maklum juga sih mas memang tidak begitu tahu tentang mas abi dan istrinya. Bertemu juga jarang " Ucap rendra menyadari jika dia memang jarang berbaur dengan keluarga anisa.


* Kamu saja yang memang tidak pernah berbaur sama keluargaku mas. * Gumam anisa dalam batinnya.


Ting


Notifikasi pesan masuk di ponsel anisa. Anisa langsung membukanya, ternyata pesan dari abimana.


[ Tadi dirumah mu ada keributan apa nis? ] Tanya abimana.


[ Biasa mas keluarga nya mas rendra. ] Balas anisa.


[ Memangnya apa ? Mas kepo kok sampai bawa - bawa ibu dan semua keluarga rendra berkumpul dirumah mu. Hehehe... Mas tahu dari bik marni tapi juga tidak terlalu jelas ]


[ Huuh... mbak santi memfitnah ibu memberikan cincin palsu kepada mertua anisa mas ]


Akhirnya anisa menghubungi abimana lewat sambungan telepon dan dia menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi. Abimana yang tadinya kesal dan geram pun bisa tertawa terbahak - bahak saat anisa menceritakan kebohongan santi terbongkar semua.


[ Hahaaa dasar santi, pasti wajahnya memerah menahan malu itu ]


[ Yang ada justru pucat pasi mas. Aku sebenarnya kasihan tapi mengingat sikapnya yang kurangajar membuat rasa iba ku hilang. Aku berniat untuk memberi dia pelajaran , aku akan meminta kakaknya silvi mendatangi rumah mbak santi setidaknya biar dia jera]


[ Maksud kamu kakaknya silvia yang polisi itu ? ]


[ Iya ]


[ Nah bener tuh, biar dia kapok dan tidak berulah lagi ]


[ Iya mas. Bosan juga ngadepin dia. Mas, sudah dulu ya aku sudah mengantuk. Mau tidur dulu, by mas abi ku yang ganteng ]


Klik


Anisa langsung mematikan sambungan teleponnya dan melihat kearah rendra yang terlihat fokus dengan laptop yang menyala di depannya.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR ,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2