
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Anisa akhirnya membeli dress yang sedari tadi dia perebutkan dengan erika. Tidak hanya itu, anisa juga membeli beberapa kemeja untuk dipakai kerja dan semua barang yang dibeli anisa tentunya barang branded. Semua itu membuat tiga wanita yang ada di dekatnya melongo dengan nominal yang dihabiskan anisa.
* Ya Allah maafkan aku. Bukan maksud aku untuk pamer, tapi aku muak selalu diremehkan dan direndahkan oleh keluarga suami ku. * Gumam anisa saat dia hendak membayar.
" Buk, anisa habis 25 juta. Untuk 1 dres dan 5 kemeja ? Ini benar - benar gila bu, anisa berfoya - foya menggunakan uang nya rendra. Pasti uang rendra dikuras abis sema anisa " Seru santi sedikit berbisik di telinga mertuanya namun masih bisa di dengar oleh anisa.
Anisa hanya tersenyum mendengar perkataan santi, begitupun silvia dia hanya menggelengkan kepalanya. Heran kenapa anisa mempunyai keluarga yang toxic seperti itu.
* Kenapa anisa belanja habis sebanyak itu ? dapat uang darimana dia ? Atau jangan - jangan rendra punya tabungan dan dihsbiskan anisa. Uang sebesar 25 juta itu sebanyak uang yang aku minta sama rendra * Gumam ibu mertua anisa dalam batinnya.
" Aku duluan ya bu, mas. " Seru Anisa berpamitan setelah membayara barang belanjaannya.
" Iya Nis, kamu hati - hati ya" Seru rendra.
" Ok suamiku sayang. " Jawab anisa sembari melambaikan tangannya.
Kini tatapan mata ibu ratri tajam menyorot rendra, dia ingin rendra menjelaskan semua nya. Kenapa anisa bisa belanja sebanyak itu dan dapat uang dari mana dia.
" Ndra bisa kamu jelaskan kenapa anisa bisa belanja sebanyak itu? Apa selama ini kamu diam - diam mempunyai tanbungan dan kamu tidak memberitahu ibu ?" Tanya ibu ratri penuh selidik.
" Ibu kan tahu berapa gajiku ? Jadi mana aku punya uang sebanyak itu ? Itu uangnya anisa bu, murni uangnya anisa bukan uang rendra." Jawab rendra dengan malas. Karena masih saja ibunya tidak percaya jika anisa itu mempunyai segalanya.
Erika dan santi juga ikut berkomentar, mereka tidak percaya anisa mempunyai uang sebanyak itu. Sehingga fikiran negatif dua wanita itu sejalan.
" Istrimu itu kan cuma bekerja sebagai OB mas,tapi kenapa dia belanja baju - baju seperti orang kantoran. Bukannya OB itukan ada seragamnya. Dan barang yang dibeli itu branded semua loh mas, apa uangmu tidak akan habis ? " Seru erika ikut berkomentar.
" Bukan urusan kamu ! Lagipula kalaupun aku memberi istriku uang itu hak ku dan tidak ada hubungannya dengan mu !" Ucap rendra dengan ketus.
Rendra berjalan keluar dari mall dan dia lebih memilih menunggu di parkiran. Ketiga wanita itu hanya bisa diam melihat rendra keluar dari gedung mall. Ibu ratri pun membayar baju yang sudah ada di tangannya, baju seharga 500 ribu itu akhirnya dia bawa pulang dengan rasa kesal yang masih mengendap. Bagaimana tidak kesal melihat mensntunya belanja sampai 25 juta dan rendra hanya diam saja.
" Kita makan siang dulu ya mas " Seru erika dengan suara dibuat selembut mungkin.
" Kita langsung pulang saja, aku mau makan dirumah karena bik marni pasti sudah masak. " Jawab rendra tanpa melihat kearah orang yang di ajak bicara.
" Bik marni? Bik marni siapa ndra ?" Tanya santi yang memang belum tahu soal bik marni, karena saat dia datang kerumah anisa, bik marni masih pulang kampung.
__ADS_1
" Pembantu " Jawab ibu ratri masih dengan kesal.
HAhhhh...
Santi terperangah saat mengetahui bik marni adalah seorang pembantu. Bahkan dia sampai melongo, bagaimana tidak ? Saat tinggal dengan mertuanya dulu anisa itu seperti pembantu dan semua pekerjaan dia yang mengerjakannya tapi sekarang dia mempunyai pembantu di rumahnya.
" Waaooww... Anisa memperkerjakan pembantu ? Ini benar - benar luar biasa Bu. " Seru santi sambil menggelengkan kepalanya.
" Kalau mbak santi mau ya cari juga pembantu mbak. Bukannya mbak santi itu orang kaya ? Jadi kecil dong kalau cums bayar pembantu, minta bantuan orang tua mbak santi setiap bulannya 10 juta juga pasti bisa " Ucap rendra.
Santi mendengus kesal mendapat jawaban yang terlihat menyindirnya. Santipun memilih diam begitupun dengan yang lainnya. Tidak menunggu lama mobil yang di kendarai rendra sudah sampai di halaman rumah ibu ratri.
" Ndra turun dulu ibu ingin bicara sam kamu " Seru ibu ratri tanpa mau dibantah.
Dengan malas rendra turun dari mobil dan masuk kerumah.
" Kenapa anis bisa belanja sebanyak itu ?" Tanya ibu ratri langsung tanpa basa - basi lagi.
" Masih soal anisa ? Lagi pula anisa belanja pakai uang nya sendiri bu. Bukannya tadi rendra sudah jelaskan, sudah si bu jangan membahas hal yang tidak penting begini. Rendra capek, rendra lapar, rendra mau pulang makan dan istirahat. " Ucap rendra bangkit dan berjalan menuju pintu keluar.
" Mas rendra bisa antar aku pulang kan ?" Tanya erika dengan suara dibuat selembut mungkin.
" Kamu pulang naik taksi, kita tidak searah " Jawab rendra ketus.
" Rendra kamu harus mengantar erika pulang, kasihan dia Ndra. " Ucap ibu ratri memaksa rendra.
* Awas kamu mas, aku akan membuat mu bertekuk lutut dihadapan ku. Kamu harus bisa aku dapatkan bagaimanapun caranya. Dulu aku memilih selingkuh karena dia lebih kaya dari kamu, tapi sekarang kamu jauh lebih baik. Aku memang masih mencintaimu tapi aku juga mencintai uang mu * Gumam erika dalam hatinya.
" Sabar ya nak erika mungkin rendra masih banyak masalah, dia sepertinya marah karena melihat anisa belanja habis sampai 25 juta. Pokoknya kamu jangan takut, ibu dan mbak santi akan terus mendukungmu. Ibu lebih menyukai kamu menjadi menantu ibu daripada si anisa kampungan itu, kamu dan santi sederajat dengan keluarga ibu." Ucap ibu ratri dengan senyum bahagia.
" Iya bu. Aku sangat senang jika aku dan mas rendra bisa menikah, dijadikan istri kedua pun aku mau bu. " Jawab erika serius.
" Kamu tenang saja pokoknya selesai pernikahan ibu nanti, ibu akan atur semuanya. Yakin saja sama ibu, ya sudah sekarang kamu mending istirahat saja. Pulangnya bisa nanti saja. " Ucap ibu ratri lalu mengajak erika masum kedalam rumahnya.
Erika dan ibu ratri beriringan masuk kerumah, didalam rumah sudah ada santi dan zainal serta kedua anaknya sedang menyiapkan makanan yang tadi dibeli zainal secara online.
" Makan dulu bu, erika " Ucap santi ramah dengan erika tapi ketus dengan anisa.
Jika tahu anisa kaya raya pasti santi akam menjilat, padahal sudah berapa puluh kali rendra memberitahu jika anisa yang punya segala kemewahan yang ada tapi tetap mereka tidak percaya, Justru menuduh anisa yang tidak - tidak.
*************
Seminggu berlalu, acara pernikahan ibu mertua anisa berjalan dengan lancar. Ibu ratri tetap mengundang semua teman - temannya dan tetangga satu lingkungan. Bahkan orang tua anisa dan kakak anisa pun ikut datang . Ibu ratri sama sekali tidak ramah dengan keluarga anisa tapi sangat ramah dengan keluarga santi.
__ADS_1
" Terimakasih ya pak, bu sudah mau datang. Padahal bapak dan ibu ini tinggalnya diluar kota pekerjaan sudah banyak, tapi rela meninggalkan pekerjaanya demi datang keacara ini " Ucap ibu ratri kepada kedua orang tua arumi.
Sebenarnya orang tua santi bukanlah orang kaya, ayahnya hanya sebagai sopir dan ibunya buka warung sembako di depan rumah. Namun santi terlalu gengsi untuk mengakui keluarganya bukan dari kalangan orang kaya, begitupun ibunya santi.
" Tidak tepot kok bu. Kami pasti akan datang di acara penting ibu ini, kesibukan dan pekerjaan kami bisa di tunda dulu. " Jawab ibunya santi.
" Bu, jangan banyak bicara yang tidak - tidak " Bisik ayah santi di telinga istrinya.
Ibunya santi langsung diam , suaminya memang tidak bisa diajak kompromi.
" Selamat ya bu ratri semoga bahagia selalu " Ucap ibu anisa sambil menyalami besannya.
" Terimakasih " Jawab ibu ratri singkat dan ketus. Dia merasa tidak mengundang keluarga anisa, baginya keluarga anisa tidak sepandan dengan nya.
Melihat sikap cuek ibunya membuat rendra mengepalkan tangannya. Kalau tidak banyak orang rendra pasti akan langsung menegur ibunya. Bagaimanapun orang tua anisa adalaj mertuanya dan dia yang sudah mengundang mereka.
" Bu, tolong jaga sikap ibu." Bisik rendra pelan ditelinga ibunya.
Ibu ratri hanya melirik sekilas kearah rendra.
" Silahkan makan ya pak, buk. Hidangannya banyak dan enak - enak kalian pasti akan menyukainya. Kalau di kampung pasti kalau hajatan makanannya kan sangat sederhana. " Seru ibu ratri menawari orang tua anisa untuk makan.
Orang tua anisa sama sekali tidak tersinggung, dia sudah tahu bagaimana sikap dan sifat besannya. Besannya memang menilai seseorang dari uang, meskipun orang tua anisa punya banyak uang dia tidak mau sombong dan menunjukan harta yang dia miliki.
" Iya bu, nanti kalau kami lapar kami akan makan " Jawab ibunya anisa dengan senyum ramah yang tidak pernah luntur.
Abimana malas berbasa - basi dengan pengantin, dia mengambil minum dan duduk di pojokan sambil memainkan ponselnya. Namun tiba - tiba ada pria paruh baya yang menghampirinya.
" Pak abimana pemilik perusahaan Garment XX " Ucap pria paruh baya itu dengan ramah.
" Iya, maaf bapak kan orang tuanya santi kok tahu dengan perusahaan Garment XX ?" Tanya rendra.
Rendra memang paham jika orang itu adalah ayah santi, tapi ayah santi tudak paham jika abimana keluarga anisa. Dia mengira abimana datang dengan rombongan pengantin pria.
" Saya sopirnya pak Anton, sudah beberapa kali mengantar pak anton ke perusahaan pak abimana. Bapak datang dengan rombongan pengantin pria ya ?" Tanya ayah santi.
Abi mana hanya tersenyum, dia tidak mau memberitahu jika dirinya adalah kakaknya anisa. Biarlah mereka mengira abimana ikut rombongan pengantin pria.
* Apa mungkin anisa sudah tahu ya, jika ayahnya santi ini hanya sopir pribadinya pak anton * Gumam abimana.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK .
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK ❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏