Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Mendatangi anita


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Din, ibu minta uang dong . Tidak banyak kok 2 juta saja , ibu butuh duit itu untuk arisan. " Ucap ibu ratri meminta uang kepada nadin sang menantu baru yang baru beberapa hari menjadi isteri rendra.


Nadin menajamkan pendengarannya siapa tahu dia tadi salah dengar. Kenapa sang ibu mertua harus minta uang sama dirinya, sedangkan anaknya saja tidak pernah memberikan nadin uang. Apa dikira ibu ratri si nadin itu ATM berjalannya yang kapanpun bisa dia mintain uang sesuka hatinya.


" Uang ? Kenapa minta uang sama nadin ? " Tanya nadin sambil memicingkan matanya.


" Karena kamu kan banyak uang dan uang dari amplop pernikahan kemarin kan sama kamu semua. Wajar dong din ibu minta sama kamu. Sudah mana sini dua juta saja kok tidak banyak " Ucap ibu ratri seenaknya.


" Tidak ! Ibukan punya suami, ya minta saja sama bapak. Lagi pula menantu ibu bukan cuma saya. Sana minta sama erika apa sama si anita, oh iya bu jangan lupa cuci piringnya sebelum pergi. Mulai hari ini makan dan minum peralatannya harus dicuci sendiri, terus jangan lupa rumah harus diberesin. Bila perlu masak juga ibu, karena apa ? Karena aku tidak sudi masak, kalau tidak mau masak ya sudah . " Ucap nadin bangkit lalu masuk kamarnya.


Nasi uduk yang masuk kedalam tenggorokan ibu ratri seakan enggan untuk ditelan. Perkataan nadin barusan membuat dia syok, nadin yang dulunya royal dan mau membelanjakan apa saja kini setelah resmi menjadi menantunya justru pelit dan perhitungan. Mata ibu ratri menatap jengah kearah kamar nadin yang pintunya sudah tertutup dengan rapat.


Mata ibu ratri beralih memandang rendra, yang di pandang hanya diam saja dan fokus dengan sarapannya sendiri. Dan erika ? Semenjak nadin resmi menjadi istri rendra , erika sudah tidak pernah lagi ikut sarapan ataupun makan malam bersama, dia lebih memilih nenyendiri dikamarnya dan keluar saat kerja saja. Ibu ratri terkadang kasihan dengan erika, karena rendra terus memperlakukannya dengan tidak baik. Tapi mau bagaimana lagi, ibu ratri tidak mau mencampuri urusan mereka, ditambah erika kini juga membencinya karena merestui pernikahan rendra dan nadin.


" Ndra, bagaimana ini ? Ibu butuh uang itu sore ini ndra, kalau tidak ada ibu pasti akan malu tidak bisa bayar arisan . Kamu ada duit tidak 2 juta saja , kalau tidak kamu yang mintain sama nadin. Bapal juga sudah sebulan ini tidak memberi uang ibu lebih , katanya pekerjaannya di papbrik sedang sepi jadi gajinya juga tidak banyak. " Ucap ibu ratri memohon kepada rendra.


" Rendra tidak punya uang sebanyak itu bu, ibu minta saja sama nadin sendiri. Tapi barusan nadin tidak mau kasih kan ? Kalau seperti itu ibu tiddk usah membayar arisan saja, arisan terus cuma menghabiskan yang saja bu. Ingat bu rendra ini sekarang pengangguran jadi kurangi sifat boros dan foya - foya ibu. Rendra sendiri saja bingung bu, nadin terus memaksa rendra untuk bekerja . Ibu tahu sendirikan tujuan aku menikah sama nadin, selain untuk menyiksa batin erika aku juga ingin menumpang hidup sama nadin. Nadin itu kaya bu, uangnya banyak dan usahanya juga menghasilkan banyak uang. Tinggal duduk santai dirumah uang nadin masuk rekening sendiri bu. " Ucap rendra menceritakan soal keuangan dan usaja nadin.


Ibu ratri mencebikkam bibirnya, percuma jika kaya tapi sama mertua saja pelit. Tiba - tiba nadin keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi dam siap untuk pergi.


" Mau kemana sayang ?" Tanya rendra penasaran karena nadin sudah rapi.


" Mau jalan sama teman - temanku dong mas. Oh iya mas, kamu jangan lupa cari pekerjaan ya. Kamu punya dua istri yang harus kamu nafkahi, jangan sampai para istrimu ini meminta nafkah sama pria lain. Oh iya bu, jangan lupa bereskan rumah dan cuci pakain kotor yang ada di belakang. " Ucap nadin lalu melambaikan tangannya meninggalkan rendra dan mertuanya yang masih diam mematung.

__ADS_1


Nadin pergi mengendarai mobil kebanggaannya, selama menikah baru hari ini nadin keluar rumah. Dia sudah bosan berlama - lama dirumah apalagi mertuanya selalu uang dan uang saja yang di bicarakan.


* Enak saja mau minta uang sama aku,dirinya saja mertua yang dzolim sama menantunya. Dulu aku memang sengaja royal, itu cuma untuk pancingan saja agar simata duitan itu merestui hubunganku dengan rendra. Huuhhh.... Tapi apes juga aku. Menikah sama rendra selain aku memang mencintainya aku memang ingin menumpang hidup sams dia, ternyata dianya saja sendiri seorang pengangguran * Gumam nadin dalam batinny.


" Istrimu itu semakin kurangajar saja si ndra , masak dia menyuruh ibu untuk mencuci pakaian dia juga. Kalai beberez rumah ibu tidak masalah, kala harus mencuci ibu juga ogah . Sudahlah ibu mau minta uang saja sama anita, siapa tahu dia mau memberikannya sama ibu. Lagi pula ini kemana juga bapak mu dari kemarin tidak pulang, lama - lama tua bangka itu menyebalkan juga " Gerutu ibu ratri kesal.


Rendra mengangkat bahu dan kedua tangannya, dia tidak perduli dengan pak iwan. Mau dia pulang atau tidak itu bukan urusan rendra. Semenjak agus yang ingin mencelakain anisa, rendra mulai tidak menyukai pak iwan karena bagaimanapun pak iwan adalah orang tua dari agus. Rendra memilih masuk kamarnya untuk bersiap mencari pekerjaan, jam ditangannya sudah menunjukan jam 9 pagi.


Sementara itu dirumah zainal, ibu ratri terus mengetuk - ngetuk pintu namun tidak ada jawabannya juga. Rumah terlihat sepi dan seperti tidak berpenghuni. Ketukan pintu semakin keras sambil meneriakkan nama anita agar anita bis cepat keluar .


" Anita.... Anita.... Anta !!! Kamu didalamkan ? Cepat buka pintunya .....!" Teriak ibu ratri dengan lantang.


Sedangkan didalam kamarnya anita buru - buru memakai bajunya dan segera berlari kedepan untuk membukakan pintu ibu mertuanya. Dia lupa jika saat ini keringatnya masih bercucuran , tidak dia bersihkan terlebih dahulu.


Ceklekk....


Pintu terbuka dan terlihat ibu ratri didepan rumahnya sambil berkacak pinggang. Anita takut - takut menatap ibu mertuanya yang terlihat sedang marah, bukan karena takut dia dimarah tetapi takut jika hubungannya dengan pak iwan diketahui oleh ibu mertuanya.


Bagaimana tidak curiga, penampilan anita berantakan dan keringat membasahi tubuhnya . Seperti orang yang baru saja melakukan hubungan ranjang , tetapi sama siapa ? Sedangkan zainal saja sudah berangkat bekerja dari sejam yang lalu.


" Kamu memasukan pria lain dirumah anak ku ? Kamu selingkuh ?" Tanya ibu ratri serius.


" Apa ? Ibu ini apa - apaan sih , mana ada aku selingkuh. Aku seperti ini karena aku lagi nyuci bu. Mesin cucinya itu lagi macet jadi aku coba benerin tapi belum bisa terus terpaksa aku mencuci pakai tangan. Jadi ya seperti ini berantakan dan keringatan semua . Jangan curigaan kenapa sih bu " Ucap anita betbohong 100 persen.


" Oh... Ibu kira kamu lagi asik diranjang sama laki - laki lain. Emm... Ibu mau minta uang sama kamu, tidak benyak kok 2 juta saja untuk arisa. Bapakmu akhir - akhir ini ngasih uang ibu sedikit kerjaannya masih tidak bagus " Ucap ibu ratri.


Anita tersenyum padahal dalam hatinya dia menertawakan ibu mertuanya. Bagaimana tidak sedikit, uangnya sebagian diberikan kepada dirinya. Huuh... Dasar menantu dan mertua sama - sama tidak tahu diri.


" Oh ... Uang ? Ya sudah ibu duduk saja dulu anita ambilkan dulu uangnya. " Ucap anita .


Anita berlalu masuk kamarnya dan tidak berselang lama dia keluar lagi dengan membawa uang 2 juta di tangannya dan menyerahkannya kepada ibu mertuanya yang mata duitan.

__ADS_1


" Ini uang pribadi anita loh bu , bukan uang mas zainal. " Ucap anita memberitahu.


" Alasan, dapat uang darimana kamu kalau bukan dari anakku ? Atau jangan - jangan tanah warisan kamu sudah terjual dan kamu tidak memberitahu ibu ? Pelit !" Gerutu ibu ratri sambil mendengus.


" Belum laku bu. Ini uang tabungan hasil kerja anita bu. Tapi ibu tenang saja ini uang aku berikan iklas buat ibu tidak aku catat sebagai hutang " Ucap anita dengan senyum yang dia buat seramah mungkin.


* Ambil - ambil saja uang itu bu. Itu memang uang hasil kerjaku sendiri, lebih tepatnya hasil kerjaku menaiki bapak mertuaku sendiri. Hahahaa... Hitung - hitung uang itu untuk bayaran mu bu karena kamu sudah meminjamkan suami mu * Gumak anita dalam batinnya.


Ibu ratri langsung tersenyum sumringah diapun segera pulang dan akan bersiap untuk pergi kearisan. Padahal arisan masih nanti sore tetapi dia sudah bersiap , dia juga mau ngemall terlebih dahulu.


" Bagaimana sayang , apa ratri sudah pulang ?" Tanya pak iwan yang sebenarnya sedari tadi dia ada dikamar anita. Kamar yang ditempati anita dan zainal kini sudah ditempati pak iwan juga.


" Sudah dong, setelah dikasig uang dia langsung pergi tuh. Hampir saja tadi jantung ini copot pak, aku takut tadi ibu datang itu karena dia mengetahui hubungan kita. Ternyata datang cuma karena meminta uang saja, jadi uang dari bapak kemarin yang 2 juta aku berikan sama ibu" Ucap Anita manja.


" Sudah tidak apa - apa. Nanti kalau bapak dapat uang lagi pasti akan bapak kasih lagi. Sekarang kita lanjut lagi yuk, tadikan masih tanggung tahu - tahu si ratri darang begitu saja. " Ucap pak iwan kembali merengkuh anita dalam pelukannya.


Anita dan pak iwan kembali meneruskan permainannya yang sempat tertunda karena kedatangan ibu ratri. Mereka benar - benar tidak takut jika hubungan mereka diketahui oleh zainal, ibu ratri ataupun yang lainnya. Mereka berdua memang sudah gila dan dimabuk cinta, hubungan mertua dan menantu yang tidak patut untuk dicontoh.


" Terimakasih anita sayang. Kamu memang selalu bisa memuaskan ku. Sekarang kamu istirahat saja, nanti malam aku akan datang lagi. Seperti biasa aku tunggu dikamar sebelah, ingat pintu belakang jangan kamu kunci. Sekarang aku pulang dulu, untuk melihat istri tuaku agar dia tidak curiga " Ucap pak iwan membelai rambut Anita dengan lembut.


Anita hanya mengangguk sekilas karena dia sudah cukup lelah dan mengantuk. Diapun tertidur dan tidak tahu lagi kapan pak iwan keluar dari kamarnya.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.


YANG BELUM KASIH VOTE, YUK VOTE DULU. ❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2