
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Assalamualaikum " Seru Bagas dari luar rumah Anisa.
Sore hari Bagas mendatangi rumah Anisa, kebetulan Anisa dan Riko sudah berada dirumah. Sudah pulang dari kantor satu jam yang lalu. Bik Marni membukakan pintu Bagas dan segera menyuruh Bagas untuk masuk dan duduk di soga ruang tamu.
Bik Marni yang memang sudah hafal dan kenal dengan Bagas langsung dengan mudah begitu saja menerima kedatangan Bagas.
" Bik Marni apa kabar ?." Tanya Bagas dengan ramah dan sopan.
" Alhamdulillah bibik sehat nak Bagas. Bibik panggilan mbak Anisa dulu ya." Jawab bik Marni tidak kalah ramah dari Bagas.
" Tidak perlu bik, aku sudah chatt mbak Anisa kok. Dia sebentar lagi turun. " Seru Bagas dengan sopan.
" Ya sudah kalau begitu bibik buat minum dulu ya." Seru bik Marni.
Bagas tersenyum dan mengangguk, setelah bik Marni berlalu Anisa terlihat menuruni anak tangga. Wajah Anisa terlihat lebih segar, sepertinya Anisa baru selesai mandi. Saat melihat Anisa, Bagas langsung bangkit dan menyalami Anisa.
" Sendirian saja Gas ?." Tanya Anisa berbasa - basi.
" Sama siapa juga mbak. Pacar aku tidak punya, bukan tidak punya sih tapi .... Emmm ya gitu deh." Seru Bagas sambil tertawa kecil.
" Pasti sudah punya ? Hayo mengaku saja ? Tidak apa - apa sih Gas punya pacar kamu juga sudah 20 tahun. Yang penting jangan sampai mengganggu waktu kuliah kamu. " Ucap Anisa menasehati Bagas.
Meskipun Bagas adalah adik dari Rendra sang mantan suaminya, Anisa tetap menjalin hubungan baik dengan Bagas terlebih memang Bagas anak yang baik dan pengertian. Tidak seperti ibunya maupun kakaknya, Rendra. Dikeluarganya Bagas orang yang waras satu - satunya , baru Zainal yang dalam beberapa bulan ini juga sudah mulai waras.
__ADS_1
" Iya mbak. Oh iya mana mas Riko mbak ? Dia tidak marah atau cemburukan dengan ku karena datang bertamu menemui mbak ?" Tanya Bagas merasa tidak enak dengan Riko.
" Mas Riko lagi mandi , sebentar lagi dia akan turun. Dia tidak akan marah dan tidak akan cemburu. Kenapa juga cemburu sama bocah ingusan seperti kamu." Seru Anisa ssmbil terkekeh.
Baru juga Anisa menutup mulutnya, Riko sudah terlihat menuruni anak tangga dari lantai dua. Riko ikut duduk bersama Bagas dan Anisa. Melihat Riko sudah datang Bagas pun menyalami Riko dan tidak lupa mencium tangannya. Riko tidak mempersalahkan hubungan baik antara Anisa dan Bagas, meskipun yang Riko tahu Bagas adalah mantan adik ipar Anisa.
" Sudah dari tadi, Gas." Tanya Riko berbasa-basi.
" Baru kok mas sekitar 15 menit yang lalu, ini teh dari bibi saja belum habis. Masih panas." Jawab Bagas sambil tersenyum kecil.
Setelah berbasa-basi, Bagas pun menyampaikan maksud tujuannya datang ke rumah Anisa. Anisa sendiri memang sudah tahu apa maksud tujuan Bagas datang yaitu membicarakan soal pernikahan Zainal dan Santi. Zainal sudah mempercayakan urusan seserahan yang akan dibawa ke rumah Santi kepada Anisa dan Bagas. Sebenarnya Zainal sudah meminta Santi untuk memilih barang itu sendiri tetapi Santi tidak mau dan menyerahkan semuanya kepada pihak lelaki.
" Baiklah nanti biar mbak yang pesan semua sama temen mbak yang lebih tahu masalah kayak gini. Kebetulan mbak juga tahu berapa-berapa ukurannya mbak Santi. Jadi nanti kita tinggal terima beres saja. Bagaimana gas ?." Tanya Anisa meminta persetujuan Bagas agar mempermudah urusan mereka.
" Wah ide bagus tuh mbak. Jadi kita tidak buang-buang waktu, kita tinggal cek barangnya saja. Sebenarnya seperti ini seharusnya memang mbak Santi yang memilih sendiri. Tapi kata mas Zainal mbak Santi tidak mau dia terserah apa saja yang mau dikasih ke mbak Santi. Karena Mbak Santi memang tidak meminta seserahan, ini semua kemauan mas Zainal." Seru Bagas memberitahu.
" Oh pantas saja kok tumben mas Zainal pusing mau mikirin kayak gini. Biasanya kan memang pihak perempuan sendiri yang yang memilih, dan pihak laki tinggal memberikan dananya saja. Mungkin karena ini bukan pernikahan pertama mbak Santi apalagi pernikahan karena rujuk jadi mbak Santi tidak mau menuntut meminta seserahan. Tapi Baguslah kalau mas Zainal tetap mau memberi seserahan itu untuk mbak Santi. " Seru Anisa bicara cukup panjang.
Riko dan Bagas bermain catur sekitar 20 menit, setelah itu adzan maghrib sudah berkumandang dan mereka pun melaksanakan salat magrib secara berjamaah. Selesai salat magrib, mereka melaksanakan makan malam bersama. Makan malam kali ini bagi Bagas terasa sangat berbeda, karena Anisa, Riko, Marni dan suaminya, serta pak Burhan dan sopir juga ikut makan bersama. Bagas bisa melihat kebaikan Anisa yang sangat luar biasa tidak membeda-bedakan antara pekerja dan majikan.
* Mbak Anisa Memang luar biasa. Hatinya sangat lembut baik, terbuat dari apa mbak hati kamu. Kamu juga masih bersikap baik kepadaku dan keluargaku. Padahal mas Rendra dan ibu sudah menyakitimu. * Gumam Bagas dalam batinnya.
Selesai makan malam, Bagas izin pamit terlebih dahulu karena ada tugas kuliah yang harus dia selesaikan. Sehingga membuat Riko tidak bisa menahannya lagi untuk menemaninya bermain catur.
********
Keinginan Santi untuk bertemu dengan Nadin pun terlaksana. Kini Nadin dan Santi bertemu di salah satu taman yang dekat dengan tempat sekolah anak-anak Santi. Santi sengaja mengajak bertemu Nadin tidak jauh dari sekolahan anaknya, agar mempermudah dia saat menjemput anaknya sekolah.
" Ada apa kamu memintaku untuk bertemu? tidak ada masalah kan di antara kita." Tanya Nadin dengan nada bicara yang begitu angkuh dan sombong.
Santi hanya menggeleng sambil tersenyum tipis sesekali dia melirik perut Nadin yang sudah terlihat membesar. Santi memperkirakan usia kandungan Nadin saat ini sekitar 4 bulan.
__ADS_1
" Aku sengaja mengajakmu bertemu karena ingin berbicara sesuatu kepadamu, ini menyangkut anak yang ada dalam kandungan kamu. Aku tahu anak itu anak kandung dari mas Zainal. " Ucap Santi membuat Nadin terperangah, Nadin tidak menyangka jika Zainal menceritakan masalah ini kepada Santi.
" Jadi Zainal sudah menceritakan semuanya sama kamu soal anak yang aku kandung? Kamu tidak marah ataupun tidak cemburu dengan ku kan ? Tapi aku harap kamu tidak marah atau cemburu karena anak ini ada bukan atas kemauan kami berdua. Kami dijebak oleh ibu mertua sialan sama suami brengsek ku itu. Tapi Tenang saja aku tidak akan pernah mengganggu hubungan kalian karena Zainal memang bukan level ku. " Ucap Nadin masih saja bicara dengan nada yang sombong.
" Oh aku tidak marah dan aku pun tidak cemburu. Awalnya saat masih belum menceritakan alasan yang sebenarnya, aku sempat marah aku sempat sakit hati. Tapi setelah aku mendengarkan penjelasan mas Zainal aku membuang jauh-jauh rasa sakit hati dan marah ku. Di sini Aku cuma mau bilang, jika mas Zainal akan tetap bertanggung jawab kepada anak kamu. Dia akan membantu menafkahi anak kamu meskipun kami tahu kamu mampu menafkahi anak kamu. Tapi jangan menolak jika mas Zainal ingin menafkahi anak itu." Ucap Santi bicara dengan bijak.
Nadin terdiam, dia tidak menyangka jika Santi akan bicara seperti itu. Bahkan sedikitpun santi tidak menunjukkan rasa kebencian atau amarahnya, justru dia meminta Zainal untuk tetap menafkahi anak yang ada dalam kandungan Nadin. Tetapi Nadin tidak mau memberatkan Zainal apalagi Zainal sudah menafkahi kedua anaknya, istrinya dan ibunya juga.
" Maaf sepertinya aku tidak bisa menerima nafkah dari Zainal, lebih baik uang itu kalian pergunakan untuk kebutuhan kedua anak kalian lagi pula ada parasit baru yang sebentar lagi akan menggerogoti keuangan Zainal. Siapa lagi kalau bukan ibu Ratri dan wanita yang bernama Nira, aku yakin wanita itu mau sama Zainal karena dia juga tahu Zainal mempunyai gaji yang lumayan besar. Ibu mertua itu bodoh dia sengaja ingin mengumpankan Nira, sedangkan dia sendiri menjadi umpan Nira untuk mendapatkan Zainal. " Ucap Nadin begitu terlihat sangat sungguh-sungguh.
" Jadi kamu tahu soal wanita yang bernama Nira itu?" Tanya Santi ingin tahu lebih banyak soal Nira.
" Aku tahu banget. Nira itu kan dulu sering datang ke klub malam, dia memang orang kaya dia punya salon yang besar tetapi dia itu suka bermain laki-laki. Sudah berapa banyak lelaki saja yang main sama dia,jadi sudah pasti aku mengenal dia karena dia pelanggan tetap di klub malamku." Ucap Nadin terlihat serius.
* Oh jadi wanita itu juga wanita yang suka bermain dengan banyak pria? Pantas saja dia mau dengan calon suami orang. Ternyata wanita murahan juga.* Gumam santi dalam batinnya.
Keputusan Nadin sudah bulat, dia tidak mau menerima nafkah dari Zainal. Terkecuali memang dia tidak bisa menafkahi anaknya. Santi menerima keputusan Nadin dengan berbesar hati. Namun Santi berpesan jika suatu saat Nadin membutuhkan bantuan, Santi dan Zainal akan menolongnya. Selesai berbincang dengan Nadin, Santi pamit lebih dulu karena jam pulang sekolah kedua anaknya sudah dekat, 5 menit lagi kedua anaknya akan keluar dari kelas.
Nadin pun meninggalkan taman tempat dia dan Santi tadi bertemu. Nadin mengendarai mobilnya menuju tempat usahanya namun kali ini ada yang berbeda dengan mobil Nadin. Tiba-tiba rem mobil Nadin tidak berfungsi, Nadin mengendarai mobilnya dengan wajah ketakutan dan bingung harus bagaimana mengendalikan mobilnya.
Sedangkan tidak jauh dari taman tempat Nadin dan Santi tadi bertemu, ada seseorang yang tersenyum sinis dan senang melihat Nadin pergi dengan mengendarai mobilnya.
* Mampus semoga saja dia tidak selamat agar tidak mengacaukan semua rencanaku. Ternyata diam-diam dia bertemu dengan santi pasti dia juga mendukung pernikahan Santi dan Zainal. Paling tidak dia keguguran sehingga tidak banyak orang yang harus dinafkahi Zainal.* Gumam Ibu Ratri dalam batinnya.
Wanita itu ternyata ibu Ratri,dia memang sengaja mengikuti Nadin dari rumah sebab dia curiga saat Zainal diam-diam berbicara dengannya dan memberikan nomor telepon Santi. Dan ibu Ratri juga sudah menyabotase rem mobil Nadin.
* Kebetulan sekali dia tadi memarkirkan mobilnya di tempat yang lumayan sepi dan tidak terlihat oleh dia. Sehingga aku dengan mudah menyambutase rem mobilnya. * Gumam Ibu Ratri tersenyum jahat.
Brrraaaaakkkkk
Benturan keras terdengar sangat mengejutkan, sehingga membuat orang yang ada di sekitarnya langsung berlarian menuju sumber suara. Mobil Nadin menabrak pohon besar , sampai bagian depannya ringsek. Beruntung Nadin dengan cepat ditolong orang - orang dan segera dibawa kerumah sakit.
__ADS_1
*********