Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Belum seberapa


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Apa - apaan ini ? Kenapa rumah ku jadi ramai ibu-ibu begini ? Siapa yang mengizinkan kalian membuat kacau rumahku tanpa seizinku ? " Ucap anisa sambil berkacak pinggang di depan pintu utama.


Ibu ratri dan erika sama - sama mengepalkan tangannya karena anisa sudah mengacaukan acaranya. Jangan sampai ibu-ibu itu tahu jika anisa juga menantunya.


" Jeng ratri ini siapa ? Kok datang - datang mara dan berkacak pinggang?" Tanya si ibu A sambil mendekati ibu ratri.


Kasak - kusuk para ibu - ibu mulai terdengar ditelinga ibu ratri dan erika, mereka terlihat penasaran siapa sebenarnya orang yang baru datang itu. Anisa sendiri tersenyum sinis sambil bersedekap menatap tajam dimana ibu ratri dan erika sedang berdiri.


" Anisa kamu kenapa datanv kesini ? Jangan membuat kacau acara ibu dong, sudah sana lebih baik kamu pergi atau jika mau makan ya makan saja. " Ucap ibu ratri sama sekali tidak takut jika anisa marah dan membongkar semua kebohongannya.


" Siapa sih wanita ini jeng ?" Tanya ibu C lagi ikut bertanya.


" Emm... Ini, ini itu anisa. Dia yang ikut tinggal disini, sudah jangan hiraukan dia. Dia memang begitu, tidak suka sama keramaian. Tapi abaikan saja,lagipula ini rumah anak ku jadi terserah aku mau melakukan apapun dirumah ini." Ucap ibu ratri tetap berbohong.


Haaaahaaaaa


Justru anisa tertawa dengan lantang, dia tidak habis fikir dengan ibu mertuanya. Bisa - bisanya ibu mertuanya bicara tidak sesuai dengan faktanya, dan begitu bangganya dia mengatakan jika rumah milik anaknya, Rendra.


" Ibu yakin ini rumahnya mas rendra ? Apa mau aku bongkar semua aib keluarga mu bu ?" Tanya anisa sambil berjalan mendekat kearah ibu ratri dan erika.

__ADS_1


" Jangan sok berkuasa kamu anisa ! Ini itu masih rumah anak ku, kamu saja yang tidak tahu malu menumpang hidup sama anak ku. Dasar benalu !!" Ucapan ibu ratri berhasil membuat anisa naik emosinya.


Tanpa basa - basi lagi anisa mengusir dua benalu dari rumahnya.


" Keluar kalian dari rumah ku !!" Teriak anisa dengan lantang.


Semua teman - teman ibu ratri terkejut dengan bentakan anisa. Bahkan mereka semakin bingung siapa anisa sebenarnya, sampai dia bisa bersikap seperti itu dan mengakui jika rumah itu rumahnya.


" Dasar tidak tahu malu, kamu mengusirku dari rumah anak ku sendiri. ?" Tanya ibu ratri sambil menunjuk anisa tepat di depan wajah anisa.


Dengan kasar anisa menepis tangan ibu ratri, sepertinya ibu ratri harus dibuat malu agar dia bisa tahu diri dan sadar atas kekeliruannya.


" Apa mungkin wanita ini pelakor ya ? Dia suka sama rendra dan mencoba merebut rendra dan harta yang dimilikinya. Apa tidak ada pria lain sampai mau merebut milik orang, wah ini tidak bisa dibiarkan kita harus membantu jeng ratri untuk mengusir wanita ini agar tidak mengganggu keluarga jeng ratri. " Ucap salah satu ibu - ibu dengan berani memdekati anisa.


Mendengar kalimat pembelaan dari teman-temannya ibu ratri semangat percaya diri dan berani melawan anisa. Dia tidak menyangka jika anisa juga akan semakin berani dan membuat dirinya malu.


" Stop !! Kalian semua tidak tahu titik permasalahan yang sebenarnya . Sebaiknya ibu-ibu semua diam dan dengarkan apa yang aku jelaskan agar kalian semua tahu siapa mereka yang sebenarnya. Ini urusanku antara mertua ku dan adik maduku " Ucap anisa dengan lantanh sehingga semua yang ada disana mendengar dengan jelas apa yang dikatakan anisa.


" Anisa diam kamu !" Bentak erika akhirnya buka suara.


" Kenapa? Kamu malu atau takut? Memang aku perduli dengan rasa malu kalian berdua, lagipula ini semua kalian yang memulai dengan mengadakan acara dirumah ku tanpa seizinku. Itu sama saja kamu membangunkan macan yang tidur. " Ucap anisa tersenyum sinis.


" Ini rumah suamiku juga anisa, kamu saja yang sok berkuasa !" Bentak erika tidak tahu malu.


" Wah.. Wahh...ada pelakor yang tidak tahu malu. Asal ibu - ibu semuanya tahu, aku bukanlah pelakor. Tapi aku istri sahnya mas rendra, perempuan inilah yang pelakor dan saat ini sudah menjadi istri mas rendra secara siri. Dan lebih parahnya mereka menikah karena si perempuan ini hamil duluan. Dan yang lebih parah lagi ibu mertuaku sendiri yang menyuruh mas rendra dan mendukung mas rendra untuk menikah dengan wanita murahan ini. Awalnya suamiku menolak, tapi lama - lama tergoda juga dengan pelakor pilihan ibunya, kucing dikasih ikan tidak mungkin menolak kan ibu-ibu ?" Tanya anisa meminta persetujuan para ibu - ibu.


Mereka bersorak sorai menghujat ibu ratri dan erika, segala hujatan dan hinaan mereka lontarkan begitu saja . Ibu ratri dan erika hanya bisa menunduk malu, mereka tidak mungkin melawan sekawan ibu - ibu itu.

__ADS_1


" Dan asal kalian tahu terkhusus untuk calon mantan ibu mertua ku dan adik maduku, bahwa rumah ini 100 % milikku dan atas nama ku. Secuilpun tidak ada uang mas rendra masuk dalam rumah dan mobil ku, rumah dan mobil ini sudah aku beli 1 tahun sebelum aku menikah dengan mas rendra. Ingat 1 tahun, bahkan sebelum aku mengenal mas rendra . Jadi jangan berharap jika kalian akan mendapatkan hak kalian dirumah ini ! Sekarang kalian pergi !!" Ucap anisa lantang sampai suaranya menggema diruangan.


" Hehh...anisa, meskipun rumah dan mobil milikmu dan atas nama mu. Mas rendra tetap berhak menerima setengahnya, karena ini termasuk harta bersama . Jadi saat kalian menikah akan dijadikan harta gono - gini " Ucap erika tetap memaksakan untuk mendapat bagian harta anisa.


Hahaahaaaa haaaaa


Ucapan erika barusan justru mengundang tawa para ibu - ibu. Merasa lucu saja, sejak kapan harta istri yang dimiliki sebelum menikah menjadi harta bersama.


" Ini pelakor kok mimpinya ketinggian ya. Aduh jeng, ini menantu yang kamu banggakan.Ternyata menantunya seorang pelakor dan bodohnya tingkat dewa. Mana ada harta istri yang dimiliki sebelum menikah menjadi harta bersama? Belajar dimana menantunya jeng? Sudahlah jeng lebih baik mengaku saja, dan segera minta maaf sama mbak anisa. Atau sekalian saja langsung pergi dari sini " Ucap salah satu ibu - ibu yang sedari tadi terlihat lebih berani.


" Awas kamu anisa, kamu sudah mempermalukanku !! Lihat saja aku juga bisa mempunyai rumah dan mobil mewah seperti ini , karena rendra seorang menejer jadi gaji dan bonusnya juga besar. Kamu pasti menyesal sudah memperlakukan kami seperti ini" Ucap ibu ratri.


" Menejer ? Tidak salah tuh ! Aduh bu yakin anaknya menejer ? Sekarang lebih baik ibu tanyakan saja sama anak ibu,apa dia masih seorang menejer atau hanya karyawan biasa ?" Seru anisa sambil terkekeh.


Erika dan ibu ratri tidak mau menjawab lagi, sepertinya mereka sudah kehabisan kata - kata sehingga memilih segera pergi tanpa membereskan kekacauan yang sudah mereka buat. Anisa tidak masalah dengan rumahnya yang berantakan, yang penting dua pengacau tadi sudah pergi. Masalah rumah bisa dia bereskan dengan bik marni.


" Mbak, saya mewakili ibu - ibu yang lainnya minta maaf karena tadi sudah sempat salah paham sama mbak anisa. Sebagai permintaan maaf kami, kami akan membereskan rumah mbak anisa. Karena ini juga acara arisan kami semua " Ucap salah satu ibu - ibu dengan tulus.


" Iya bu,saya maafkan. Lain kali jangan ikut campur urusan orang jika memang tidak tahu duduk permasalahannya. Dan saya juga terimakasih karena ibu - ibu bersedia membantu membereskan rumah, untuk makanannya nanti bisa dibawa pulang saja." Ucap anisa dengan ramah.


Semua ibu - ibu itu pun mengangguk serempak. Mereka mulai membereskan rumah anisa, ada yang mencuci peralatan makan ada yang menyapu ada juga yang membereskan gelas piring yang kotor. Dalam sekejap rumah anisa sudah bersih dan rapi kembali.


Setelah selesai ibu - ibu itupun pamit pulang tidak lupa anisa membawakan sisa makanan yang memang masih banyak.


* Huh...akhirnya beres juga. Semoga para benalu itu tidak bikin ulah lagi. Tapi ini belum seberapa dengan hinaan dan cacian yang sudah aku terima selama ini.* Gumam anisa.


*******

__ADS_1


TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UNTUK UP BAB BARU.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2