
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Malam hari setelah rendra dan anisa benar - benar sudah resmi bercerai, rendra duduk sendirian di teras rumah. Padahal jam sudah menunjukan pukul 11 malam, penghuni rumah yang lainnya sudah terlelap dalam tidurnya. Tapi tidak untuk rendra, dia menghabiskan rokok sampai berbatang - batang sambil memikirkan anisa yang kini sudah bukan istrinya lagi.
" Menyesal mas bercerai dengan mbak anisa ?" Tanya bagas yang tiba - tiba datang dan duduk di samping rendra.
" Kamu anak kecil tahu apa gas ?" Jawab rendra tetap menganggap bagas sebagai anak kecil .
Bagas tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dia heran dengan kakaknya. Jika memang menyesal kenapa harus dikhianati dan disakiti. Coba kalau dia tidak berkhianat, malam ini pasti dia masih bersama anisa.
" Mas boleh mengangapku anak kecil, tapi biarpun aku anak kecil aku tidak bodoh seperti mas rendra. Mas seharusnya sadar jika dari dulu rumah tangga mas itu di kendalikan sama ibu. Apa mas tidak menyadari hal itu ?" Tanya bagas sambil sesekali menyetuput teh panasnya
" Maksud kamu apa bicara seperti itu ? Ibu itu tidak mengendalikan rumah tangga mas, lagipula kita ini anak laki-laki gas sampai kapanpun kita tetap milik ibu kita. Saat kamu menikah nanti kamu harus tetap berbakti dan patuh sama ibu, karena surgamu ada sama ibu " Jawab rendra membela dirinya sendiri.
" Kita tidak akan mendapatkan surga jika untuk meraih surga itu kita sudah menyakiti hati istri kita. Mas, apa kamu itu bodoh ! Surga kita memang ada sama ibu, tapi untuk mencapai surga itu kita juga harus membahagiakan istri kita. Mas mas aku itu kasihan sama kamu, kamu membuang berlian demi mendapatkan bongkahan batu." Ucap bagas tersenyum mengejek sang kakak.
Rendra memandang lekat kearah bagas, dia tidak tahu dengan istilah yang sudah dipakai bagas. Padahal erika juga cantik, berpendidikan, pekerjaab bagus dan memiliki gaji sendiri bahkan mobilpun punya.
" Kamu bisa lihat ini ? Ini aku dapatkan saat dia masih menjadi pacar mas dan ada juga yang baru sekitar beberapa bulan ini. Disitu nampak jelas tanggal, bulan dan tahunnya jadi mas bisa nilai sendiri. " Ucap bagas memberikan pinsel pintarnya kepada rendra dan sudah terbuka aplikasi galery.
Rendra menerima ponsel dari tangan bagas, lalu melihat layar yang sudah bagas buka. Ada video disana,rendra mengklik video itu. Video yang rendra klik tepat sekitar 5 tahun yang silam saat rendra dan erika masih menjalin hubungan sebagai seorang pacar.
" Gas, ini ... ?" Ucap rendra tidak bisa berkata - kata lagi. Dia terlihat syok saat melihat video adegan panas erika dengan seorang teman prianya.
" Masih ada beberapa lagi tapi kalau mas tidak kuat menontonnya mas bisa skip saja. Dan tonton saja yang paling akhir, itu video sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu tepanya sebelum mas dan erika bergumul secara zina dirumah ini " Ucap bagas lagi.
__ADS_1
Rendra semakin syok saat melihat video itu ternyata 1 bulan sebelum dia melakukannya dengan errika secara tidak sadar. Rendra terlihat mengepalkan kedua tangannya , dia marah dan murka melihat kelakuan sang istri yang saat ini sedang mengandung anaknya.
" Tapi erika saat ini hamil ? Itu anakku atau bukan ?" Tanya rendra dengan bodohnya.
" Wanita itu sepertinya sekarang sudah tidak lagi bermain dengan para lelaki, dia menikmati pernikahannya dengan mu mas. Kalau soal anak , mas bisa tanyakan sama dokter saat nanti mas mengantar dia periksa kandungan. Dokter bisa memprediksi berapa usia kehamilan wanita itu. Saran ku, mas sudah terlanjur menikahi wanita itu jadi apapun yang terjadi jangan asal main cerai. " Ucap bagas mencoba menasehati kakaknya.
Bagas mengambil ponsel dalam genggaman rendra lalu dia masuk ke rumah dan membiarkan rendra meratapi kesedihan dan kesalahannya sendiri.
* Dasar wanita murahan. Lihat saja aku akan menghancurkan hidup mu , karena kamu juga aku dan anisa bercerai. Aku tidak akan menceraikanmu tapi aku akan menyakiti batinmu secara perlahan.* Gumam rendra dalam hatinnya.
**********
Anisa kembali datang keperusahaan RR Group untuk menemui Riko, sebenarnya anisa malas datang keperusahaan ini karena malas bertemu dengan rendra. Tetapi urusan pekerjaan yang mengharuskan dia datang keperusahaan RR Group.
" Jadi bagaimana perkembangan kerja sama kita pak Riko ?" Tanya anisa yang sedang membahas kerjasama dengan pemilik perusahaan .
Meskipun dia mempunyai saham di perusahaan RR group, dia juga menjalin kerja sama dengan RR group atas nama perusahaan sang kakak. Anisa bekerja secara profesional.
" Huuhhh... Baiklah mas riko. Dari dulu perasaan narsisnya tidak hilang juga, pantas saja tidak ada perempuan yang mendekati kamu." Ucap anisa sambil terkekeh.
" Eettss... Jangan salah. Yang mendekati aku itu banyak hanya saja aku memang tidak ada yang cocok. Hatiku sudah terpaut sama seorang wanita, tapi sayang wanita itu sepertinya acuh dan tidak tahu dengan perasaan ku. " Jawab riko dengan wajah dibuat sesedih mungkin.
Hahahhhaaaa
Anisa tertawa dengan lepas, dia menertawakan riko. Bagaimana bisa dia mencintai seseorang yang hanya dia pendam dalam hatinya saja. Orang setajir dan semapan riko masih saja menjomblo itu adalah hal yang sangat memalukan, bahkan anisa pernah beranggapan jika teman baik kakaknya itu tidak doyan perempuan.
" Jadi ceritanya mencintai dalam diam ? Dasar aneh, kalau tidak diutarakan bagaimana dia bisa tahu ? Yang bener dulu deh kamu mas, wanita itu tidak suka untuk menebak - nebak perasaan. Jika kamu suka ya tinggal bilang langsung ke orangnya." Ucap anisa menggurui Riko.
" Tidak semudah itu anisa , lagipula dia juga sudah menikah jadi aku bingung bagaimana menyampaikan perasaanku ini. " Jawab riko justru semakin membuat anisa tertawa.
Tidak pernah menyangka jika orang setampan riko menyukai istri orang. Apa tidak ada wanita lain yang lebih pantas dari istri orang, cinta memang aneh.
__ADS_1
" Mau jadi pembinor kamu ? Apa tidak ada perempuan lain yang lebih baik dari istri orang. Gak lucu tahu kalau ada berita Direktur utama perusahaan RR Group merebut istri orang. Hahahaa... Pasti akan tranding topik tuh, terus besoknya saham perusahaan anjlok deh. Ingat aku tidak mau ya kalau rugi gara - gara kamu jadi pembinor, jadi pembinor itu harus siap mental. Sama halnya seperti pelakor, karena nanti pasti akan banyak netizen yang bersilahturahmi. Jadi kamu mulai kuatkan mental saja dulu . " Ucap anisa lagi sambil terkekeh geli membayangkan riko jadi bulan-bulanan netizen diluaran sana.
" Enak saja jadi pembinor, gini - gini aku bisa tahu cari wanita yang cantik, baik dan pintar. Sudahlah malas bahas perempuan, bikin ribet saja " Gerutu riko kesal.
" Hahaha.... Wajahmu lucu loh kalau sedang marah. Baiklah sekarang kita bahas hasil kerjasama kita. Sudah berhenti membahas wanitanya, memang benar membahas wanita itu tidak ada habisnya " Ucap anisa sambil mengurai senyum.
Riko dan anisapun beralih membahas kerja sama mereka, butuh waktu 45 menit mereka membahas proges kerjasama mereka. Perusahaan abimana ingin membuat mall dan perusahaan riko yang menanganinya.
Soal pekerjaan sudah selesai , dan saat ini tiba waktunya makan siang. Anisa dan riko berjalan beriringan menuju lobby untuk pergi makan siang bersama.
" Anisa, kamu ngapain disini sama pak riko ?" Tanya rendra yang juga hendak keluar.
" Saya tadi ada pekerjaan sama pak riko ? Memangnya kenapa ? Kamu kan tahu jika perusahaan tempat aku bekerja juga bekerja sama dengan perusahaan ini, jadi tidak ada yang aneh kan ?" Tanya anisa balik tanya.
" Emm... Nis aku ke parkiran duluan ya " Ucap riko memilih membiarkan anisa untuk menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu dengan rendra.
Sepeninggalan riko, rendra mendekati anisa dan hendak meraih tangan anisa namun langsung ditepis oleh anisa.
" Mau ngapain kamu? Ingat kita ini kemarin sudah resmi bercerai dan kamu sudah tidak ada hak atas diriku." Ucap anisa ketus.
" Nis, apa kita tidak bisa rujuk nis. Aku menyesal nis, asal kamu tahu jika erika itu menjebakku. Aku yakin anak dalam kandungannya itu bukan anak ku, karena dia sudah tidur dengan banyak orang. " Ucap rendra menjaskan agar anisa mau rujuk kembali.
" Aku tidak perduli !!" Jawab anisa dengan ketus.
Anisa kembali melangkah menuju pintu lobby perusahaan tanpa memperdulikan rendra . Bagi anisa hubungannya dengan rendra sudah tamat dan tidak bisa untuk diulang lagi. Untuk saat ini anisa tidak memikirkan soal menikah , dia ingin menyembuhkan sakit hatinya terlebih dahulu dan fokus dengan kariernya, masih banyak hal yang ingin dia capai.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK. 🙏🙏
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP NYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️