
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Ibu ratri semakin tidak suka dengan kelakuan Nadin, dia ingin Rendra segera mencarikan Nadin. Ibu Ratri tidak mau tinggal seatap dengan Rendra jika Nadin masih ada di rumahnya. Tidak peduli meskipun anak yang dikandung nadin adalah cucu kandungnya sendiri meskipun dari Zainal.
Rendra bingung dengan permintaan ibunya bagaimanapun Nadin masih sah istrinya. Sang Ibu menyarankan agar Rendra segera menceraikan Nadin bukan mempertahankan Nadin. Siang itu saat Nadin tidak ada di rumah, Ibu Ratri dengan Rendra berdebat hebat sama-sama egois dan mempertahankan keinginan masing-masing.
" Ibu mau kamu segera bercerai dengan Nadin ! Ibu tidak perduli dia sedang mengandung anak Zainal atau tidak. Ibu tidak mau tinggal satu atap dengan perempuan seperti dia. Jika kamu masih mau bertahan dengan Nadin, segera angkat kaki dari rumah Ibu !!" Ucap ibu ratri dengan lantang.
" Nadine itu masih sah istriku bu ! Seharusnya ibu itu sebagai seorang ibu mendukung apa keputusan Rendra. Lihat Erika , Anisa semua menuntut cerai dariku buu. Aku ingin ada yang menemani hidup ku bu, biar nadin menjadi yang terakhir untukku. Rendra bosan bu nikah cerai, nikah cerai. " Ucap rendra dengan kesal.
Rendra terbawa emosi dan amarah, karena Ibunya tetap mempertahankan egonya sendiri tanpa mau mendengarkan keinginan Rendra. Seharusnya ibunya mendukung apa yang sudah menjadi keputusan Rendra. Sebab dua istrinya juga sudah pergi meninggalkan Rendra. Tinggal Nadin yang masih ada di sisi Rendra, dan tahu semua apa yang terjadi pada Rendra. Bahkan Nadin tidak mempermasalahkan masalah kemandulan yang ada pada rendra.
Huuffftttt
Rendra mengusap wajahnya dengan kasar, dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara berfikir sang ibu. Sama sekali tidak mendukung apa yang dia mau, dan Rendra juga dilema antara memperrtahankan Nadin atau mengikuti kemauan ibunya. Bagaimanapun ibunya adalah orang yang melahirkannya dan surganya ada di telapak kaki ibunya.
" Ingat Ren, surgamu ada di telapak kakiku. " Ucap ibu ratri semakin membuat rendra bingung.
" Rendra tahu bu, tapi saat ini nadin itu masih sah istriku. Apa ibu lupa jika aku bercerai dengan nadin, apa ada wanita yang mau menikah dan menerima keadaan rendra ? Rendra mandul bu, tidak ada wanita yang mau dengan pria mandul. Seseorang menikah pasti ingin memiliki keturunan, meskipun anak yang dikandung nadib itu anak mas zainal, tetapi dia ada karena kesalahan kita. Tolonglah bu jangan buat rendra semakin bingung. Jangan sampai nadin tahu perdebatan kita ini, susah payah aku menyakinkan nadin agar dia tidak menuntut cerai dari rendra ." Ucap rendra panjang lebar bicara dengan ibunya.
Ibu ratri terdiam, dia sebenarnya malu dengan tetangga jika rendra nikah cerai terus. Apalagi nadin ini istri ketiganya. Tapi dia marah dan tidak suka dengan nadin yang memperlakukan semaunya, apalagi setelah menerima uang 75 juta itu membuat ibu ratri merasa rugi.
" Terserah kamu ndra. Jika nadin itu istri kamu, suruh dia mengurus kamu dan mengurus pekerjaan rumah. Jangan semuanya dibebankan sama ibu , ibu ini mertuanya dan pemilik rumah ini bukan pembantu dia " Ucap ibu ratri kesal.
Braaakkk
Ibu masuk kamarnya dan menutup pintu kamar dengan sangat kuat sampai rendra terlonjak kaget. Hidup Rendra tidak akan pernah tenang dan bahagia jika rumah tangganya masih diatur oleh ibunya dan Rendra tidak bisa tegas dengan ibunya.
* Aku harus bagaimana ? Aku tidak mungkin membantah ibu, aku juga kasihan dengan ibu jika mengerjakan semuanya sendiri. Untuk nadin pasti tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, dia hanya mengurusku di ranjang saja. Apa aku harus menyewa jasa ART tapi siapa yang mau bayar ?* Gumam rendra dalam hatinya.
" Bingung mas ?" Tanya bagas tiba - tiba muncul entah sejak kapan dia ada di belakang rendra.
__ADS_1
" Bagas ! Kamu ngagetin saja. Sejak kapan kamu ada disitu, kamu ini akhir - akhir ini kalau muncul sudah seperti hantu saja. Datang secara tiba - tiba dan mengagetkan. " Seru rendra .
Bagas tersenyum lalu berjalan dan duduk di kursi yang ada di depan rendra. Bagas memperhatikan wajah kakaknya yang terlihat kusut dan frustasi. Pasti banyak masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh kakaknya itu.
" Jika mbak nadin bisa berubah menjadi istri yang baik baik, mempunyai rasa tanggung jawab sebagai seorang istri tidak masalah mas rendra mempertahankan dia sebagai istri. Tapi kalau cuma istri di atas ranjang saja ya tidak ada gunanya juga. Tidak masalah juga asal dia mau menyewa ART untuk mengerjakan pekerjaan rumah, bukan malah membabukan ibu kita mas ? Mbak nadin itu cuma baik saat kalian belum menikah, lihat setelah menikah watak aslinya terlihatkan ? Tapi jika mas memang merasa nyaman dan ingin mempertahankan mbak nadin tidak ada masalah." Seru bagas menyampaikan sebuah wejangan kepada kakaknya.
" Anak ingusan seperti kamu tahu apa Gas. Baik buruk nya nadin dia tetap istriku, kamu tahukan kalau mas sudah pernah menikah 3 kali dan tinggal nadin yang saat ini bertahan. Mas itu ingin mempunyai pendamping hidup gas, mas malu nikah cerai. Tapi ibu sepertinya tidak mendukung mas dan nadin. " Seru rendra terdengar bingung.
* Kasihan juga sih mas rendra, selama ini kehidupannya dikendalikan oleh ibu. Tanpa dia sadari jika kunci permasalahan dalam hidupnya adalah ibu. Karena mas rendra tidak bisa tegas dengan ibu. * Gumam bagas dalam hatinya.
Rendra menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan memejamkan matanya. Jujur dia jengah dengan kehidupannya , yang selalu diatur oleh ibunya sendiri. Diapun menyadari semua masalah yang terjadi dalam hidupnya, bermula akan ikut campur tangan sang ibu dalam rumah tangganya.
" Jika mas Rendra ingin mempertahankan mbak Nadin, mas Rendra harus tegas dengan ibu dan bila perlu mas Rendra mandiri tinggal terpisah dengan ibu. Bagas hanya berharap semoga mbak Nadin bisa berubah dan mas bisa bahagia dengan mbak Nadin. Jika menurut mas Rendra mbak nadin berhak dipertahankan, rubahlah dia, bimbinglah dia ke jalan yang lebih benar dan berilah dia contoh yang benar bagaimana hakekatnya hubungan antara suami dan istri. Istri itu cerminan suami mas . Jika mas buruk istri pasti akan buruk jika mas baik istri pasti akan baik " Ucap bagas menasehati kakaknya yang terlihat bingung dan frustasi.
Bagaimana rendra mau hidup mandiri ? Sedangkan pekerjaan saja dia tidak punya dan uang yang ingin dijadikan modal usaha sudah terpakai sebagian untuk kebutuhan rumah tangga. Ibunya benar - benar boros, selama rendra pegang uang makanan selalu minta beli tidak mau memasak sendiri. Hanya beberes saja yang dikerjakan oleh ibunya.
" Tidak tahu bagaimana nanti Gas. Mas bingung harus tegas bagaimana dengan ibu, mas tidak mau dikatakan ansk durhaka karena membantah ibu. Kamu tahu sendirikan jika anak laki - laki biarpun sudah menikah tetap menjadi milik ibunya. " Ucap rendra dan hanya dibalas senyuman aneh oleh bagas.
Apa seorang suami bisa mendapatkan surganya , jika jalan dia menggapai surganya saja harus menyakiti istrinya ?
" Aku mau berangkat kerja dulu mas ." Ucap bagas berpamitan kepada rendra.
" Kamu kerja dimana gas ? Dan kuliah kamu bagaimana ? Apa semua baik - baik saja, secara mas sudah tidak pernah memberi kamu uang ?" Tanya rendra heran.
" Kuliah ku tetap berjalan mas, aku bekerja part time saja mas. Kebetulan yang punya cafe orang tua temanku jadi aku bisa berangkat kerja saat selesai kuliah. Pokoknya pandai - pandainya aku mengatur waktulah " Ucap bagas sembari memperbaiki penampilannya.
Selesai bicara seperti itu bagas bangkit dan melangkahkan kakinya menuju motor yang sudah terparkir diteras rumah. Sekarang bagas memang sudah kembali tinggal dirumah lagi, dia tidak mau rumah satu - satunya peninggalan almarhum bapaknya hilang atau terjual begitu saja.
Baru juga bagas keluar dari rumah, ibu ratri keluar dari kamar mencari keberadaan bagas. Dia ingin meminta uang kepada bagas, karena yang dia tahu bagas sudah bekerja dan pasti mempunyai gaji.
" Mana bagas?" Tanya ibu ratri masih dengan ketus.
" Bagas sudah berangkay bu, memang ada apa mencari bagas ? Kalau ada perlu kenapa tidak dari tadi saat bagas masih dirumah bu." Ucap rendra menasehati ibunya.
" Terserah ibu dong mau kapan saja menemui bagas. Bagas anakku dan kapan saja aku mau menemuinya sah - sah saja. Aku mencari bagas karena aku ingin meminta uang, karena percuma aku punya anak yang berduit tapi pelit sama ibu kandungnya sendiri. Jadi jangan salahkan aku kalau aku minta sama anak bontot ku " Ucap ibu ratri melirik kearah rendra. Sebenarnya dia sengaja bicara seperti itu karena menyindir rendra.
Sebab sebelum perdebatan hebat tadi ibu ratri meminta uang 500 ribu namun rendra tidak memberikannya karena ibunya sangat boros. Dan akhirnya timbul perdebatan dan pembahasan melebar sampai mana - mana.
__ADS_1
" Oh kejar saja bagas bu. Apa ibu itu tidak malu meminta uang sama anak yang masih berkuliah. Dia bekerja juga part time dengan gaji tidak seberapa,cukup untuk kebutuhan kuliahnya saja. " Ucap rendra lagi.
" Bukan urusan kamu !!" Seru ibu ratri ketus.
Brrrakkkk
Ibu ratri kembali masuk kamar dan menutup pintu dengan kuat. Khawatir saja lama - lama pintu itu akan hancur karena keseringan dibanting oleh ibunya. Melihat kelakuan ibunya membuat rendra hanya menggelengkan kepalanya, tingkah ibunya semakin hari semakin tidak terarah.
Bruummm Bruummm Bruummm
Suara mobil Nadin terdengar memasuki halaman rumah. Rendra bangkit dan langsung menuju ke teras depan untuk menghampiri sang istri yang baru saja pulang. Nadin turun dari mobil dan di tangannya menenteng begitu banyak paper bag, belanjaan barang-barang branded dari merk terkenal.
" Kamu habis belanja lagi sayang ? sepertinya baru kemarin kita mau belanja?" Tanya rendra heran karena nadin sering belanja barang - barang mahal.
" Aku juga belanja pakai uangku sendiri kenapa kamu yang repot ? Kalau tidak bisa memberi aku uang lebih baik kamu diam saja mas. Aku ingin bahagia dengan caraku sendiri, karena aku mempunyai suami yang tidak berguna." Seru nadin sambil berjalan memasuki rumah tanpa menghiraukan rendra.
Rendra mengepalkan tangan menahan amarahnya, dia sudah bosan mendapat cucian dan hinaan dari Nadin. Tapi mau bagaimana Nadin masih sah istrinya. Diapun menjadi ragu akankah terus mempertahankan Nadin sebagai istri atau melepaskan Nadin seperti permintaan ibunya.
Jika Rendra menceraikan Nadin, berarti dia sudah gagal tiga kali menikah . Dan jika dia menikah lagi dengan wanita lain belum tentu wanita itu akan menerima keadaan Rendra . Setiap pernikahan pasti menginginkan kehadiran seorang anak dan Rendra tidak bisa memberikannya.
Rendra menyusul Nadin ke kamar ia ingin berbicara dengan nadin dari hati ke hati . Dia ingin nadin berubah menjadi istri yang baik agar rumah tangganya bisa dipertahankan. Rendra sudah tidak mau menikah lagi untuk yang kesekian kalinya, karena dia sadar diri dengan keadaannya.
" Mas tahu kamu belanja pakai uang kamu sendiri Nadin. Maaf Mas belum bisa memberikan apa yang kamu inginkan, tapi tolong janganlah boros . Tabung saja uang kamu dan pergunakan sebaik mungkin. Karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan jatuh miskin. " Ucap Rendra mencoba menasehati nadin.
" Sudahlah mas jangan mengurusi hidupku, urusi saja hidupmu dan hidup ibumu itu. Jika kamu tidak suka dengan caraku lebih baik kita berpisah saja. Lagipula kita menikah selama ini kamu tidak menafkahiku kan ? Apa itu yang dikatakan seorang suami ? Mana tanggung jawabmu mas ? Bahkan kamu tega menjebak aku tidur dengan kakakmu sendiri . Oke aku tidak mempermasalahkan soal jebakan itu lagi , sekarang jika memang kamu tidak suka dengan sikapku, tidak suka dengan caraku memperlakukan kalian lebih baik kita bercerai saja. " Ucap nadin dengan tegas, sebenarnya dia bertahan karena tidak mau menjanda dalam keadaan hamil.
Nadin tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri meskipun hanya urusan ranjang tidak untuk yang lainnya. Nadin memang masih kesel atas perlakuan Rendra dan ibunya yang tega menjebaknya tidur dengan Zainal.
Rendra memeluk Nadine dia tidak mau bercerai dari Nadin. Bukan tanpa alasan dia malu karena sudah beberapa kali gagal menikah dan selalu istri yang menggugatnya cerai.
" Aku tidak mau kita bercerai Nadin. Aku ingin berusaha mempertahankan rumah tangga kita apalagi saat ini kamu sedang hamil anaknya mas zainal. Dan itu semua atas kesalahanku , kesalahan yang sengaja aku perbuat. " Ucap rendra sambil memeluk nadin dengan erat.
" Aku tidak tahu mas , aku ragu mau mempertahankan rumah tangga ini. Kareba rasa cintaku saat ini sudah terkikis, jebakan mu waktu itu berhasil membuat aku membencimu. Aku bertahan karena anak ini, karea aku tidak mau menjanda disaat hamil . Tenang saja nanti setelah melahirkan aku akan mengurus semua perceraian kita . Dan sekarang masalah nafkah aku tidak mempermasalahkannya , tapi jangan takut untuk masalah urusan ranjang aku masih memberikannya, begitupun dengan kamu . Selama masih menjadi suamiku nafkah batin untuk ku tetap kau berikan " Ucap nadin panjang lebar.
Rendra menggelengkan kepalanya , dia tidak mau bercerai dengan Nadin. Dia tahu kekurangannya tapi renda berharap nadin bisa menerimanya . Rendra juga berharap bisa membesarkan anak yang dikandung Nadin bersama-sama. Karena anak itu ada, karena kesalahan Rendra. Rendra yang sengaja menjebak Nadin agar bisa hamil .
**********
__ADS_1