
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Zainal terus berusaha mendekati santi sampai hampir setiap makan siang dia makan dicafe tempat santi bekerja. Namun santi tetap saja mengacuhkannya tanpa mau menemui ataupun menegurnya. Dia sibuk dengan tugasnya sebagai penjaga kasir, sehingga ada alasan untuknya tidak menumui zainal.
Silvia sendiri selaku pemilil cafe sudah memberi izin santi jika dia ingin menemui zainal namun santi tetap saja tidak mau.
" Temui saja san daripada kamu terus diganggu seperti itu " Ucap silvia menghampiri santi di meja kasir.
" Tidak perlu menemui pria itu. Malas aku Silvia, yang ada sekali ditemui dia akan terus datang dan menggangguku. Biarkan saja dia terus menunggu seperti itu, nanti kalau jam istirahat kantornya habis dia juga bakalan pulang kok. " Seru santi menolak menemui zainal.
" Iya juga sih. Ya sudah saya mau masuk keruangan saya dulu, pastikan jangan sampau zainal itu membuat keributan di cafe. Nanti pelanggan bisa terganggu, bisa - bisa dia diseret paksa keluar sama satpam" Ucap silvia mengingatkan santi.
Santi mengangguk sambil mengacungkan cempol tangannya. Santi yakin jika zainal tidak akan berani buat keributan karena sebelumnya dia sudah mengancam zainal jika dia berulah akan melaporkan kepolisi dan membiarkan dia mendekam di sel jeruji besi.
Selesai makan zainal menuju meja kasir untuk membayar tagihan makanannya dan temannya. Zainalpun meminta waktu untuk bicara dengan santi tetapi santi tidak mau , beralasan di sibuk. Pada kenyataannya santi memang sibuk karena ini jam makan siang, belum waktunya jam gantian dia untuk istirahat.
" Ayolah sayang, mas mau bicara sebentar saja " Seru zainal memohon.
" Maaf aku tidak bisa. Apa kamu tidak melihat aku sibuk begini mas. Kalau kamu mau bicara datanh saja kerumah saat aku libur, disana juga kamu bisa bertemu dengan kedua anakmu. Mereka itu anak - anakmu tetapi sama sekali kamu tidak perduli, nafkah saja tidak kamu berikan . Sudah sana lebih baik mas pergi dari sini karena dibelakang mas ada antrian mau bayar " Seru santi dengan tegas.
Hhhuuuffffff
Helaan nafas zainal terdengar berat, dia gagal lagi untuk mengajak santi bicara. Ditambah antrian dibelakangnya memang sudah tidak sabar lagi, daripada ribut dan santi lebih marah akhirnya diapun memilih pergi dan menjauh dari meja kasir.
Zainal pergi dari cafe dengan kedua temannya mengendarai mobil milik temannya, dia sangat berharap ingin sekali bisa rujuk dengan santi. Dia akan mencoba memperbaiki diri agar santi mau kembali dengannya. Selama ini dia masih menyimpan rasa sayang nya untuk santi, tetapi santi cuek dan seakan tidak perduli dengannya.
" Zainal, mantan istrimu masih belum mau rujuk dengan mu ?" Tanya teman zainal.
__ADS_1
" Belum, aku menyesal sekali dulu pernah menghianatinya dan perhitungan dengan mantan istriku itu. Aku bingung harus bagaimana lagi mengambil hati mantan istriku. " Ucap zainal dengan wajah tertunduk lesu.
" Sabar, kamu harus lebih giat lagi mendekati mantan istrimu itu. Kamu koreksi diri, hal apa yang dia tidak suka dari diri kamu, coba diperbaiki. Kamu jangan pelit sama istri kamu tapi royal dengan teman kamu. Sebelum mengajak rujuk lebih baik kamu perbaiki diri dulu " Ucap teman zainal yang bernama bambang.
Zainal diam dan mencoba merenungkan apa saja yang memang salah pada dirinya. Dia tahu betul jika selama ini dia sudah pelit dengan anak dan istrinya, bahkan dia tidak mau menafkahi anaknya semenjak santi dan kedua anaknya keluar dari rumah.
" Ehh... Nal katanya kamu sedang mengajukan pinjaman dikantor ya ? Menejer seperti kamu uang 50 juta saja kok harus pinjam kantor sih Nal. Apa kamu tidak ada tabungan , secara gaji menejer itu besar loh Nal. Mana kamu tidak punya mobil juga , rumah juga sudah punya. Lari kemana uang kamu itu Nal ?" Tanya teman zainal yang sedari tadi fokus dengan setir mobilnya.
* Benar juga yang dikatanan Doni ini, lari kemana ya uang ku ini ?. Apa karena selama ini aku pelit dengan anak istri dan ibuku jadi uang ku mudah habis. Padahal hanya nongkrong dengan teman - teman sekolah ku dulu, tapi kenapa cepat habisnya * Gumam zainal membenarkan perkataan Doni.
" Aku butuh uang lebih " Jawab zainal mencoba menutupi sebuah kebenaran jika dirinya pelit.
" Sepertinya hari ini pinjaman kamu itu sudah bisa keluar. Tadi pihal keuangan sudah meng ACC pinjaman kamu " Seru teman zainal yang bernama bambang .
Zainal mengangguk dengan mengulas senyum lega karena pinjaman itu akhirnya sudah bisa di Acc dan segera mungkin dia akan memberikan kepada rendra sebagai bentuk bayar hutangnya terdahulu. Hari ini juga zainal dan teman - temannya menerima gaji.
* Aku harus menabung karena anak - anakku tetap tanggung jawabku. Mereka butuh biaya besar untuk sekolah, aku mau kelak kiki dan koko bisa hidup sukses dan berpendidikan . Tabunganku selama ini hanya segini - gini aja, sampai aku harus meminjam kekantor untuk bayar hutang ke rendra * Gumam zainal dalam hatinya sambil mengecek saldo tabungannya yang hanya sekitar 27 juta saja.
Zainal mengutak atik ponselnya dan mengetik uang sebesar 5 juta dan mengirimnya ke rekening atas nama Santi andriani.
" Sudah jangan melamun. Jika kamu mau berubah pasti apa yang kamu inginkan bisa terlaksana " Ucap Doni memberikan zainal semangat.
" Tapi susah Don. Santi selalu menolak saat aku ajak bicara, bahkan bahasanya selalu ketus. Dia benar - benar tidak mau lagi untuk rujuk. Mungkin luka yang aku torehkan sangat dalam sehingga dia masih merasakan sakit. " Ucap zainal dengan wajah penuh rasa penyesalan.
Hhuuuuffff.... Doni hanya bisa menasehati saja tidak bisa merasakan apa yang saat ini dirasakan oleh zainal. Sebagai teman doni dan bambang hanya bisa memberikan saran untuk zainal. Sebenarnya dilingkungan kerjanya zainal itu orang yang baik, cekatan dan cerdas bahkan dia juga orang yang royal. Tapi doni dan bambang tidak tahu kenapa dengan anak istrinya zainal pelit dan perhitungan.
" Sudahlah yang penting kamu terus berusaha. Coba dekati anak - anak kamu, ambil hati mereka dan sayangi dan cintai mereka dengan tulus " Ucap doni lagi.
" Akan aku coba " Jawab zainal.
Sementara itu saat ini santi memang sudah mendapat giliran istirahat makan siang. Saat ada notif pesan masuk diponselnya dia langsung membukanya, santi terkejut ada pesan dari banking uang masuk sebesar 5 juta dari rekening pengirim bernama Zainal .
" Mas zainal mengirim uang sebanyak ini buat apa ? Masak dia sadar karena tadi aku sindir soal nafkah anak - anak. Tapi tumben uang ini banyak banget, biasanya juga kalau ketemu anak - anak tidak lebih dari 200 saja" Ucap santi sambil mengunyak makananannya.
__ADS_1
" Kenapa mbak santi ?" Tanya teman santi.
" Ehh.. Tidak apa - apa Rin. Ini kok tumben saja mantan suamiku kirim uang banyak , ini pertama kali loh dia kirim uang dan langsung banyak begini. Aku sampai kaget, apa kira - kira dia salah kirim ya Rin ?" Seru santi.
" Kalau kata rina sih tidak mungkin mbak. Sepertinya mantan suami mbak samti itu serius mau rujuk mbak, apa mbak santi tidak mau rujuk dengan mantan suami mbak .?" Tanya rina.
Santi langsung menggeleng dengan yakin, sebab untuk saat ini dia tidak ada keinginan untuk rujuk dengan zainal ataupun menikah dengan pria lain. Dia masih ingin sendiri , lagipula selama berpisah anak - anaknya tidak ada yang menanyakan keberadaan ayahnya. Awal - awal memang bertanya tapi sekarang mereka seolah lupa dengan sosok zainal. Jika bertemupun hanya biasa saja, tidak ada histeris bahagianya.
" Aku belum mau menikah maupun rujuk dengan mantan suami Rin. Rasanya sakit hati ini belum hilang, aku tidak tahu bisa rujuk atau tidak. Tapi untuk sekarang aku lebih memilih sendiri " Ucap santi .
" Memang anak - anak mbak tidak membutuhkan sosok ayah ? " Tanya rina lagi.
" Mereka tidak dekat dengan ayah nya Rin. Hanya sesekali saja mereka bareng itupun dulu saat aku pergi atau memang ada acara. Sebenarnya kasihan sih melihat anak seusia mereka harus terpisah dari ayahnya, tapi mau bagaimana lagi. Memang ini sudah jalan yang terbaik, yang pasti anak - anak tetap mendapatkan kasih sayang yang utuh " Ucap santi lagi.
Rina hanya menyimak apa saja yang dikatakan oleh santi , dia yang belum ada pengalaman berumah tangga tidak mau banyak berkomentar. Apalagi memang dia belum menikah dan baru bertunangan saja.
Selesai makan santi mencoba mengirim pesan kepada zainal menanyakan perihal yang 5 juta yang dikirim zainal.
[ Itu uang apa ? Apa kamu salah kirim mas ?] Tulis santi dan langsung mengirimnya.
Hanya menunggu beberapa menit saja pesan santi langsung dibalas oleh zainal.
[ Itu nafkah dariku untuk anak - anak. Maaf jika selama ini aku sudah mengabaikan anak - anak. Salam untuk anak - anak akhir pekan nanti aku akan menemui mereka ]
[ Tidak kebanyakan ? ]
[ Tidak, itu sudah haknya anak - anak. Mulai bulan ini dan seterusnya aku yang akan menafkahi anak - anak. Maaf kalau aku baru sadar sekarang jika anak - anak tetap tanggung jawabku. ]
[ Terimakasih mas. Iya itu memang sudah kewajiban kamu menafkahi kamu. Aku seperti ini bukan untuk memanfaatkan anak - anak. Tetapi agar kamu tidak semakin berdosa dengan melupakan kewajibanmu ]
[ Iya aku paham. Terimakasih ]
[ Sama - sama ]
__ADS_1
Santi memasukan ponselnya dalam kantong celananya dan kembali lagi dimeja kasir karena jam istirahat sudah habis.
**********