Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Menjodohkan Zainal


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Zainal pulang dari rumah sakit sudah sangat sore karena dia tadi harus mengantarkan Santi untuk pulang terlebih dahulu. Saat Zainal sampai di halaman rumahnya dan mesin motor baru dimatikan, tiba-tiba Ibu Ratri datang menghampiri Zainal dan mengajaknya untuk ke rumahnya. Ada hal yang ingin Ibu Ratri bicarakan dengan Zainal.


Sebenarnya Zainal malas untuk ke rumah ibunya, apalagi bicara dengan ibunya. Yang ibunya bicarakan pasti soal pernikahannya dengan Santi. Zainal tidak mau sang Ibu mengacaukan segalanya yang sudah dia persiapkan dengan bantuan Bagas dan Anisa.


Namun Zainal tidak ada pilihan lain selain mengikuti ajakan ibunya untuk ke rumahnya. Kebetulan Zainal memang ingin membicarakan sesuatu juga dengan ibunya, soal wanita yang bernama Nira yang beberapa hari yang lalu pernah dia kenalkan kepada Santi. Dan baru sore ini Zainal akan membahas masalah itu.


Namun saat sampai ruang tamu rumah ibunya, Zainal terkejut dengan seorang wanita yang saat ini duduk manis di sofa ruang tamu. Zainal menyakini jika wanita itulah yang bernama Nira.


" Siapa dia bu ? Dan kenapa ada dirumah kita ? Apakah dia ini saudara kita atau teman ibu?." Tanya Zainal pura - pura tidak tahu. Padahal dia sangat yakin jika perempuan itu adalah wanita yang bernama Nira.


" Emm... Zainal kenalkan ini Nira. Nira ini pemilik salon yang besar dan terkenal ituloh Nal. Dia ini dulu teman arisan ibu, dan ternyata dia ini juga teman Nadin. Dia juga sudah lama mengagumi kamu, dia tahu kamu dari sosial media Nadin. Nadin mengunggah foto-foto pernikahannya dan kebetulan ada foto kamu sama mereka juga. Setelah tahu kamu sudah menduda, Nira mencoba ingin mendekati kamu." Ucap ibu Ratri dengan panjang lebar.


" Terus ? Maksud ibu bagaimana ya ?" Tanya Zainal pura - pura tidak tahu agar ibunya tidak curiga jika Santi sudah menceritakan soal Nira.

__ADS_1


" Emm.. Ibu berniat menjodohkan kamu dengan Nira. Bagaimana? Pilihan ibu tidak salah kan Zainal ? Dia cantik dan kaya. " Tanya ibu Ratri dengan penuh percaya diri, seakan dia yakin jika Zainal akan menerima rencananya dengan baik.


Terlihat Zainal membuang nafas dengan kasar. Ingin sekali dia menghilang dari hadapan ibunya, bila perlu dia juga ingin menghilangkan fikiran ibunya yang buruk itu. Dimana fikirannya hanya uang dan uang, memandang semua orang dengan uang. Mungkin dia berfikir hanya dengan uang dia bisa membeli kebahagiaan anak - anaknya.


Zainal mencoba menahan dirinya agar tidak marah dengan ibunya. Bagaimanapun Zainal masih punya rasa sayang dan hormat terhadap ibunya. Zainal melirik sekilas wanita yang bernama Nira, wanita itu mengulas senyum manis kearah Zainal.


" Bu, aku 5 hari lagi akan menikah dengan Santi dan semuanya sudah aku persiapkan. Akupun sudah memberitahu ibukan jika aku akan menikah dengan Santi. Apa ibu lupa ? Jadi maaf aku secara terang - terangan menolak wanita yang bernama Nira untuk ibu jodohkan kepadaku." Ucap Zainal dengan tegas.


Jdddeeerrrr


Wajah Nira seketika itu langsung memerah , baru kali ini ada seorang pria yang secara terang-terangan menolak dirinya. Padahal selama ini di bisa mendapatkan lelaki manapun asalkan uang dia gunakan untuk menarik perhatian sang lelaki.


Namun ternyata berbeda dengan Zainal. Zainal justru menolaknya secara mentah-mentah. Bahkan Zainal sudah berencana menikah dengan wanita yang bernama Santi, yang menurut Nira sama sekali tidak selevel dengan dirinya. Yang ternyata pekerjaan Santi hanya sebagai kasir di salah satu Cafe.


" Aku menyayangi Santi dan aku mencintai Santi, diantara kami juga sudah ada dua orang anak. Jadi Ibu tidak perlu menanyakan apa alasanku untuk menikahi Santi. Lagi pula santai itu pilihanku, aku berhak menentukan kebahagiaanku sendiri. Aku tidak masalah Santi orang miskin, tah aku bisa menafkahi Santi." Ucap Zainal bicara dengan tenang sehingga membuat ibunya semakin kesal .


Nafas Ibu Ratri terlihat tersengal-sengal dan wajahnya memerah karena menahan amarahnya. Tidak mungkin dia berkata kasar di hadapan Nira sang calon menantu pilihannya untuk Zainal. Nira sendiri masih terlihat diam, dalam hatinya dia merutuki kebodohan Zainal yang lebih memilih Santi ketimbang dirinya. Padahal dia juga sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk ibu Ratri.


" Maaf Nira, kamu boleh berteman dengan ibuku. Tapi tolong jangan pernah kamu ganggu hidupku dan rumah tanggaku dengan Santi. Jila suatu saat aku tahu kamu masih mengancam istriku kamu akan berhadapan langsung denganku. Dan aku tidak segan-segan menyeretmu ke kantor polisi." Ucap Zainal dengan tegas tidak ada sedikitpun keraguan dalam kata-katanya.


" Emmm... Maksudnya apa ya Mas Zainal? ancaman apa yang kamu maksud." Tanya Nira pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


" Kamu kira aku tidak tahu jika kemarin kamu menawarkan sejumlah uang untuk Santi dan memintanya untuk menjauhiku. Tidak semudah itu Nira, bagaimana jika kamu sendiri yang ada di posisi Santi. Apa yang akan kamu lakukan? Bertahan atau menerima uang yang kamu tawarkan itu, lalu merelakan cintamu harus kandas begitu saja?." Ucap Zainal semakin membuat Nira terpojok.


* Kurang ngajar berarti Santi sudah cerita kepada Zainal jika kemarin lusa aku menemuinya bersama Nira. Dasar wanita tidak tahu diri ,dikasih hati bukannya mengerti tapi justru semakin menyakiti. Lihat saja kamu Santi, aku tidak akan pernah membiarkan hidup kamu bahagia bersama Zainal.* Gumam Ibu Ratri dalam batinnya.


Melihat perdebatan yang semakin rumit membuat Nira semakin tidak nyaman berada di tengah-tengah keluarga itu. Akhirnya Nira pun memutuskan untuk segera pulang agar tidak semakin dipermalukan oleh Zainal.


" Bu, lebih baik aku pulang dulu ya? Aku tidak mau membuat Mas Zainal semakin marah dan salah paham. Padahal kemarin aku bicara seperti itu sama Santi juga punya niatan baik, agar Santi mempunyai biaya untuk anak-anaknya dan menyerahkan mas Zainal untukku. Apa aku salah jika menginginkan mas Zainal untuk menjadi suamiku?." Tanya Nira meminta jawaban kepada Ibu Ratri.


" Kamu tidak salah kok Nira. Kamu itu menantu pilihan Ibu. Baiklah kalau begitu kamu pulang saja dulu ya, nanti selanjutnya Ibu akan mengabari kamu. Ibu pastikan kamu pasti akan menikah dengan Zainal." Ucap Ibu Ratri sembari melirik Zainal yang hanya melengos begitu saja.


Akhirnya Nira pun pulang dan meninggalkan rumah Ibu Ratri. Setelah Nira pulang Zainal pun bangkit dari duduknya dia ingin pulang ke rumahnya sendiri namun masih ditahan oleh ibu Ratri.


" Apa kamu mau benar-benar Ibu coret dalam kartu keluarga Zainal." Tanya ibu Ratri ingin tahu jawaban Zainal langsung hari ini.


" Loh apa Ibu lupa bukannya Zainal memang sudah tidak ada dalam kartu keluarga Ibu ?. Zainal pun sudah punya kartu keluarga sendiri jadi untuk apa Zainal takut bu." Jawab Zainal dengan santainya.


" Berarti kamu memang sudah tidak menghargai Ibu lagi Zainal?. Kamu lebih memilih Santi daripada ibu kamu, kamu mau benar-benar tidak Ibu anggap sebagai anak lagi. Kamu itu anak yang durhaka zainal, kamu rela membangkang seperti ini hanya demi wanita seperti Santi? Lihat saja ibu akan mengupayakan segala cara agar kamu bisa menikah dengan Nira, kalau kamu menikah dengan santi ibu akan memilih mati saja Zainal. " Ucap Ibu Ratri mengancam Zainal.


" Oh silakan saja Bu mungkin dengan ibu mati semuanya akan aman. Hidup Zainal, hidup Rendra dan hidup Bagas akan lebih bahagia. Karena itu pilihan Ibu , ya silakan saja kami tidak akan menghalangi Ibu. Oh iya apa Ibu tahu saat ini Nadin ada di rumah sakit? Pasti Ibu sudah tahu dong, dan Rendra pasti sudah mengabari ibu. Kenapa Ibu tidak kesan? Ibu tidak kasihan melihat Nadin yang keguguran? Bukankah itu cucu yang ibu tunggu-tunggu ? Hanya demi menyelamatkan Rendra, Ibu relakan menjebakku dengan Nadin. Itu semua hanya demi ambisi ibu dan Rendra." Ucap Zainal lalu berjalan keluar meninggalkan Ibu Ratri yang masih terdiam.


Ibu Ratri tersenyum sinis, akhirnya qpa yang diharapkannya terjadi juga. Nadin keguguran dan tidak ada lagi tanggung jawab Zaina kepada Nadin ataupun anak yang ada dalam kandungan Nadin, sebab anak itu sudah hilang alias meninggal. Dan satu lagi yang membuat Ibu Ratri marah dan geram. Soal ancamannya yang memilih untuk mati ternyata Zainal sama sekali tidak takut dan justru mengiyakan ancamannya itu.

__ADS_1


* Anak tidak tahu diuntung kamu Zainal. Menyesal dulu aku selalu menomor satukan kamu.* Gumam ibu Ratri dalam batinya.


*********


__ADS_2