
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Mas riko bangun , kepalaku pusing banget mas. Tolong ambilkan aku air hangat mas " Ucap anisa terbangun sekitar jam 3 pagi.
Riko yang tubuhnya terus digoyang - goyangkan anisa akhirnya terbangun dengan mata yang masih lengket dan sangat mengantuk. Riko mengucek matanya dan membenarkan posisi duduknya.
" Emm... Ada apa sayang ?" Tanya riko dengan wajah yang masih sangat mengantuk.
" Mas tolong ambilkan aku air hangat ya, kepalaku tiba - tiba pusing dan tubuhku lemas banget. Sepertinya aku masuk angin karena semalaman tidur tidak pakai baju, mana AC nya juga kenceng banget. " Ucap anisa sedikit tersenyum.
Semalam riko dan anisa memang berolah raga sampai kelelahan , anisa sampai tidak sempat memakai baju . Hanya bergelung selimut tebalnya, riko sendiri hanya memakai celana boxernya tanpa memakai kaos lagi.
" Iya sayang tunggu mas pakai baju dulu. Mas buatkan teh hangat saja ya " Ucap riko sambil memakai celana dan kaosnya yang berserak dilantai.
" Iya mas " Jawab anisa dengan pelan.
Riko keluar kamar dan turun kelantai bawah untuk membuatkan anisa teh hangat. Saat riko turun kedapur, anisa pelan - pelan turun dan masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Anisa mandi menggunakan aie hangat , namun saat dia sedang mandi tiba - tiba perutnya terasa sangat mual.
" Ada apa sih, apa karena semalam aku makan sambal terlalu banyak jadi sekarang mual begini. Tapi semalam bik marni tidak masak sambal. Aku lanjutkan mandiku saja dengan cepat agar aku bisa segera berbaring lagi " Ucap Anisa pada dirinya sendiri.
Saat riko masuk kamar dia tidak mendapati anisa, tetapi dia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi, berarti anisa ada dikamar mandi. Dia meletakkan teh panas diatas nakas samping tempat tidur dan duduk dipinggir ranjang menunggu anisa keluar dari kamar mandi.
Ceklekkk....
Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah anisa hanya menggunakan handuk sebatas paha saja. Melihat pemandangan didepannya membuat riko menelan salivanya sendiri, tiba - tiba jiwa kelakiannya muncul. Namun saat ini anisa sedang tidak enak badan, riko tidak mau membuat anisa semakin sakit.
" Kamu mandi sayang ?" Tanya riko yang tahu rambut anisa basah seperti habis keramas.
" Iya mas, kepalaku pusing banget. Aku juga mandi pakai air hangat kok mas, mas kalau mandi ya mandi saja. Nanti saat sholat subuh tidak perlu mandi lagi, tinggal wudhu saja" Ucap anisa lalu mencari baju ganti dan segera memakainya.
Selesai memakai baju, anisa mengambil teh yang sudah dibuatkan oleh riko dan meminumnya. Anisapun kembali berbaring dikasur, riko menyelimuti anisa dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Namun baru saja selimut menutupi tubuh anisa, tiba - tiba anisa turun dari ranjang dan buru - buru lari kekamar mandi.
Hooeeekkkk Hoeeekkk Hooekkkk
Anisa memuntahkan semua isi perutnya, sampai mulutnya terasa sangat pahit. Riko kebingungan apa yang harus dialakukan. Melihat anisa yang terus muntah membuat riko semakin bingung dan khawatir terjadi sesuatu dengan anisa.
__ADS_1
" Sayang kamu kenapa ? Apa tehnya tidak enak?" Tanya riko sambil memijit belakang leher anisa dengan pelan.
" Mas, tolong bantu aku keranjang lagi. Badanku sangat lemas mas, aku tidak apa - apa kok mas. Mungkin aku benar masuk angin ini mas " Ucap anisa dengan suara sangat pelan.
" Iya sayang. Sini mas gendong saja. " Ucap riko lalu mengangkat tubuh anisa dan membawanya berbaring diatas kasur.
Riko membalurkan minyak angin di perut dan telapak kaki anis yang terasa dingin. Riko merasa bersalah karena dia membiarkan anisa tidur tanpa baju sampai pada akhirnya anisa harus sakit seperti ini. Dengan pelan - pelan riko memijit kaki anisa, anisa merasa nyaman saat perutnya dibalur minyak angin dan riko memberikan pijitan kecil pada kakinya.
" Maafkan mas ya sayang, gara - gara mas kamu harus sakit begini. " Ucap riko merasa bersalah.
" Mas riko tidak salah kok mas. Justru anisa berterimakasih karena mas riko sudah membantuku dan mau aku repotkan , padahal ini masih malam mas terpaksa harus bangun " Ucap anisa merasa tidak enak karena sudah mengganggu istirahat suaminya.
" Mas ini suami kamu sayang, Mas sama sekali tidak merasa di repotkan. Sekarang kamu tidur saja lagi, satu jam subuh. Nanti mas bangunkan untuk sholat subuh " Ucap riko sambil mencium kening anisa dengan mesra dan lembut.
Anisa tersenyum lalu menganggukan kepalanya. Rasa mualnya sudah mulai menghilang, namun lemas tubuhnya masih saja. Anisa merasa aneh dengan tubuhnya, sudah berhari - hari anisa memang sering merasakan tiba - tiba pusing dan bada lemas. Anisa mengira dirinya hanya anemia sehingga dia hanya meminum obat yang dia beli di apotik.
* Apa lebih baik aku kedokter saja ya,biar tahu aku ini sakit apa. Sudah 3 hari aku merasa tiba - tiba pusing dan lemas, bahkan ini disertai mual dan muntah. Lebih baik besok aku kedokter saja tetapi jangan sampai mas riko tahu nanti dia bisa khawatir * Ucap anisa pada dirinya sendiri.
Mata anisapun kembali terpejam dan dia tertidur dengan nyenyak. Riko sendiri memilih mandi karena dia juga harus mandi besar terlebih dahulu, selesai mandi di masjid komplek sudah mulai terdengar suara orang mengaji pertanda subuh sudah mau tiba.
********
Pagi ini anisa tidak diizinkan riko untuk berangkat kekantor karena riko mau anisa istirahat dirumah terlebih dahulu. Anisa mengiyakan perintah sang suami, sebab dia memang sudah mengabari sang kakak jika dia tidak bisa ikut meeting dengan investor dari luar kota dengan alasan kurang enak badan.
" Loh mbak anisa mau kemana ? Kan pak riko bilang kalau mbak tidak boleh kekantor, mbak disuruh istirahat." Ucap bik marni.
" Anisa tidak kekantoe kok bik, ada yang harus anisa beli. Tidak sampai jam makan siang anisa sudah pulang kok. Oh iya bik, siang nanti tolong masakin sayur asam , sambal terasi sama ayam dan ikan asin goreng. Panas - panas makan pakai sayur asam enak banget bik. " Ucap anisa sambil membayangkan nikmatnya makan sayur asam buatan bik marni.
" Baiklah mbak nanti bibik masakin sayur asam yang mantap untuk mbak anisa. " Ucap bik marni sambil mengacungkan dua jempol tangannya.
Anisapun mengendarai mobilnya menuju rumah sakit, setelah 35 menit perjalanan akhirnya anisa sudah sampai di halaman rumah sakit. Anisa segera mendaftarkan diri ditemat pendaftaran, saat mendaftarkan diri anisa diminta untuk menyampaikan keluhan - keluhannya dan anisapun menyampaikan keluhannya dengan jujur.
" Baiklah terimakasih ibu, ini kertasnya nanti diserahkan sama dokternya. Ibu silahkan menunggu di Ruangan Obgyn nanti nama ibu akan dipanggil, kebetulan dokternya sebentar lagi masuk jam prakteknya " Ucap salah satu petugas pendaftaran dengan ramah.
Namun anisa heran kenapa dia darahkan di dokter Obgyn, padahal dia tidak hamil. Dia hanya merasa seperti orang yang anemia saja.
" Kok Obgyn ya mbak ?" Tanya anisa.
" Nanti biar dokter yang menjelaskan ya bu " Jawab petugas masih dengan senyum ramahnya.
Anisapun hanya menurut dan mengangguk saja. Diapun menuju ruangan prakter dokter Obgyn sesuai yang tertera pada kertas pendaftarannya. Saat anisa sampau depan ruang praktee dokter kandungan, disana sudah ada 3 orang yang mengantri dan dokter serta assistennya juga baru saja masuk ruangan.
__ADS_1
Aniaa duduk disamping ibu- ibu yang sedang hamil besar. Ibu itu tersenyum kearah anisa dan anisa membalas nya dengan ramah.
" Sudah berapa bulan bu ?" Tanya anisa membuka obrolan.
" Sudah 7 bulan mbak. Mbak sendiri sudah berapa bulan ?" Tanya ibu itu balik tanya.
Anisa bingung mau menjawab apa, karena dia memang tidak sedang hamil. Akhirnya anisa memberi jawaban yang masuk akal dan hanya itu saat ini yang terlintas difikirannya.
" Baru mau periksa bu " Ucap anisa dengan ramah.
" Ohh... Semoga hasilnya positif ya mbak. " Ucap ibi itu dengan ramah.
" Aamiin " Jawab anisa dengan senyum mengembangnya.
Anisa dan ibu yang diketahui bernama yeni itupun mengobrol panjang lebar seputar kehamilan. Anisa merasa tertarik membicarakan soal kehamilan,hitung-hitung pelajaran gratis. Setiap wanita pasti akan mengalami kehamilan dan menjadi seorang ibu.
" Ibu Yeni" Perawat memanggil ibu yeni.
Ibu yeni itupun masul ruang pemeriksaan dan meninggalkan anisa, tanpa anisa sadari ternyata disamping anisa sudah ada beberapa ibu hamil yang ikut mengantri. Ada yang ditemani suaminya dan ada juga yang memang datang sendirian. Terlalu asik mengobrol dengan ibu yeni sampai tidak memperhatikan sekitar.
" Ibu Anisa " Suara perawat memanggil anisa.
" Semoga positif ya " Ucap ibu yeni sebelum dia pulang.
" Aamiin terimakasih ya bu atas doanya,semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi. Semoga dede bayinya sehat selalu ya bu " Ucap anisa penuh harap.
Anisa lalu masuk ruangan dokter , padahal dia belum tahu apakah dia hamil atau tidak. Tetapi dia dag dig dug tidak karuan, apalagi saat dia duduk dikursi depan dokter.
" Jadi ibu ini sering pusing lemas ?" Tanya dokter sambil membaca catatan dari pendaftaran tadi.
" Iya dokter " Jawab anisa singkat.
" Sudah telat haid berapa hari bu ?" Tanya dokter dengan ramah.
Anisa diam dan mencoba mengingat - ingat kapan dia terakhir mendapat haid. Diapun baru ingat jika bulan ini belum mendapatkan Haid, padahal sudah lewat 2 minggu dari tanggal biasa dia haid.
" Sekitar 2 minggu bu" Jawab anisa.
" Baiklah sekarang ibu berbaring biar saya periksa" Ucap dokter.
Anisa mengangguk lalu segera bangkit dan berbaring diatas barankar. Dokter yang bername tag Anggun itupun mulai mengoleskan Gel diatas perut anisa dan menempelkan alat Usg dan mencari - cari sesuatu yang ingin dia ketahui.
__ADS_1
*************