Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Agus membuat ulah


__ADS_3

.


.


.


💞 HAPPY READING 💞


" Tolong jangan usir kami Anisa, kami tidak punya tempay tinggal lagi. Tadi kami sudah kerumah ibu ratri tapi kami juga di suruh pulang. Tolonglah sekali ini saja, selama ini akukan tidak pernah merepotkan mu." Ucap Agus memohon agar anisa tidak mengusir mereka.


Tidak tahu lagi jika anisa juga mengusir mereka dia akab tinggal dimana. Sedangkan uangpun sudah tidak punya. Semua ini karena ulah sang istri yang bergaya hidup selalu mewah dan suka berkumpul dengan teman - teman sosialitanyanya. Ikut arisan sana sini tapi uang hasil menggadadaikan rumah dan akhirnya rumah itupun diambil opeh rentenir .


" Enak saja mau tinggal disini. Aku tidak perduli kalian mau tinggal dimana ,yang pasti saat ini juga aku minta kalian berdua pergi dari sini !" Bentak anisa dengan lantang.


Erni tidak terima atas pengusiran yang dilakukan oleh anisa bahkan anisa menggunakan kata - kata keras dan membentak dengan lantang. Erni merasa terhina dengan pengusiran anisa. Erni mendekati anisa dan menjambak anisa,akhirnya terjadilah jambak menjambak antara anisa dan erni.


" Dasar wanita sombong,jangan mentang - mentang kaya kamu seenaknya mengusir kami. Rumah ini besar dan kamarpun banyak apa susahnya membiarkan kami tinggal disini. Dasar OKB pelit, sombong rasakan ini." Seru erni terus menyerang anisa.


" Lepaskan ! Lepas... Dasar perempuan gila kamu. " Ucap anisa memaku erni.


Bik marni yang melihat anisa diserang hanya bisa menjerit , akhirnya suaminya dan pak burhan datang menghampiri.


" Ya Allah.. Kenapa ini. ?" Tanya suami bik marni.


" Dasar suami gila, bukannya melerai malah membiarkannya saja!" Bentak pal burhan kearah agus.


" Biarkan saja wanita sombong dan pelit ini mendapat pelajaran dari istriku. Jika kalian mendekat aku tidak segan - segan menghantamkan gelas ini kekepala majikan pelitmu ini. " Ucap agua mengancam dengan memegang gelas.


Pak burhan dan suami bik marni tidak bisa berbuat apa-apa, jika mereka bergerak mendekat takut jika agus memukulkan gelas itu kekepala anisa.


" Bik telepon mas abi " Bisik pak burhan.


Bik marni mengangguk, namun dia tidak menghubungi abi hanya mengirim pesan singkat saja. Agar agus tidak mengetahui jika bik marni meminta pertolongan.

__ADS_1


[ Mas abi, tolong cepat kerumah. Mbak anisa dalam bahaya, saudara tiri rendra ada disini ]


Melihat erni yang lengah, anisa menginjak kaki erni sampai erni mengaduh kesakitan dan melepaskan cengkramanya pada rambut anisa. Anisa langsung berlari kearah pak burhan dan berlindung di balik badan pak burhan.


" Aaoouuww... Kaki ku sakit mas. Sialan. !" Seru erni kesakitan.


Bagaimana tidak sakit jika anisa menginjaknya menggunakan sepatu hak tingginya. Anisa memang belum melepas seatunya. Melihat istrinya kesakitan dan kakinya membiru membuat agus murka, agus memukulkan gelas kelantai sampai gelas itu pecah dan tajam.


" Jangan gila kamu Agus, itu tajam dan bisa melukai kami. Kamu segera pergi dari rumahku karena aku tidak mau kamu tinggal dirumah ku. " Ucap anisa tetap mengusir agus.


" Dasar wanita sombong. Dalam keadaa seperti ini masih saja kamu angkuh. Baiklah aku akan pergi dari sini dan tidak akan melukai kalian , tapi dengan syarat berikan uang 50 juta . " Ucap agus mengajukan sebuah syarat.


" Aku tidak akan pernah memberikan uang sepeserpun. Jangan mimpi ! Dasar benalu,bisanya cuma mengandalkan orang lain dan berhutang. Gaya elite tapi ekonomi sulit. " Ucap anisa kesal.


Agus semakin marah dan mendekati anisa lalu berusaha melukainya. Namun dengan sigap dihalau oleh pak burhan. Dan pecahan gelas itu menggores tangan pak burhan sampai mengeluarkan darah.


" Ya Allah pak burhan. " Teriak anisa dengan cemas.


Dari arah depan datang abi dan rendra beserta pak iwan secara bersamaan. Sepertinya abi tadi langsung menghubungi rendra, mereka datang disaat yang tepat. Rendra dan abi langsung mengamankan agus , agus berontak namun tenaganya kalah karena dua orang yang memeganginya.


" Anis cepat kamu hubungi polisi dan segera obati tangan pak burhan bila perlu bawa kerumah sakit " Ucap abi dengan tenang.


" Bibik sudah menghubungi polisi mbak. Mereka masih dalam perjalanan. " Ucap bik marni memberitahu.


Rendra memandang kearah anisa dan anisa hanya membuang muka. Meskipun rendra sudah membantu mengamankan agus, anisa tidak akan pernah lupa ucapan dan perkataan rendra siang tadi saat dikantor riko sampai pada akhirnya rendra dipecat.


" Tolong jangan laporkan suami ku kepolisi , kalau dia dipenjara aku bagaimana?" Tanya erni memangis ketakutan.


" Kamu juga akan dipenjara karena tadi kamu sudah menganiaya aku sampai pipiku memerah dan kepalaku sakit begini. Lihat gara - gara kamu rambutku juga berantakan " Ucap anisa dengan kesal.


" Diam kamu erni ! Kenapa kalian jadi seperti ini ? Kurang apa selama ini bapak sama kalian berdua , rumah sudah bapak berikan. Sawahpun sudah bapak berikan, bagian megapun kalian mau menguasainya! Dasar tamak kalian " Ucap pak iwan dengan lantang.


Pak iwan benar - benar malu dengan kelakuan anak dan menantunya itu. Bekerja malas tetapi hidup mau bergaua mewah. Mungkin pak iwan memang salah karena dari dulu dia sudah memanjakan agus dengan segala hal. Sehingga agus tumbuh menjadi orang yang tamak.

__ADS_1


" Permisi, selamat siang " Ucap ketiga polisi yang datang kerumah anisa.


" Siang pak. Tolong bawa orang ini ke kantor polisi pak, nanti kami akan memberi ketetangan saat dikantor polisi. Yang jelas orang ini sudah melakukan kejahatan sampai melukai satpam rumah ini. " Ucap abi sedikit menjelaskan.


Setelah melalu proses dan bukti - bukti yang ada polisi menggelandang agus dan istrinya kekantor polisi. Anisa dan abi akan menyusul dengan mobil yang berbeda.


" Pak burhan kita antar kerumah sakit ya ?" Seru abi.


" Tidak usah mas. Ini sudah diobati sama bik marni, lagi pula lukanya tidak parah. Hanya tergores saja , insya allah dalam 3 hari pasti akan sembuh. " Ucap pak burhan.


" Baiklah. Tapi kalau masih saja sakit pak burhan bilang sama saya atau anisa. Pak burhan dan yang lainnya dirumah saja. Aku dan anisa mau kekantor polisi , anisa jangan lupa bawa bukti - bukti yang ada" Ucap Abi dengan serius.


Anisa mengangguk,dia menyiapkan bukti - bukti berupa rekaman CCTV ,foto tangan pak burhan yang terluka. Pecahan gelas yang dipakai melukai pak burhan sudah diamankan oleh polisi.


" Pak, maaf jika kami terpaksa membawa masalah ini kejalur hukum. Karena ini sudah termasuk perbuatan kriminal. " Ucap abi meminta maaf kepada pak iwan selaku orang tua agus.


" Tidak apa - apa nak abi. Saya selaku orang tua agus mint maaf jika anak saya sudah melakukan keonaran disini. Proseslah diasesuai dengan prosedur yang ada, sekalian saja penjarakan itu si erni. Bapak sudah capek menghadapi mereka berdua. " Ucap pak iwan sama sekali tidak keberatan jika agus dan erni dipenjara.


Anisa dan abi hanya menganggukkan kepala , abi tidak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada rendra. Anisa hanya tersenyum tipis saja. Mereka bersama - sama menuju kantor polisi untuk memberikan keterangan kepada polisi.


" Nis, memang benar kamu tadi memecat rendra ?" Tanya abi saat dalam perjalanan. Mereka naik mobil hanya berdua saja, rendra dan pak iwan berboncengan mengendarai motornya.


" Iya mas. Pasti mas riko sudah menceritakan alasan ku meminta mas rendra dipecat" Jawab anisa dengan malas.


" Heemmmm...." Abimana hanya berdehem dengan singkat.


Setelah 25 menit mobil yang di kendarai abi sudah sampai di kantor polisi. Disusul rendra dan pak iwan, mereka bersama - sama masuk kekantor polisi. Namun rendra memilih menunggu diruang tunggu saja, membiarkan pak iwan, anisa dan abi masuk keruangan penyidik.


*********


RATE BINTANG 5 NYA YA KAK. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP.


JANGAN LUPA DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YANG LAINNYA. LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA ❤️❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH. 🙏🙏❤️❤️❤️


__ADS_2