Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Rela melepaskan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Rendra tetap datang dengan membawa sang istri, Anisa. Dia sudah siap jika sang ibu akan memarahinya, begitupun anisa dia tahu pasti acara makan malam itu dibuat untuk mendekatkan diri antara rendra dan erika . Bukan anisa tidak tahu namun erika hanya pura - pura tidak tahu saja jika ibu mertuanya melarang suaminya untuk membawanya ikut serta.


Sampai saat ini anisa masih bisa bertahan menghadapi para benalu yang tak lain adalah keluarga suaminya sendiri. Sebatas ini rendra memang kurang tegas menghadapi ibunya dan keluarganya,namun anisa masih bertahan karena rendra tidak merespon erika dan masih tetap menjadikannya wanita dan istri satu - satunya.


" Padahal tidak ada yang mengundang dia tapi kenapa dia ikut datang kesini sih ?" Gerutu ibu ratri.


Perkataan ibu ratri jelas terdengar di telinga anisa, awalnya anisa hanya diam saja namun saat santi ikut bicara gejolak amarahnya tidak bisa di tahan lagi.


" Biasa bu hanya untuk numpang makan saja. Namanya juga orang kampung bu,dia kan tidak tahu diri. Mungkin tidak pernah di ajarkan sopan santun sama orang tuanya, seharusnya malu tidak di undang tapi datang " Ucap santi milirik sinis anisa yang duduk di samping rendra.


Brakkk


Anisa memukul meja dengan kuat sampai air minum yang ada didalam gelas tumpah bahkan ada yang sampai lolos jatuh kelantai dan gelas itu pecah. Anisa tidak terima saat santi membawa- bawa orang tuanya. Mau dia dikatakan seburuk apapun, anisa tidak masalah tapi jangan pernah membawa orang tuanya.


" Jangan pernah membawa- bawa orang tuaku . Aku tidak akan marah jika kamu mengataiku buruk sekalipun , tapi tolong jangan bawa- bawa orang tua ku. Aku datang kesini atas ajakan suamiku, dia bilang ini makan malam keluarga. Aku ini istri mas rendra jadi wajar kalau mas rendra mengajakku. Bukan nya disini ada orang lain yang datang ? Seharusnya kalau dia berotak dia yang pergi karena ini acara makan malam keluarga. Oh iya santi, apa kamu masih saja sok kaya setelah semua tahu siapa orang tua kamu ? Maaf, bukan menghina tapi orang tuamu kan hanya sopir pribadi . Jadi kurang - kurangi mulut sombong mu itu " Ucap anisa ketus dan menatap tajam santi.


Santi menundukka kepalanya, mungkin dia lupa jika anisa dan yang lainnya sudah tahu jika pekerjaan ayahnya seorang sopir. Semua mata tertuju kearah anisa, malam ini sepertinya acara makan malam berantakan gara - gara mulut santi dan kemarahan anisa.


" Kamu sudah mengacaukan acara makan malam ini. Sekarang lebih baik kamu pergi dari rumahku, aku tidak sudi mempunyai menantu urakan sepertimu. Buat apa kaya kalau tidak tahu sopan santun dan tata krama, lagi pula masih ada hak anakku dirumah dan mobil yang kamu banggakan itu. Tidak mungkin rendra tidak membantumu mengisi peralatan rumah dan mencicil mobil." Ucap ibu ratri penuh percaya diri.


" Jangan mimpi bu, semua yang aku miliki adalah milikku. Jangan gila, gila karena harta !! Dirumah ini semua isinta benalu. Ibu , mas zainal, mbak santi dan keluarga baru ibu itu semua benalu yang tidak tahu diri. !!" Bentak anisa dengan lantang.

__ADS_1


" Anisa !!" Seru rendra dengan lantang.


" Apa mas ? Apa ? Kamu mau marah atau kamu tidak terima dengan kata benalu yang aku sematkan untuk keluarga mu itu ? Kenapa aku bisa bilang mereka benalu ? Itu karena yang ada di otak mereka adalah uang dan uang, dan bagaimana cara mendapatkan uang secara instan. Uang ku memang tidak banyak yang dipakai mereka mas , tapi ada beberapa barang dirumah ini yang dibeli menggunakan uang ku. " Seru anisa dengan berani.


Dia sudah tidak perduli lagi dengan makan malam yang belum selesai, bahkan nasi dipiringnya baru dimakan dua sendok saja.


Rendra langsung terdiam mendengar penuturan anisa, apa yang dikatakan anisa memang benar. Ada beberapa barang yang dibeli pakai uang anisa dengan dalih rendra meminjam uang anisa namun sampai sekarang belum juga dia pulangkan.


" Maksud kamu apa ? Barang mana yang kamu beli ?" Tanya ibu ratri tidak yakin dengan perkataan anisa.


" Kasur yang ada dikamar ibu itu seharga 6 juta, sofa ruang tamu seharga 10 juta, kulkas seharga 3,5 juta dan Televisi seharga 3 juta itu semua dibeli dengan uang tabungan ku bu. Memang dibeli secara bertahap, awalnya aku tidak masalah karena aku juga tinggal disini dan bisa memakainya juga. Tapi makin kesini kalian makin tidak tahu diri. Mas rendra bilang pinjam uang tapi sampai sekarang mana tidak ada uang yang dia kembalikan. Bahkan motor Bagas itupun murni uang ku, serta 6 juta yang dipinjamkan kepada mas zainal untuk beli motor itu juga uang ku. Oh iya mas zainal jangan lupa uang yang 5 juta ditambah 6 juta jadi 11 juta hutangmu dan harus kamu bayar." Ucap anisa merinci semua uang dia yang terpakai selama tinggal dirumah mertuanya.


Rendra semakin menunduk malu, ternyata anisa berani membuka semuanya dihadapan keluarganya. Rasa malu sudah tidak terasa lagi, dulu dia memang meninjam uang tabungan anisa untuk membelikan barang - barang yang diminta ibunya tentunya tanpa sepengetahuan ibunya.


" Kamu pasti bohong !" Tuduh ibu ratri.


" Tanyakan saja sama mas rendra " Ucap anisa sinis.


" Mana bisa hutangku 11 juta, aku kan cuma hutang kamu 5 juta. Yang 6 juta itu hitungan ku dengan rendra, lagi pula rendra sudah mengiklaskan uang itu jadi aku tidak perlu membayarnya lqgi. " Seru zainal seenaknya tanpa tahu cara balas budi.


" Ok tidak masalah, lagipula BPKB motor mas zainal kan ada sama aku jadi kapanpun bisa aku gadaikan motor itu. Lumayan kalau 10-15 juta juga bakal laku itu motor " Ucap anisa tersenyum licik kearah zainal.


" Haaii.... Motor siapa yang mau kamu gadai atau kamu jual itu? Itu motor suamiku dan kamu tidak berhak menjual atau menggadaikannya. !! Dasar adik ipar tidak tahu diri, menyesal juga aku punya ipar seperti mu. Masih bagus erika dimana - mananya, erika baik lemah lembut dan dia juga tidak pelit seperti kamu. Erika ini juga orang kaya, bukan kamu saja yang kaya!! " Seru santi dengan lantang.


Melihat ada yang membanggakannya senyum sumringah terukir dibibir merah meronanya erika. Sepertinya dia sangat bangga saat santi membanggakan dirinya.


" Maaf, saya mau masuk kamar. Kalian selesaikan urusan kalian. Kepalaku pusing melihat pertengkaran yang tidak ada habisnya ini, apalagi makan malam pun kacau begini. " Seru pak iwan beranjak dan berjalan menuju kamar.


" Anisa sudah lebih baik sekarang kita pulang saja " Ucap rendra mengalah.

__ADS_1


" Kamu tidak boleh pulang rendra . Ibu minta kamu ceraikan dia dan kamu menikah dengan erika , selain perhitungan dan kurangajar istrimu ini juga mandul. " Seru ibu ratri dengan ketus.


Deg


Hati anisa terasa sakit dan perih, begitu teganya sang mertua mengatainya wanita mandul. Padahal anak itu juga sudah kehendak dari sang pencipta, anisa dan rendra sudah berusaha namun memang belum dipercaya untuk memiliki anak.


" Ibu seorang wanita seharusnya ibu bisa sedikit menjaga ucapan ibu. Aku tidak mandul bu, tapi memang belum dikasih saja " Ucap anisa dengan mata yang berkaca - kaca.


" Wanita mandul tidak berguna, ibu tidak mau tahu kamu harus menceraikan anisa dan menikah dengan erika. Erika ini sudah jelas bibit, bebet dan bobotnya. Kalau istrimu itukan memang wanita yang lahir dan besar di kampung. " Ucapan ibu ratri semakin menghujam anisa.


" Bu, jangan bicara seperti itu. Anisa itu istriku dan masalah anak kami masih terus berusaha bu. Tolong ibu sabar bu, lagi pula ibu juga sudah punya cucu kiki dan koko kan ?" Seru rendra.


" Mau sabar sampai kapan ? Sampai ibu tidak bernafas lagi ? Ingat rendra ibu ini sudah tua , ibu juga menginginkan cucu dari kamu. Sekarang kamu pilih ibu atau istrimu ini, jika kamu memilih istrimu silahkan kamu pergi dan jangan kembali lagi kerumah ini. Dan mungkin malam ini kamu tetakhir melihat ibu,karena ibu lebih baik mati daripada mempunyai anak yang pembangkang !" Ucap ibu ratri sudah mulai berderai air mata.


Jika sudah menangis seperti itu rendra sudah tidak bisa berbuat apa - apa lagi. Dia paling tidak tega melihat ibunya menangis.


" Bu, tolong jangan begini. Anisa itu istri sah rendra dan tidak mungkin rendra menikah lagi dengan erika..Erika itu hanya masalu rendra bu, tolong mengertilah bu. " Ucap rendra mengiba.


Brruukkkk


Tiba - tiba ibu ratih jatuh di lantai dan tak sadarkan diri . Semua nya panik terkecuali anisa, dia tahu sang ibu mertua hanya pura-pura saja untuk menarik perhatiaan anak-anaknya.


Anisa memilih untuk pergi dari rumah itu saja, dia tidak perduli dengan rendra yang mau pulang atau tidak. Jika dia pulang berarti rendra masih suaminya dan jika tidak pulang memang rendra memilih melepaskannya demi ibu nya.


* Semua keputusan ada padamu mas, jika memang kamu ingin berbakti dan membahagiakan ibumu. Aku ikhlas dan rela melepaskan mu. Buat apa aku terus mempertahankanmu jika hanya aku sendiri yang berusaha mempertahankan rumah tangga kita * Gumam anisa dalam batinnya.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA. 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2