
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Anisa benar - benar meninggalkan rumah ibu mertuanya, dia tidak perduli lagi dengan suaminya. Jika memang allah masih mentakdirkan mereka untuk bersama pasti rendra akan pulang dan menemui mereka. Namun jika tidak, anisa sendiri sudah pasrah. Karena selama ini dia sudah cukup mengalah dengan semua yang telah dilakukan oleh keluarga suaminya dan ketidak tegasan suaminya.
Dirumah orang tuanya, rendra sedang mengkhawatirkan keadaan ibunya yang sudah setengah jam tetap belum sadarkan diri. Ditambah lagi anisa yang tidak mau mengangkat teleponnya ataupun membalas pesannya .
" Kalian tidak perlu mengkhawatirkan ibu. Ibu itu baik - baik saja, dia hanya ingin mencari perhatian mas rendra saja. Oh iya mas, lebih baik mas pulang dan minta maaf sama mbak anisa sebelum semuanya terlambat. Jika terlambat jangan menyesal kamu mas" Ucap bagas.
Setelah bicara seperti itu bagas berlalu dan masuk kekamarnya. Dia tidak mau memikirkan permasalahan kakaknya, apalagi ibunya yang sudah nyata hanya pura - pura pingsan. Dia mengambil laptop dan mengerjakan tugas kuliahnya.
" Rendra... Ren . Kamu dimana ? Tolong jangan pergi ren " Ucap ibu ratri dengan mata terpejam.
" Rendra disini bu. Ibu bangun, apa ada yang sakit.? Apa perlu kita bawa ibu kerumah sakit bu.?" Tanya rendra dengan lembut.
Pelan - pelan ibu ratri membuka matanya dan menatap sekelilingnya, dia tidak mendapati adanya anisa. Berarti memang anisa sudah beneran pulang. Sebenarnya dalam hatinha ibu ratri tersenyum puas, bisa mengusir anisa dan menahan rendra tetap dirumahnya.
* Bagaimanapun kamu kalah denganku anisa, lihat saja setelah ini rendra akan kembali seperti rendra ku yang dulu.* Gumam ibu ratri dalam batinnya.
" Dada ibu sakit dan nyeri ren, tolong jangan buat ibu marah dan emosi. Sepertinya darah tinggi ibu kambuh dan jantung ibu bermasalah, ibu hanya ingin istirahat saja. Tolong kamu tetap dirumah ini , ibu tidak mau jauh dari kamu ren." Ucap ibu ratri pura - pura lemah.
Rendra bingung harus bagaimana, sedangkan dia harus segera pulang untuk menjelaskan semuanya kepda nisa sebelum anisa benar-benar marah. Rendra tahu bagaimana anisa, dia memang jarang sekali marah namun jika dia sudah marah alamat akan hancur semuanya.
" Bu, kita masuk kekamar saja ya. Ibu istirahat dikamar dan biarkan rendra pulang. Kasihan tadi istrinya pulang sendiri." Ucap pak iwan akhirnya ikut berbicara.
__ADS_1
" Tidak pak. Ibu mau disini dan ditemani rendra, ibu takut besok sudah tidak ada umur lagi. Siapa tahu dengan begini rendra mau mengabulkan permintaan ibu. Rendra, asal kamu tahu sebenarnya ibu ini punya sakit jantung. Dan sudah 2 tahun ini ibu merahasiakannyq kepada kalian karena ibu tidak mau kalian khawatir dengan ibu. " Seru ibu ratri sambil mengedipkan matanya kearah santi, erika dan zainal.
Ketiganya tahu arti dari kedipan mata sang ibu ratu drama ,mereka bertiga pun pura - pura syok dan kaget saat tahu ibu ratri punya sakit jantung.
" Kenapa ibu tidak pernah bilang sama kami bu ?" Tanya santi pura-pura perduli dan kaget.
" Ibu punya sakit jantung ? Maafkan rendra bu, maaf. Rendra tidak tahu jika ibu sakit, kalau begitu sekarang kita kerumah sakit ya bu. Biar dokter menangani sakitnya ibu " Seru rendra.
" Ibu tidak mau kerumah sakit, percuma ! Karena ibu seperti ini gara-gara kamu dan istri kamu itu. Ibu tidak sanggup punya menantu yang bar - bar dan tidak tahu diri itu, ibu hanya minta sama kamu tolong kamu menikah dengan erika. Ibu ingin mempunyai cucu dari kamu rendra, sekali ini saja tolong penuhi permintaan ibu. Siapa tahu ini permintaan terakhir ibu Ren, kamu menikah siri dulu tidak apa-apa jadi tanpa menceraikan anisa." Ucap ibu ratri sambil memegangi dadanya yang memang terasa sesak.
Semua pasang mata tertuju kepada rendra , menunggu jawaban yang ingin rendra berikan.
" Bu, tolong ibu jangan minta aku menikah lagi. Minta saja yang lainnya, insya allah rendra akan memenuhinya." Seru rendra dengan suara yang benar - benar memelas.
" Ibu hanya ingin cucu dan kamu menikah dengan erika, angga saja ini permintaam terakhir ibu. Jangan sampai kamu menyesal jika ibu sudah tiada"Ucpan bu ratri sedikit mengancam.
" Jangan bicara seperti itu bu. Tolong berikan rendra waktu, rendra tidak mau gegabah bu."Ucap rendra lagi.
Dengan fikiran yang kalut dan suasana hati yang tidak menentu, rendra pulang dengan meminta antar zainal. Karena tadi dia datang dengan anisa dan anisa sudah pulang lebih dulu membawa mobil.
" Bagaimana akting ibu ?" Tanya ibu ratri saat rendra sudah pulang.
" Jadi sakitnya ibu cuma akting? Hati - hatiloh bu jsngan sampai sakitmu yang pura - pura di ijabah sama Allah " Ucap pak iwan mengingatkan.
" Bapak ini malah menakut - nakuti ibu sih. Ibu seperti ini juga terpaksa pak, agar rendra terbebas dari wanita kampungan itu. Sudah sana bapak masuk kamar lagi, lebih baik tidur saja. Bukannya besok kerja kan ?" Ucap ibu ratri.
Pak iwan kembali masuk kamar dan tidak mau tahu dengan urusan istrinya.
Ibu ratri meminta erika untuk menginap saja karena sudah larut malam. Ib ratri menempatkan erik dikamar rendra. Sebenarnya tidak patut seorang wanita dur dikama serang pri, apalagi kamar masih suka di tiduri rendra saat rendra berkunjung.
__ADS_1
" Ibu memang keren" Ucap santi mengacungkan dua jempol tangannya.
" Iya dong siapq dulu, ibu ratri gitu loh " Ucap ibu ratri bangga.
Sementara itu rendra sudah berada dirumahnya dan dia masuk kekamar yang biasa dia tempati bersama anisa. Saat dia masuk kamar anisa sudah terbaring diatas kasur dengan membelakangi rendra.
" Nis, kamu marah ?" Tanya rendra dengan bodohnya. Benar - benar tidak peka dengan perasaan sang istri.
" Tolong jangan ganggu aku mas. Jika kamu mau tidur, tidur saja. Aku tidak mau membahas apapun itu " Ucap anisa bicara tanpa melihat kearah rendra.
Huuffffftt
Rendra membuang nafas dengan berat, dia masuk kamar mandi membasuk muka dan sikat gigi. Setelah itu dia ganti baju untuk tidur, lalu ikut berbaring disamping anisa.
Anisa sama sekali tidak mau berbalik kearahnya, rendra memeluk anisa namun anisa menepis tangan rendra. Anisa benar - benar tidak mau diganggu.
" Tolong jangan sentuh aku mas. Aku masih ingin sendiri, jika kamu mau tidur ya tidur saja jangan menganggu ku. Atau kamu bisa tidur dikamar lain saja, lagipula dirumah ini ada kamar lain." Ucap anisa ketus.
" Nis, tolong jangan begini. Maafkan mas dan keluarga mas. "Seru rendra mengiba.
" Aku bukan patung mas yang hanya diam saja jika terus dihina dan direndahkan." Seru anisa dengan ketus.
Rendra menatap langit - langit kamar dengan metakkan tangan kanannya di atas keningnya. Saat ini kepalanya benar - benar pusing, pusing dengan masalah hidupnya yang tak kunjung selesai.
******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
JANGAN LUPA TETAP BERIKAN DUKUNGANNYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️