
.
.
.
💞 HAPPY READING 💞
Kehebohan pagi tadi sangat menghibur bagas, dia senang sekali melihat wajah kesal dan malunya erika. Untuk menghindari keributan dan kehebohan yang akan terulang kembali , bagas bergegas bersiap - siap untuk memulangkan mobil anisa kerumahnya. Jangan sampai anisa sendiri yang datang kerumahnya, bisa ada keributan yang tadi sempat bersambung.
" Kamu mau kemana gas ?" Tanya pak iwan yang duduk di teras rumah.
" Mau mengantarkan mobil pak. " Jawab bagas ramah. Meskipun dia kurang suka dengan sikap pak iwan, bagas tetap berusaha untuk sopan bagaimanapun pak iwan lebih tua darinya.
Mendengar bagas mau mengembalikan mobil , dari arah dalam rendra langsung berlari keluar menemui bagas.
" Gas , biar mas aja yang mengantar mobilnya anisa sekalian mas main kesana. Sudah lama mas tidak bertemu dengan anisa, nanti biar motor kamu mas yang bawa pulang. Lagi pula ini hari minggukan dan kamu tidak pergi kemana - mana " Ucap rendra mencoba merayu bagas.
Bagas sudah tahu akal bulus kakaknya, dia sengaja mengantarkan mobil agar rendra tidak bertemu dengan anisa. Ini malah menawarkan diri mau mengembalikan mobilnya anisa.
" Tidak mas. Lagi pula setelah ini aku mau langsung ke kostan teman ku untuk mengambil laptop ku. Aku banyak tugas yang segera aku selesaikan, mas kalau mau kerumah mbak anisa kapan - kapan saja. Lagipula apa tidak takut istrimu mengamuk, sudah aku mau berangkat dulu " Ucap bagas.
Belum juga bagas masuk ke mobil, anisa datang dengan mengendarai motor bagas. Anisa turun dari motor dan langsung menghampiri bagas.
" Loh mbak baru saja bagas mau mengantar mobil nya mbak anisa tapi mbak sudah duluan kesini. Ini bagas mau berangkat tapi ada keributan kecil - kecilan dulu nih" Ucap bagas melirik kearah rendra yang sedang senyum - senyum kearah anisa.
Anisa sama sekali tidak memperdulikan rendra, meliriknya pun ogah banget. Dia langsung menyerahkan kunci motor bagas dan meminta kunci mobilnya dari bagas.
" Mbak langsung saja ya gas, soalnya ada janji sama mbak serena mau kesalon. Salam saja untuk ibu gas, pak iwan mari " Seru anisa menegur pak iwan.
Pak iwan hanya mengangguk sambil mengulas senyum tipisnya. Sedangkan rendra masih saja diam sambil senyum - senyum kearah anisa.
__ADS_1
* Ini orang kenapa sih senyum - senyum seperti itu ? Sudah gila apa bagaimana? Kayaknya geser nih otaknya * Gumam anisa dalam hatinya.
" Anisa kamu mau kemana ? Mas antar ya, kebetulan mas kan libur jadi bisa mengantar kamu kemanapun kamu pergi sambil mengenang masa - masa indah kita dulu. " Ucap rendra akhirnya buka suara juga.
Namum belum juga anisa menjawab dari dalam terdengar makian erika dengan lantang , sampai suaranya menggema bahkan tetanggapun bisa mendengarnya.
" Dasar Janda gatel ! Pelakor !" Teriak erika sambil berjalan keluar rumah.
" Erika apa-apaan kamu ?" Tegur rendra tidak suka dengan cara erika memperlakukan anisa.
* Sepertinya pertempuran yang tadi akan berlanjut. Baiklah aku menonton saja, siapa tahu ni wanita mulut cabai bisa dibungkam sama mbak anisa . Pelakor teriak pelakor, kagak malu apa ya dia ini * Gumam bagas dalam hatinya.
Anisa sama sekali tidak takut dengan erika, dia sudah pasang badan jika erika akan menyerangnya. Namun sepertinya hanya berani mulutnya saja karena saat ini sedang hamil yang sudah lumayan besar. Anisa saja heran hamil baru 3 bulan kok sudah sebesar itu.
" Dasar wanita tidak laku, apa kamu tidak bisa mencari pria lajang sampai harus mengganggu suamiku. Jadi wanita itu punya malu dikit dong, jangan jadi pelakor !" Seru erika menatap tajam anisa.
" Pelakor kok teriak pelakor ! Seharusnya kata - kata itu untuk diri kamu sendiri. Ingat kamu menikah sama mas rendra itu karena kamu merebut mas rendra dariku. Tapi tidak masalah yang namanya sampah itu memang cocoknya sama sampah. Bukan begitu Nyonya Rendra yang terhormat " Ucap anisa tersenyum sinis.
Erika mengepalkan tangannya dan hendak menampar anisa, namun dengan cepat anisa menangkap tangan erika dan mrmelintirnya sampai erika meringis kesakitan.
Plaakk Plaakk
Dua tamparan berhasil mendarat di pipi erika , tamparan itu berasal dari tangan rendra. Semua mata yang melihatpun terkejut dengan tindakan rendra. Terutama bagas, dia bersorak gembira melihat erika di tampar oleh sang suami.
" Jaga mulut mu rendra ! Anisa itu wanita yang lebih terhormat daripada kamu. Anisa bisa menjaga harga dirinya, tidak seperti kamu mengumbar tubuh kepada pria diluaran sana. Sekali lagi kamu menghina dan menyakiti anisa, aku tidak segan - segan untuk menceraikan mu.!!" Ucap rendra dengan lantang.
Keributan yang terjadi di teras rumah itu mengundang para tetangga untuk mendekati. Ada beberapa ibu tukang gosip yang sudah mulai berkasak - kusuk sambil menonton keributan. Ibu ratri yang baru saja pulang dari pasar heran melihat beberapa ibu - ibu yang berkumpul di halaman rumahnya.
" Ini ada apa kok pada ngumpul dirumah saya ?" Tanya ibu ratri belum tahu jika anisa datang dan mengundang keributan.
" Ihh... Ibu ratri ini darimana saja. Lihat tuh di teras rumah ibu sedang ada pertengkaran secara live antara mbak anisa, mas rendra dan istri barunya itu. Itu istri mas rendra yang baru kok tidak tahu malu banget ya? Ngatain mbak anisa pelakor padahal dia sendiri yang pelakor. " Ucap ibu Inem si biang gosip.
__ADS_1
Ibu ratri nampak malu mendengar penuturan ibu inem, yang dikatakan ibu inem memang benar. Namun dia tetap membela erika karena saat ini erika sedang mengandung cucu laki - lakinya.
" Biarpun pelakor setidaknya erika bisa memberikan keturunan, bahkan dia sekarang sedang mengandung cucu laki - laki. Anisa itu wanita mandul jadi wajar dong kalau rendra menceraikan wanita mandul itu. Hidup itu terus berjalan bu, jadi untuk apa mempertahankan wanita yang tidak bisa memberi keturunan. " Ucap ibu ratri sewot.
Ibu ratri berjalan kearah rumah dengan mulut yang terus menggerutu karena kelakuan para ibu-ibu yang sudah membuatnya kesal. Ibu - ibu itu tidak pergi darisana, mereka terus menonton perdebatan itu dan akan bergerak jika anisa merasa terancam.
" Ngapain kamu ada dirumahku ? Mau mengganggu anak ku ? Dasar tidak punya malu. " Ucap ibu ratri dengan ketus.
" Bu, mbak anisa ini datang cuma mengantarkan motor bagas sama mau mengambil mobilnya saja. Ini juga mbak anisa sudah mau pulang kok " Ucap bagas semakin tidak enak dengan anisa.
" Maag bu, saya tidak mau mengganggu mas rendra. Saya datang karena mau mengambil mobil saya. Baiklah aku juga sudah ada janji sama mbak seren mau shopping sama nyalon. Aku juga tidak mungkin mengganggu rumah tangga mas rendra, mas rendra sama erika itu memang sangat cocok. Sama - sama sampah dan tidak tahu diri." Ucap anisa ketus dengan melirik tajam kearah erika dan rendra.
Rendra tidak bisa berbuat apa - apa untuk membela diri. Dia hanya diam, sedangkan erika sudah bergelayut manja di lengannya. Dia sengaja memanasi anisa agar anisa cemburu , erika salah besar . Anisa secuilpun sudah tidak ada rasa cemburu justru dia muak melihat erika yang sudah seperti ulat bulu yang menempel di daun jambu.
" Dasar tidak tahu diri. Sudah sana pergi dari rumah ku !" Bentak ibu ratri .
Anisa melangkah mendekati mobilnya , namun tiba - tiba zainal dan anita juga keluar rumah mendekati rumah ibu ratri.
" Apa lihat-lihat ? Mau aku congkel itu mata!" Bentak anisa kesal saat zainal terus memandang kearahnya.
" Mas dia siapa sih ? Cantik tapi galak, tapi mobilnya bagus loh mas. Kapan kita bisa punya mobil seperti itu ya mas " Ucap anita terus memandang mobil anisa yang sudah mulai meninggalkan pekarangan rumah ibu ratri.
" Itu tadi anisa, dia mantan istri pertamanya rendra. Dia memang kaya dan cantik tapi sayang dia pelit " Ucap zainal mengakui anisa cantik langsung di depan istrinya.
Aoouuwww....
Zainal menjerit kesakitan karena anita mencubit pinggangnya dan terasa sangat sakit dan panas. Anita tidak suka suaminya memuji cantik wanita lain.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAB HADIAHNYA YANG BANYAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️