Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Tangisan seorang ibu


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Tangisan ibu Ratri tiba - tiba pecah begitu saja setelah mendengar cerita dari Zainal. Dengan segera Santi mendekati ibu mertuanya dan memeluknya. Tangisan pilu seorang ibu yang sangat menyayangi anak - anaknya, namun apa daya saat ini dia ada di salam sel tahanan dan tidak bisa untuk menemuinya. Baru kali ini Santi dan Zainal melihat ibunya menangis sesunggukan.


" Ada satu lagi yang belum ibi ketahui. " Seru Zainal.


Zainal tidak mau menutupi apapun dari ibunya, sehingga dia menceritakan semuanya. Ibu Ratri langsung mendongakkan kepalanya dan menanti cerita selanjutnya yang ingin diceritakan oleh Zainal.


" Apa ?" Tanya ibu Ratri seolah tidak sabar.


" Sebenarnya Rendra pernah menghilang selama 2 bulan. Kemungkina besar itulah yang memicu panyakitnya, selama 2 bulan dia lebih terbiasa hidup dijalanan untuk menjadi seorang pengemis dan pemulung bu. Saat kami temukan Rendra dalam keadaan sakit demam tinggi dan terkena DBD itupun dia masih mengemis dan memulung." Seru Zainal semakin membuat ibu Ratri syok dan kaget. Ternyata selama 2 bulan Rendra sempat menghilang.


" Tapi kenapa dia sampai menghilang dan sekarang dia juga sakit tumor otak?" Tanya ibu Ratri semakin terisak.


" Alasannya cukup simpel bu, dia tidak mau merepotkan Zainal dan Bagas. Untuk sakit tumor otaknya Zainal juga tidak tahu, menurut cerita Rendra dalam setahun atau 2 tahun ini dia sering merasakan sakit kepala dam karena dia tidak pernah memeriksakan secaera detail dan tidak menjapa pola hidup sehat jadi ya berakibat fatal begini." Seru Zainal mencoba menjelaskan.


Tidak ada lagi yang bisa dilakukan ibu Ratri selain menangis terisak. Tentunya dia merasa sangat sedih mendengar kabar buruk tentang Rendra. Apalagi selama ini menurutnya Rendra anak yang selalu menurut dan mau mengikuti semua perkataannya. Sekarang anak yang selalu menuruti itu sudah terbaring di rumah sakit, dan tidak mempunyai siapapun kecuali kakak dan adiknya serta dirinya yang saat ini hanya bisa mengirim doa dari sel tahanan.


Harta tidak punya, istri tidak punya, pekerjaan pun tidak punya. Semua hilang begitu saja dan itu juga semua berkat Ibu Ratri. Karena selama ini Rendra selaku menuruti apa permintaan dan kata-kata ibunya. Sehingga Rendra tidak memiliki semua itu, Ibu Ratri benar-benar menyesal dengan apa yang selama ini sudah dia berbuat terhadap Rendra.


" Semua ini gara-gara ibu, ibu yang terlalu ikut campur dengan urusan pribadi Rendra. Ibu yang selalu ikut campur dengan rumah tangga Rendra, sehingga 3 kali menikah rumah tangga Rendra tidak pernah utuh dan tiga kali juga dia digugat cerai oleh istrinya sendiri. Selama ini juga ibu sudah banyak menuntut dan menguasai keuangan Rendra. Semua ini karena Ibu, Rendra terlalu menurut apa kata ibu, ibu benar-benar menyesal. Di saat seperti ini dia tidak mempunyai siapa-siapa selain kalian dan ibu, ibu benar-benar menyesal. Ibu tidak berguna !" Seru ibu Ratri sembari terisak.

__ADS_1


Zainal pun mendekati ibunya, Santi dan Zainal memeluk ibunya dengan erat. Tanpa terasa mereka berdua pun ikut menangis merasakan kesedihan yang saat ini dirasakan oleh ibu Ratri. Sebuah penyesalan memang akan datang di akhir, tidak ada lagi yang harus disesalkan. Saat ini yang terbaik hanyalah mendoakan kesembuhan untuk Rendra.


" Ibu ingin bertemu Rendra, Nal. Tolong kamu bicara sama petugas lapas agar bisa memberikan izin ibu untuk melihat Rendra , 1 jam pun tidak apa - apa Nal." Ucap Ibu Ratri memohon.


" Nanti coba Rendra bicara sama petugasnya bu. Oh iya bu ini tadi Santi bawa makanan kesukaan ibu, ibu nanti makan ya. Kira - kira boleh tidak wadah makanan ini dibawa masuk kesel tahanan?". Tanya Zainal mengalihkan pembicaraan.


" Sepertinya boleh. Terimakasih Santi kamu sudah perhatiaan sama ibu. Nanti pasti akan ibu makan bareng dengan mbak Sugi teman satu sel ibu. Dia juga kalau ada makanan selalu berbagi kepada ibu. Oh iya bagaimana kabar Bagas dan kedua cucuku? Mereka sehat - sehatkan?." Tanya ibu Ratri.


" Alhamdulillah Bagas sudah mulai mempersiapkan skripsinya bu. Kiki dan Koko juga baik, sebentar lagi dia masuk SD, sekarang mereka sudah mau 7 tahun." Seru Santi menjawab pertanyaan dari ibu mertuanya.


Ada senyum kebahagiaan terpancar dari wajah ibu Ratri, tetapi tidak bisa dipungkiri jika kesedihannya juga masih terlalu mendalam. Sudah cukup lama mereka berbincang-bincang sehingga petugas lapas pengehampiri ibu Ratri, sebab waktu ibu Ratri untuk dijenguk sudah habis. Dengan terpaksa Ibu Ratri harus kembali masuk ke sel tahanan lagi. Sebelum dia masuk ke sel tahanan, Ibu Ratri mengingatkan Zainal agar Zainal meminta izin kepada petugas. Agar ibu Ratri bisa keluar sebentar untuk menjenguk Rendra.


" Iya bu Zainal akan coba bicara dengan petugas tapi sepertinya tidak sekarang ya bu. Tapi tidak hari ini ya bu." Jawab Zainal.


" Jangan kelamaan Nal , ibu khawatir tidak bisa lagi bertemu dengan Rendra." Seru Ibu Ratri dengan mata berkaca-kaca.


************


Zainal dan Santi sudah sampai di rumah sakit dan langsung menuju kamar perawatan Rendra. Mereka berdua langsung masuk, mereka kaget saat mendapati Rendra sudah membuka matanya.


" Rendra " Seru Zainal senang.


Dari semalam Rendra memang sudah siuman dan Bagas sengaja merahasiakannya dari Zainal. Sebagai kejutan saat Zainal datang kerumah sakit, dan ternyata benar Zainal dan Santi kaget melihat Rendra yang sudah membuka matanya. Meskipun begitu, keadaan Rendra masih lemas dan selang oksigen dan yang lainnya masih terpasang.


" Mas Rendr dari semalam memang sudah membuka matanya, aku sengaja tidak memberitahumu. Buat kejutan mas, heheee... Tapi ya begitu Mas Rendra masih lemas sekali dan bicarapun pelan banget." Seru Bagas memberitahu Zainal.


" Alhamdulillah ini perkembangan untuk Rendra. Semoga saja ini awal yang baik untuk Rendra." Seru Zainal dengan senang.

__ADS_1


Rendra hanya bisa sedikit mengulas senyum dan mengedipkan matanya. Untuk bicara dia masih terlalu lemas dan suaranya pun pelan sekali. Zainal terlihat bahagia melihat adiknya seperti ada harapan untuk sembuh. Sebagai saudara yang paling tua dan anak pertama sebagai pengganti ayahnya, tentunya Zainal juga merasa bersalah dengan apa yang saat ini dialami Rendra. Selama ini juga Zainal kurang memperhatikan saudaranya, bahkan dulu juga dia seakan tidak peduli dengan saudaranya.


" Gas, lebih baik kamu makan siang dulu. Ini mbak sudah bawakan makanan untuk kamu." Ucap Santi menyerahkan rantang makanannya kepada Bagas.


" Terima kasih mbak. Oh iya Kiki dan Koko dirumah sama siapa mbak?" Tanya Bagas yang memang sudah merindukan kedua keponakannya.


" Mereka ada dirumah nenek dan kakeknya, semalam di antar kesana. Sebab mereka ingin sekali ikut kakeknya memanen ikan." Seru Santi.


" Ohhh begitu. Oh iya mbak aku makan dulu ya. Soalnya tadi pagi aku tidak sempat makan nasi, hanya minum teh sama roti saja." Ucap Bagas sambil tertawa kecil.


Santi menganggukkan kepalanya serta mempersilahkan Bagas untuk makan. Santi duduk di kursi yang tidak jauh dari Bagas sembari memainkan ponselnya. Sedangkan Zainal duduk disamping Rendra sembari mencoba mengajak Rendra berbicara. Santi mengambil foto Rendra dan Zainal, dan memasangnya di status aplikasi hijaunya.


[ Bismillah, semoga lekas sembuh untuk adik iparku, Rendra. Kamu tidaklah sendiri ada kami para saudaramu yang akan selalu mendoakan kesembuhanmu. Semoga Allah segera mengangkat segala penyakitmu. Semangat untuk sembuh ya Ndra.] Caption yang Santi tulis pada unggahan foto di statusnya.


Baru sepuluh menit Santi memasang status itu, ada beberapa pesan masuk di ponsel Santi. Santi membukanya dan ada dua pesan yang menyita perhatian Santi, yaitu pesan dari Anisa dan Erika dua mantan istri Rendra.


[ Aamiin. Mbak Santi, mas Rendra sakit apa ? Semoga mas Rendra cepat sembuh.] Tulis pesan yang dikirim oleh Anisa.


[ Mbak, mas Rendra sakit apa? Sampaikan salamku untuknya. Maaf aku tidak bisa menjenguknya, sebab aku sudah pindah ke luar kota. Semoga cepat sembuh.] Tulis pesan yang dikirim oleh Erika.


Santi membalas pesan Erika dan Anisa, namun Santi tidak memberitahu sakit apa yang saat ini diderita oleh Rendra.


[ Di rawat dimana mbak?] Balas Anisa lagi.


[ Di Rumah Sakit XX Nis. ] Balas Santi singkat.


Setelah itu tidak ada balasan pesan lagi dari Anisa. Santi memasukan ponselnya ditasnya kembali lalu dia berjalan mendekati Zainal dan Rendra. Rendra memang sudah siuman namun kondisinya masih saja memprihatinkan.

__ADS_1


********


__ADS_2