
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Pagi harinya rendra mendatangi rumah anisa dan ingin meminta kejelasan soal surat yang dia terima dari pengadilan. Rendra tetap menolak untuk bercerai, dia akan menceraikan erika jika memang hal itu bisa membuat anisa bisa membatalkan gugatan cerainya.
" Anisa ,,, anisa !!" Teriak rendra yang menerobos masuk begitu saja.
Pak burhan terus mengikuti rendra dari belakang takut jika rendra akan menyakiti anisa. Anis yang mendengar teriakan rendra memilih segera turun dari dua untuk menemui rendra.
" Ada apalagi mas ? " Tanya anisa dengan santainya.
Sebelumnya anisa menyuruh pak burhan kembali ketempatnya, karena anisa yakin rendra tidak akan menyakitinya.
" Ini apa - apaan ? Kenapa bisa ada surat panggilan sidang dari pengadilan agama ? Aku tidak akan menceraikan kamu anisa , sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu. Aku akan menceraikan erika jika itu yang kamu inginkan dan kita bisa hidup bahagia. Aku janji akan lebih tegas lagi kepada ibu , tolong cabut gugatan cerai ini anisa " Ucap rendra dengan memohon. Bahkan mata rendra sudah berkaca-kaca.
" Maaf mas, aku tidak bisa lagi menjadi istrimu. Aku lebih memilih mengakhiri pernikahan ini daripada aku terus yang tersakiti. Kamu tidak bisa mencersikan erika karena saat ini erika itu istri mu dan dia sedang mengandung anak mu. Setelah kita resmi bercerai kalian bisa segera mendaftarkan pernikahan kalian di KUA. " Ucap anisa sama sekali tidak mau untuk membatalkan gugatan cerainya.
Rendra bersimpuh di hadapan anisa, dia memohon agar anisa membatalkan gugatan cerainya. Ada rasa kasihan melihat rendra menangis seperti itu , namun keputusan anisa sudah bulat. Tetap ingin melanjutkan proses perceraian.
" Tolong jangan begini mas. Bangunlah, aku harus kekantor " Ucap anisa .
" Anisa apakah sudah tidak ada rasa cintamu untuk ku, apa kamu benar sudah melupakan semua cinta dan mimpi - mimpi kita ?" Tanya rendra menatap sendu kearah anisa.
" Kamu sendiri yang sudah menghancurkan mimpi - mimpi itu mas, dab kamu juga yang sudah menghancurksn rasa cinta yang ada didalam hatiku. Kamu sudah menghancurkan kepercayaanku !! Kamu sendiri yang menghancurkan semuanya !! " Ucap anisa bicara dengan lantang.
Rendra menunduk dan memnenarkan semua yang diucapkan anisa. Tidak ada satupun yang salah, benar dia yang sudah menghancurkan semuanya. Seharusnya dia bisa menerima buah dari yang dia tanam .
__ADS_1
" Aku mau kekantor, jika kamu masih mau disini silahkan " Ucap anisa lalu berjala keluar rumah menghampiri mobilnya yang sudah disiapkan oleh pak burhan.
Rendra masih duduk dilantai merenungi semua kesalahannya. Dia memang salah, dia yang sudah mengkhianati janji suci pernikahannya. Bik marni melihat rendra yang terpuruk seperti itu sangat kasihan , namun apa yang dilakukan rendra tidak bisa dibenarkan. Semua perbuatan pasti ada balasannya, cepat atau lambat pasti akan menuai buah dari perbuatannya.
* Aku bodoh ! Aku memang pria bodoh ! Semua ini gara - gara erika, erika yang sudah menghancurkan rumah tanggaku. Lihat saja erika aku juga akan membuat mu merasakan sakit seperti yang aku rasakan saat ini, aku juga akan membuat mu merasakan sakitnya sebuah pengkhianatan * Gumam rendra sambil mengepalkan tangannya.
Waktu sudah semakin siang, rendra memutuskan untuk tidak kekantor dia memilih untuk pulang. Bahkan dia lupa untuk menghubungi zainal, padahal santi sudah memintanya untuk menghubungi zainal. Masalahnya saja sangat rumit, belum lagi urusan kakaknya yang sampai hari ini tidak pulang.
**********
Jam 10 pagi ibu ratri dan erika datang kerumah anisa dengan membawa banyak makanan. Ibu ratri tetap mengadakan arisan dirumah anisa tanpa sepegetahuan anisa, bahkan dia sudah berbohong dengan pak burhan dan bik marni jika anisa sudah mengizinkannya untuk membuat acara dirumahnya. Bahkan dia juga menunjukan bukti chatt nya yang sudah dia palsukan sehingga bik marni dan yang lainnya tidak melarangnya.
" Tolong kalian siapkan ini semua, jangan sampai salah ya. " Ucap ibu ratri memerintah bik marni dan suami bik marni. Sedangkan pak burhan berjaga di post satpam.
" Ini makanan sudah jadi semua,tinggal kalian pindahkan ketempatnya saja. Habis itu susun di meja yang sudah siap, untuk lauk pauknya kalian siapkan dalam bentuk prasmanan. Awas ya kalau kalian makan, ini semua makanan mahal dan pasti kalian tidak sanggup membelinya." Ucap ibu ratri dengan sinis.
Bik marni dan suaminya hanya mengangguk saja tanpa menjawab sepatah katapun. Makanan seperti itu bagi mereka biasa saja karena anisa sudah sering membelikannya bahkan bik marni juga sering memasak seperti itu. Mereka memang orang kampung bukan berarti mereka juga kampungan.
" Acaranya habis dzuhur sayang, yah sekitar jam 1 sianglah mereka datang. Kamu harus dandan yang cantik karena ibu akan mengenalkan kamu kepada teman - teman arisan ibu. Mereka pasti kagum karena ibu memiliki menantu secantik kamu" Ucap ibu ratri memuji erika.
" Ahh... Ibu. Aku jadi malu, kalau begitu aku tidur dulu ya bu. Biar nanti aku terlihat lebih segar, bawaan hamil ini loh bu jadi mengantuk terus " Ucap erika sambil mengusap perutnya yang masih rata.
" Iya sayang kamu tidur saja. Ibu mau mengawasi mereka yang sedang menyiapkan semuanya , kalau tidak diawasi takutnya mereka akan memakan makanan yang sudah kita beli " Ucap ibu ratri sambil menunjuk mearah bik marni yang sedang sibuk menyusun makanan diatas meja.
Erika masuk kamar, kamar yang pernah dia tempati dengan rendra. Waktupun terus berjalan tanpa terasa sudah semakin siang dan para tamu ibu ratri berdatangan , ada yang membawa mobil ada juga yang naik taksi online dan ada juga yang membawa motor. Ibu ratri dan erika menyambut bahagia para tamunya.
" Jeng ratri ini menantu jeng ? Ya ampun cantik banget sih " Ucap ibu A saat ibu ratri mengenalkan erika.
" Iya ini menantuku jeng, namanya erika. Dia bekerja sebagai menejer di bank XX yang besar ituloh jeng dan sekarang dia sedang hamil. Berhubung hari sabtu jadi dia libur, untuk suaminya tidak libur. " Ucap ibu ratri berbangga diri.
" Anak jeng ratri si Rendra yang kerja di perusahaan XX itu ya ? Wah pokoknya cocok ini, satu tampan dan satunya cantik. Mana perkerjaan juga bagus , kalau boleh tahu rendra jabatannya apa jeng ?" Tanya ibu B dengan penasaran.
__ADS_1
" Rendra sekarang sudah diangkat jadi menejer jeng, gajinya dan bonusnya besar jadi dia sudah bisa membeli rumah mewah ini. " Dengan bangganya ibu ratri mengakui rumah anisa sebagai rumah rendra.
Ibu ratri semakin bangga saat teman-teman arisannya kagum dan bangga dengan pencapaian rendra. Dengan istri yang cantik pintar, pekerjaan bagus dan rumah pun sekarang sudah mewah. Erika dan ibu ratri tersenyum bangga saat pujian dan sanjungan dilontarkan oleh teman-teman ibu ratri.
" Wahh... Sajiannya enak - enak loh jeng. Kalau begini terus bulan depan arisannya dirumah jeng ratri saja " Celetuk ibu C lalu mendapat ajungan jempol oleh ibu- ibu yang lainnya.
" Iya itu bisa diatur jeng. Sekarang silahkan nikmati makanan yang sudah terhidang, jangan malu - malu ." Ucap ibu ratri dengan ramah.
Anisa yang memang hanya bekerja setengah hari memutuskan untuk langsung pulang karena perasannya tidak enak. Saat dia memasuki gerbang rumahnya , dia kaget karena ada beberapa mobil dan motor yang terparkir dihalaman rumahnya.
" Ada apa ini pak ?" Tanya anisa bingung.
" Ibu ratri mbak, dia mengadakan acara arisan dengan temannya dirumah ini. Dia bilang sudah izin sama mbak, soalnya tadi dia menunjukan bukti chatt dari mbak anisa " Ucap pakburhan.
* Hemmm.... Ini waktunya aku akan bermain - main dengan mereka. Kebetulan ada teman - teman ibu , jadi mereka bisa tahu siapa ibu yang sebenarnya * Gumam anisa dalam hatinnya.
" Iya pak , terimakasih infonya. " Ucap anisa.
Anisa berjalan menuju pintu utama rumahnya, dimana di dalam rumahnya itu sedang ada acara tanpa seizin dirinya. Suara gelak tawa terdengar nyaring ditelinga anisa, anisa masuk dan menyaksikan ada sekitar 20 ibu-ibu yang hadir dirumahnya.
" Apa - apaan ini ?" Bentak anisa dengan lantang.
Semua pasang mata tertuju kepada anisa, mereka saling bertanya siapa perempuan yang baru datang dan tiba - tiba bicara dengan lantang.
" Anisa !!" Seru ibu ratri dan erika bersamaaan.
*********
Terus dukung karya - karya AUTHOR ya kak. 🙏🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1