Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Calon suami datang


__ADS_3

💕 HAPPY READING 💕


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


" Apa ? Ibu mau menikah mas ?" Tanya anisa kaget.


Dia tidak menyangka di usianya yang sudah tidak muda lagi masih ingin menikah. Anisa hanya takut jika ibunya dan suami barunya itu akan berulah, apalagi pensiunan bapak mertua sudah pasti akan stop.


" Iya.. Mas zainal dan bagas sudah setuju. Mungkin saja dengan ibu menikah dia bisa berubah. " Ucap rendra penuh harap.


* Tapi aku tidak bisa menjamin ibumu itu akan berubah mas * Gumam anisa dalam batinnya.


Anisa hanya mengangguk saja, yang menikah juga ibu mertuanya. Dia tidak bisa berbuat apa - apa, mau melarangnya pun tidak mungkin yang ada ibu mertuanya akan marah - marah sambil berkacak pinggang dan berteriak dengan lantang.


" Lusa calon suami ibu akan datang kerumah dan ibu meminta kamu yang mengurus soal makanan nya. " Ucap rendra menyampaikan keinginan ibunya. Mau anisa mau atau tidak itu tidak masalah yang penting dia sudah menyampaikan pesan ibunya.


" Aku tidak mau. Enak saja, kan ada mbak santi sang menantu tersayangnya itu. Coba panggil erika yang digadang - gadang sebagai calon menantu terbaiknya itu. " Ucap anisa ketus.


" Idihh... Siapa yang mau menikah dengan erika ? Kalau mas sih tidak sudi. " Jawab rendra dengan cepat.


Anisa hanya melirik sekilas kearah rendra dia malas menanggapi ucapan suaminya. Anisa fokus dengan sarapannya. Pagi ini anisa akan berangkat lebih pagi karena ada berkas yang tertinggal padahal itu berkas untuk persentase siang nanti.


" Maaf mas aku duluan ya. " Ucap anisa berpamitan kepada rendra dengan menyalami tangan rendra.


" Iya kamu hati - hati ya. " Jawab rendra lalu mencium kening anisa.


Anisa hanya mengangguk lalu dengan segera meninggalkan rumah dan menuju ke kantor. Anisa sampai lupa memberi uang belanja untuk bik marni, karena stok sayuran memang sudah habis dan biasanya bik marni akan belanja kepasar tradisional.


Tring...


[ Mas tolong beri bik marni uang 250 ribu untuk belanja sayuran. Stok sayuran habis, tadi aku lupa untuk memberi bik marni uang. ] Tulis anisa .


[ Iya nis ] Balas rendra singkat.

__ADS_1


Sebelum berangkat bekerja rendra mencari bik marni ke belakang untuk memberikan uang belanja. Seperti pesan anisa, rendra memberikan uang 250 ribu kepada bik marni.


*********


Dua hari kemudian


Saat ini di dapur sedang disibukkan urusan masak memasak. Anisa benar-benar lepas tangan dan tidak mau ikut campur apapun itu dengan urusan pernikahan ibu mertuanya.


" Gara - gara anisa tidak mau memasak jadi terpaksa kan ibu memanggil tetangga untuk membantu memasak . Mana nanti pasti harus memberi bayaran, semua ini gara - gara anisa. " Gerutu ibu ratri dengan kesal.


Bagaimana dia tidak kesal, dia sudah banyak berharap anisa mau membantunya memasak tapi setelah lama ditunggu - tunggu tidak datang juga. Seandainya sekarang ada anisa dihadapannya sudah pasti dia akan memarahinya sampai habis.


Anisa memang akan datang tapi dia datang nanti setelah urusan perdapuran juga selesai. Apalagi dirumah juga ada erika, semakin membuat anisa malas datang kerumah ibu mertuanya. Hanya karena tidak mau di cap menantu tidak tahu diri akhirnya dia menyempatkan untuk datang.


" Ibu ratri mandi saja, lihat tuh sudah jam 9 nanti calon suaminya katanya mau datang jam 10. Sudah sana beres - beres " Ucap tetangga yang membantu memasak.


" Iya sudah kalau begitu saya mandi dsn siap - siap dulu ya bu. Maaf tidak bisa membantu lagi, tapi ini cuma tinggal goreng ikan sama nunggu sop dagingnya matang saja kok. " Jawab ibu ratri.


" Iya bu biar saya selsaikan sendiri saja. " Ucap ibu Parti yang membantu memasak.


Ibu ratri pun meninggalkan dapur dan menuju kamarnya. Dia mandi dan bersiap - siap untuk menyambut kedatangan sang calon suami dan keluarganya.


" Ratri kenalkan ini Agus anak pertama ku dan ini istrinya. Dan ini mega anak kedua ku dan ini susminya. Dan tiga orang ini tetangga yang menjadi saksi jika aku akan melamar mu. " Ucap pak iwan mengenalkan siapa - siapa saja yang ikut datang.


Bruumm Bruumm


Tiba - tiba ada suara mobil memasuki halaman rumah dan sudah dapat di pastikan jika itu adalah anisa. Anisa memang datang lebih akhir karena dia tidak mau terlalu lama dirumah mertuanya.


" Assalamualaikum " Ucap anisa melenggang masuk keruang tamu.


" Waalaikumsalam " Jawab serempak semuanya.


Mata erika memindai anisa dari atas sampai bawah, erika tersenyum sinis kepada anisa namun sayang anisa sama sekali tidak menanggapinya. Justru dia duduk tepat di samping rendra, rendra memang datang lebih awal dengan menaiki motornya.


* Aku belum menanyakan soal foto itu sama tante ratri. Pasti anisa dimarah habis - habisan sama tante dan rendra. Terbukti dia datang sendiri - sendiri* Gumam erika.


" Maaf ya mas tadi terganggu karena kedatangan menantu saya ini. " Ucap ibu ratri.


" Iya tidak apa - apa. Kita lanjutkan ya obrolannya tadi. " Ucap pak iwan.

__ADS_1


Pembahasan pun berlanjut dan akhirnya di ambil kesepakatan ibu ratri dan pak iwan akan menikah seminggu lagi di kediaman ibu ratri dan pak iwan sanggup membantu biaya pernikahan sebesar 5 juta untuk konsumsi. Ibu ratri meminta mas kawin kalung 10 gram dan uang 2juta.


Terlihat anak - anak pak iwan kurang setuju dengan mas kawin yang diminta oleh ibu ratri. Tapi mereka hanya diam saja dan menyerahkan keputusan kepada ayah mereka.


Acara dilanjut dengan makan - makan, anisa terlihat hanya duduk sambil memainkan ponselnya tidak berniat untuk mengambil makan.


" Nisa, kamu tidak makan ?" Tanya rendra datang dari belakang sambil membawa dua gelas es buah dan meletakkan di atas meja.


" Aku masih kenyang mas. Ini untukku mas ?" Tanya anisa menunjuk kearah es buah .


" Iya ini untuk kamu. Mas juga masih kenyang jadi nanti saja makannya." Jawab rendra juga belum mau makan karena masih kenyang.


Erika memandang sinis kearah anisa dan candra, dia merasa ada yang aneh karena hubungan rendra dan anisa terlihat biasa - biasa saja. Padahal menurut info dari ibu ratri foto itu sudah ditunjuka kepada rendra tapi kenapa rendra masih saja baik dengan anisa.


" Ehh... Boleh kenalan tidak ?" Tanya mega mendatangi anisa dan rendra.


" Boleh , aku anisa dan ini suamiku mas Rendra dia ini anaknya ibu ratri dan aku menantunya. " Jawab anisa ramah sambil menyambut uluran tangan mega.


" Aku mega, senang punya saudara seperti kalian. Mbak anisa cantik banget sih, aku sedari tadi kagum banget sama kecantikan mbak anisa. Cantiknya natural dan tidak membosankan. " Seru mega memuji kecantikan anisa.


Anisa hanya menanggapinya dengan senyuman manis. Anisa tahu jika mega ini orang yang baik dan humbel , terbukti baru mengenal saja sudah enak diajak bicara. Gaya bicaranya pun sopan dan penuh kehati - hatian.


Mas rendra berkumpul dengan para lelaki dan meninggalkan aku berdua dengan mega. Aku dan mega saling bercerita pengalan hidup masing - masing dan suka duka menjadi seorang menantu.


" Anisa, tolong dong bantuin di belakang jangan cuma duduk saja. Kamu disini itu bukan tamu atau orang lain, kamu keluarga disino seharusnya kamu ikut bantu - bantu diluar " Seru santi tidak suka melihat anisa duduk santai.


" Nanti saja aku bantu - bantunya lagi pula masih pada makan kan ? Lagian ada erika juga suruh saja dia yang cuci piring, hitung - hitung latihan jadi menantu dikeluarga ini. " Ucap anisa sambil melirik sinis kearah erika.


" Enak saja nyuruh erika, erika disini itu tamu jadi perlakukan dia dengan baik. Kamu ini makin lama makin kurangajar Nis !" Seru santi tidak suka dengan cara anisa yang menurutnya sangat tidak sopan.


Anisa hanya tersenyum sinis, mega sepertinya mulai paham dengan peperangan yang tetjadi didepannya. Anisa tipe orang yang tegas , dan tidak mau cari masalah jika tidak di pancing terlebih dahulu.


**********


Nb.: Jika banyak yang TYPO harap dimaafkan 🙏🙏


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2