Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Teman masa kecil


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Wajah kamu kenapa mas? " Tanya nadin.


Nadin yang baru pulang kaget melihat wajah rendra yang seperti habis dipukuli orang. Rendra terlihat bingung mau menjelaskan. Tidak mungkin dia bilang jika dia habia dipukuli oleh zainal.


* Kenapa aku tidak menyiapkan jawaban atau alasannya dari tadi. Kalau begini aku harus jawab apa, jangan sampai nadin tahu kalau aku habis berantem dengan mas zainal, kalau dia tahu semua pasti akan ruwet * Gumam rendra dalam hatinya.


" Jawab mas !" Seru nadin kesal pertanyaanya tidak kunjung dijawab oleh Rendra.


" Emm... Tadi mas nganterin ibu kepasar dan ibu dijambret, mas mencoba mengejarnya tapi justru mas yang dihajar sama jambret itu. " Ucap rendra beralasan. Karena hanya itu alasan yang terlintas dipikirannya.


" Iya din, tadi rendra dipukul sama jambret. Uang belanja hari ini ikut kejambret sama uang 500 ibu yang dari zainal, jadi hari ini ibu tidak bisa memasak " Ucap ibu ratri ikut bersandiwara.


Hhhuuuhhhh.... Terdengar helaan nafas dari nadin, ada saja masalah yang menimpa keluarga suaminya. Nadin tidak mau banyak bertanya lagi, padahal saat ini dia sangat lapar dan ingin segera makan. Padahal dia tadi sudah memberi uang belanja 2 kali lipat untuk membeli daging sapi karena nadin ingin makan rendang. Namun semuanya tidak sesuai dengan khayalan.


" Padahal aku sangat lapar. Ya sudahlah aku pesan saja " Ucap nadin sembari mengotak atik ponselnya.


" Jangan lupa untuk ibu sama rendra juga ya din, kami mau menu yang sama saja seperti punya kamu" Ucap ibu ratri dengan senang.


Nadin tidak menjawab hanya melirik dengan malas saja. Setelah memesan makanan nadin masuk kamar, diapun mandi terlebih dahulu. Seharian di luar rumah membuat badan nadin sangat lelah dan pegal - pegal. Selesai mandi nadin keluar kamar dan menunggu pesanannya di ruang tamu, sudah jam 7 malam pas waktu makan malam pesanan nadin sudah sampai.


" Terimakasih mbak " Jawab drivel ojek online setelah nadin membayar dan memberikan uang lebihan.


Nadin menuju meja makan dan segera membuka makanannya. Tanpa disuruh rendra dan ibu ratri mendekat dan ikut duduk dimeja makan untuk ikut makan.


" Punya mas mana din ?" Tanya rendra sambil melongok nasi padang punya nadin.


" Loh memangnya mas tadi pesan juga ? " Tanya nadin pura - pura tidak ingat jika tadi ibu mertua sudah bilang jika dia juga mau .

__ADS_1


" Tadi ibukan sudah bilang sekalian buat ibu dan rendra juga din. Kami juga lapar loh din, tega ya kamu makan sendiri tanpa memperdulikan kami yang kelaparan. " Ucap ibu ratri kesal.


Ternyata nadin hanya memesan nasi padang dengan lauk daging rendang untuk dirinya sendiri. Dia tidak mau rugi, karena tadi pagi dia sudah keluar uang 200 ribu tapi seenaknya ibu mertua mengatakan uang nya hilang karena kejambret. Nadin makan dan tidak memperdulikan tatapan tidak suka dua orang yang saat ini ada didepannya.


* Dasar menantu kurangajar ! Beruntung uang 200 ribu tadi pagi masih utuh , ada untungnya juga rendra dipukuli zainal setidaknya uang 200 ribu tadi pagi masuk kantongku. Tapi kasihan juga si rendra mukanya sampai bonyok begitu * Gumam ibu ratri dalam batinnya.


" Tapi mas lapar banget loh din, bagi dulu sih setengah din " Ucap rendra yang memang sudah sangat lapar karena dari siang dia tidak makan.


" Mas, apa tidak malu sih kamu meminta makan sama saya ? Kamu ini suamiloh mas, kepala keluarga seharusnya kamu yang menafkahi aku bukan aku yang menafkahi kamu. " Ucap nadin kesal karena makannya terganggu terus menerus.


" Sudah ndra jangan ganggu nadin. Sekarang ibu belikan saja kamu nasi didepan sana, nasi goreng saja ya. Kalau nasi padang depan sana jam segini sudah tutup. " Ucap ibu ratri merasa kasihan dengan rendra.


Rendrapun mengangguk setuju, dia meninggalkan meja makan dan lebih memilih menunggu ibunya diruang Tv sambil menonton televisi. Setelah menunggu 30 menit akhirnya ibu ratri pulang juga dengan membawa dua bungkus nasi goreng, mereka makan tanpa menawari nadin. Nadin sendiri memang sudah masuk kekamarnya dan beristirahat.


Sementara ditempat lain, malam ini Anisa menemani riko menghadiri acara makan malam dengan klien dari luar kota. Siang tadi riko baru saja menandatangani proyek kerja sama dengan PT Angkasa Putra milik Tuan Bayu anggara.


Acara makan malam ini untuk merayakan kerjasama mereka yang akan terjalin dua tahun kedepan . Anisa sebenarnya tidak suka dengan acara makan malam begini apalagi ada hubungannya dengan pekerjaan, namun saat riko menjelaskan tuan bayu juga membawa istrinya mau tidak mau anisa juga harus ikut.


" Selamat datang Tuan Riko dan Nyonya " Sapa pak bayu dengan ramah sembari mengulurkan tangannya.


" Terimakasih Tuan Bayu, maaf sedikit terlambat. Kenalkan ini istri saya , Anisa " Ucap riko memperkenalkan anisa.


Dan benar saja ternyata istri pak bayu sudah kembali datang dan sudah ikut bergabung dengan mereka. Anisa merasa tidak asing dengan istri pak bayu, dia pernah bertemu tapi dia lupa dimana pernah bertemu.


* Kok wajahnya istri pak bayu tidak asing ya, sepertinya aku pernah ketemu tapi dimana dan siapa ya ?* Gumam Anisa dalam hatinya.


Ehhemm... Eheeemmm


Istri pak bayu berdehem dan berhasil mengagetkan anisa. Istri pak bayu sengaja berdehem agar anisa tidak melamun terus.


" Kamu melamun Nis ?" Tanya istri pak bayu , anisa heran kenapa dia bisa tahu nama anisa padahal tadi saat memperkenalkan diri tidak ada.


" Emm... Tidak kok. Maaf apa sebelumnya kita pernah bertemu ya ? Kok anda bisa tahu nama saya , padahal belum berkenalan kan ?" Tanya anisa dengan penuh rasa penasaran.


Riko dan pak bayu hanya saling pandang, mereka sama - sama tidak tahu permasalahan dua wanita yang saat ini sedang berbincang ringan.

__ADS_1


" Huhh... Dasar kamu ya, kamu lupa sama saya nis? Dulu kita pernah loh jatuh dari pohon jambu saat mengambil jambu tanpa izin sams pemiliknya. Sampai tidak sekolah 3 hari gara - gara kaki kesleo " Ucap istri pak bayu.


" Risa ! Kamu risa sikurus kering, hitam, kriting ?" Tanya anisa tanpa sadar menyebutkan Risa kecil pada masanya dulu.


Bughhh....


Perempuan yang ternyata bernama risa itu memukul lengan anisa dengan buku menu. Bagaimana dia tidak kesal karena anisa begitu lengkap menyebutkan ciri - ciri dirinya waktu kecil dulu.


" Jadi kamu benar Risa temanku masa kecil ? Kamu berubah banget Ris, sekarang cantik banget tapi tetap saja rambutnya ikal. Kok kamu bisa tahu kalau aku ini istrinya mas riko ?" Tanya anisa penasaran.


" Itu soal mudah , saat kalian menikah akukan ikut datang menemani suamiku. Tapi saat ini anakku tidak bisa diajak kompromi jadi kami pulang lebih dulu tanpa berpamitan. Nah saat itu juga aku tahu kalau itu kamu, dan aku sengaja meminta suamiku makan malam ini mengajak pasangan. Padahal suamiku saja juga tidak tahu kalau kita saling kenal. " Ucap risa menjelaskan.


" Jadi mama ini temannya istri dari tuan riko ?" Tanya pak bayu.


" Iya pa,kami dulu sama - sama wanita dari kampung. Kami dulu saat masih SD satu sekolahan dan selalu satu bangku. Kami terpisah saat kami masuk SMP, mama terpaksa pindah ke kota yang sekarang ini karena orang tua mama dulu dipindah tugaskan. " Ucap risa lagi.


Pak bayu mengangguk paham dengan apa yang dikatakan oleh Istrinya. Riko meminta bayu untuk memanggilnya nama saja dan begitupun sebaliknya. Para suami saat ini hanya menjadi pendengar setia, mereka berdua dengan setia mendengar cerita masa kecilnya sang istri mereka masing - masing.


" Jadi ingatkan saat kita mengambil rambutan tempatnya pak sholeh, kita berdua mau dibawa kekantor polisi. Tapi setelah tahu papa kamu seorang polisi justru kita dikasih rambutan satu keranjang, dan kita makan sampai perut kita kesakitan " Ucap anisa mengingat masa kecilnya lalu mereka semua ikut tertawa.


" Pa, kamu tidak malu kan dengan masalalu mama ? Dulu mama ini suka mencuri buah - buahan sama anisa, tapi setelah mereka tahu kalau papaku polisi mereka suka memberi begitu saja " Ucap risa sambil terkekeh.


" Untuk apa papa malu,tah itu cerita masalalu " Ucap bayu sambil tersenyum.


* Dasar wanita, kalau sudah bertemu ada saja yang diobrolkan. Tetapi aku salut sama mereka berdua , mereka berani menceritakan kejelekan masa kecilnya dihadapan para suaminya. Jarang - jarang ada wanita seperti mereka ini * Gumam riko dalam batinnya.


Malam semakin larut dan acara makan malampun selesai, anisa dam risa sudah saling bertukar nomor ponsel. Akhirnya merekapun pamit pulang masing - masing dan berjanji suatu hari nanti akan makan malam bersama lagi.


Mobil yang dikendarai riko melaju dengan pelan, riko dan anisa terlibat obrolan sederhana. Apalagi kalau bukan anisa menceritakan pertemanannya dengan Risa.


" Beruntung sekali tadi aku mau ikut mas makan malam, jadi aku bisa bertemu dengan Risa. Teman masa preman kecilku dulu. Jadi ingat dulu saat kami bermain dan ada yang mengganggu kami , mas abi selalu maju paling depan. Bahkan dia pernah terkena lemparan batu hanya demi membela aku dan risa. Pokoknya mas abi itu dulu pahlawan kami " Ucap anisa antusius.


" Kamu ini ternyata kecilnya bandel juga ya " Seru riko sambil tertawa.


" Iya, dulu aku dan risa asli bandel banget " Jawab anisa terkekeh.

__ADS_1


Tanpa terasa mobil yang dikendarai riko sudah sampai dihalaman rumah. Dengan sigap riko turun dan berlari kearah samping pintu anisa, dengan penuh perhatian dia membukakan pintu mobil untuk sang istri tercinta.


***********


__ADS_2