
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Mobil rendra sudah sampai di halaman rumah ibu nya, di teras terlihat ada pak iwan dan agus anak pertama pak iwan. Rendra terpaksa turun dari mobil dan menyalami pak iwan dan agus terlebih dahulu lagipula sebent
" Mas agus sudah dari tadi ?" Tanya rendra berbasa - basi sambil mengulas senyum ramah.
" Belum,baru 20 menitan lah. Oh iya mobil kamu bagus ya , kapan - kapan boleh dong aku pinjam untuk jalan - jalan.?" Tanya agus dengan tidak tahu malunya.
Rendra tidak mengiyakan dan tidak pula berkata tidak. Dia hanya mengulas senyum saja lalu dia memilih masuk saja kedalam rumah karena sebentar lagi magrib. Rendra beristirahat sebentar dan akan pulang saat sudah selesai magrib. Agus masih memperhatikan mobil itu dengan takjub.
* Ini mobil beneran cling banget ya, ternyata anak ibu beneran kaya * Gumam agus dalam batinnya .
Dari arah rumah santi, zainal berjalan dengan cepat menuju rumah ibunya.
" Ehhh ada kamu juga disini Gus ?" Sapa zainal saat melihat Agus ada di teras rumah sedangkan pak iwan sudah berjalan masuk mengikuti istrinya.
" Iya , tadi ada perlu sedikit sama bapak " Jawab agus sambil tersenyum ramah.
" Tidak masuk dulu , mau magrib tidak baik ada di luar rumah. " Seru zainal menawari agus masuk.
Namun sepertinya agus tidak ada niatan untuk masuk kerumah terlebih dahulu. Agus memutuskan untuk pulang saja, karena dia datang hanya menemui pak iwan untuk menanyakan masalah uang yang dia minta. Benar - benar tidak tahu malu , baru juga menjadi bagian keluarga sudah berani meminta uang 100 juta. Beruntung anisa tidak semudah itu memberikan pinjaman, yang namanya uang tidak ada yang namanya saudara dan keluarga.
" Ndra, mas ada perlu sama kamu " Seru zainal sambil menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa ruang tamu.
__ADS_1
" Apa mas ?" Tanya rendra lesu.
" Suruh istrimu mengeluarkan santi dari penjara , santi terlihat menderita. Apa kalian juga tidak kasihan dengan kiki dan koko, bahkan aku tidak berani memberitahu mertua ku jika santi masuk penjara. " Ucap zainal dengan wajah lesu seperti orang yang kelelahan.
" Huuuhhh... Mas soal mbak santi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kalian yang sabar saja , aku tahu anisa mas. Dia pasti hanya memberi mbak santi efek jera saja, sudah jangan bahas soal mbak santi disini. Ini sudah magrib dan jangan buat aku marah.
Zainal terdiam dan mengikuti perkataan adiknya, dia begini karena masih ada keperluan lain dengan rendra. Jadi tidak mau membuat rendra marah , agar tujuan lain menemui rendra akan berjalan dengan lancar. Rendra masuk ke kamarnya dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat magrib.
Sebelumnya rendra mengirim pesan kepada anisa jika dia akan pulang selepas magrib. Sengaja mengabari anisa agar istrinya itu tidak cemas. Selesai sholat rendra keluar dari kamar, dan ternyata masih ada zainal disana.
" Mas kok masih disini ? Mana koko sama kiki ?" Tanya rendra heran karena kakaknya itu tidak pulang menemani anak - anak nya.
" Emmm... Mereka tadi saat aku kesini sedang makan ndra. Ndra , apa mas boleh pinjam uang 10 juta sama mobil kamu ?" Tanya zainal sedikit ragu.
Rendra langsung terbelalak mendengar zainal mau pinjam uang 10 juta bahkan dengan mobilnya juga. Setahu rendra gaji zainal itu lebih besar darinya tapi kenapa baru 2 minggu sudah mau pinjam duit. Rumah sudah ada, motor dibeli secara kas, terus kemana gaji nya ?
Haaaahhhh
Zainal menghela nafasnya dengan panjang, terlihat dia mengusap wajahnya dengan kasar. Padahal dia sudah berencana ingin liburan dengan meminjam uang rendra dan mobil rendra. Namun sepertinya rencana itu harus gagal karena apa yang dia rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
" Kamu itu pelit banget sih Ndra , padahal istrimu uang nya juga banyak. Kamu tinggal pakai uang istrimu itu, kan uang istrimu uang mu juga. Jangan takut sama istri ndra, kalau takut sama istri justru harga diri kita yang akan di injak - injak. " Seru Zainal dengan ketus.
" Mas, jangan samakan aku sama kamu. Lagi pula apa yanv dimiliku istriku itu memang punya dia tanpa ada campur tanganku sedikitpun. Lagi pula untuk apa sih mas meminjam uang sebanyak itu ? Sepertinya gaji mas sudah lebih dari cukup, cicilan saja kalian tidak punya. Aku ini lama-lama malu juga sama istriku mas. Hari ini ibu datang mau pinjam uang anisa 100 juta " Ucap rendra dengan nada bicara mulai meninggi.
Haahh 100 juta ? Zainal terperangah mendengar ibunya meminjam uang 100 juta. Banyak pertanyaan dalam benak zainal, untuk apa uang 100 juta itu. Saat mereka sedang sibuk dengan fikirannya sendiri - sendiri, ibu ratri dan pak iwan keluar dari kamarnya.
" Bu, kata rendra ibu tadi mau pinjam uang 100 juta kepada anisa ? Memangnya untuk apa bu ?" Tanya zainal tanpa basa - basi.
Ibu ratri dan pak iwan hanya saling lempar pandangan. Mereka memang merahasiakan untuk apa uang 100 juta itu, karena tidak mau rendra dan zainal berfikiran jelek kepada keluarga suami barunya.
__ADS_1
" Buat mas agus anak tiri ibu." Tiba - tiba bagas masuk dan menjawab pertanyaan zainal.
Zainal dan rendra langsung memandang kearah bagas yang baru saja pulang. Sedangkan ibu ratri dan pak iwan gugup sdn salah tingkah.
" Ibu meminjam uang untuk agus ? Apa saya tidak salah dengar bu? Ibu tega memaki istriku demi orang yang baru beberapa hari menjadi anak ibu ? Kemana akal sehat ibu, lagi pula ibu tidak berkewajiban untuk membantu agus. Agus bukan anak ibu , dia sudah dewasa dan berumah tangga. Yang seharusnya membantu agus itu bapak bukan ibu, aneh saja sih selama ini kami saja tidak pernah meminta uang sama ibu sebanyak itu tapi" Ucap zainal dengan berani dengan melirik sinis kearah bapak barunya.
Mendengar ucapan zainal tadi membuat pak iwan tersinggung, dia langsung membantah pernyataan zainal dengan lantang.
" Agus itu tidak meminta tapi dia meminjam, lagipula apa salahnya pinjam sama saudara. Rendra kan anaknya rati berarti dia anak ku juga kan ? Dan aku berhak juga meminjam sama rendra, ingat kami pinjam bukan minta !!" Ucap pak iwan dengan lantang.
Sifat asli pak iwan akhirnya keluar juga, ternyata sama saja dengan ibu ratri. Sama - sama mata duitan dan menggampangkan sesuatu. Bagas yang dari awal memang tidak suka dengan pak iwan hanya mendengus lalu masuk kekamarnya. Ini yang membuat dia semakin tidak betah tinggal dirumah, ternyata bapak barunya itu juga tabiatnya kurang baik. Benar sih dia bekerja dan menafkahi ibunya, tapi orangnya juga mata duitan.
" Rendra mau pulang istri ku sudah menunggu " Ucap rendra bangkit dan hendak keluar rumah.
" Rendra tunggu !!" Teriak ibu ratri.
" Apalagi bu? Kalau soal yang aku tidak punya dan anisa ? Ibu sudah tahu jawaban dari anisa kan ? Jangan minta rendra untuk membujuk anisa" Ucap rendra lalu keluar dari rumah ibunya.
Zainal pun lebih memilih segera meninggalkan rumaj ibunya dan menuju rumahnya sendiri.
" Lihat anak-anak mu bu dia sombong tidak karuan " Ucap pak iwan lalu kembali masuk kekamar.
***********
RATE BINTANG 5 NYA KAK
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA HADIAHNYA.
TERIMAKASIH ❤️❤️❤️🙏🙏🙏
__ADS_1