Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Mulai terungkap


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Setelah erika pergi, ibu ratri masih saja meributkan soal anak dalam kandungan erika. Dia masih ingin rendra menjeleskan lagi. Sebab erika mengatakan jika rendralah yang mandul, rendra sendiri tidak mempercayai ucapan erika. Dia tahu jika dirinya memang mandul tetapi tidak dengan erika. Rendra yakin erika hanya asal bicara saja, sebab kemandulannya hanya dirinya sendiri dan dokterlah yang tahu.


" Ibu ini apa - apaan sih ? Masih saja percaya sama mulut wanita gila itu, dia itu asal bicara bu. " Ucap rendra membela dirinya sendiri.


" Tapi kenapa erika bukan hamil sama kamu ndra tapi hamil sama orang lain ?" Tanya ibu ratri lagi masih saja tidak paham.


" Hhhuuuuhhhh.... Bu,,bagaimana erika mau hamil sama rendra ? Sedangkan saat pertama kali kami melakukannya itu saja erika sudah hamil dari pria lain bu. Malam dimana kalian menjebakku itu erika sudah hamil, dan 2 minggu kemudian dia menemuiku dan bilang hamil. Tanpa kita tahu saat itu dia memang hamil tapi kehamilannyasudah masuk 2 bulan " Ucap rendra menjelaskan dengan jelas agar ibunya paham dan mengerti.


" Oh...begitu " Ucap ibu ratri hanya ber oh ria.


Nadin yang sudah ada didalam kamar merasa ada yang aneh dengan suaminya. Sebab sudah tahu anak yang dikandung erika bukan anaknya, justru hanya diam saja dan tidak langsung menceraikan erika.


* Apa karena hal itu juga, mas rendra sering menyiksa erika ? Karena dia sudah tahu anak itu bukan anaknya ? Tapi kenapa tidak langsung diceraikan saja ? Hemm... Membingungkan. Sudahlah aku mau mandi dan siap - siap mau ke club , disana aku lebih tenang daripada dirumah cuma melihat wajah mas rendra dan ibunya yang pengangguran dan dikit - dikit minta uang * Gumam nadin dalam batinnya.


Nadin bersiap dan setelah selesai dia keluar kamar dan menemui rendra yang masih saja berbincang dengan ibunya di ruang keluarga. Melihat nadin sudah cantik dan rapi membuat rendra bertanya hendak kemana istrinya.


" Mau kemana sayang ? " Tanya rendra bangkit mendekati nadin.


" Mau ke club, sudah berhari - hari aku tidak kesana. Oh iya mas, besok lusa kita kedokter ya. Aku ingin melakukan program hamil, meskipun aku wanita yang sudah pernah tidur dengan siapa saja. Aku tidak mau sembarang orang menanamkan benihnya dirahimku. Selama ini hanya kamu dan mantan suamiku saja yang bermain tanpa pengaman. Ingat kamu juga harus rajin bekerja " Ucap Nadin membuat rendra langsung menegang takut.


Takut jika dia ketahuan mandul dan nadin akan menendangnya dari kehidupannya. Betapa malunya jika itu sampai terjadi, ucapan yang selama ini dilontarkan sang ibu untuk anisa ternyata dialami sendiri oleh rendra, seakan apa yang diucapkan ibunya kepada anisa adalah doa buruk untuk rendra.


" Kamu tenang saja Nadin, anak ibu ini sudah pasti tokcer dan subur. Kemarin ini sama anisa karena anisanya saja yang mandul. Sama erika ternyata tertipu, sama kamu juga baru menikahnya. Ibu yakin pasti dalam sebulan ini kamu bisa hamil anak rendra " Ucap ibu ratri dengan bangganya.


Tanpa ibu ratri sadari saat ini tubuh rendra sudah keluar keringat dingin. Wajahnya pun memucat, seakan kakinya tidak sanggup lagi menopang bobot tubuhnya, sekuat tenaga rendra menguatkan kakinya agar dia tidak ambruk. Dia belum sanggup menerima kenyataan baru jika kemandulannya akan diketahui oleh orang lain.


" Mas kamu kenapa ? Jangan banyak drama pura -'pura sakit segala kamu mas. Kamu itu harus kerja, setidaknha berusaha cari pekerjaan. Jangab ngandelin uang ku terus, kita makan ini butuh uang bukan butuh daun. Sudahlah aku mau pergi, ingat bu cuci dan setrika baju - bajuku dengan rapi. Tenang saja nanti kalau sudah genap sebulan aku asti kasih ibu uang, hitung - hitung ibu bekerja dengan ku " Ucap nadin lalu melangkah menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumah.


Rendra tetap bengong, dan kini dia duduk di sofa sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Keringat dingin terus bercucuran membasahi tubuhnya.


" Dasar menantu kurangajar !! Memang nya aku ini pembantu, seenaknya menyuruh ini dan itu. Mentang - mentang kaya belagu juga dia. Rendra kamu kasih tahu istrimu itu agar tidak kurangajar sama ibu, setidaknya beres - beres dulu sebelum pergi. Ini semua pekerjaan diserahkan sama ibu, ibu bukan pembantu ndra" Ucap ibu ratri kesal.

__ADS_1


Rendra sama sekali tidak menyahut, dia diam dan tatapannya kosong kedepan. Ibu ratri semakin kesal karena rendra tidak merespon semua perkataannya. Ibu ratri memandang rendra dan memukul bahu rendra.


" Hehhh...kamu kenapa ndra ? Kok kamu keluar keringat dingin begini ?" Tanya Ibu ratri kaget melihat keadaan rendra.


" Bu, nadin ingin punya anak bu . " Seru rendra dengan pandangan masih lurus kedepan.


" Iya ndra, memang nya kenapa kalau nadin mau punya anak. Kamu kan suaminya , nadin wanita kaya sudah pasti anak kalian nanti akan terjamin ndra. Yang penting anak itu anak kamu dan nadin bukab anak dari pria lain seperti erika itu. Ibu malu ndra , gara - gara erika kita sudah menanggung malu. " Ucap ibu ratri dengan kesal.


Rendra masih bingung harus memulai darimana untuk memberitahu ibunya tentang kesehatannya. Apa yang akan terjadi dengan ibunya jika ibunya tahu kalau sia seorang pria yang mandul. Semakin diam, semakin rendra tersiksa karena kebohongannya sendiri.


" Kamu harus tunjukan sama orang - orang bahwa kamu itu pria jantan dan bisa memiliki keturunan yang cantik dan tampan. Ibu yakin si Anisa itu pasti akan menyesal menceraikan kamu, karena hanya kamu saja pria yang bisa menerima kekurangannya. Siapa juga yang mau sama wanita mandul seperti dia, ibu yakin dia tidak akan mendapatkan pria sebaik dan setampan kamu. ,Apalagi si erika wanita murahan itu, lihat saja hidupnya pasti akan susah " Ucap ibu ratri dengan percaya dirinya menghina anisa dan erika secara bersamaan.


Tanpa dia sadari jika saat ini anaknya sendirilah yang merasa terhina dengan kata-katanya. Rendra tidak bisa membiarkan ibunya terus menghina anisa mandul karena pada dasarnya renda sendirilah yang tidak bisa mempunyai keturunan.


" Bu, hentikan mengatakan anisa wanita mandul. Anisa itu tidak mandul bu, dia sehat dia subur! " Bentak rendra dengan kesal . Sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan ibunya terus menerus tentang anisa.


" Kalau tidak mandul kenapa selama hampir 2 tahun kalian menikah belum juga hamil. Dia pasti bermasalah dan dokter tempatnya periksa itu sudah sia suap untuk memberi keterangan palsu. " Ucap ibu ratri tetap berfikir jelek tentang anisa.


" Karena rendra yang mandul bu. ! Rendra Mandul !!" Jawab rendra dengan tegas.


Jjjdddeeerrr.... Wajah ibu ratri bagaikan disambar kilat petir yang menggelegar. Hampir saja tubuhnya ambruk, tidak menyangka ternyata apa yang selama dia tuduhkan kepada anisa justru dialamo oleh Rendra. Anaknya sendiri yang mengalami kemandulan, ibu ratri terlihat syok dan kaget.


" Rendra tidak bercanda bu, rendra serius. Bahkan rendra tahu semua ini sebelum rendra menikah dengan nadin " Jawab rendra serius tanpa ada kebohongan lagi.


Nadin ?


Tiba - tiba ibu ratri teringat nadin, iya nadin yang saat ini juga menginginkan anak dari rendra. Bahkan lusa mereka akan kedokter untuk melakukan program kehamilan.


" Lalu bagaimana dengan program kehamilan yang ingin dijalani nadin ndra ? Jangan sampai nadin tahu soal kemandulan kamu, jika nadin tahu ibu yakin dia juga akan meminta cerai. Ini tidak bisa dibiarkan ndra, saat ini hanya nadin wanita yang bisa menanggung biaya hidup mu, meskipun dia sedikit menyebalkan tetapi uang dia banyak. " Ucap ibu ratri lagi.


" Itu yang jadi masalahnya bu, aku tidak mau sampai nadin tahu jika aku mandul. Terus aku harus bagaimana bu ? Lama - lama jika nadin tidak hamil juga dia akan tahu kalau aku pasti bermasalah " Seru Rendra dengan wajah yang terlihat frustasi memikirkan masalah demi masalahnya.


Ibu ratri terdiam, dia sedang memikirkan solusi yang baik untuk rendra dan nadin. Bagaimana cara nadin bisa hamil dan tetap menjadi istri rendra. Bibir ibu ratri tersenyum lebar saat dia sudah menemukan solusi untuk masalah rendra. Meskipun sedikit konyol, rendra harus menyetujui apa yang direncanakan ibunya.


Dengan penuh semangat ibu ratri membisikkan rencananya di telinga rendra. Rendra syok dan tidak percaya jika ibunya punya rencana sepijik itu dan serendah itu.


" Ibu jangan aneh bu, mana mungkin bisa punya fikiran seperti itu?" Tanya rendra heran dengan jalan fikiran sang ibu.


" Ini solusi satu - satunya untuk menyelamatkan rumah tangga kamu Ndra. Ingat ndra , jika nadin punya anak sudah pasti harta kekayaan nadin akan jatuh sama anaknya dan itu akan semakin mudah kita mengendalikannya. Siapa tahu setelah nadin hamil usaha club malam nya itu akan diserahkan sama kamu kepengurusannya " Ucap ibu ratri mencoba menyakinkan rendra.

__ADS_1


Rencana ibunya termasuk tidak masuk akal, tapi mau bagaimana lagi hanya itu jalan satu - satunya yang bisa menolong rendra. Dengan sangat terpaksa rendrapun menyetujui rencana ibunya. Besok malam rendra dan ibu ratri akan menjalankan rencananya , mereka yakin rencananya akan berhasil.


* Tidak terlalu buruk, jika nadin hamil anak itu tetap keturunan dari keluarga kami. Hemmm... Aku harus mengikhlaskan tubuh nadin untuk dijamah saudaraku. Tapi tidak akan ada yang tahu tentang rencana ini, cukup aku dan ibu saja. * Ucap rendra dalam hatinya.


Sementara itu saat ini zainal yang memang libur alias cuti selama dua hari, zainal sedang beli rokok dinwarung yang tidak jauh dari rumahnya. Diwarung itu ramai ibu - ibu yang sedang bergosip, tentunya gosip soal erika tadi yang saat ini sedang mereka perbincangkan.


" Bu rokok seperti biasa dua bungkus " Ucap zainal.


" Ini , 58 ribu nal " Ucap ibu pemilik warung.


Zainal memberikan uang selembar merah, sambil menunggu uang kembalian zainal duduk di kursi depan warung tepatnya ada disamping ibu Ida.


" Ehh...Zainal kamu kok tadi tidak keluar saat erika dan ibu mu ribut - ribut. Kasihan loh erika tadi dipukuli sama rendra dan ibumu?" Tanya ibu ida sibiang gosip yang paling terdepan.


" Zainal tadi pas lagi keluar isi BBM bu , ini saja baru pulang belum sampai rumah. Memang ribut - ribut apa bu ?" Tanya zainal yang memang tidak tahu ada keributan apa antara keluarganya dan erika sampai ibu-ibu menjadikan bahan perbincangan.


Sudah tidak heran lagi dilingkungan tempat tinggalnya memang banyak biang gosip. Masalah sedikit atau salah sedikit saja bisa menyebar sampai mana - mana, bahkan berita yang beredar terkadang sudah digosok dan sudah banyak lagi tambahannya. Itu juga alasan anita yang tidak pernah mau ikut berbaur dengan ibu - ibu yang lain , zainal saja yang bodoh. Istrinya memang tidak mau berbaur dengan para tetangga tetapi dia maunya berbaur seranjang dengan bapak mertuanya.


" Sudah - sudah jangan gosip terus. Ini nal uang kembiannya. Untuk lebih jelasnya kamu tanyakan langsung sama rendra atau ibumu." Ucap ibu pemilik warung sambil memberikan uang kembalian kepada zainal.


Zainal mengangguk, mungkin ada baiknya dia memang tanya langsung sama rendra ataupun ibunya. Bukan mendengarkan cerita dari orang lain yang sudah tidak orisinil lagi.


" Ehh zainal ! Memang kamu sakit apa sih ? " Tanya ibu ida sudah berganti topik pembicaraan.


" Sakit ? Sakit apa ? zainal tidak sakit apa - apa kok bu. Memangnya ada apa bu ?" Tanya zainal penasaran.


" Oh... Begini kemarin lusa itu sekitar jam 10 malam saat ibu sama suami ibu pulang dari kondangan di kampung sebelah, kami ada melihat pak iwan masuk kerumahmu tapi dari pintu belakang. Terus pagi harinya saat saya ketemu pak iwan saya tanyakan menapa malam - malam kerumah kamu tapi lewat belakang. Kata pak iwan kamu sakit dan ingin melihat keadaan kamu, tidak mau membangunkan anita jadi dia lewat belakang saja " Ucap ibu ida menceritakan apa yang dia lihat dengan suaminya tempo hari.


Zainal merasa tidak pernah sakit bahkan dia lama tidak bertu bertatap muka langsung dengan pak iwan sang ayah tirinya itu. Bahkan dia juga tidak akrab sama sekali.


* Ada apa ini ? Kenapa bapak tua itu malam - malam kerumah ku. Padahal aku juga tidak dekat dengannya, dan katanya aku sakit? Sakit apa aku ? Sepertinya ada yang pak tua itu sembunyikan, atau jangan - jangan anita dan pak tua itu berselingkuh dibelakangku ?. Aku harus menyelidikinya * Gumam Zainal dalam hatinya.


*********


MAAF JIKA ADA TULISAN YANG TYPO ATAU SALAH KETIK.


RATE BINTANG 5 NYA, SERTA VOTENYA DULU YUK KAK. BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2