Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Harus ada jaminan


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Dulu direndahkan bahkan dihina dan dijadikan pembantu gratisan padahal statusnya adalah menantu. Semua kejadian yang pernah terjadi di rumah mertuanya masih terbinkai rapi dalam ingatan anisa. Selama tinggal dengan mertuanya sekalipun anisa tidak di perlakukan baik, bahkan untuk uang makan saja harus dicurangi dan anisa selalu menutupi kekurangannya.


Dan sekarang disaat tahu anisa memiliki uang dan kedudukan yang lebih tinggi, mertuanya datang dengan pura - pura baik. Anisa bisa menebak jika mertuanya datang pasti ada maunya. Benar saja, dia datang hanya untuk meminjam uang yang banyak, uang 100 juta.


" Ibu pinjam uang 100 juta buat apa ? " Tanya anisa bicara masih dengan sopan kepada ibu mertuanya.


" Pokoknya ibu pinjam uang 100 juta , dan kamu tidak perlu tahu uang itu untuk apa. " Jawan ibu mertua anisa dengan ketus.


Aneh kan ? Orang mau pinjam duit bicara dengan ketus, apa mungkin dia lupa jika dia ingin meminjam uang? Anisa hanya bisa menggelengkan kepala melihat cara ibu mertua nya berbicara.


" Loh ibu tadi datang kesini baik - baik kan ? Tapi sekarang kok sudah ketus lagi ? Jangan - jangan tadi baik hanya karena ada maunya saja kan ? Lagian aneh deh bu, ibu kan sudah menikah kenapa tidak minta bantuan suami ibu ? " Ucap anisa dengan nada sedikit mengejek ibu mertuanya.


Ibu ratri terlihat memperbaiki duduknya, sepertinya dia tidak menyadari kata - kata ketusnya. Rendra yang sedari tadi duduk di dekat anisa hanya diam menyimak. Dia kurang suka dengan sikap anisa saat bicara dengan ibunya, karena bagaimanapun itu ibu nya yang berarti mertua anisa.


Tidak bisa menyalahkan anisa , kelakuan ibunya memang sudah sering kali membuat anisa jengah dan bisa jadi sakit hati juga.


" Emm... Maksud ibu tidak seperti itu Nis. Suami ibu tidak ada uang segitu, kamu tahu sendiri suami ibu itu hanya pekerja pabrik. Gaji juga hanya cukup untuk makan sehari - hari , ibu yakin kamu pasti punya uang segitu. Kamu kan menejer dan uang kamu pasti banyak. " Ucap ibu ratri merayu anisa.


Anisa terlihat tersenyum tipis, sebenarnya dia ingin menertawakan ibu mertuanya itu. Tapi tidak mau menambah masalah, yang ada pasti akan dibilang menantu durhaka.


" Apa jaminannya ?" Tanya anisa singkat dan serius.


Ibu ratri langsung mendongdkkan kepalanya melihat kearah sang menantu . Bisa jadi dia heran , kenapa harus pakai jaminan ? Bukannya mereka itu keluarga apa perlu menggunakan jaminan.


" Ibu ini mertua kamu nis? Kenapa harus pakai jaminan ? Kamu tidak percaya dengan mertua mu. ?" Tanya ibu mertua anisa.

__ADS_1


" Bukan tidak percaya bu, tapi yang namanya uang itu tidak ada yang namanya saudara, keluarga ataupun musuh. Karena uang banyak saudara yang saling berselisih paham dan pada akhirnya mereka akan bermusuhan. Untuk mengantisipasinya jadi anisa mau ibu memberikan jaminan, agar uang anisa juga aman . Uang 100 juta itu bukan uang yang sedikit bu. " Ucap anisa bicara panjang lebar.


Ibu mertua anis diam lalu melirik kearah rendra sambil mencebikkan bibir nya seakan memberi tanda agar rendra mau bicara dengan anisa. Rendra menggelengkan kepalanya sehingga ibu ratri terdengar membuang nafas dengan berat. Harapan satu - satunya hanya anisa, karena anisa yang sekarang banyak uang bukan anisa yang dulu dia hina, padahal uang anisa memang sudah banyak dari dulu.


" Bagaimana bu ? Atau begini saja, ibu pinjam sama erika. Bukannya erika itu orang kaya dan wanita karier? Pasti punya dong uang sebanyak itu. Lagi pula erika memang selalu ibu banggakan." Ucap anisa dengan senyum mengembang di bibirnya.


" Kalau tidak mau meminjamkan ya sudah tidak perlu bicara yang tidak penting. Rendra, antar ibu pulang ! Malas ibu berlama - lama ada dirumah ini, karena punya menantu sama sekali tidak bisa menghargai mertuanya " Seru ibu ratri ketus.


" Kok rendra sih bu ? " Jawab rendra mengernyitkan keningnya.


" Kalau bukan kamu siapa lagi ? Masak ibu minta antar menantu pelit itu, sudah pelit tidak berprikemanusiaan. Kakak iparnya sendiri dipenjarakan. Menantu seperti apa itu, lihat saja jika santi sudah keluar dari penjara pasti dia akan memberi perhitungan sama kamu" Ucap ibu ratri menunjuk ke arah anisa.


Anisa hanya mengulas senyum tanpa ada rasa marah dan takut sedikitpun. Menghadapi orang seperti ibu mertua dan santi memang harus tenang dan jangan menunjukan rasa takut, itu jika memang takut. Orang licik harus dibalas dengan cara cerdik.


" Oh silahkan kalau mau pulang bu, pintu rumah ku terbuka lebar untuk ibu" Seru anisa.


" Dasar menantu pelit , kamu itu tidak seharusnya seperti ini karena uang yang kamu punya itu ada hak anak ku juga, Rendra. Uang istri adalah uang suami juga " Ucapan ibu ratri berhasil membuat anisa tertawa terbahak.


HahahahaaaHaaaa


" Ibu belajar darimana ?" Tanya anisa yang masih dengan tawa renyahnya.


" Rendra cepat antar ibu pulang, pakai mobil. Ibu malas naik motor, banyak debu. " Seru ibu mertua anisa tidak mau menjawab pertanyaan anisa.


Mana bisa rendra memakai mobil tanpa persetujuan anisa. Meskipun anisa itu istrinya, tetap dia harus izin karena dia merasa tidak punya mobil.


" Kamu antar ibu mas, kuncinya ada di atas meja ruang TV. " Seru anisa membiarkan rendra memakai mobil untuk mengantar ibunya.


Rendra mengangguk lalu mengambil kunci mobil di atas meja ruang Tv. Ibu mertua anisa lebih memilih menunggu di luar, dia malas lama - lama dekat dengan anisa. Tidak perlu menunggu lama rendra sudah kembali dan masuk kedalam mobil diikuti ibu ratri.


************


Udara sore itu terasa sangat sejuk, setelah ibu mertuanya pulang anisa kedapur dan membuat cokelat panas dan membawa nya ke balkon yang ada di kamarnya. Dari atas balkon anisa melihat hamparan bangunan menjulang tinggi, matahari sore terlihat sangat indah. Dia melupakan sejenak masalah dengan ibu mertuanya.

__ADS_1


" Aku kira setelah aku pindah rumah keluarga mas rendra akan berhenti mengganggu ku. Tapi nyatanya mereka tetap tidak berubah, bahkan sekarang mereka merongrong ku. " Ucap anisa pada dirinya sendiri.


Anisa kembali menyesap cokelat panas nya, dia ingin hidup damai dan tentram tanpa ada yang tersakiti dan terhina.


" Kapan ibu dan saudara mas rendra bisa akur dengan ku, aku juga ingin hidup damai bersama mertua dan ipar. Ipar ku hanya bagas saja yang baik dan bisa menghargai aku sebagai saudaranya nya. Mbak santi dan mas zainal sekarang mereka semakin membenciku. Apa kabar ya mbak santi ? Semalam dia sudah menginap di balik jeruji besi " Ucap anisa bermonolog pada dirinya sendiri.


Sedangkan di tempat lain santi sedang di kunjungi oleh zainal. Beruntung hari libur sehingga zainal tidak sibuk dengan pekerjaannya namun dia sibuk di luaran sana dan menitipkan anak - anaknya kepada ibunya. Ibunya sendiri pergi kerumah anisa , kiki koko terpaksa main di rumah tetangga.


" Mas kamu darimana ?" Tanya santi yang baru saja datang karena polisi baru membawa santi keluar.


" Ya dari rumah. " Jawab zainal.


" Tapi kok kamu rapi banget?" Tanya santi penuh selidik.


" Masak iya aku harus pakai hawai sama singlet ? Kamu ini aneh - aneh saja santi, apa karena menginap disini otakmu sudah geser " Jawab zainal ketus.


Hhuuufff...


Santi terdengar menghela nafas dengan berat. Sepertinya dia memang yang terlalu curiga dengan suaminya.


" Mas kamu harus segera mengeluarkan aku dari sini, aku tidak mau menginap lagi disini. Baru juga semalam badan ku sudah sakit - sakit begini " Ucap santi mengiba dan dia sudah tidak mencurigai zainal lagi.


" Sabar santi, mas masih mengusahakan kamu keluar dari sini. Kasihan juga anak - anak jika kamu terlalu lama disini. " Ucap zainal mengenggam tangan santi.


" Tapi jangan lama - lama mas " Seru santi lagi.


" Iya kamu sabar dulu. " Jawab zainal.


Zainal dan santi hanya bicara berbincang 30 menit saja karena waktu terbatas. Zainalpun segera pulang sebelum pulang mampir di rumah makan untuk membelikan makan kedua anaknya.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2