Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Maaf untuk Rendra


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Bagas mengusahakan agar Anisa dan Erika mau menemuinya. Bagas sudah menghubungi Anisa dan Anisa bersedia datang kerumah untuk menemui Rendra, Anisa tidak menolak saat Bagas memintanya datang kerumah, selagi semua itu tidak akan menimbulkan Fitnah. Lagi pula tidak ada salahnya untuk menjenguk Rendra apalagi Rendra memang baru tertimpa musibah.


Namun berbeda dengan Erika, dia tidak mau menemui Rendra sebab sakit hatinya diperlakukan kasar oleh Rendra masih sangat membekas. Rendra sudah melukainya hati dan fisiknya, bahkan pernah beranggapan jika Erika akan dijadikan budak nafsunya saja. Kata - kata Rendra sampai sekarang masih terngiang - ngiang di telinga Erika.


" Apa pantas aku memaafkan orang bejat seperti Rendra? Aku memang salah tapi bukan berarti aku ini harus menjadi budak nafsunya. Setiap kali dia meminta haknya dia tidak pernah memperlakukanku dengan lembut. Dia memaksaku dan tidak segan memukulku, aku sudah dianggapnya seperti wanita penghibur." Seru Erika dengan emosi yang mulai tidak bisa ditahan.


" Aku juga meminta maaf mbak, aku dulu sama sekali tidak menyukai dan menghormatimu. Karena aku kesal kamu sudah menghancurkan rumah tangga mbak Anisa dan mas Rendra. Bahkan kamu sudah bermain gila dengan beberapa lelaki. Mungkin aku salah, dan saat ini aku meminta maaf." Ucap Bagas merasa jika dirinya juga mempunyai salah kepada Erika.


Erika hanya membuang pandangannya kearah lain, dia tidak kau menatap wajah Bagas. Dia pernah merasa kecewa juga karena Bagas, Bagas yang tidak pernah menghargsinya dan tidak mau menganggapnya sebagai saudara iparnya. Namun sepenuhnya bukanlah salah Bagas, Bagas bersikap seperti karena dia memang tahu bagaimana kelakuan Erika diluaran sana.


" Kamu tidak perlu meminta maaf, apa yang kamu lakukan waktu itu memang pantas aku dapatkan." Ucap Erika lagi.


" Terimakasih mbak. Apa mbak tetap tidak mau menemui mas Rendra ? Dia sekarang lumpuh mbak, dan hanya bisa berbaring diatas ranjang. Pakai kursi rodapun tangannya susah untuk menggerakkannya, sebab tangannya juga mengalami cidera namun tidak sampai fatal." Ucap Bagas memberitahu lagi kondisi Rendra.


" Aku tidak tahu. Nanti jika hatiku berubah aku akan menemuinya. Apa kabar dengan ibumu? " Tanya Erika yang memang belum tahu jika ibu Ratri ada di penjara.


Mengingat sang Ibu juga membuat Bagas bersedih, sebab keluarnya kini hancur. Mereka sama-sama menuai apa yang sudah mereka tabur selama ini. Rendra dan sang ibu sedang menuai apa yang sudah mereka tabur, hukum tabur tuai memang adil.

__ADS_1


Bagas menghela nafas dengan berat, sebenarnya dia tidak mau menceritakan apa yang saat ini dialami oleh ibunya. Sebab menurutnya itu adalah sebuah aib yang tidak baik untuk di umbar, akan tetapi tidak di umbarpun para masyarakat pasti akan tahu dengan sendirinya.


" Ibu dipenjara mbak." Jawab Bagas dengan singkat.


" Apa ? Penjara ? Kenapa Gas?" Tanya Erika dengan kaget.


Semenjak dia memutuskan keluar dari rumah Ibu mertuanya dan menggugat cerai Rendra. Erika memang tidak tahu menahu lagi soal mantan Ibu mertuanya, dia begitu kaget dan syok saat Bagas mengatakan jika mantan Ibu mertuanya itu saat ini sedang dipenjara.


" Kenapa Ibu bisa dipenjara? Masalah apa Gas?."Tanya Erika ingin tahu permasalahan yang sedang dialami oleh mantan Ibu mertuanya.


" Ibu sudah mencelakai mbak Nadin dengan memotong rem mobilnya, sehingga mbak Nadin mengalami kecelakaan dan keguguran." Jawab Bagas dengan jelas.


" Gila ! ini benar-benar sudah gila. Ibu kamu itu seperti orang yang sudah tidak waras lagi. Tapi, tunggu dulu ! Nadin hamil ? Tapi bukannya Rendra itu mandul ? Terus Nadin hamil dengan siapa? Apakah sama ceritanya dengan pernikahanku waktu itu ?" Tanya Erika beruntun dan semakin bingung.


Bagaspun menceritakan semuanya kepada Erika, tidak perlu lagi dututupi lagi. Mungkin memang tidak ada salahnya menceritakan kepada Erika, meskipun itu aib sekalipun. Tadinya Bagas mencoba ingin menutupinya namun diluaran sana Nadin sendiri juga mengumbar semua masalahnya.


Bagas diam dan mendengarkan semua yang dikatakan oleh Erika. Tidak dapat dipungkiri Rendra memang sangat salah, peran Rendra sebagai suami tidak pernah Erika dapatkan.


" Baiklah nanti sepulang kerja aku akan kerumah untuk menemui Rendra. Aku pun sudah mendapatkan hukuman karena sudah merebut suami orang, dengan mempunyai anak tanpa suami. Sehingga aku dipandang sebelah mata oleh orang lain , tapi aku jalani dengan ikhlas memang semua ini salahku. Sekarang aku menjadi orang tua tunggal yang harus menafkahi anakku. Maaf ya Gas jadi curhat. Oh iya aku harus duluan karena jam istirahat sudah mau habis. " Seru Erika sambil melirik jam dipergelangan tangan kirinya.


"Semua pasti ada hikmahnya mbak.Oh Iya mbak silahkan." Jawab Bagas sambil menganggukkan kepalanya.


Erika keluar dari Cafe dan menghampiri mobilnya yang terparkir di halaman Cafe. Sepanjang jalan menuju tempat kerjanya dia terus mengingat apa saja yang tadi sudah diceritakan oleh Bagas.


* Aku tidak menyangka jika rumah tangga mas Rendra dengan Nadin juga akan berakhir secara tragis seperti ini. Tidak sepenuhnya menyalahkan ibu juga, disini yang menjalani hidup itu Rendra. Seandainya dia punya pendirian mungkin semuanya tidak akan serumit ini.* Gumak erika dalam batinnya.

__ADS_1


***********


Hikss Hikkss Hikkss


Rendra menangis tergugu diatas ranjang, dia baru saja meraih minuman yang ada di atas nakas samping ranjangnya. Namun air minum itu jatuh sebab terlalu jauh sehingga Rendra susah untuk menjangkaunya.


" Aku pria tidak berguna, semasa hidupku aku aku selalu membuat keluargaku susah. Aku tidak bisa apa - apa tanpa bantuan orang. Kakiku sakit banget, bahkan tangan kiriku juga masih terasa nyeri. Aku tidak berguna!!" Seru Rendra memaki dirinya sendiri.


Saat ini Rendra memang hanya dirumah seorang diri, Bagas sedang kuliah dan dia sempatkan menemui Erika. Zainal bekerja, Santi sendiri setelah mengantarkan makan siang untuk Rendra sudah kembali lagi kerumahnya. Dia merasa sungkan untuk tetap berada dirumah bersama Rendra.


Bagas sendiri setelah berkuliah akan bekerja dan pulang jam 10 malam. Rendra tetap menangis dan menyalahkan dirinya sendiri .


" Apa aku masih pantas hidup? Aku sudah tidak berguna lagi. Kenapa baru sekarang aku menyesali semua ini. Aarrrggghhh.... Aku tidak berguna !!" Teriak Rendra sambil membanting dan membuang apa sajs yang ada didekatnya.


Santi yang mendengar teriakan Rendra langsung berlari menuju rumah Ibu mertuanya dan menghampiri Rendra. Dia melihat dari ambang pintu kamar Rendra, kamar Rendra berantakan bantal guling sudah berada dilantai semua. Bahkan Rendra sudah berada dibawah sambil menangis sesunggukan.


" Rendra ! Kamu kenapa ?" Tanya Santi dari ambang pintu.


" Aku tidak berguna mbak. Aku mau mati saja agar tidak menjadi beban untuk kalian semua." Ucap Rendra sambil menangis.


" Kamu ini bicara apa Rendra. Jika kamu seperti ini apa kamu tidak kasihan dengan Mas Zainal dan Bagas ? Mereka berdua sudah melakukan yang terbaik untuk kamu bahkan mereka juga mengorbankan waktunya untuk kamu. Jangan membuat apa yang sudah mereka lakukan sia-sia Rendra. " Seru Santi memarahi Rendra.


" Aku tidak berguna mbak. Bahkan aku ini tidak pantas lagi untuk hidup." Ucap Rendra lagi.


Santi tidak memperdulikan Rendra, dia berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga, untuk membantu mengangkat Rendra kembali keranjang. Tidak mungkin Santi mau mengangkat Rendra sendirian.

__ADS_1


**********


__ADS_2