
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Kamu kalau mau belajar kenapa harus datang kerumah mbak mu Gas ?" Seru rendra mulai kesal dengan kelakuan bagas.
Padahal suasana masih panas akibat perdebatan antara ibunya dan ibu mertuanya. Tapi bagas justru duduk santai sambil membuka laptopnya. Bagas hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan dari rendra. Hari ini bagas akan membungkam mulut sombong santi dan zainal.
" Aku mengumpulkan kalian kesini juga karena aku ingin mengajak kalian nonton drama korea, dramanya seru loh pokoknya kalian harus nonton. Mbak santi ibu juga harus nonton biar fikiran kalian ini fresh " Ucap bagas dengan senyuman penuh arti.
Anisa menangkap sinyal - sinyal tidak mengenakan dari bagus. Dia menunggu keanehan apa yang akan di perbuat oleh bagas.
* Sepertinya ada yang tidak beres dan bagas mencoba untuk mengungkapnya. Aku tahu betul sama sifat bagas, dia tidak mungkin akan mengumpulkan kami semua seperti ini jika bukan karena masalah yang serius. * Gumam anisa dalam batiinya.
" Jangan aneh - aneh deh gas. Kami tadi datang kesini untuk memberi perhitungan sama ibunya anisa karena dia sudah memberi ibu cincin palsu, beruntung tadi mbak punya ide untuk mengecek cincin itu ke toko perhiasan kalau langsung ibu pakai pasti ibu akan malu karena diketawain oleh tetangga. Ibu marwah sok kaya sih, besok - besok perhiasan palsu apalagi yang ingin ibu kasih kepada kami . Atau jangan - jangan semua perhiasan yang ibu pakai itu perhisan palsu ? Duhh kasihannya.... " Ucap santi mengejek.
Hahaaaahaaaa Hahahaaaa
Santi, ibu ratri dan zainal tertawa lebar tanpa menghiraukan perasaan ibu marwah.
" Eh...kok kamu punya cincin yang sama ? Padahal model cincin ini tuh tidak dijual di kota ini. Ini model dari kampung saya dan sesuai dengan pesanan saya. Tapi kenapa kamu punya cincin yang sama? Jangan - jangan ini cincin yang aku berikan kepada ibu ratri ?" Seru ibu marwah sambil terus memperhatikan cincin yang melingkar di jari manis santi.
Santi gugup dan seperti orang yang kebingungan. Dia takut jika kecurangannya akan diketahui. Dia nencoba mencari alasan yang benar - benar pas agar tidak di curigai.
" Jangan asak menuduh bu. Santi ini sudah mempunyai cincin itu dari dua bulan yang lalu. Jadi tidak mungkin santi mengambil cincin saya" Ucap ibu ratri sinis.
Santi bernafas lega akhirnya ibu mertuanya membela dirinya disaat yang tepat.
" Tapi cincin ini persis yang saya berikan sama ibu. Dan ini cincin yang ada di kotak ini bukan dari saya, cuma sedikit mirip saja. Saya hafal betul apa saja yang sudah saya beli " Ucap ibu marwah.
__ADS_1
" Ibu yakin, tidak salah kan ?" Tanya anisa menyakinkan sang ibu dengan lembut.
" Ibu yakin nis " Ucap ibu marwah.
Perdebatan sudah cukup,bagas sepertinya sudah cukup menonton perdebatan antara santi, ibunya dan ibu besan. Kini saatnya bagas bertindak.
* Kita mulai mbak santi * Gumwm bagas.
" Sekarang kita tonton video ini,mbak santi ibu dan nenek marwah tolong disimak baik - baik " Ucap bagas memanggil ibu marwah dengan panggilan nenek.
Semua mata tertuju pada laptop yang ada di pangkuan Bagas. Video pun sudah bagas putar dan semua mata menonton video berdurasi 4 menit itu. Wajah santi langsung pucat san keringat dingin membanjiri tubuhnya, dia tidak menyangka jika aksinya di rekam oleh adik iparnya , Bagas !
" Jadi kamu sudah mencuri cincin ibu dan menggantinya dengan cincin palsu ? Kamu benar - benar keterlaluan ya san. !" Ucap ibu ratri geram.
" Emmm... Tidak bu. Itu pasti editan bu. " Ucap santi membela diri.
" Ini asli mbak, bahkan di ponsel ku pun masih tersimpan dengan rapi. Sekarang ketahuankan siapa yang maling teriak maling." Ucap bagas menyeringai dengan sinis.
" Kenapa kamu lakukan ini mbak? Kamu sengaja kan ingin mempermalukan ibu mertuaku dan istriku. Dasar kakak ipar tidak tahu diri. Aku selama ini sudah cukup diam saat mbak terus memfitnah dan merenadahkan anisa tapi untuk kali ini mbak sudah keterlaluan dan aku akan melaporkan masalah ini ke kantor polisi " Ucap rendra menggertak santi agar dia takut dan mau berubah.
" Jangan ndra,tolong jangan laporkan ke kantor polisi. Tolong maafkan mbak. " Seru santi ketakutan.
" Mbak jangan minta maaf sama rendra, minta maaflah sama mertua rendra dan istri rendra. Jika mbak tidak mau meminta maaf aku pastikan nanti malam mbak tidur dibalik jeruji besi.
Zainalpun tergagap dia tidak mungkin membiarkan istrinya masuk kedalam penjara. Zainal akan melakukan sesuatu agar santi tidak dipenjara.
" Kamu jangan gila memasukan kakak iparmu ke penjara Ndra ! Yang malu bukan hanya santi tapi keluarga kita juga malu karena santi itu isttiku jadi dia juga bagian dari keluarga kita " Seru zainal.
" Kalau begitu segera minta maaf " Seru rendra.
" Mbak santi kalau memang tidak suka dengan anisa tidak masalah tapi jangan melibatkan orang tua anisa. Anisa tak melakukan ini semua karena mbak sangat membenci anisa kan ? Mbak mau membuat anisa malu melalui ibu ku kan ? Selama ini aku sudah cukup diam direndahkan dan dihina sama mbak santi, mba berlagak sok kaya. Bilang orang tua mbak kaya raya, semua itu hanya omong kosong." Ucap anisa menatap sinis santi yang masih duduk diam tanpa berani menatap wajah anisa.
Ibu ratri sedari tadi hanya diam menyimak , dia juga kesal dengan santi. Gara - gara santi ibu ratri harus buang - buang tenaga untuk ke toko perhiasan memgecek keaslian cincin.
__ADS_1
" Orang tua ku memang orang kaya, terbukti setiap datang kesini mobilnya berganti - ganti. Lah orang tua kamu apa , datang cuma bisa naik bus saja " Ucap santi masih berani menjawab.
" Jelas bisa dong bergonta - ganti mobil, lagipula itu juga bukan mobil orang tuamu. Bukannya itu mobilnya pak Anton ya? Majikan ayah mu ? Aku tahu ayahmu hanya sebagai sopir pribadinya pak anton. Aku tidak mempermasalahkan pekerjaan ayah mu , disini yang jadi masalah itu kamu ! Iya kamu, karena kamu begitu sombong " Ucap anisa.
Perkataan anisa berhasil membuat semua mulut menganga termasuk zainal. Zainal selama ini memang tidak tahu pasti pekerjaan ayah mertuanya , dia baru tahu saat ini juga.
" Apa benar itu santi ?" Tanya ibu ratri akhirnya kembali bersuara.
" Jawab santi !" Bentak zainal dengan kesal.
Santi masih terdiam sambil memainkan ujung bajunya, tidak menyangka jika semua kebohongan nya akan terbongkar seperti ini. Dia benar - benar tidak bisa mengelak lagi.
" Darimana kamu kenal pak anton ? Atau jangan - jangan kamu ada main sama pak anton ?" Tanya santi dengan tatapan mata sinis.
" Jaga mulut busuk mu itu mbak !! Jangan memancing keribuyanAku sudah lama mengenalnya bahkan sebelum aku mengenal mas rendra aku sudah mengenal pak anton. Beliau itu rekan bisnis di perusahaan tempat ku bekerja.
" Kerja jadi OB saja bangga !" Celetuk zainal membuat mata ibu marwah membulat.
Ibu marwah langsung menatap anisa untuk mencari jawaban namun anisa hanya tersenyum menampakkan deretan giginya yang putih.
" Masak kamu jadi OB Nis ? Apa kakak mu hanya memberi pekerjaan jadi OB ? Bukannya kamu ini menempati posisimu yang lama , sebagai menejer keuangan " Ucap ibu marwah secara tidak langsung membuka jati diri anaknya.
Apa tadi menejer, menejer keuangan ?
Santi tidak percaya jika anisa bekerja sebagai menejer keuangan , bukan sebagai OB.
* Ini pasti hanya sebuah kebohongan * Gumam anisa.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
LIKE KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA .❤️❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏