Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Semua akhirnya tahu


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Pesta yang tadinya aman dan damai kini sudah tidak seperti semula. Ibu ratri yang terus menyalahkan anisa dan santi, bahkan hinaan dan cacian kembali terucap dari mulutnya. Menjadi mantan menantu tidak menjamin ibu ratri akan menjaga ucapannya.


" Bu, sudah jangan seperti ini. Malu bu , disini ada pak Riko dan ini juga pesta pernikahan rendra. Sudah ya bu, biarkan mereka pulang. " Ucap Rendra mencoba menasehati sang ibu.


Ibu ratri langsung beralih kearah riko dan tersenyum ramah, riko yang melihat senyum palsu dari ibu ratri sama sekali tidak menanggapinya. Ibu ratri berjalan mendekati riko.


" Pak riko maaf ya atas ketidak nyamanannya, emm... Kalau boleh saya kasih saran lebih baik pak Riko jangan bergaul sama mereka. Nanti bisa terkena nama jelek loh pak. Beruntung sekali anak saya sudah menceraikan anisa, dan santi. Dan sekarang anak - anak saya sudah mendapatkan istri yang cantik dan tentunya dia kaya, apalagi istri rendra." Ucap ibu ratri bicara dengan sangat manis bahkan terlihat sangat menghormati riko.


Rombongan anisa heran dengan perubahan sikap ibu ratri yang terlihat sangat menghormati riko. Tidak ada yang tahu sebenarnya ada apa dan apa yang sedang direncanakan ibu ratri.


" Bagaimana saya tidak bareng dengan rombongan anisa bu. Anisa saja calon istriku " Ucap riko .


Deg...


Jantung rendara dan ibu ratri seperti tidak sedang baik - baik saja. Wajah mereka berdua terlihat sangat syok saat Riko mengakui anisa adalah calon istrinya. Keinginannya untuk membuat anisa cemburu ternyata tidak ada hasilnya, justru anisa akan menikah dengan riko. Seorang pengusaha muda yang sukses dan tentunya kaya raya.


* Kenapa mas riko bicara seperti itu. Ya sudahlah biarkan saja, lagipula pernyataan mas riko bisa membungkak mulut ibu * Gumak anisa dalam hatinya.


" Bapak yakin mau menikah dengan anisa yang simbong dan pelit ini ?. Bukannya saya mau ikut campur ya pak, tapi ini semua demi kebaikan bapak selaku boss anak saya , lebih baik bapak jangan menikah dengan wanita itu,dia itu janda loh pak . Mana dia juga wanita yang mandul " Ucap ibu ratri mempengaruhi riko.


* Aku tahu, pasti mas rendra belum memberitahu ibunya jika dia sudah dipecat. Menarik juga, aku akan meminta mas riko untuk membongkar kebohongan mas rendra, biar saja semua orang tahu dia duluan yang cari gara-gara.


Anisa membisikan sesuatu ketelingan riko, riko tersenyum dan mengangguk paham. Hari ini juga riko akan membungkam mulut tajam ibu ratri.

__ADS_1


" Ibu jangan berlebihan seperti itu. Pak riko tidak nyaman nanti bu " Bisik rebdra di telinga ibunya, dia takut jika riko maupun anisa akan memberitahu tentang status pekerjaannya.


Keributan tadi berawal dari Anita dan santi lalu ibu ratri ikut campur.


" Maaf ya bu, aku bukan boss nya rendra lagi karena rendra sudah aku pecat sekitar 2 minggu yang lalu. Lebih tepatnya anisa yang memecat rendra. Anisa bisa memecat rendra karena dia mempunyai saham di perusahaan ku. " Ucap riko jelas dan tegas.


" Apa ? " Seru nadin dan ibu ratri secara bersamaan.


Haaahhhh..... ?


Ibu ratri dan nadin terkejut dengan pernyataan riko yang membuat mereka syok dan hampir saja jantungan. Ibu ratri baru percaya jika rendra benar - benar sudah dipecat, awalnya ibu ratri mengira jika anisa hanya membual saja, ternyata apa yang diucapkan anisa tempo hari adalah kebenaran.


" Mas,apa ini benar?" Tanya nadin menatap tajam lelaki yang saat ini sudah bergelar menjadi suaminya.


" Mas rendra ternyata kamu tak ubahnya hanya seioang sampah ! Awalnya saat anisa mengatakan jika kamu dipecat aku tidak percaya, namun sekarang aku percaya semuanya. Baguslag kamu dipecat, kamu punya gaji saja tidak pernah menafkahiku apdlagi sekarang tanpa gaji ? Ini hukum karma untuk kamu mas, kamu sudah menelsntarkan ku " Ucap Erika dengan sinis.


" Rendra kamu harus menjelaskan semua ini " Ucap ibu ratri tegas.


Riko dan anisa sama sekali tidak menggubris ucapan rendra, mereka segera meninggalkan pesta itu . Sepeninggalan anisa dan yang lainnya, suara kasak kusuk dari tamu undangan sudah menjadi pemandangan baru dipesta mereka.


Sang tuan rumah seolah menutup mata dan telinga mereka. Menganggap kejadian tadi tidak pernah terjadi, mereka kembali menyalami para tamu yang hendak pulang.


" Ternyata itu tadi calon suami anisa bu. Tampan dan kaya dan tidak sombong. Beruntung Anisa mendapatkan calon suami yang kaya, tidak seperti rendra kaya tidak tapi rakus. Tidak cukup satu,,dulu sama anisa menikah lagi sama erika, nah sekarang sama si nadin. Aku saja jengah sama si rendra sama zainal itu. " Ucap ibu neni salah satu tetangga.


" Husssh... Bu neni sudah jangan ikut campur sama urusab mereka. Sudah biarkan saja, anggap saja tadi kita tidak mendengar apa - apa " Tegur ibu aminah.


" Iya bu, ya sudah yuk kita makab siang. Tamu juga sudah banyak yang pulang, lapar juga loh ini perut ku. Inikan sudah jamnya makan siang , jadi panitia penerima tamu itu juga butuh tenaga. Duduk berdiri, duduk berdiri capek juga " Ucap ibu neni sambil terkekeh.


Akhirnya para ibu-ibu penerima tamu itupun beranjak untuk mengambil makan siang bersama - sama. Melihat itu semu membuat ibu ratri mendengus dengan kesal.


" Cihhhh... Dasar ibu-ibu kampungan. Dimana ada hajatan pasti menjadi aji mumpung bagi mereka. Maklumlah tidak pernah makan enak,biasanya kalau kondangan cuma pakai ayam. Inikah pernikahan mewah jadi makanannya pun enak dan mewah " Cibir ibu ratri.

__ADS_1


" Sudahlah bu, mereka juga capek loh. " Tegur rendra.


Nadin hanya diam saja, dia merasa sudah di tipu oleh rendra dan keluarganya. Padahal dia mau membiayai pesta pernikahan ini juga selain mengharap uang amplop juga mengharap rendra akan memberikan gaji dan bonusnya untuk dirinya. Ternyata semuanya zonk dan tidak adalagi yang dia harapkan dari seorang rendra.


* Sial banget sih hidup ku. Kenapa aku menikah dengan pria pengangguran , aku harus memaksa mas rendra untuk segera mencari pekerjaan. Enak saja dia mau menumpang hidup sama aku, kalau seperti ini keinginanku untuk mendapat keturunan bakalan terpending. Menunggu keuangan mas rendra stabil dulu baru aku memikirkan momongan * Gumam nadin dalam hatinya.


Setelah keributan tadi pesta pernikahan nadin dan rendra tetap berjalan sampai waktu yang ditentukan. Acara selesai hanya sampai jam 5 sore saja, setelah acara selesai mereka semua masuk kerumah. Di acara pernikahan rendra kali ini, bagas sebagai sang adik sama sekali tidak hadir.


" Aku tidak mau sekamar dengan nadin. " Ucap erika menolak keberadaan nadin.


" Kamu tidak menempati kamar ini lagi, kamu tempati kamar yang ada didalur itu. Aku tidak sudi satu kamar dengan pembohong dan wanita licik sepertimu. Sudah sana keluar, barang - barang mu sudah ada di kamar itu. Jangan ganggu malam pertamaku " Ucap rendra mengusir erika dari kamarnya.


Pakain dan barang - barang erika tadi sudah dibereskan sama tetangga rendra yang rendra bayar untuk membantu membereskan rumah saat acara selesai, sekaligus tadi rendra minta tolong untuk membereskan pakaian erika. Erika sudah jelas menolak menempati kamar kecil itu.


" Aku tidak mau tidur disana. Aku ini istri tua kamu, seharusnya aku yang kamu utamakan. Bukannya siwanita pelakor ini. " Seru erika menunjuk kearah nadin yang berdiri di ambang pintu.


" Siapa kamu mau mengatur - ngatur ku ?" Seru rendra menatap tajam erika.


" Kamu benar - benar kelewatan mas. Aku sudah tidak kamu nafkahi, sekarang sudah kamu dzolimi juga mas. Kalau seperti ini lebih baik kamu ceraikan aku saja mas !!" Teriak erika lantang.


" Jangan harap kamu bisa lepas dari pernikahan ini !!" Seru rendra penuh penekanan.


Rendra tidak akan menceraikan erika begitu saja, tujuannya menikahi nadin juga bertujuan untuk menyiksa batin erika secara perlahan. Dendam rendra tidak akan terhapuskan begitu saja, dia tetap menganggap erikalah yang sudah menghancurkan rumah tangganya dengan anisa.


*******


SELAMAT TAHUN BARU


JANGAN LUPA TERUS DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK.


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2