
.
.
.
💞 HAPPY READING 💞
Anisa menemui Silvia di cafe, dia menceritakan apa saja yang disampaikan riko tadi pagi. Silvia sendiri terkejut saat anisa menceritakan soal Riko , dia tidak menyangka jika riko ternyata mencintai anisa dari dulu bahkan cintanya bertepuk sebelah tangan.
" Itu laki memang patut di perjuangkan nis. Dia mencintai kamu dari zaman masih kuliah? Gila tu laki , kalau aku belum punya bayu sudah aku gait juga tuh mas riko " Ucap silvia sambil tertawa.
" Dasar mau jadi play girl kamu ? Bagaimana ya Sil , kamu kan tahu kalau aku ini baru saja bercerai bahkan masa iddahnya pun belum selesai. Aku masih trauma untuk menjalin hubungan sama laki - laki Sil. Aku takut masalalu itu terulang lagi, aku takut gagal " Ucap anisa penuh rasa takut untuk menjalin hubungan dengan pria.
" Kamu jangan seperti itu Nis. Jangan mematok semua pria sama, contohnya mas abi ! Dia penyayang, penyabar bahkan sangat meratukan istrinya. Aku yakin riko itu orangnya baik dan sabar. Terbuktikan dia mencintai kamu selama ini. Tapi, semua itu kembali lagi sama kamu. Jika hati kamu tidak bisa menerima ya jangan dipaksakan. Jangan menjalin sebuah hubungan hanya karena terpaksa dan rasa tidak enak. Jika kamu tidak suka dan belum siap , bicara terus terang . Jangan membiarkan riko menunggumu dan banyak berharap sama kamu " Ucap silvia menasehati anisa.
Sebagai sahabat silvia ingin melihat anisa bahagia bersama pria yang tepat. Pria yang bisa mencintai dan menyayangi anisa dengan tulus bukan karena ada modusnya. Anisa menyimak semua perkataan silvia, semua perkataan silvia dipahami dan dicerna oleh Anisa.
" Kamu sendiri bagaimana perasaanmu untuk riko?" Tanya silvia ingin tahu perasaan anisa.
" Aku tidak tahu Sil, tapi akhir-akhir ini saat bersama mas riko ada rasa sungkan atau rasa jaim gitu, seperti tidak enak saat bersamanya aku main hp gitu. Padahal biasanya ya cuek bebek aja. Terus aku ngerasa betah saat bareng dia " Ucap anisa mengungkapkan apa yang dia rasakan.
" Itu sih tanda - tanda bunga cinta mulai bersemi dan sebentar lagi bermekaran. " Ucap silvia sambil terkekeh.
* Masak sih itu termasuk benih - benih cinta. Tapi aku ini baru bercerai masak iya sudah mau aja sama lelaki . Tapi bukannya tidak masalah ? Semua inikan terjadi saat aku sudah resmi bercerai. Lebih baik nanti aku bicara sama mas abi dan mbak serena, aku tidak mau bicara sama bapak ibu dulu karena aku ingin memantapkan hatiku dulu * Gumam anisa dalam batinnya.
Ting..
Lamunan anisa dikagetkab oleh suara notifikasi diponselnya. Anisa mengambil ponsel yang ada didalam tas lalu membuka pesan yang masuk.
[ Mbak, ada waktu tidak? Aku ingin bertemu dengan mbak anisa]
Pesan itu dikirim oleh bagas. Dengan cepat anisa membalasnya. Dia juga penasaran ada apa bagas mengajaknya bertemu.
[ Iya gas , kamu datang saja ke cafe XX mbak sekarang ada dicafe itu. ] Balas anisa.
[ Iya mbak, 30 menit aku sampai situ. ]
[ Ok ]
" Siapa nis ?" Tanya silvia ingin tahu siapa orang yang barusan berkirim pesan.
__ADS_1
" Bagas, dia ingin bertemu katanya ada hal yang ingin dia sampaikan. Jadi aku minta dia datang kesini saja. Oh iya sil, bagaimana pekerjaan mbak santi ? Apa dia kerjanya bagus dan tidak mengacaukan ?" Tanya anisa baru ingat tentang santi.
" Kerjaan dia bagus kok nis, awal sih masih perlu bimbingan tapi lama - lama sudah terbiasa. Pekerjaanya juga cekatan , apalagi dia memang mantan kasir juga. Kalau kamu mau bertemu dia ya temui saja. Nanti aku suruh yang lain menggantikan dia, sekalian bergantian instirahat makan siang. " Ucap silvia.
Anisa mengangguk dan menyetujui saran silvia, sudah lam juga dia tidak bertemu dengan santi. Tidak ada salahnya menemui dan mengobrol dengan santi sembari santi makan siang. Tidak sampai lima menit santi sudah datang bersama silvia, silvia sendiri memilih keruangan kerjanya terlebih dahulu untuk mengerjakan pekerjaannya.
" Mbak santi apa kabar ? Kiki dan koko bagaimana kabarnya ?" Sapa anisa dengan sangat ramah.
" Kabar kami semua baik Nis. Emm... Nis aku sudah resmi bercerai dari mas zainal dan baru kemarin aku menerima surat dan akta cerai dari pengadilan. " Jawab santi lalu memberitahu jika dia sudah resmi bercerai.
" Cepat sekali mbak. ?" Seru anisa. Karena dalam waktu kurang dari 2 bulan santi dan zainal sudah resmi bercerai.
Santi menanggapinya dengan senyum simpul sambil menganggukkan kepalanya. Sampai saat ini santi masih merasa tidak enak dan merasa bersalah kepada anisa. Dia sudah ikut andi dalam kehancuran rumah tangga anisa dan rendra. Dan pada akhirnya orang yang sudah dia dzolimi adalah orang pertama menolongnya saat dia kesusahan.
" Iya nis , aku sama sekali tidak datang dipersidangan. Mungkin karena itu semua prosesnya cepat. Oh iya apa boleh saat aku libur nanti membawa anak - anak main kerumahmu ? Dia katanya kangen ingin bertemu sama kamu Nis ?" Ucap santi meminta izin.
" Boleh banget mbak " Jawab anisa yakin.
Ting...
[ Mbak aku sudah di cafe , mbak disebelah mana ? ] Pesan masuk dari bagas.
[ Masuk saja gas. Mbak ada di meja nomor 32 bagian halaman belakang ]
Tidak menunggu lama bagas sudah sampai dimeja dimana anisa sudah menunggu. Dia bahkan kaget saat mendapati ada santi juga yang duduk berhadapan dengan anisa.
" Duduk gas. Ini ada mbak santi juga, pasti lamakan tidak bertemu mbak santi. ? Ini jus mangg kesukaan kamu juga sudah mbak pesan kan." Seru anisa mempersilahkan bagas untuk duduk.
Bagas mengangguk lalu menarik kursi dan duduk tepat disamping santi.
" Terimakasih mbak anisa , mbak santi apa kabar ? Mbak kerja disini ?" Tanya bagas saat melihat baju yang dipakai santi baju yang sama dengan karyawan cafe.
" Iya gas. Semenjak mbak keluar dari rumah itu mbak langsung bekerja di cafe ini dan ini semua berkat bantuan anisa. Dia sudah banyak membantu mbak gas, kalau tidak ada anisa mbak tidak tahu mau bagaimana. Apalagi kiki dan koko harus mbak nafkahi. Mereka juga sudah mau masuk sekolah " Ucap santi menjelaskan.
" Mas, zainal tidak menafkahi mbak ?" Tanya bagas serius.
" Dua bulan ini sama sekali tidak ada nafkah dari mas zainal untuk anak - anak. Emm... Maaf sepertinya waktu istirahat sudah habis jadi aku balik kerja lagi ya. Kalian lanjut saja mengobrolnya. " Ucap santi undur diri.
Bagas dan anisa mengangguk dan mempersilahkan santi untuk kembali bekerja.
" Kamu mau bicara apa gas ?" Tanya anisa .
__ADS_1
" Mbak ini " Seru bagas sambil mengeluarkan amplop dari dalam tasnya dan menyeragkannya kepada anisa.
Anisa menerima amplop itu dan membukanya, namun dia heran karena didalam amplop itu isinya uang sebanyak 20 juta . Anisa penasaran uang apa yang diberikan bagas kepada anisa.
" Uang ? Ini uang apa Gas ?" Tanya anisa belum paham maksud bagas.
" Itu uang mbak anisa yang dulu dipakai untuk membeli motor bagas. Bagas tahu itu masih kurang, sisanya nanti pasti bagas bayar mbak. " Ucap bagas.
" Maksud kamu ini apa sih gas ? Mbak tidak pernah menganggap semua itu hutang, mbak memang yang sengaja membelikan motor itu untuk kamu. Kalau seperti ini mbak akan marah sama kamu gas, ini ambil lagi uang kamu " Ucap anisa bicara dengan meninggikan nada bicaranya.
" Tapi mbak, motor itu kan memang dibeli dengan uang mbak anisa bukan uang mas rendra. Bagas tidak enak sama mbak anisa, apalagi sekarang mbak dan mas rendra sudah selesai. " Bagas mencoba memberi penjelasan.
Anisa tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, dari dulu dia sudah ikhlas memberikan motor itu untuk bagas. Biarpun hanya mantan adik ipar, anisa sudah menganggap bagas seperti adiknya sendiri. Apalagi selama ini bagas memang baik , pintar dan mandiri.
" Mbak ikhlas memberikan motor itu untuk kamu. Lebih baik kamu simpan saja uang ini , kamu tabungkan buat modal kamu nikah " Ucap anisa sambil terkekeh.
" Aku belum kefikiran untuk menikah mbak. Belum sanggup apalagi karakter ibu seperti itu, selalu memandang orang dari segi uang dan uangnya. Ya sudah uangnya bagas terima kembali mbak. " Ucap bagas kembali memasukkan amplop kedalam tasnya.
" Iya. Sekarang yang penting kamu kuliah yang benar, mbak tahu kok kamu kerja dimana. Asalkan kamu bisa membagi waktu tidak masalah kuliah sambil bekerja. Jangan mengikuti jejak kedua kakakmu yang suka menyakiti perempuan. Dikira pernikahan itu hal mudah bagi mereka " Seru anisa menasehati bagas agar bagas tidak mengikuti jejak kedua kakaknya.
Bagas hanya mengangguk dan memahami semua kalimat yang diucapkan oleh anisa. Bagas sendiri tidak betah dirumah orang tuanya, dia sekarang banyak dikostan temannya yang memang dekat dari kampus dan tempat kerjanya.
" Oh iya mbak, mas rendra sudah mau menikah lagi. Tidak tahu wanita darimana lagi yang dia nikahi, si erika dapat karmanya tuh. Dulu dia merebut mas rendra dari mbak anisa dan sekarang gantian dia yang suaminya direbut. " Ucap bagas tersenyum sinis sambil membicarakan erika.
Haaaahhhh.... ??? Menikah ?
Anisa tidak menyangka jika rendra akan seperti ini, sama sekali tidak menghargai wanita. Dulu dia menikahi erika saat masih berstatus suaminya, dan sekarang akan menikah lagi saat berstatus suami erika.
" Beruntung mbak sudah lepas dari lelaki gila s3l@n9k@ngan itu. " Ucap Anisa tanpa difilter.
" Iya mbak. Mereka mau mengadakan pesta meriah di rumah, pasti nanti mbak anisa akan diundang. " Seru bagas sambil terkekeh.
" Tidak masalah, jika diundang aku pasti akan datang. " Jawab anisa dengan tenang.
Dia pasti akan datang dipernikahan rendra, dengan catatan harus diundang. Setelah urusannya dengan anisa selesai bagas dan anisa sama - sama meninggalkan cafe dan menuju ketujuannya masing - masing.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️