Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Zainal mulai curiga


__ADS_3

.


.


.


💞 HAPPY READING 💞


Dua hari berlalu


Zainal sudah lebih membaik , hanya saat pagi hari bangun tidur saja dia mual dan muntah. Setelah memuntahkan semuanya dia sudah tidak berasa mual lagi. Hari ini saat pulang dari kantor, zainal mampir kerumah sakit dan memeriksakan kesehatannya.


Dokter mengatakan zainal tidak sakit apa - apa,justru dokter mengatakan jika saat ini zainal mengalami kehamilan simpatik. Jelas zainal kaget, karena saat santi hamil dulu dia tidak merasakan apa - apa, jika anita yang hamil kenapa baru - baru ini dia mengalaminya. Sedangkan saat ini kehamilan anita sudah 2 bulan dan dia entah saat ini ada dimana.


" Apa benar yang dikatakan dokter tadi kalau aku mengalami kehamilan simpatik. Betarti anak yang dikandung anita itu anak ku ? Tapi aku sama sekali tidak merasakan apa - apa saat mengetahui anita hamil, bahkan bahagiaku juga seperti menguap begitu saja " Ucap zainal pada dirinya sendiri.


* Hemm... tapi seingatku , aku seperti ini berbarengan dengan kabar kehamilan nadin. Masak iya nadin yang hamil aku yang ngidam , diakan istrinya rendra sudah pasti hamil anak rendra dan rendrq yang akan mengalami hal seperti ini dan bukan aku . Apa jangan - jangan anak yang dikandung nadin anak ku ? Hemm... Ngaco juga ini fikiran ku * Gumam zainal dalam hatinya.


Zainal pusing memikirkan hal yang saat ini sedang dia alami. Saat zainal berjalan melewati lorong rumah sakit dia bertemu dengan orang tua erika, zainal menyapa mereka dan menanyakan mereka ada perlu apa datang kerumah sakit.


" Loh, pak buk kok ada rumah sakit ? Memangnya siapa yang sakit ?" Tanya zainal.


" Apa perduli kamu. Tidak usah sok akrab dan sok baik kamu, diantara kita sudah tidak ada hubungan keluarga lagi jadi jangan sok akrab " Ucap ayah erika dengan kesal. Sebab dia sangat membenci rendra yang telah menikah lagi dengan wanita yang lebih kaya dari erika.


Mama erika yang sudah tahu cerita sesungguhnya sama sekali tidak membela erika maupun rendra. Dia hanya menyayangkan sikap rendra yang memperlakukan erika dengan tidak baik, bahkan tidak mau menceraikan erika. Sehingga erika harus lelah untuk mengurus semua perceraiannya.


" Jangan salahkan adik saya pak. Salahkan saja anak anda yang murahan itu, suaminya siapa hamil sama siapa ? Bahkan saat menikah juga sudah hamil anak pria lain. Dasar anak anda yang murhan !" Ucap zainal penuh penekanan.


Bugghh... bugghh..


Ayah erika memukuli zainal dan hal itu membuat orang - orang yang ada di sekitar mereka memperhatikan keributan yang mereka perbuat.

__ADS_1


" Pak, sudah. Jangan seperti ini, malu dilihat orang. Ini lingkungan rumah sakit pak, sekarang lebih baik kita lihat erika. Pasti saat ini cucu kita sudah lahir, kasihan erika dia disana sendirian " Ucap ibu erika mencoba menghentikan tindakan suaminya.


* Oh jadi erika melahirkan. Hemm... kasihan juga dia melahirkan tanpa suami, selama menjadi istri rendra juga sering disiksa sama rendra. Derita kamu erika * Gumam zainal dalam hatinya.


Kedua orang tua erika tanpa pamit langsung meninggalkan zainal yang masih tersungkur di lantai. Sudut bibir zainal berdarah akibat pukulan dari ayahnya erika. Zainal bangkit dan dengan segera meninggalkan rumah sakit.


Saat diparkiran dia melihat di dekat pos satpam ada yang berjualan rujak buah. Tiba - tiba saja dia ingin makan rujak buah, zainal menghampiri pedagang rujak dan membelinya satu porsi untuk dia bawa pulang, memilih makan dirumah saja.


" Kenapa tiba - tiba ingat nadin yang sedang hamil, dia pasti senang makan rujak buah ini. Aku belikan saja satu untuk nadin, ada yang aneh sih kenapa aku jadi perduli begini sama nadi. Padahal dia juga bukan istriku, tidak apa juga sih hitung - hitung menyenangkan adik ipar sendiri " Ucap zainal pada dirinya sendiri.


Akhirnya zainal memesan satu porsi lagi dengan campuran mangga muda yang banyak agar nadin senang dengan rujak yang dia belikan. Setelah menunggu 10 menit rujak buah pesanan zainal sudah jadi , zainal membayarnya dengan uang pas dua porsi 30 ribu saja.


Dengan perasaan senang zainal pulang dengan mengendarai motornya sambil bersiul - siul sepanjang perjalanan. Saat sampai rumah bukannya dia berhenti didepan rumahnya, tetapi dia berhenti didepan rumah rumah ibu ratri.


" Bawa apa mas ?" Tanya rendra penasaran, tumben banget kakaknya yang super pelit ini pulang kerja bawa - bawa bungkusan makanan.


" Oh ini rujak untuk aku dan nadin. Tadi saat dijalan aku pengen makam rujak pas kebetulan ada tukang rujak. Aku beli namun juga teringat nadin yang sedang hamil, jadi aku belikan satu untuk nadin. " Ucap zainal dengan santainya melenggang masuk rumah untuk menemui nadin.


Tiba - tiba jantung rendra berdebar dengan kencang, dia khawatir jika zainal akan tahu jika anak yang dikandung nadin adalah anak kandungnya. Tidak menutup kemungkinan jika zainal terus perhatiaan dengan nadin, nadinpun akan semakin bergantung dengan zainal.


* Ini tidak bisa dibiarkan ! Nadin dan mas zainal tidak boleh terus - terusan bertemu. Gawat kalau sampai mereka tahu yang sebenarnya, ini gara - gara ide gila ibu * Gumam rendra dalam hatinya.


Saat rendra masuk kerumah, diruang tengah ada zainal dan nadin yang sedang asik makan rujak buah berdua sambil menonton televisi. Sedangkan ibu ratri sendiri belum pulang dari kumpul sama teman - temannya.


" Enak sayang ?" Tanya rendra mendekati nadin dan duduk disamping nadin.


" Enak banget mas, mana yang punyaku ini dibanyakin mangga mudanya. Mas zainal tahu banget kalau aku memang ingin rujak dan banyak mangga mudanya begini mas. Minta sama kamu mana bisa kamu membelikan, beruntung ada kakak ipar yang baik hati dan perhatian " Ucap nadin dengan mulut penuh dengan rujak.


Zainal merasa tidak enak dengan rendra, bagaimanapun nadin istri adiknya. Tidak pantas sepertinya jika nadin terlalu memuji dirinya dihadapan rendra.


" Emm... ndra aku pulang dulu ya. Mau mandi dan istirahat. " Ucap zainal bangkit.

__ADS_1


" Iya, terimakasih ya mas atas rujak nya. " Jawab rendra .


Zainal mengangguk lalu keluar dan membawa sisa rujaknya, dia tidak mau membagi kepada rendra karena dia sendiri masih mengingikan rujak buahnya.


" Mas, kamu tidak mau mencoba rujak ini ? Ini enak banget loh mas " Ucap nadin sambil terus mengunyak rujaknya.


" Tidak mau, itu pasti asam. Emm... Oh iya sayang. Selama kamu hamilkan jarang datang ke bar dan club yang menjadi tempat usaha kamu. Kamu tidak takut gitu jika karyawanmu akan memanopulasi keuangan ?" Tanya rendra pelan - pelan.


" Tidak. Aku sangat percaya sama dia, dia bekerja sudah lama. Dari zaman masih ada almarhum suamiku, selama aku belum menikah dengan kamu , aku juga jarang kesana. Kalau mas mau kesana ya kesana saja mas bantuin aku cek usahaku itu " Ucap nadin terus menikmati rujaknya.


* Yes akhirnya apa yang aku inginkan segera terwujud juga. Ibu kita akan segera menguasai apa yang dimiliki nadin bu, nadin sudah mulai percaya dengan ku. Rencana ibu memang top, sepertinya kehamilan nadin membawa berkah untuk kita bu. * Gumam rendra bersorak gembira dalam hatinya.


" Kamu cuma memeriksa saja mas, kalau soal kepercayaan dan keuangan tetap sama orang ku. Jadi disana kamu tidak bisa seenaknya ambil uang. Kalau cuma mau minum ya tidak masalah , asal tahu diri saja. Karena yang namanya gratis itu tidak boleh banyak - banyak " Ucap nadin melirik rendra yang wajahnya tiba - tiba berubah jadi masam.


Pupus sudah harapan rendra, padahal tadi sudah senang bisa masuk ke bar dengan berkuasa atas nama nadin. Ternyata soal keunangan tetap sama orang kepercayaannya,sama saja bohong. Rendra melongos pergi begitu saja tanpa memperdulikan lirikan tajam nadin.


* Enak saja datang ke bar untuk mengurus bar dan keuangan bar. Bisa hancur usahaku jika kamu yang mengelola, kamu itu boros mas. Pasti banyak juga uang yang akan masuk kedalam kantongmu sendiri. Maaf mas aku lebih percaya dengan orang kepercayaanku ketimbang sama suamiku sendiri. Huhh... Mas,mas aku ini sudah tahu jalan pikiran kamu. Jadi jangan main - main sama nadin, jika suatu saat nanti aku menemukan ketulusanmu untuk mengurus usahaku itu. Dengan senang hati aku akan mempercayakan kepadamu, tapi sekarang aku tidak mau usahaku itu bangkrut karena kamu. * Gumam nadin dalam hatinya.


Tiba - tiba dari arah depan ada suara orang membuka pintu dan terdengar langkah kaki memasuki ruangan utama. Nadin sudah tahu pelakunya,siapa lagi kalau bukan ibu mertuanya yang baru saja pulang dari jalan - jalan dengan temannya. Nadin heran dapat uang darimana ibunya bisa jalan - jalan dan pulang bawa beberapa paperbag barang belanjaa. Padahal ini masih seminggu lagi dari jadwal dia memberikan uang sebagai upah ibu mertuanya.


" Sudah pulang bu ?" Tanya nadin sambil tersenyum tipis.


" Iya din,ibu capek banget nih. Buatkan teh hangat dong din. " Ucap ibu ratri memerintah nadin.


" Buat saja sendiri, karena aku bukan pembantumu ! Paham ! By ibu mertuaku ...!" Seru nadin bangkit dan meninggalkan ibu ratri yang masih bengong melihat penolakannya.


* Dasar menantu sialan ! Menyesal aku menikahkan rendra sama kamu, benar - benar menyesal * Gerutu ibu ratri dengan kesal.


Diapun bangkit dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman dingin saja daripada teh yang harus merebus air dulu. Saat dia membuka kulkas, hanyq ada minuman dingin air putih saja dalam botol. Biasanya ada minuman sari buah atau yogurt yang dibeli nadin, namun kali ini kosong tidak ada apa - apa.


********

__ADS_1


__ADS_2