Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Titik terang


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Dua bulan berlalu


Hari ini acara 7 bulanan Kehamilan Anisa. Anisa mengundang para tetangga, keluarga dan teman - temannya. Tidak lupa Bagas dan Zainal juga diundangnya. Acara tujuh bulanan diadakan dikediaman Anisa jam 9 pagi. Akhirnya acarapun berjalan dengan lancar, dan kini tinggal beberapa teman dan kerabat yang masih bertahan dirumah Anisa.


" Tante didalam perut ada adek bayinya ya?" Tanya koko sembari menunjuk kearah perut Anisa.


" Iya sayang didalam perut tante ada adek bayinya. " Jawab Anisa dengan lembut.


" Ma, kapan koko punya adik bayi. Koko juga pengen punya adik ma." Seru Koko dengan wajah cemberut.


" Koko dan Kiki sudah cukup umur mbak punya adik lagi. Sudah mau masuk SD kan? Berapa tahun sih mbak mereka ini?" Tanya Anisa.


" Sudah umur 6 tahun 7 bulan Nis. Maunya sih begitu Nis tapi mau bagaimana lagi. Allah sepertinya belum memberikan rezekinya untuk ku. Kalau usaha dan mencoba sudah setiap hari bahkan sampai dilembur juga loh tapi memang belum jadi juga." Ucap Santi membuat Anisa dan Silvia tertawa ngakak.


Hahahahaaa


Anisa dan Silvia tertawa lebar mendengar jawabab Absurd dari Santi. Beruntung Kiki dan Koko fokus sama makanannya lagi, kalau tidak sudah pasti mereka akan bertanya bagaimana cara buat adik? Silvia sendiri sampai saat ini belum juga menikah, maklum tunangannya masih ada diluar negeri. Dan akan pulang tahun depan.


" Ehhh iya hampir lupa. Mbak kok Rendra tidak diajak sih ? Apa dia tidak mau ikut ? Itu ada Bagas dan mas Zainal juga. Seharusnya ikut saja biar tidak bosan dirumah." Seru Anisa yang memang belum tahu jika Rendra sudah dua bulan ini menghilang tanpa kabar.


Sudah lapor polisi juga sampai sekarang belum ada perkembangan. Santi langsung diam , wajah cerianya seketika itu langsung berubah murung. Dia sedih jika mengingat nasin adik iparnya itu yang kini entah ada dimana.


" Mbak kok diam saja sih?" Tanya Anisa.

__ADS_1


" Iya nih mbak Santi kenapa diam?" Tanya Silvia ikut bertanya.


Kini mereka memang hanya bertiga, Anisa, Silvia dan Santi. Ada Kiki dan Koko didekat mereka yang sedang bermain sambil memakan kue - kue yang masih terhidang didekat mereka. Anisa dan Silvia penasaran sebenarnya ada apa dengan Santi tiba - tiba langsung terdiam.


Hhuuuufffff


Terdengar helaan nafas Santi, seperti sedang menyimpan banyak beban.


" Sudah dua bulan ini Rendra menghilang tanpa kabar. Kami sudah lapor polisi dan sudah mencoba mencari kemana - mana tapi belum ada hasilnya." Seru Santi akhirnya berkata jujur tentang Rendra.


" Apa ? Menghilang?" Seru Anisa dan Silvia secara bersamaan. Mereka tetkejutpun secara kompak.


" Iya sudah 2 bulan ini." Jawab Santi lebih menyakinkan.


Anisapun tetingat kejadian dua bulan yang lalu saat dia baru pulang dari rumah mertuanya. Saat itu di lampu merah dia seperti melihat Rendra. Anisa semakin yakin jika orang yang dia lihat itu benar Rendra, berarti dia tidak salah lihat orang.


" Sekitar dua bulan yang lalu selepas magrib aku pernah melihat orang yang mirip mas Rendra dan sedang duduk di kursi Roda juga. Aku melihatnya di lampu merah daerah XX, saat itu aku bilang mas Riko jika orang itu seperti mas Rendra. Tapi mas Riko bilang tidak mungkin jika itu mas Rendra. Ya Allah, berarti orang itu benaran mas Rendra." Ucap Anisa sedikit menyesal kenapa saat itu dia tidak turun ataupun mencova menghubungi Bagas.


" Anisa bilang dua bulan yang lalu dia melihat orang seperti Rendra ada di lampu merah disaat selepas magrib. Coba nanti kalian datang ke lampu merah di daerah sana, kalian cari di sore hari sampai malam. Siapa tahu Rendra memang sengaja keluar dari tempat tinggalnya sore sampai malam hari untuk menghindari orang - orang yang mengenalinya."Ucap Silvia mencoba memberikan saran.


Anisa setuju dengan apa yang dikatakan oleh Silvia, sepertinya memang ada benarnya juga. Selama 2 bulan ini Rendra tidak diketemukan sebab dia keluar dari tempat persembunyiannya pasti di saat sore hari atau menjelang magrib. Di saat orang-orang yang mencarinya sudah kembali, baru dia keluar dari tempat persembunyiannya.


" Kamu bener juga Silvia. Coba nanti aku bicarakan sama Mas Zainal dan Bagas. Siapa tahu kami bisa menemukan keberadaan Rendra, kasihan sekali dia dengan kondisinya yang tidak bisa berjalan seperti itu pasti dia kesusahan tinggal di luar sana."Ucap Santi setuju dengam saran Silvia.


Melihat ketiga wanita yang sedang asyik berbincang membuat Riko pun kepo dan ikut bergabung diikuti dengan Zainal juga. Sedangkan Bagas lebih memilih untuk menyendiri sembari memainkan ponselnya. Keluarga Anisa seperti Abimana dan Serena sudah pulang lebih awal sebab cantik kurang enak badan. Dan saat ini orang tua dan mertuanya juga sedang beristirahat di kamarnya masing-masing.


" Mas sini geh. Aku mau cerita sama kamu."Seru Anisa memanggil Riko agar duduk di sampingnya sembari menepuk sofa kosong yang ada di sampingnya.


" Iya sayang ini kan memang sengaja Mas datang ke sini mau ikut bergabung. Siapa tahu ngerumpi sama ibu-ibu jadi bisa ikut tertawa." Ucap Riko sembari meledek istrinya.


" Huusss apaan sih mas, di sini ada yang belum jadi ibu-ibu. Itu ada Silvia yang masih jomblo. Oh iya mas kamu ingat tidak kejadian 2 bulan yang lalu saat di lampu merah di daerah XX ? Yang aku bilang kalau aku seperti melihat mas Rendra ? Kamu tahu tidak pria itu beneran Mas Rendra dia menghilang sekitar 2 bulan yang lalu." Seru Anisa memberitahu Riko.

__ADS_1


Haaahhhhh


Riko kaget dengan apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya. Bagaimana bisa Rendra ada di daerah sana padahal jarak tempuh juga lumayan jauh. Padahal tadi Zainal dan Bagas juga sudah menceritakan jika Rendra hilang sekitar 2 bulan yang lalu, tapi Riko tidak mengingat kejadian 2 bulan yang lalu saat di lampu merah daerah XX.


" Oh iya sayang kenapa mas bisa lupa, tadi Zainal sama Bagas juga sudah menceritakan kasus menghilangnya Rendra." Ucap Riko.


Akhirnya Anisa pun kembali menceritakan kepada Zainal saat dia berada di lampu merah daerah XX. Saat mendengar perkumpulan sedang membicarakan Rendra membuat Bagas juga ikut berkumpul. Bagas pun bergegas ikut bergabung, dan akhirnya Bagas tahu jika Anisa pernah melihat Rendra.


" Mas Zainal sepertinya nanti sore kita perlu mencari keberadaan mas Rendra di daerah sana. Siapa tahu dia memang masih di sana, benar apa yang dikatakan sama mbak Silvia, kita mencoba mencari di sore hari sampai malam. Karena selama ini kita jarang sekali mencari mas Zainal di malam hari." Ucap Bagas mengajak Zainal untuk mencari Rendra.


" Kamu benar gas. Baiklah nanti malam kita ke sisir daerah sana. Siapa tahu Rendra masih ada disana, jika ketemu mau tidak mau kita paksa dia untuk pulang. Dia itu masih punya keluarga tapi malah bikin keluarganya malu dengan tinggal dijalanan." Seru Zainal dengan kesal.


Semua orang yang ada disana bisa memaklumi bagaimana Zainal. Pasti Zainal kesal karena Rendra seolah tidak menghargainya sebagai kakak yang sudah bertanggunh jawab terhadap Rendra. Masalah ibunya saja sudah membuat Zainal pusing ditambah lagi Rendra yang justru menghilang tanpa ada kabar.


Waktu sudah semakin siang, Zainal dan keluarganyapun akhirnya pulang. Tidak lupa mereka mengucapkan rasa terimakasihnya untuk Anisa dan Riko sudah mau mengundang mereka dan memberikan informasi soal Rendra. Selama satu bulan ini alhamdulillah Zainal mendapatkan mobil inventaris dari perusahaan. Sehingga saat ini mereka juga sedang mengendarai mobil dengan Bagas yang menjadi sopirnya.


" Gas, apa kira - kira kita juga kasih tahu ibu jika Rendra menghilang. Setiap kali mas menjenguk ibu dia selalu menanyakan keberadaan Rendra. " Ucap Zainal.


Mereka memang belum mengatakan soal menghilangnya Rendra kepada ibu Ratri. Mereka tidak mau ibu Ratri ikut terbebani atas menghilangnya Rendra, sehingga akan membuat kesehatannya semakin turun. Terlebih akhir - akhir ini Zainal mendapatkan laporan dari petugas lapas jika ibunya sering melamun dan makan juga jarang dihabiskan.


" Sepertinya jangan dulu mas. Aku tidak mau ibu banyak fikiran yang mengakibatkan kesehatannya semakin menurun."Ucap Bagas masih tidak mau jika ibunya tahu soal Rendra.


" Iya mas, aku setuju sama Bagas. Lebih baik kita merahasiakan masalah ini dari ibu. Siapa tahu nanti sebentar lagi kita bisa menemukan Rendra, sehingga Ibu tidak perlu tahu jika Rendra pernah menghilang."Ucap Santi menyetujui apa yang dikatakan oleh Bagas.


" Baiklah kalau begitu kita rahasiakan semua ini dari ibu. Oh iya Gas, nanti kita coba cari Rendra sekitar jam 5 sore. Kita tunggu sampai malam, siapa tahu Rendra keluar dari tempat persembunyiannya."Ucap Zainal mengajak Bagas untuk mencari Rendra di saat sore hari sesuai seperti apa yang disarankan oleh Silvia tadi.


Bagas hanya menganggukkan kepalanya saja, dia masih fokus dengan kemudi setir mobil yang saat ini sedang menjadi tanggung jawabnya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, mobil yang dikendarai Bagas sudah sampai di depan rumah Zainal. Bagas turun dari mobil dan begitupun para keluarga yang lainnya juga segera turun. Bagas memilih segera pulang ke rumahnya sendiri dan beristirahat mengumpulkan tenaga untuk mencari Rendra nanti sore.


* Bismillah semoga pencarian kami nanti bisa menemukan mas Rendra dengan keadaan sehat walafiat. Aamiin.* Gumam Bagas sebelum dia memejamkan matanya.


Sudah dua bulan Rendra menghilang dan tidak ada kabar, Bagas sebagai seorang adik tentunya sangat mengkhawatirkan keberadaan kakaknya. Terlebih Rendra tidak bisa berjalan, harus menggunakan kursi roda. Bahkan saat Rendra pergi tanpa membawa pakain dan uang, hanya baju yang melekat di tubuhnya.

__ADS_1


**********


__ADS_2