Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Menjalankan rencana


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Seperti yang sudah direncanakan oleh rendra dan ibu ratri, malam ini mereka akan menjalankan rencananya. Ibu ratri sudah meminta zainal untuk datang kerumahnya, kebetulan sekali anita tidak ikut dengan alasan tidak enak badan. Kini mereka sudah ada diruang keluarga, ada nadin juga yang fokus dengan ponselnya.


Ibu ratri membuatkan teh untuk nadin dan zainal , sedangkan untuk satria kopi hitam. Zainal sama sekali tidak menaruh curiga terhadap ibu dan adiknya.


" Bapak kemana bu? Akhir - akhir ini zainal tidak melihat bapak ?" Tanya zainal penuh selidik.


" Ohh... Bapak kamu ada kerjaan lembur Nal. Maklum kerja dipabrik memang begitu, paling nanti pulang jam 12 malam. Oh iya minum teh mu keburu dingin " Ucap ibu ratri.


Zainal hanya ber oh ria, tetapi dia tetap curiga dengan bapak tirinya itu. Dia akan menyelidikinya , seperti cerita ibu ida tadi pagi bahwa dia akan mengintai sekitar jam sepuluh malam. Dia curiga jika pak iwan memang sering datang kerumahnya dan tidur dikamar yang dulu ditempati koko dan kiki sebab dia pernah mencium bau asap rokok dikamar itu padahal dia sendiri tidak pernah merokok didalam kamar.


* Tapi jika memang mereka ada hubungan dan sampai melakukan hal hubungan ranjang, kenapa aku tidak sadar bahkan aku tidak tahu. Padahal aku setiap hari tidur dirumah, ahh... Pusing kepalaku ini mikirin bapak tua itu" Ucap zainal lalu meminum tehnya.


Teh nadin sendiri sudah tinggal setengah, dan tiba - tiba tubuh nadin merasa tidak enak. Tiba - tiba merasa panas dan gerah.


" Mas, aku masuk kamar duluan ya. Rasanya panas banget disini, aku mau ngadem dikamar " Ucap nadin mulai salah tingkah.


Semenjak nadin tinggal dirumah ibu ratri, kamar rendra telah dipasang AC oleh nadin karena nadin tidak bisa tidur tanpa AC dan untuk biaya listrik yang membengkak tentunya nadin yang akan membayarnya, tidak mungkin suami penganggurannya yang bayar.


Rendra dan ibu ratri saling lempar pandangan dan tersenyum penuh makna. Nadin sudah masuk perangkap dan obatnya juga sudah mulai bereaksi. Kini tinggal menunggu zainal saja yang obat nya belum bereaksi.


" Iya kamu istirahat saja dulu " Ucap rendra seoalah dia tidak tahu apa - apa dengan istrinya.


Dengan buru - buru nadin masuk kamar karena dia sudah kegerahan. Dan rasa aneh mulai menjalar ditubuhnya, bahkan AC juga sudah dinyalakan tetapi masih saja merasa panas dan gerh..Akhirnya dia melepaskan baju dan sisa bra saja yang diakenakan.


Sedangkan diluar kamar Zainal juga sudah merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Tiba - tiba panas dan hasratnya untuk bercintapun tidak bisa dikendalikan lagi.


" Aduhh... Kenapa kepala saya juga pusing dan tiba - tiba panas. Aku juga ingin sekali bermain " Ucap zainal sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


" Mas zainal kenapa ?" Tanya rendra pura - pura tidak tahu dengan keadaan kakaknya.


" Kepalaku tiba - tiba pusing ndra dan tubuhku terasa panas. Tolong antar aku pulang ndra " Ucap zainal dengan suara parau karena menahan sesuatu yang belum tersalurkan.


Dengan sigap rendra dibantu sang ibu membawa zainal masuk kedalam kamar rendra, didalam sana sudah terlihat nadin yang berantakan bahkan pakaiannya sudah berhamburan dilantai karena dia kepanasan dan menginginkan sesuatu. Badan nadin menggelepar di atas ranjang, melihat ada wanita yang siap disantap zainal langsung menghampiri nadin. Mereka berdua sama - sama sudah hilang kendali.


" Mau kamu rekam ndra ?" Tanya ibu ratri saat rendra membuka mode rekam di ponselnya.

__ADS_1


" Iya bu. " Ucap rendra seoalah tanpa beban.


Dia sama sekali tidak keberatan dengan apa yang terjadi dihadapannya. Dia membiarkan sang istri ditiduri oleh kakaknya sendiri, rendra terus menikmati permainan yang ada di depannya dengan kamera video yang menyorot kearah zainal dan nadin. Dirasa sudah cukup, rendra pun mematikan videonya dan keluar kamar lalu membiarkan kedua insan manusia itu bercinta sampai mereka,menyudahinya sendiri.


" Masih belum selesai mereka ndra?" Tanya ibu ratri.


" Belum bu, biarkan saja sampai mereka sama- sama puas. Nanti kalau mereka sudah kelelahan pasti mereka juga berhenti sendiri. Nanti bantu rendra untuk membereskan semuanya bu, nanti saat mas zainal tertidur kita pindahkan kekamar bagas. " Ucap rendra sudah memikirkan rencana berikutnya.


" Iya itu soal mudah. Oh iya Ndra tadi sore ada undangab nih untuk kamu sama zainal. " Ucap ibu ratri sambil memberikan undangan rendra yang sedari tadi sore dia letakkan dibawah rak Tv , dia sendiri juga belum tahu itu undangan dari siapa.


Rendra menerima undangan itu dan segera membukanya dia terkejut serta kaget saat tahu jika undangan itu adalah undangan dari anisa. Undangan pernikahan anisa yang akan digelar seminggu lagi di salah satu hotel bintang lima.


" Undangan dari siapa Ndra ? Tadi ibu belum sempat buka karena sibuk didapur ?" Tanya ibu ratri ingin segera tahu .


" Dari anisa bu. Dia akan menikah dengan pak riko, mantan boss rendra " Jawab rendra dengan suara bergetar.


Tidak dapat dipungkiri jika saat ini hati rendra sangat sakit, sampai detik ini rendra masih mencintai anisa dan berharap bisa rujuk dengan anisa. Tetapi kini ditangannya sudah ada undangan pernikahan dari sang mantan istri. Hati renda benar - benar sakit dan hancur, apalagi ternyata selama ini dia yang mandul sehingga pernikahannya dengan anisa tidak dikaruniai anak.


" Heleh... Paling juga nanti bakalan cerai. Secara anisa itukan wanita mandul " Ucap ibu ratri seakan dia lupa jika anaknyalah yang mandul.


" Bu, apa ibu lupa jika yang mandul itu rendra ?" Tanya rendra dengan geram.


Masih saja ibunya mengatakan anisa mandul padahal sudah nyata yang mandul itu rendra. Ibu ratri terdiam, sepertinya dia baru ingat jika rendralah yang mandul. Mereka sama - sama terdiam, sampai akhirnya mereka sudah tidak mendengar lagi suara - suara aneh dari zainal dan nadin.


" Bu, bantu aku memindahkan mas zainal " Ucap rendra dengan suara terdengar lemas, dia masih memikirkan pernikahan anisa dan riko.


Melihat anaknya tanpa baju dia malu tapi melihat anaknya bermain dengan wanita yang bukan istrinya dia tidak malu , bahkan dibiarkan begitu saja.


Rendra mengangguk lalu masuk lebih dulu dan memakaikan pakaian zainal dari pakaina bagian dalam sampai bagian luar. Bau percintaan antara zainal dan nadin memenuhi ruangan kamar rendra, jika bukan karena ide gila dari ibunya . Rendra tidak akan pernah melakukan hal keji dan memalukan seperti ini.


Setelah berpakaian lengkap rendra memanggil ibunya dan segera memindahkan zainal kekamar bagas. Biarlah zainal malam ini tidur dikamar bagas, besok mereka akan beralasan jika zainal semalam sakit kepala dan beristirahat dikamar bagas. Rendra kini sudah tidur dikamar bersama nadin, kondisi nadin masih saja polos dengan tertutup selimut tebal.


" Sialan ! Gara - gara tidak mau kehilangan uang nadin aku harus membiarkan istriku tidur dengan kakakku. Meskipun aku tidak mencintai nadin tetapi aku sangat membutuhkan uangnya, sekarang ini hanya nadin yang bisa menopang hidupku. " Gumam rendra sambil melirik nadin yang tertidur pulas disampingnya.


* Hemm... Sepertinya kamu kelelahan istriku sayang * Gumam rendra dalam hatinya.


Pagi hari menjelang, sinar matahari sudah meninggi namun dua orang yang semalam bertempur hebat belum juga bangun. Sampai anita harus mencari keberadaan zainal dirumah ibu mertuanya.


" Ndra, apa mas zainal tidur disin? Soalnya semalam pamit mau kesini tapi kok sampai sekarang belum pulang. " Tanya Anita mencari keberadaan sang suami, Zainal.


" Oh mas zainal, emm... Ada dikamar bagas. Semalam dia mengeluh sakit kepala terus istirahat dikamar bagas sampai ketiduran. Mbak bungunkan saja " Jawab rendra dengan agak sedikit gugup.


" Padahal rumah juga cuma disamping ini kenapa tidak pulang sih. ?" Gerutu Anita dengan kesal. Padahal jika zainal tidak tidur dirumah dia juga yang senang karena dia akan puas tidur dalam pelukan sang bapak mertua.

__ADS_1


Selama ini, setiap malam anita selalu mencampurkan obat tidur kedalam teh atau kopi zainal. Sehingga zainal tidak pernah tahu jika sanga bapak mertua selalu datang kerumahnya dan bermain kuda dengan istrinya. Bahkan pak iwan juga suka menginap dan tidur seranjang dengan anita. Obat tidur yang diberikan anita akan membuat zainal tertidur sampai subuh bahkan terkadang sampai subuh.


" Emm...anita ? Kok kita ada dirumah ibu?" Tanya zainal saat dia baru saja dibangunkan oleh anita.


" Kata rendra semalam mas sakit kepala terus mas tiduran dikamar bagas. Sampai pagi nih mas baru bangun, padahal semalam aku sudah nungguin mas loh. " Ucap anita pura - pura ngambek.


* Jadi semalam aku tidur dikamar bagas ? padahal semalam aku mau mengintai anita dan pak iwan tetapi kenapa aku ketiduran disini. Tunggu dulu,tapi bukannya semalam aku bermain dengan anita ? Lalu siapa wanita yang semalam bermain dengan ku ? Atau jangan - jangan aku yang berhalusunasi atau bermimpi karena aku dari kemarin berfikiran tentang anita dan pak iwan * Gumam zainal dalam hatinya.


Zainal dan anitapub keluar dari kamar bagas,kepala zainal masih terasa sedikit sakit. Saat zainal keluar kamar ada pak iwan duduk diruang keluarga bersama rendra.


* Rasanya tidak mungkin anita ada main dengan pak iwan, memang sih pak iwan masih terlihat gagah tapi tetap saja tenaganya kalah dengan ku. Apalagi anita ini tipe wanita yang agresif dan tidak puas jika hanya sekali main * Gumam zainal dalam hatinya.


" Nah kebetulan sudah pada berkumpul nih, aku mau kasih tahu kabar bahagia kepada kalian semua. Emm.. Jika sekarang ini aku sedang hamil " Ucap anita sambil menunjukan alat tes kehamilan.


Mata pak iwan terlihat langsung melotot kearah anita,sebab dia tidak tahu jika saat ini anita sedang hamil. Dia mencoba bertanya - tanya kepada dirinya sendiri siapakah gerangan ayah dari bayi yang dikandung oleh anita , dirinya atau zainal.


* Hampir setiap malam aku dan anita bermain , kira - kira itu anak ku atau anak zainal. Sudah jalan 2 bulan ini aku dan anita melakukan hubungan tersembunyi dan hampir setiap malam kami berdua melakukannya. Tidak melakukan malam , kami melakukan siang saat zainal bekerja * Gumam pak iwan bertanya pada dirinya sendiri.


" Kamu hamil ? Wahh tokcer juga ya si zainal " Ucap ibu ratri melirik kearah rendra dengan senyum penuh makna.


" Selamat ya Anita, semoga kamu dan bayi kamu selalu sehat. " Ucap nadin memberikan selamat.


" Aky juga ingin segera hamil Nit, semoga aku juga segera diberikan kemudahan untuk bisa segera hamil. " Ucap nadin lagi penuh harap.


Rendra hanyq mengangguk pelan dan tersenyum menanggapi keinginan nadin. Rendra hanya berharap usahanya semalam akan segera membuahkan hasil sehingga tidak perlu lagi mengulanginya. Rendra tidak mau merasa banyak salah dan berdosa kepada kakaknya, Zainal. Hanya karena sebuah ambisi dia harus menjadikan kakaknya umpan dalam permainannya.


* Anita hamil ? Tapi kenapa aku sama sekali tidak merasakan bahagia ? Sebenarnya ada apa dengan hatiku ini ?* Gumam zainal dalam hatinya.


"Emm... Masalah hamilnya anita sudah jangan dibahas lagi. Sekarang yang lebih penting kita bahas soal undangan dari anisa,diakan mengundang kita sekeluarga untuk datang kepesta pernikahannya. Jadi ibu minta kita buat seragam keluarga yang mewah agar tidak malu - maluin saat datang kepestanya. Kita tunjukan jika kita ini orang kaya " Ucap ibu ratri dengan semangat.


" Aku tidak masalah, tapi kalian bayar masing - masing. Aku hanya bayar yang punya ku sama mas rendra saja. Untuk yang lainnya keluar uang sendiri. " Ucap nadin ikut bicara.


Ibu ratri menggaruk kepalanya yang tidak gatal, darimana dia dapat uang untuk membeli baju seragam yang tentunya harganya mahal. Padahal dia berniat agar nadin yang membayarkan uang bajunya . Melihat wajah istrinya yang masam,pak iwan langsung menegurnya.


" Ibu jangan bersedih,nanti bapak yang akan tanggung biaya baju ibu. Nanti bapak dapat bonus lemburan kok bu. Jadi ibu jangan khawatir " Ucap pak iwan menenangkan istrinya.


" Terimakasih pak, ucap ibu ratri tanpa malu memeluk pak iwan didepan anakn- anaknya.


Tidak ada yang tahu jika saat ini anita sedang cemburu besar dengan mengepalkan kedua tangannya. Dia bukan hanya teman tidur bapak mertuanya saja, tetapi dia juga mempunyai perasaan dengan bapak mertuanyanya yang sudah berusia lanjut.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK. YANG BELUM KASIH VOTE, YUK VOYE DULU 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2