Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Sakitnya Rendra


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Bagas dan Zainal saat ini langsung membawa Rendra kerumah sakit. Sebab badan Rendra panas dan terlihat sangat lemas, mengingat apa yang disampaikan oleh kedua bapak tadi jika Rendra sudah dua hari sakit dan belum tersentuh oleh dokter sama sekali membuat Zainal langsung melajukan mobilnya kerumah sakit.


" Kita mau kemana ? Ini bukan jalan pulang.?" Tanya Rendra merasa heran sebab Zainal melajukan mobilnya lurus bukannya berbelok saat dipersimpangan tadi.


" Kita mau kerumah sakit Mas. Kamu harus diperiksa oleh dokter." Bagas yang menjawab pertanyaan Rendra.


" Aku tidak sakit, ini hanya kelelahan dan batuk biasa saja. Minum obat warung sudah sembuh." Rendra menolak dibawa kerumah sakit.


Zainal dan Bagas diam tidak menanggapi ucapan Rendra. Zainal tetap fokus mengendarai mobilnya agar tidak terjadi sesuatu dengan mereka. Bagas dan Rendra yang duduk dibelakang cukup diam menikmati perjalanan mereka. Meskipun hatinya saat ini tidak tenang, Rendra tidak bisa berbuat apa - apa.


Cukup lama diperjalanan akhirnya mobil yang dikendarai Rendra sudah sampai di halaman rumah sakit. Bagas segera membawa Rendra turun dari mobil dan mengajaknya masuk kerumah sakit. Zainal yang sudah memarkirkan mobil juga langsung menyusul Rendra dan Bagas.


" Mas kira - kira apa masih ada dokternya mas? Ini sudah malam banget?" Tanya Bagas ragu jika sudah tidak ada dokter.


" Pasti ada Gas, tidak mungkin rumah sakit sebesar ini tidak ada dokternya. Pastinya ada dokter yang jaga malam juga, bisa dead semua orang yang sakit kalau tidak ada dokter jaga." Jawab Zainal sambil terkekeh.


" Mas, Gas lebih baik kita pulang saja. Aku ini tidak sakit loh, hanya kelelahan saja." Ucap Rendra tetap menolak.


Bagas dan Zainal tetap mengajak Rendra masuk kerumah sakit dan menemui petugas yang jaga malam. Kedatangan mereka disambut dengan ramah oleh petugas, mereka mengarahkan agar Rendra dibawa keruang pemeriksaan dan suster yang akan memanggilkan dokter.


" Ini kenapa kakinya pak?" Tanya dokter yang sudah menghampiri Rendra di ruang pemeriksaan.


" Dulu kecelakaan dokter dan akhirnya seperti ini. Tolong periksa keadaan adik saya dok. Dia sudah dua hari sakit dan batuknya sepertinya parah banget." Zainal yang menjawab pertanyaan dari dokter.


Dokter mengangguk paham, dokterpun mulai memeriksa Rendra dengan teliti. Kondisi tubuh Rendra demamnya cukup tinggi dan batuknya juga bukan seperti batuk biasa. Dokter mempersilahkan Rendra untuk turun dari brankan dan duduk di kursi depan meja kerjanya.


" Apa bapak ini perokok?" Tanya dokter Santo.


" Iya dokter tapi tidak parah. Sehari mungkin hanya habis 3 batang saja. " Jawab Rendra.


" Apa bapak menerapkan pola hidup sehat ? Sebab sepertinya batuk bapak ini bukan batuk biasa, mengarah ke paru - paru." Penjelasan dokter Santo membuat tiga kakak beradik itu kaget.

__ADS_1


Zainal langsung memandang kearah Rendra, Rendrapun sama terlihat kaget dengan apa yang dikatakan oleh dokter. Batuk dia memang sudah lama, bahkan sudah hampir dua minggu tetapi tidak sembuh juga. Saat batuk bagian dada juga terasa sakit dan nafas sering tersengal - sengal.


" Maksud dokter saya sakit paru - paru?" Tanya Rendra memperjelas semuanya.


" Itu hanya prediksi saya saya. Untuk lebih lanjutnya besok diperiksa langsung sama dokter yang menguasai bidangnya. Sekarang saya sarankan malam ini bapak dirawat saja dirumah sakit. Sebab nafas bapak juga tersengal-sengal dan badan bapak panas sekali. Usahakan jangan banyak keluar malam, mungkin bapak sering beraktifitas diluaran sana saat malam hari?." Tanya dokter Santo.


Rendra hanya bisa mengangguk dengan pelan, sebab selama dua bulan ini dia memang sering beraktifitas malam hari. Debu dan polisi sudah menjadi makanannya sehari - hari, apalagi angin malam memang tidak bagus untuknya. Mau bagaimana lagi itu sudah menjadi pilihannya, sengaja keluar dari kontrakan saat malam hari agar tidak ada orang yang mengenalinya.


" Jadi adik saya harus dirawat mulai malam ini dokter."Tanya Zainal ingin memperjelas perkataan dokter Susanto.


" Iya Pak. Lebih baik dirawat mulai malam ini sehingga besok pagi saya sudah bisa meminta dokter Rudi untuk memeriksa pak Rendra. Saya akan informasikan masalah ini ke dokter Rudi, biar beliau sendiri yang langsung menanganinya. Beliau adalah dokter spesialis paru-paru."Jawab dokter Santo menegaskan.


" Baiklah Pak, kalau begitu saya setuju dengan apa yang Bapak sarankan."Seru Zainal menyetujui agar Rendra dirawat.


Namun sepertinya Rendra keberatan, dia tampak menggelengkan kepalanya dengan pelan. Dia tidak mau membebani Zainal maupun Bagas. Selama 2 bulan ini dia sengaja keluar dari rumah tanpa menemui mereka karena dia tidak mau hidupnya menjadi beban. Tetapi sekarang justru dirinya menjadi beban untuk kedua saudaranya itu. Dengan kelumpuhannya, dengan sakitnya sehingga bertambah dua kali lipat beban mereka.


Uhhukkk Uuhhukkk Uhhhuuk


Rendra kembali batuk - batuk dan merasakan sakit dibagian dadanya. Nafasnya mulai tersengal - sengal disertai dengan batuk yang tak kunjung berhenti. Dan pada akhirnya Rendra jatuh dari tempat tidurnya dan tidak sadarkan diri.


Dengan segera Dokter Santo dibantu oleh salah satu perawat membawa Rendra keruangan UGD untuk di tindak lanjuti. Rendra terpaksa harus diberikan oksigen agar nafasnya tidak tersengal - sengal. Dengan terpaksa dokter Santo menghubungi dokter Rudi agar datang untuk menangani Rendra.


" Dokter tolong lakukan apa saja untuk adik saya. Sembuhkan dia dokter." Seru Zainal dengan cemas.


Zainal mengangguk dan dia hampir saja melupakan istrinya yang saat ini sedang menunggu kepulangannya. Dengan segera Zainal mengambil ponsel dalam kantong jaketnya dan segera menghubungi Santi.


[ Hallo , Assalamualaikum mas ? Kalian dimana ? Ini sudah tengah malam tapi kalian belum pulang juga.] Pertanyaan beruntun Santi lontarkan begitu saja.


[ Waalaukumsalam, aku dan Bagas sudah menemukan Rendra tapi saat ini Rendra harus dirawat dirumah sakit. Jadi kemungkinan untuk malam ini aku tidak bisa pulang.]


[ Rumah sakit ? jadi Rendra sudah ketemu mas ? Terus kenapa dia dibawa kerumah sakit?]


[ Nanti kalau aku sudah pulang aku akan cerita,,sekarang aku tutup dulu ya teleponnya sebab Rendra masih ditangani oleh Dokter.]


[ Iya mas. Kalau ada apa - apa segera kabari aku.]


[ Iya sayang. Assalamuakaikum.]


[ Waalaikumsalam. ]

__ADS_1


Klik


Zainal mematikan sambungan teleponnya, lalu menghampiri Bagas yang duduk didepan UGD. Kini Zainal sudah duduk di samping Bagas sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


" Bagaimana mas , sudah kasih kabar mbak Santi?." Tanya Bagas.


" Sudah Gas ." Jawab Zainal singkat.


Dokter Rudi yang ditunggu - tunggu akhirnya datang juga dan langsung masuk keruangan UGD untuk langsung menangani Rendra. Dengan segera dokter Rudi memeriksa keadaan Rendra. Bagas dan Zainal cemas menunggu di luar UGD.


Setelah menunggu hampir 30 menit, dokter Rudi pun keluar dan mengajak Zainal ke ruangannya untuk membicarakan keadaan Rendra.


" Bagaimana keadaan adik saya dokter. Apakah sakit paru-parunya sudah cukup serius ?."Tanya Zainal segera ingin tahu apa yang terjadi dengan Rendra.


" Begini Pak Zainal, sepertinya sakit Pak Rendra bukan hanya paru-paru saja. Jadi setelah ini saya akan memindahkan Pak Rendra ke ruang perawatan dan kami akan mengecek penyakit apa saja yang saat ini diderita oleh Pak Rendra. Kesimpulan saya saat ini Pak Rendra benar mengidap sakit paru-paru yang sudah lumayan serius, dan saat ini beliau juga terkena DBD. Mungkin itu yang membuat kondisi tubuhnya semakin drop." Ucap dokter Rudi menjelaskan.


Zainal tidak pernah menyangka jika Rendra akan mengalami sakit seperti ini apalagi sakit yang dia dari kita tidak cuman satu. Rendra sudah lumpuh dan susah berjalan menderita penyakit paru-paru dan saat ini terkena DBD juga hal itu sangat membuat Zainal prihatin dengan keadaan saudara kandungnya.


" Apa masih ada penyakit lain yang diderita adik saya dokter?" Tanya Zainal semakin khawatir.


" Saya belum bisa memastikan Pak. Semoga saja tidak ada lagi, namun segala kemungkinan bisa terjadi. Maaf bukan saya mau seudzoon sepertinya pak Rendra ini apa tidak menerapkan hidup sehat? Seperti makan dan minumnya tidak terjaga?" Tanya doktet Rudi ragu takut jika Zainal akan tersinggung.


Akhirnya Zainal pun menceritakan kejadian di mana selama 2 bulan ini Rendra memang menghilang dan baru diketemukan malam ini. Dan bisa jadi selama 2 bulan ini memang Rendra tidak menjaga makan dan minumnya. Apalagi dia sering berada di luar rumah di saat malam hari.


Dokter Rudi tampak mendengar penjelasan dari Zainal dengan seksama. Sepertinya dia tahu apa yang menyebabkan Zainal sampai terkena sakit paru-paru. Setelah selesai bicara dengan dokter Rudi, Zainal menghampiri Bagas yang saat ini sudah berada di ruang perawatan Rendra.


" Apa yang dikatakan sama dokter mas ? Apa mas Rendra sakitnya cukup parah?."Tanya Bagas ingin tahu kelanjutan apa yang terjadi dengan Rendra.


" Selain terkena paru-paru, ternyata Rendra juga sedang terkena DBD. Dan mungkin itu yang membuat kondisi tubuhnya semakin drop dan demamnya tidak hilang. Kasihan sekali nasib Rendra Gas, dulu gayanya parlente, kerja kantoran, mendapat gaji yang lumayan besar. Tetapi sekarang semuanya sirna. Uang dia tidak punya, pekerjaan tidak punya, istri tidak punya. Sekarang dia benar-benar jatuh dan seakan menuai apa yang sudah dia tanam selama ini."Seru Zainal sembari memandang ke arah Rendra yang masih tetap saja terbaring dengan selang oksigen tetap terpasang sebagai alat bantu pernafasannya.


Apa yang dikatakan Zainal memang benar adanya, Bagas sendiri mengakui dan menyadari jika apa yang saat ini dialami oleh Rendra seperti sebuah Karma atau hukum tabur tuai yang selama ini sudah diperbuat oleh Rendra. Harapan Bagas semoga saja setelah ini ada kebahagiaan untuk Rendra, Bagas juga ingin kakaknya sembuh dan menjalani hari-harinya seperti biasa.


" Kita doakan saja semoga mas Rendra cepat sembuh mas."Seru Bagas.


" Iya Gas."Jawab Zainal.


Malam ini Zainal dan Bagas menginap di rumah sakit. Mereka tidur di sofa yang ada di ruangan Rendra. Beruntung kartu jaminan kesehatan Rendra yang dibuatkan Zainal saat Rendra kecelakaan masih bisa digunakan, sebab setiap bulannya masih terus Zainal bayar. Sehingga saat ini Rendra bisa mendapatkan perawatan sesuai dengan kartu yang dibuatkan oleh Zainal.


Dulu memang Zainal tidak peduli dengan keluarganya, dia pelit dan tidak mau tahu. Namun kini dia sudah berubah, bahkan kini dialah yang banyak membantu Rendra.

__ADS_1


* Semoga Rendra segera sembuh, semoga pemeriksaan besok juga tidak ada sakit apa - apa lagi.* Gumam Zainal dalam batinnya.


***********


__ADS_2