Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Zainal tahu semuanya


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Ting


[ Aku ingin bertemu dengan anak - anak ] Pesan dari zainal sudah masuk keponsel santi.


Dengan segera santi membaca dan membalas pesan dari sang mantan suaminya itu. Santi saat ini masih bekerja, dan anak - anak ada dirumah dengan kedua orang tuanya.


[ Silahkan datang saja kerumah bapak, anak - anak sama bapak ibu. Mereka pasti sudah pulang sekolah, jadi kamu temui saja ] Balas santi.


[ Jadi anak - anak sudah bersekolah ? Kok kamu tidak berkonsultasi dulu denganku ?]


[ Aku tidak butuh meminta pendapatmu, namamu saja yang hanya terpajang sebagai ayah mereka . Tetapi sampai detik inipun kamu tidak menafkahi mereka, sudah berapa bulan kita bercerai dan selama itu juga kamu tidak menafkahi mereka ]


[ Aku minta maaf soal itu ]


[ Sudahlah, aku repot. Aku sedang bekerja, kalau mau menemui mereka datang saja kerumah. Semoga saja mereka masih ingat dengan ayahnya ]


" Sial ! Kenapa santi sekarang jadi seberani ini bicara denganku. Dan dia juga menyekolahkan anak - anak tanpa memberitahuku dulu, dia anggap apa aku ini. Lagipula aku mau menemui anak - anak karena ingin bertemu dengan santi, ogah juga kalau santi tidak ada. Apalagi kalau ketemu mantan ibu mertua yang mulutnya tidak bisa diam itu " Gerutu zainal tanpa menghiraukan temannya yang sedari tadi memanggilnya.


Saat ini zainal masih ada dikantor, dia berniat untuk izin setengah hari agar bisa menemui anak - anak nya. Namun karena bertemu tanps santi jadi dia tidak jadi untuk izin.


" Eh... Nal,kamu jadi izin tidak ? Ini sudah mau masuk waktu makan siang ? Sana keruangan bos sebelum dia pergi makan siang " Ucap Ari teman zainal yang saat ini ada diruangan zainal.


Sebagai seorang menejer Zainal memang mempunyai wewenang, tetapi tetap jika ingin meninggalkan kantor untuk urusan pribadi harus izin terlebih dahulu kepada pimpinan atau manajer HRD. Sebab dikantor tempat zainal bekerja tidak memandang jabatan, jika meninggalkan kantor untuk urusan pribadi tanpa izin akan dikenakan sangsi.


" Tidak jadi, mantan istriku sedang bekerja jadi dia tidak ada dirumah. " Ucap zainal.


" Jadi kamu tidak jadi menemui anak - anak kamu karena mantan istri kamu tidak ada dirumah alias sedang bekerja?. Gila kamu nal, atau jangan - jangan kamu ini tidak menafkahi anak - anak kamu ?" Tanya ari dengan serius.


" Ya begitulah, semenjak mereka angkat kaki dari rumah ku . Aku memang tidak memberi anak ku uang, enak saja santi mau menikmati uangku sedangkan dia sudah bukan lagi istriku. " Jawab zainal seenaknya.

__ADS_1


Haaaahhhh...


Ari sebagai teman zainal hanya bisa menggelengkan kepala mendengar cerita zainal. Dari dulu ari memang sudah tahu bagaimana sikap pelit zainal kepada anak dan istrinya. Sudah puluhan kali ari menasehati zainal agar jangan pelit - pelit dengan anak istrinya, tetapi tidak dihiraukan.


" Kejam kamu nal, kamu berdosa sudah menelantarkan anak - anakmu. Biarpun kamu dan santi sudah bercerai kamu masih wajib untuk menafkahi kedua anakmu. Awas Allah murka sama kelakuan kamu nal , aku sebagai teman hanya bisa mengingatkan kamu saja " Ucap ari lalu keluar ruangan zainal sambil memnawa map yang barusaja ditandatangani oleh zainal.


Setelah ari keluar dari ruangannya, zainal juga keluar. Dia tetap akan izin pulang cepat karena fikirannya saat ini sedang kalut. Setelah mendapat izin dari atasannya, zainal masih setia mengendarai motor kebesarannya pulang kerumah. Dia mimilih untuk pulang saja dan makan siang dirumah sang ibu.


Setelah menempuh 45 menit perjalan zainal sudah sampai didepan rumahnya,dia menyetandarkan motornya di depan teras rumahnya. Dia mengambil tas kerja dan jasnya di bok motornya dan membawanya masuk kekamar.


Kruuukk... Kruukkkk


Suara perut zainal sudah meronta - ronta minta untuk segera diisi, maklum saat sarapan tadi zainal hanya minum kopi karena perutnya mual tidak bisa makan apa - apa selain teh dan kopi disaat pagi hari.


" Sabar perut, aku masih ganti baju dulu. Setelah ini kita kerumah ibuku, pasti disana ada makanan " Ucap zainal sambil mengusap perutnya .


Selesai berganti baju,zainal langsung keluar rumah dan berjalan dengan santainya menuju rumah sang ibu untuk meminta makan. Saat sampai halaman rumah ibunya, zainal bertemu dengan nadin yang sudah terlihat rapi dan wangi serta cantik, nadin hendak pergi tapi tidak tahu mau kemana.


" Mau kemana din ?" Sapa zainal.


" Eh..mas kok jam segini sudah pulang ? Ini mas mau ketemu sama teman , ada arisan kecil - kecilan. Suntuk mas dirumah terus " Jawab nadin sambil tersenyum ramah.


Nadin hanya mengangguk sambil mengulas senyum manisnya. Zainal menatap kepergian nadin sampai mobil nadin tidak terlihat lagi.


* Nadin cantik sih, seksi juga. Tapi tidak tahu kenapa melihat dia berpenampilan seksi begitu aku sama sekali tidak nafsu dan tidak tergoda. Apa karena nadi itu istri adikku sendiri atau memang karena dia mantan wanita malam jadi aku tidak tergoda. Dulu saat sama anita aku tergoda karena anita masih perawan. * Gumam zainal dalam hatinya.


Zainal melanjutkan langkah kakinya menuju pintu utama rumah ibunya. Saat dia membuka pintu utama sayup - sayup zainal mendengar obrolan rendra dan ibunya yang menyebut - nyebut nama nadin. Dan hal itu membuat zainal penasaran, diam - diam zainal mendengarkan obrolan rendra dan ibunya tanpa sepengetahuan mereka.


" Bu , kira - kira kalau nadin tahu keadaan ku yang sebenarnya bagaimana ya bu ? Dia pasti akan curiga karena dia sendiri saat ini sedang hamil " Ucap rendra terdengar sangat serius.


" Ya jangan sampai nadin tahu ndra, begitu saja kamu kok repot sih " Jawab ibu ratri ketus.


* Sebenarnya ada rahasia apa sih, kok aku jadi penasaran * Gumam zainal.


Zainal terus menajamkan telinganya untuk mencari tahu rahasia apa yang sedang disembunyikan oleh adik dan ibunya itu.


" Mau sampai kapan kita menyembunyikan kenyataan ini bu. Cepat atau lambat nadin dan mas zainal juga akan tahu yang sebenarnya bu. Ibu sih dulu selalu mengatakan anisa mandul, jadi kata - kata ibu itu sekarang berbalik kepadakukan ? Aku yang mandul " Ucap rendra dengan kesal.

__ADS_1


Deg...


Jantung zainal terasa tidak aman, bagaimana pria mandul bisa menghamili istri. Jika hamil karena pria diluaran sana pasti nadin juga sudah diusir seperti erika .


* Kenapa namaku dibawa - bawa ? Sebenarnya ini ada apa ? * Gumam zainal semakin sangat penasaran.


" Diam kamu ndra. Jangan sampai nadin dan zainal tahu jika kamu itu mandul. Apalagi sampai mereka tahu kalau mereka pernah tidur bareng karena jebakan kita, ingat ndra sementara ini kita hanya bertahan dengan uang pemberian nadin. Kamu saja pengangguran dan cari pekerjaan juga tidak becus. Pokoknya jangan sampai ada yang tahu kalau anak yang dikandung nadin adalah anaknya Zainal ! Bagaimanapun dia tetap cucu kandung ibu, dan kemandulanmu tidak akan ada yang tahu " Ucap ibu ratri.


Jjdddeerrrrrrr


Wajah zainal bagaikan disambar petir disore hari, kenyataan baru yang baru saja dia dengar benar-benar membuat dia syok. Ternyata apa yang pernah dia fikirkan beberapa hari yang lalu terjadi juga, ternyata anak yang dikandung nadin adalah anaknya.


* Jadi rendra itu mandul ? Dan bayi yang dikandung nadin adalah anakku ? Pantas saja aku yang mengalami kehamilan simpatik. Jadi ibu dan rendra yang sudah menjebakku. Dasar kurangajar kalian !!* Gumam zainal sambil mengepalkan kedua tangannya.


" Rendra , Ibu !!" Teriak zainal yang kini sudah berdiri ditengah - tengah pintu masuk ruang tengah.


Rendra dan ibu ratri terlihat gugup dan salah tingkah. Mereka tidak tahu jika zainal ada didalam rumahnya.


* Jangan sampai mas zainal mendengar apa yang kamu bahas tadi. Jika dia tahu bisa kacau semuanya * Gumam rendra dalam hatinya.


" Emm...zainal, sejak kapan kamu ada disana ? Kok jam segini kamu sudah pulang. Oh iya kamu pasti belum makan siangkan, kamu makan saja dulu " Ucap ibu ratri.


" Tidak perlu ! Aku sudah dari tadi ada disini dan aku sudah tahu semua rahasia yang selama ini kalian sembunyikan. Aku tidak menyangka ibu dan rendra sepicik ini, kalian menjebak aku dan nadin agar kami bisa tidur bareng dan melakukan hubungan itu. B@jin9@n kamu ndra !" Seru Zainal dengan kesal.


Bugghh.... Bughhh... Bughhh


Zainal memukuli rendra tanpa ampun, melihat rendra dipukuli oleh zainal membuat ibu ratri menjerit histeris.


" Zainal sudah, hentikan zainal. Nanti rendra bisa mati, sudah hentikan !" Teriak ibu ratri.


" Ini bukan salah rendra,tapi ibu yang salah. Ibu yang punya ide gila ini dan ibu juga yang sudah memaksa rendra menyetujui ide ibu. " Ucap ibu ratri sambil memohon.


Bughh.... Bughh...


Zainal kembali memukuli rendra, sedikitpun rendra tidak membalas zainal. Karena dia tahu jika perbuatannya memang salah dan dia pantas mendapat hukuman dari kakaknya.


" Mas zainal, mas rendra hentikan !!" Teriak seseorang yang barusaja masuk rumah.

__ADS_1


**********


__ADS_2