
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Dua hari berlu ibu ratri dan santi sedang berbincang - bincang di teras rumah. Biasa santi selalu mencari cara untuk menjelekkan anisa dan keluarga anisa. Dia terus mengompori ibu mertuanya untuk membenci anisa, ada dendam apa antara santi dengan anisa.
" Ibu yakin cincin itu asli ? Kok santi tidak yakin ya bu. Coba ibu bawa ke toko perhiasan agar bisa di cek, kalau misal itu cincin palsu kan malu bu. Apalagi kalau para tetangga tahu ibu pakai cincin palsu. Mau di tarok mana muka ibu. " Ucap santi kini membahas cincin dan meminta mertuanya untuk mengecek keaslian cincin pemberian orang tua anisa.
" Tapi ada surat nya santi ? Ehh.. Cincin kita ternyata sama ya San. " Ucap ibu ratri meraih jari manis santi dan melihat cincin yang melingkar di jari santi.
Santi gelagapan, dia lupa kenapa masih memakai cincin itu. Padahal dia hanya akan memakainya saat ada acara tertentu saja agar ibu mertuanya tidak tahu dan tidak menaruh curiga. Santi memutar otak untuk mencari jawaban yang pasti agar ibu mertuanya tidak curiga .
" Emm.. Iya juga ya bu. Padahal santi beli ini sudah lama loh bu, dari 2 bulan yang lalu saat santi dapat arisan RT. " Jawab santi beralasan.
" Berarti kita coupel ya san. Tapi ibu juga mau memastikan apa cincin ibu ini asli atau tidak. Ibu ikuti saran kamu untuk memeriksa nya ke toko perhiasan. Sekarang kamu temani ibu ke toko perhiasan, cepat pakai motor kamu saja karena motor bagas mau dibawa kekampus. Kiki koko biar main saja sama temannya. " Ucap ibu ratri.
Santi langsung mengangguk semangat, ini yang dari tadi dia tunggu - tunggu. Setelah ketahuan cincin itu palsu sudah dipastikan ibu mertuanya akan melabrak orang tua anisa, kebetulan orang tua anisa masih di rumah anisa.
" Ayok bu " Seru santi.
" Iya sabar. Bagas jangan lupa kunci pintu, ibu sama mbak mu mau kepasar sebentar. " Seru ibu ratri dari arah depan.
Santi melajukan motornya kearah pasar dengan kecelatan lumayan, setelah sepuluh menit mereka sampai di pasar dan langsung mencari toko perhiasan.
" Cik saya mau minta tolong untuk mengecek cincin ini asli atau palsu. Emm.. Soalnya ada teman pinjam cincin terus hilang, dan saya diganti pakai cincin ini. Ini ada suratnya juga tapi saya merasa ini cincin ada yang aneh, sepertinya imitasi " Seru santi saat berbicara dengan cik Ana pemilik toko perhiasan terbesar di pasar itu.
Cik ana mengangguk paham lalu mengambil cincin yang diberikan oleh mala dan langsung memeriksanya. Cik ana hanya tersenyum simpul saat mengetahui cincin itu ternyata memang palsu.
" Cincin ini memang palsu. Ini cincin hanya seharga 5000 perak mbak. Tapi yang kamu pakai ini sudah jelas keasliannya,tanpa aku mengeceknya saja aku sudah tahu jika cincin mu asli " Ucap cik ana membuat ibu ratri terkejut dan begitupun dengan santi dia berpura - pura kaget.
__ADS_1
" Apa palsu? Jadi cincin ini beneran palsu ?" Tanya ibu ratri hampir tidak percaya.
" Iya cincin ibu ini palsu. Sudah ya bu, bukannya mau mengusir tapi saya mau membantu karyawan untuk melayani pembeli " Ucap cik ana.
Santi dan ibu ratri pergi dari toko perhiasan itu dengan wajah penuh amarah. Ibu ratri langsung meminta santi untuk kerumah anisa dan melabrak orang tua anisa.
" Kita kerumah anis sekrang san, ibu mau buat perhitungan dengan orang tua anisa, sama anisa nya juga ibu akan memarahinya . Pasti dia sekongkol dengan orang tuanya untuk mengerjai ibu. " Ucap ibu ratri menggerutu.
" Baik bu kita kesana sekarang " Jawab santi dengan senyum penuh kemenangan.
Dengan mengemdarai motor santi dan ibu ratri menuju rumah anisa. Ibu ratri tidak terima karena orang tua anisa sudah membohinginya.
" Kita sampai bu" Ucap santi.
Ibu ratri langsung turun dari motor dan berjalan dengan cepat menuju pintu utama.
Tok Tok Tok
" Eh.. Ibu besan masuk bu " Ucap ibunya anisa mempersilahkan besannya masuk.
" Maksudnya ibu Marwah ini apa ya memberi saya kado cincin palsu? Kalau memang tidak punya uang jangan berlaga sok memberi hadiah cincin. Cincin palsu kok du jadikan hadiah !!!" Seru ibu ratri dengan lantang.
Ibu marwah kaget dengan pernyataan besannya, karena cincin yang diberikan adalah cincin emas asli dengan berat 5 gram yang dia beli hampir 5 juta. Namun kenapa besannya mengatakan itu cincin palsu.
" Cincin itu asli bu, bukannya suratnya juga ada dalam kotaknya" Ucap ibu marwah tetap kekeh mengatakan itu cincin asli.
" Tapi buktinya cincin itu palsu. Kami baru dari toko perhiasan memeriksakan cincin itu asli apa palsu dan nyatanya memang palsu" Santi ikut berbicara dengan sinis.
" Tidak mungkin itu asli, saya tidak mungkin memberi barang palsu. Lihat ini cincin, kalung anting serta gelang saya semua emas asli tidak ada yang palsu. Aku juga malu kalau pakai barang palsu. " Seru ibu marwah sambil menunjuk perhiasan yang dia kenakan.
Mata santi dan ibu ratri terbelalak saat ibu marwah menunjukan kalung besar yang ada di lehernya. Kalung itu tertutup hijab sehingga tadi tidak tetlihat begitupun dengan gelang yang tertutup dengan baju panjang nya.
Bruumm.. Bruummm
__ADS_1
Tiba - tiba ada suarq mobil dan motor masuk ke halaman rumah. Ternyata anisa dan bagas yang datang, anisa memang sengaja di telepon bagas untuk pulang dengan alasan akan ada pertunjukan yang bagus. Tidak lama motor rendra dan zainal juga masuk kehalaman rumah anisa.
" Ini kenapa kalian pada pulang ? Padahal masih jam kantor kan ? Nah... Zainal kamu juga kenapa ada disini ? Bagas bukannya kamu harus kekampus ?" Tanya ibu ratri bingung karena ketiga anaknya ada dirumah anisa.
" Tidak apa - apa buk biar mereka tahu kelakuan oranh tua anisa. " Ucap santi sinis sambil melirik anisa yang duduk di samping ibunya.
" Ini ada apa sih bu?" Tanya anisa penasaran.
" Ini loh Nis, masak ibu di tuduh memberi cincin palsu. Padahal itukan cincin asli. " Ucap ibu marwah.
Hhuuffff
Anisa terlihat menghela nafas dengan kasar, pasti ini ada yang salah. Dia percaya jika ibunya tidak mungkin bohong, pasti sengaja ada yang ingin menjelekkan nama orang tuanya. Lirikan mata anisa tajam kearah santi yang sedari tadi senyum - senyum sendiri.
" Kami disuruh datang hanya karena masalah seperti ini ? Bagas kamu bilang ada masalah serius sama ibu dan santi tapi nyatanya cuma masalah seperti ini, sudah jelas - jelas orang tua anisa yang sok kaya ini yang belagu memberi hadiah cincin dam nyatanya cincin palsu. Malu dong bu, sok kaya !" Ucap zainal tersrnyum sinis kearah ibu marwah.
" Bagas bisa kamu jelaskan ? Kenapa kamu meminta kami untuk pulang ? " Tanya rendra.
" Kamu yang menyuruh kakakmu pulang dan datang kesini Gas ?" Tanya ibu ratri serius.
" Ya biar kalian semua tahu masalah ini " Jawab bagas dengan santainya lalu duduk di sofa single. Dia menurunkan tasnya dan mengambil laptopnya.
Santi dan ibu ratri tersenyum penuh kemenangan karena sekarang bagas sudah ada di pihaknya. Biasanya bagas akan selalu membela anisa tapi tidak untuk sekarang. Sepertinya santi dan ibu ratri terlalu percaya diri.
Tunggu kejutan dari bagas santi !!
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️
__ADS_1