
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
* Apapun yang terjadi nanti aku sudah siap, aku tidak yakin anisa bisa menerima kehadiran erika. Jika anisa mengusir erika tidak masalah, karena erika dan ibu yang sudah memaksaku untuk membawa erika tinggal disini. Dengan begitu mereka tahu jika anisa memang tidak mau menerima kehadiran erika. Aku sendir sudah menolak juga percuma, tetap ibu memaksa ku * Gumam rendra.
Mobil yang dikendarai rendra kini sudah sampai di depab rumah dua lantai yang terlihat mewah. Bik marni yang melihat ada suara mobil pun langsung tergopoh - gopoh membukakan pintu utama mengira anisa yang sudah pulang dari kantor.
" Loh mas rendra ? Bibik kira tadi mbak anisa ? Wanita ini siapa mas ?" Tanya bik marni menunjuk kearah erika yang berdiri di samping rendra dan memeluk lengan rendra dengan mesra.
Rendra menepis dan melepaskan tangan erika dari lengannya, dia risih melihat kelakuan erika yang seperti ABG yang sedang kasmaran. Sepanjang perjalanan tadi erika memeluk lengan kekar rendra.
" Heiii... Pembantu sialan !! Mulai hari ini aku juga akan tinggal dirumah ini karena aku juga nyonya dirumh ini . Kamu harus memanggil ku nyonya karena aku ini istri nua mas rendra. Mungkin kamu itu sudah pikun ya?. Aku sudah pernah datang kerumah ini bersama keluarga mas rendra, tadi tidak masalah mungkin karena kamu sudah tua " Ucap erika dengan sombong nya.
" Erika ! Jaga sikap mu " Seru rendra membentak erika.
Sikap erika memamg sungguh keterlaluan, dia tidak sadar diri siapa dia. Dia sama seperti dirinya jika dia tidak ada hak di rumah itu, jika seperti itu anisa bisa kapan saja mengusirnya.
" Emmm... Anisa belum pulang bik ?" Tanya rendra dengan sopan.
" Belum mas. Biasanya mbak anisa pulang jam 5 sore dan ini baru jam 2 siang. Ya sudah kalau begitu saya tinggal ya mas " Ucap bik marni sambil melirik erika yang masih bersungut - sungut.
" Hehh... Mau kemana kamu ? Ini bawa koper ku !" Perintah erika dengan sombongnya.
" Erika ! Sudah aku bilang jaga sikap kamu. Kamu disini itu tamu dan tidak berhak menyuruh bik marni ini dan itu. Bawa sendiri kopermu ! Sudah bik marni masuk saja biar dia bawa sendiri koper dia " Ucap rendra .
Bik marni mengangguk lalu meninggalkan dua manusia yang masih saja berdiri di halaman depan. Erika sendiri bersungut - sungut karena rendra tidak menghargainya bahkan membentaknya didepan pembantu.
" Bawa koper mu " Seru rendra lalu melangkah masuk kerumah.
Sambil menghentak - hentakkan kakinya erika menarik kopernya membawa masuk ke rumah dengan mengikuti langkah kaki rendra. Rendra membawa erika masuk ke kamar tamu yang ada dilantai bawah.
" Kok disini sih mas ? Aku mau kamar yang atas , aku ini sekarang suami kamu loh mas " Seru erika dengan bibir di monyong - monyongkan.
" Jangan banyak protes. Jika menumpang itu harus sadar diri, jika kamu tidak suka ya kamu tinggal keluar saja dari rumah ini." Ucap rendra kesal.
Rendra keluar dari kamar dan membiarkan erika dikamarnya sendirian. Rendra menuju kamar lain yang bersebelahan dengan kamar erika, kamar yang sudah dari semalam dia tempari. Iya, rendra memutuskan untuk tidak tidur satu kamar dengan erika. Itu semua dia lakukan untuk menghargai perasaan anisa.
" Haahh... Badanku lelah sekali. Bagaimana anisa jika tahu aku sudah menikah dengan erika dan saat ini erika ikut tinggal dirumahnya?" Tanya rendra pada dirinya sendiri.
Rendra terus memikirkan anisa , sampai dia mengantuk dan terus menguap. Tanpa terasa rendrapun terlelap begitupun dengan erika, erika tidur tanpa membereskan barang - barangnya terlebih dahulu.
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore , terdengar mobil anisa memasuki pekarangan rumah. Anisa turun dan memandang kearah mobil yang berwarna merah yang terparkir tidak jauh dari garasi sehingga mobilnya tidak bisa masuk ke garasi. Anisa mengenali mobil siapa yang saat ini ada dirumahnya.
* Oh... Jadi wanita j@l@n9 itu ada disini ? Kamu sudah keterlaluan mas, kamu sudah membawa wanita murahan itu kerumahku tanpa seizinku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada wanita murahan itu * Gumam anisa dengan mengepalkan tangannya erat - erat.
Anisa masuk kerumah dan mendapati rumah dalam keadaan sepi. Terdengar bik marni yang sedang sibuk di dapur, anisa pun menghampiri bik marni.
" Bik , masak apa ?" Tanya anisa ramah.
" Eh...mbak anisa sudah pulang ? Kok bibik tidak dengar suara mobilnya ? Ini bibik baru mau menyiapkan bahan - bahan untuk masak sup ayam mbak" Jawab bik marni dengan ramah sambil mengeluarkab sayuran dari dalam kulkas.
" Bik, mas rendra bawa wanita murahan itu kesini ? Sekarang mereka dimana ?" Tanya anisa penasaran.
" Mereka ada dikamar , masing - masing ada dalam kamar tamu. Mbak, mereka sudah menikah. " Ucap bik marni dengan pelan.
Deg...
Jantung anisa seakan berhenti berdetak mendengar kabar jika rendra dan erika sudah menikah. Akhirnya rendra menikahi erika tanpa memberitahunya sama sekali, bahkan mengajak tinggal dirumahnya tanpa meminta izin dengannya.
* Jahat kamu mas ! Kamu membawa gundikmu tinggal dirumah ku, lihat saja apa yang akan aku lakukan terhadap kalian terutama gundikmu itu * Gumam anisa.
" Bik , jangan masak banyak - banyak ya. Bibik masak cukup untuk kita saja. Untuk bibik, anisa, suami bibik dan pak satpam. Dan ingat bibik jangan mengerjakan pekerjaan apapun yang diperintahkan oleh erika dan mas rendra. Karena disini bibik kerja sama anisa bukan sama mereka, jika sudah selesai masak langsung simpan makanan dalam lemari makanan dan kunci." Ucap anisa mulai bertindak.
" Iya mbak, bibik setuju . Tadi si wanita itu sudah bersikap seenaknya dan menganggap dirinya nyonya dirumah ini. " Ucap bik marni lagi.
Anisa hanya menyunggingkan senyum tipis mendengar cerita bik marni.
Anisa masuk kamarnya untuk membersihkan diri, setelah mandi anisa lebih memilih duduk di balkon kamarnya sambil menikmati udara sore hari. Dia teringat dimana dia pertama kali mengenal rendra dan pertama kali rendra melamar serta mengucapkan ikrar janji suci dihadapan kedua orang tuanya.
Tanpa terasa air matanya menetes mengenang masa - masa indahnya bersama rendra.
" Kamu jahat mas. Kamu sudah menghianati ku, bahkan kamu membawa wanita itu kerumah ku." Ucap anisa dalam tangisnya.
Sore sudah berganti malam, anisa masih ada dikamarnya. Selesai sholat magrib dia meminta bik marni membawakan makan malamnya kekamar, anisa tidak mau bertemu dengan rendra dan erika.
" Bibik dan yang lainnya sudah makan ?" Tanya anisa dengan ramah.
" Sudah mbak, bibik sama 2 pria tua yang ada di bawah sana sudah makan. Baru saja selesai, piringnya saja belum bibik cuci. " Ucap bik marni sambil terkekeh.
Dua pria tua yang dimaksud bik marni adalah suaminya dab pak burhan adik suaminya yang bekerja sebagai satpam.
Bik marni turun dari lantai atas dan menuju dapur untuk membereskan dapur. Saat didapur tiba - tiba erika berteriak karena meja makan masih kosong tidak ada makanan sama sekali, padahal saat ini perutnya sangat lapar.
" Kenapa belum ada makanan ? " Tanya erika dengan suara keras.
" Kamu apa - apaan sih erika? Ini rumah bukan hutan " Tegur rendra yang baru saja keluar dari kamar.
__ADS_1
" Ini mas, babu sialan itu belum masak. Padahal aku sudah lapar banget, karena dari tadi siang aku belum makan mana aku sedang hamil." Ucap erika dengan cemberut.
" Tapi tidak harus berteriak juga dong. Tapi tumben sudah jam segini bik marni belum masak. " Seru rendra sambil melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.
Rendra menghampiri bik marni dan menanyakan kenapa dia tidak memasak.
" Maaf mas, saya hanya mengikuti perintah mbak anisa. Karena disini saya bekerja sama mbak anisa dan mbak anisa yang menggaji saya. Jika mas rendra dan istri mau makan harus belanja dan masak sendiri tidak boleh menyuruh bibik begitupun dengan pekerjaan yang lainnya " Ucap bik marni dengan lancar, dia bicara sesuai arahan yang duberikan oleh anisa.
" Ya sudah kalau begitu bibik lanjut saja kerjanya " Ucap rendra.
Dia harus menerima keputusan anisa karena memang bik marni kerja dengan anisa dan anisa yang membayarnya . Mau tidak mau dia harus mengikuti aturan yang dibuat anisa, setelah makan malam rendra berencana bicara dengan anisa.
" Terus bagaimana dong mas ? Aku sudah lapar ?" Tanya erika.
" Kamu tunggu saja, aku mau beli makanan diluar. " Ucap rendra lalu masuk kamar mengambil dompet dan kunci motor.
Dari atas balkon kamarnya anisa melihat rendra keluar dengan menaiki motornya. Berdiam diri di kamar memang tidak enak, akhirnya anisa turun kelantai bawah. Untuk apa dia terus - terusan dikamar sedangkan ini rumah dia sendiri. Dia akan menunjukan kepada erika siapa dia yang sebrnarnya, jangan sampai eriks menguasai rumahnya dengan menganggap dirinya nyonya dirumah itu.
" Wah tuan putri baru turun nih ? Sepertinya ada yang sedih" Ucap erika mencibir anisa.
" Iya dong aku tuan putri, tuan putri dirumah ku sendiri. Memangnya kamu cuma menumpang ! Ingat ya kamu itu cuma menumpang disini jadi jaga tuh mulut mu jangan sampai aku mengusirmu." Jawab anisa sambil bersedekap tangan memandang sinis erika.
" Heeeh... Aku disini itu istrinya mas rendra jadi aku juga nyonya dirumah ini. Ingat aku Nyonya dirumah ini " Bentak erika lantang.
Haaaahaaaaa Haahaaa
Anisa menertawakan kebodohan erika, masih saja dia menganggap dirinya nyonya. Segitu bangganya dia menikah dan menjadi istr rendra.
" Jangan mimpi kamu ! Dirumah ini hanya aku Nyonya nya. Sadar diri dong , kamu itu hanya pelakor. Wanita murahan, bahkan aku tidak yakin tuh kalau anak dalam kandungan kamu anaknya mas rendra. Mas rendranya saja yang bodoh percaya saja sama kamu, tapi ya sudahlah . Kalian memang pasangan yang cocok, sama - sama tidak tahu malu " Seru anisa menekankan kata tidak tahu malu.
" Aku bukan pelakor, kamulah yang pelakor. Kamu yang merebut mas rendra dari ku ! Kalau kamu tidak datang dikehidupan mas rendra sudah pasti dari dulu aku balikan sama mas rendra dan kami sudah menikah lama dan punya anak. Memangnya kamu wanita mandul !!" Seru erika sinis.
Plakk Plakk
Dua tamparan mendarat dipipi erika. Anisa tidak terima dikatakan wanita mandul, dia tidak mandul. Dia sudah beberapa kali memeriksakan dirinya dan kenyataannya dia tidak mandul dan dia subur, bahkan tidak menutup kemungkinan jika rendra yang bermasalah..Tapi erika bisa hamil ? Anisa sendiri bingung dengan semua yang sudah terjadi.
" Sekali lagi kamu menghinaku bukan hanya pipimu yang aku tampar. Tapi mulut mu yang akan aku robek. !" Ucap anisa dengan tatapan menghujam.
Erika mulai takut melihat tatapan mata anisa yang tajam. Diapun masuk kamar dan menunggu rendra pulang, dia takut berhadapab dengan anisa. Erika tidak menyangka jika anisa bukanlah wanita yang mudah ditindas.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIANYA .
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️