Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Terbongkar


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Wajah rendra dan ibunya terlihat sangat terkejut bahkan kini terlihat pucat pasi. Bagaimana tidak , saat ini nadin tiba - tiba saja pulang dan mendengar obrolannya dengan sang ibu. Rendra mendekati nadin dan mencoba menjelaskan agar nadin tidak salah paham.


Salah paham ? Kenapa nadin harus salah paham jika yang dia dengar memang sebuah kebenaran yang harus dia ketahui. Nadin menepis tangan rendra dan menatap tajam rendra dan ibu ratri secara bergantian.


" Siapa yang mandul mas ? Kamu yang mandul ? Jangan membohongiku kamu mas ! Kalau kamu mandul lantas ini anak siapa ? " Tanya nadin penuh amarah.


Pasalnya semenjak menikah dengan rendra nadin sudah tidak pernah lagi tidur dengan pria lain. Bagaimanapun nadin sangat menghargai arti sebuah ikatan pernikahannya dengan rendra.


" Kamu salah dengar sayang " Ucap rendra mencoba meraih tangan nadin.


" Iya nadin kamu pasti salah dengar, rendra tidak mandul. " Ucap ibu ratri ikut menjelaskan agar nadin percaya.


* Aku tadi tidak salah dengar sangat jelas sekali ibu tadi mengatakan mas rendra lelaki mandul yang tidak berguna. Jika dia mandul terus aku hamil anak siapa ? Atau jangan - jangan mereka memang sudah berbuat licik. Aku harus mencari tahu semua ini, mereka sangat mencurigakan* Gumam nadin dalam hatinya.


Rendra dan ibu ratri saling pandang, dari tatapan matanya mengisaratkan jika mereka memang sedang menyembunyikan sesuatu. Nadin tidak mau dibodoh - bodohi oleh rendra dan ibu mertuanya. Akhirnya secepat kilat nadin masuk kamar dan mengambil sesuatu didalam kamarnya.


Tanpa rendra tahu tadi nadin menemukan kembali amplop yang rendra simpan. Dengan bodohya rendra menyimpan ampolop itu dibawah lemari dan saat nadin mengambil kunci mobil yang terjatuh dia menemukan amplop itu lagi tetapi karena buru - buru amplop itu tidak nadin ambil.


" Nadin kamu dapatkan amplop itu darimana ?" Tanya rendra dengan cemas.


" Kamu tidak perlu tahu aku dapat amplop ini darimana. Aku yakin isi amplop ini sangat penting dan sengaja kamu sembunyikan dari aku. Aku sangat penasaran apa isi amplop ini, kenapa kamu pucat dan ketakutan begitu ?" Seru nadin sambil nemicingkan matanya.


Jangan sampai nadin mengetahui isi dalam amplop itu, rendra melirik kearah ibunya. Ibunya tahu apa yang dimaksud rendra,dengan cepat ibu ratri mengambil paksa amplop yang ada ditangan nadin dan langsung menybunyikan dalam kantong dasternya.


" Haii... Kembalikan ! Dasar nenek tua , aku ingin mengetahui apa isi dalam amplop itu. Kalau seperti ini aku jadi semakin curiga jika kalian memang menyembunyikan sesuatu dari ku. Atau jangan - jangan kamu memang mandul dan sengaja menjebakku. "Ucap nadin dengan tegas.


Deg... Apa yang dikatakan nadin berhasil membuat rendra dan ibunya senam jantung. Karena semua yang dituduhkan benar adanya.


" Sudahlah ndra katakan saja yang sebenarnya, tah nadin juga bakal tahu yang sebenarnya. Sekarang atau nanti dia pasti akan tahu. " Ucap zainal yang datang secara tiba - tiba dan mengacaukan semuanya.


Nadin tidak paham dengan yang dikatakan oleh zainal, tapi dia tahu jika zainal pasti tahu semua atas kejanggalan yang dia alami selama ini. Semenjak hamil nadin sama sekali seperti tidak ada ikatan batin dengan rendra, justru dia terkesan cuek . Namun nadin merasa aneh, beberapa kali dia sangat ini bertemu dan jalan bareng dengan zainal yang tidak lain kakak iparnya sendiri. Padahal dari awal datang nadin itu tidak suka dengan zainal yang terlihat sangat angkuh dan sombong.


" Kamu jangan ikut campur mas, ini urusan rumah tanggaku " Ucap rendra menatap tajam zainal.


" Bagaimana aku tidak ikut campur sedangkan semua ini ada kaitannya dengan diriku " Jawab zainal sambil tertawa sinis.


" Zainal diam kamu !" Bentak ibu ratri lantang sampai zainal terlonjak kaget.


Zainal hanya melirik malas kearah ibunya, dia berjalan dan duduk di sofa tidak jauh dari nadin yang berdiri. Nadin sendiri masih bertanya - tanya apa yang sebenarnya dirahasiakan oleh keluarga suaminya dan kenapa zainal juga tahu apa yang mereka sembunyikan.


Nadin tahi jika zainal itu sangat mudah dipaksa untuk bicara dan mengakui segalanya. Nadin pun ikut duduk disamping zainal dan bertanya masalah yang sedari tadi membuat dia penasaran.


" Kamu tidak perlu bertanya lagi karena akh yang akan menjelasksnnya sama kamu" Ucap zainal.

__ADS_1


" Mas jangan lancang kamu !" Bentak rendra dengan kesal.


Zainal hanya tersenyum sinis, dia tidak mengindahkan perkataan rendra. Menurutnya tidak ada yang harus ditutupi lagi dan tidak perlu membohongi nadin.


" Rendra itu mandul . Dan anak yang kamu kandung itu adalah anak ku " Ucap zainal membuat nadin syok.


Jdeerrr ... Nadin menutup mulutnya, bahkan jantungnya berdetak tidak beraturan. Dia tidak menyangka jika kehamilannya nya serumit ini. Bahkan kapan dia tidur dengan zainalpun dia tidak tahu. Dia sendiri merasa tidak pernah tidur dengan zainal.


Plaaakkk..


Nadin menampar pipi zainal, dia hanya tidak terima dikatakan hamil dengannya. Sudah jelas dia istri dari rendra. Tetapi benarkah rendra itu pria mandul seperti yang dijelaskan zainal ? Bahkan tadi dia juga mendengar kata - kata itu keluar dari mulut ibu ratri.


" Mas kamu jangan sembarangan bicara . Kapan aku pernah tidur sama kamu ?" Tanya zainal.


Zainal sama sekali tidak marah atas tamparan dari nadin, dia bangkit dan mendekati ibu dan rendra yang masih saja diam berdiri dan mematung . Zainal mengambil amplop dalam kantong daster ibunya, sama sekali tidak ada perlawanan dari ibunya.


" Kamu bisa baca ini." Ucap zainal melemparkan kertas yang sudah dia buka dari amplopnya.


Nadin membaca isi kertas itu dan matanya membulat mengetahui jika itu adalah surat dari hasil pemeriksaan kesehatan rendra dan rendra dinyatakan mandul alias tidak bisa mempunyai keturunan.


" Kamu beneran mandul mas ? lantas anak ku ini anak siapa ? Aku merasa tidak pernah tidur dengan pria lain selama menikah dengan kamu mas ? " Seru nadin.


" Pernah sama aku " Jawab zainal tegas.


Zainalpun menceritakan semuanya kepada nadin apa yang sudah terjadi antara mereka berdua malam itu. Zainal sendiri juga baru - baru ini tahu itupun karena dia mendengar sendiri obrolan rendra dan ibunya. Mendengar apa yang diceritakan zainal membuat nadin naik pitam.


" Begitulah ceritanya. Aku sendiri tidak menyangka jika adik dan ibuku bisa sepicik itu. Sebejat - bejatnya aku, tidak mau aku berbuat curang seperti itu apalagi mengumpankan istri untuk pria lain demi sesuatu yang belum pasti. " Ucap zainal sama sekali tidak membenarkan kelakuan ibu dan adiknya.


Bugh... Bughh


Amarah nadin sudah tidak bisa dikendalikan lagi, dia menampar ibu ratri dan memukul wajah rendra sampai hidung rendra mengeluarkan darah. Mungkin jika membunuh tidak dihukum, nadin sudah menghabisi suami dan mertua kurangajarnya itu.


" Manusia tidak punya adab ! Apa kalian kira dengan aku hamil anak mas zainal kalian bisa menikmati apa yang aku punya. Kalian salah besar , mau aku hamil anak kamu ataupun mas rendra itu sama saja tidak akan mengubah keputusanku. Enak saja sebagai suami tidak punya tanggung jawabnya sama sekali. Makan, rokok bensin selama ini semuanya aku. Sekarang kebusukan kalian sudah terbongkar. Aku akan memenjarakan kalian dan kamu mas segera talak aku sekarang !" Bentak nadin dengan lantang.


Rendra dan ibu ratri langsung bersimpuh dikaki nadin, mereka tidak mau dipenjara. Jangankan dipenjara , membayangkan saja mereka tidak pernah. Rendra dan ibunya memohon maaf sambil menangis, menangis dengan sungguh - sungguh atau dengan pura - pura tidak ada yang tahu.


" Tolong maaf kan aku dan ibu nadin, dan jangan penjarakan kami. Aku sangat menyesal, sebenarnya semua ini saran ibu dan aku dipaksa ibu untuk setuju. Tolong nadin maafkan aku " Ucap rendra memohon ampun.


" Iya nadin maafkan ibu juga. Ibu khilaf, ibu mengaku bersalah Din. Jangan penjarakan kami " Ucap ibu ratri sambil terisak.


" Tidak bisa ! Kalian akan tetap aku laporkan kepolisi karena sudah menjebakku. !" Teriak nadin lantang .


Hhuuufffff....


Zainal merasa kasihan melihat ibunya yang bersimpuh dikaki nadin sambil terisak. Semarah apapun zainal kepada ibunya, pasti dia tidak tega melihat ibunya yang menangis seperti itu. Jika ibunya dipenjara pastinya juga akan semakin sedih.


" Nadin, kita duduk semuanya dan kita bicara baik - baik " Ucap zainal mencoba mencari solusi.


Nadinpun duduk di sofa single yang hanya bisa dia duduki sendiri sembari menyilangkan kakinya, Rendra dan ibu Ratri juga ikut duduk. Mereka memilih duduk bersebelahan tepat dihadapan nadin.


" Jika kamu melaporkan mereka kepolisi, kita yang akan malu din. Mau tidak mau masyarakat ataupun tetangga akan tahu masalah ini. Apalagi jika mereka tahu kamu hamil dengan ku, otomatis mereka akan menuntut kita umtuk menikah dan aku tidak mau itu terjadi . Aku tidak mau menikah dengan kamu karena kamu bukan kriteria ku " Ucap zainal yang tadinya bijak tetapi ujungnya menyombongkan dirinya.

__ADS_1


" Aku juga tidak mau menikah dengan kamu ! Kamu itu juga bukan level ku !" Ucap nadin balik.


" Pokoknya aku minta kamu jangan lapor polisi. Disini aku juga merasa dirugikan jika sampai orang lain tahu masalah ini, mereka mengira kita berselingkuh. Mulut orang juga tidak ada yang tahu Nad " Ucap zainal menasehati.


Nadin berfikir sejenak dan diapun mrnyetujui saran dari zainal. Bagaimanapun jika dia lapor polisi dia akan semakin repot mondar - mandir kantor polisi. Tentang perceraian akan tetap nadin ajukan setuju dan tidak setujunya rendra. Keputusan cerai sudah bulat tidak bida dirubah lagi.


" Baik aku akan membatalkan laporan kepolisi tapi ada syarat yang harus kalian lakukan " Ucap nadin menyeringai dengan jahat.


" Apa syaratnya din ?" Tanya rendra dan ibu ratri bersamaan.


" Aku minta uang ganti rugi 75 juta !" Ucap nadin penuh penekanan.


" Apa ???"


Rendra dan ibunya langsung kaget dan syok, begitupun dengan zainal. Nadin tidak mau rugi, dia meminta uang dengan nominal yang tidak sedikit, darimana uang sebanyak itu. Untuk beli rokok saja selama ini rendra minta sama nadin.


" Uang 75 juta itu banyak sayang. Dapat darimana mas uang sebanyak itu ?" Seru rendra mengusap wajahnya dengan kasar.


" Jangan gila kamu din. Darimana uang sebanyak itu, jangan aji mumpung kamu. Disini yang beruntung itu kamu, kamu ingin anakkan dan kami mewujudkannya dengan cara ini. Seharusnya kamu itu berterimakasih kepada kami. Dasar tidak tahu terimakasih " Seru ibu ratri dengan ketus.


Braakkkk.....


Nadin memukul meja dengan kasar. Bagaimana bisa ibu mertuanya bicara soal untung ? Justru nadin yang merasa dirugikan karena dia hamil bukan dengan pria yang berstatus suami.


" Dasar nenek tua bodoh ! Baiklah aku tidak perduli lagi dengan nama baik, aku akan melaporkan kalian kepolisi !" Tantang nadin dengan kesal.


Rendra dan ibunya saling pandang, zainal sudah tidak bisa lagi berkata - kata. Mulut ibunya yang sudah membuat kacau. Susah payah dia membujuk nadin agar tidak melibatkan polisi, justru ibunya sendiri yang membuat semakin rumit.


" Ndra bagaimana ini ?" Tanya ibu ratri bingung.


" Rendra tidak tahu bu " Jawab rendra juga dengan bingung.


" Zainal, kamu kan bergaji besar pasti kamu punya uang 75 juta itu. Tolonglah ibu sama rendra agar kami tidak dipenjara " Seru ibu ratri .


" Mana ada zainal uang sebanyak itu. Sudahlah kalian selesaikan sendiri masalah kalian ini. Aku mau pulang, capek , perlu mandi dan istirahat. " Ucap zainal bangkit dan berjalan keluar rumah menuju rumahnya yang ada disamping rumah ibunya.


Nadin memandang keduanya dengan bengis, dia tetap akan melaporkan mereka kepolisi jika uang 75 juta itu tidak diberikan.


" Aku kasih kalian waktu seminggu, jika dalam seminggu uang itu tidak ada aku akan melaporkan kalian kepolisi " Ucap nadin tegas.


Nadin bangkit dan masuk kamarnya, mulai malam ini nadin tidak mau tidur satu kamar dengan rendra. Dan selama uang itu belum diberikan nadin masih akan tetap tinggal dirumah ibu mertuanya, tetapi sudah tidak mau lagi menanggung kebutuhan rumah. Membiarkan rendra dan ibu ratri berusaha sendiri.


" Bu, bagaimana ini ? Kalau tidak kita jual saja rumah ini bu. Nanti sisanya bisa untuk kita buka usaha " Ucap rendra.


" Kalau rumah ini dijual kita mau tinggal dirumah sispa ?" Tanya ibu ratri.


" Dirumah mas zainal " Jawab rendra dengan mudahnya.


Hhhuuuuffff.....


Helaan nafas berat dari keduanya terdengar sampai kamar nadin.

__ADS_1


*********


__ADS_2