Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Tidak tahu malu


__ADS_3

.


.


.


💞 HAPPY READING 💞


Baru juga jam 10 pagi rendra sudah pulang kerumahnya , lebih tepatnya rumah orang tuanya. Sesampainya dirumah dia melihat motor agus terparkir dihalaman rumah. Rendra malas menemui agus sehingga dia melewati agus dan istrinya begitu saja.


Melihat itu semua agus merasa jika rendra tidak menghargai keberadaannya dan istrinya. Ibu ratri sendiri heran kenapa rendra pulang sepagi itu padahal jadwal kerjanya sampai jam 4 sore.


" Sopan amat sih , datang - datang main nyelonong begitu saja. Tidak lihat apa ada kami disini ?" Tegur agus dengan ketus.


" Memangnya kamu siapa ? Ini rumah ku dan ibu ku terserah dong aku mau masuk atau tidak, lagipula kalian ini dirumah cuma tamu. Setidaknya kamu dong yang menegur saya duluan,jangan sok menjadi tuan rumah dirumah orang tuaku" Jawab rendra juga tidak kalah ketus.


" Rendra, agus apa - apaan sih kalian ini. Kalian ini saudara seharusnya kalian saling menghargai. Rendra kenapa kamu jam segini baru pulang ?" Tegur ibu ratri menghentikan perdebatan antara agus dan rendra.


Erni istri rendra hanya mencebikkan bibir merahnya saat ibu ratri menasehati agus dan rendra. Agus dab Istrinyatidak ada sopan - sopanya saat bertamu kerumah ibu ratri. Mereka datang pasti ada maunya, apalagi kalau bukan soal uang dan uang.


" Aku kurang enak badan bu makanya aku izin pulang cepat. Niatnya sampai rumah mau langsung istirahat tetapi terganggu sama tamu tidak tahu diri ini. Lagian kalian ini kesini mau ngapain ? Dan kamu gus, seharusnya jam segini itu kamu bekerja jangan bisanya cuma mengandalkan uang dari hutang. Gaya elite tapi ekonomi sulit, kasihan banget sih hidup kalian " Cibir rendra sambil memandang sinis kearah agus dan istrinya.


" Jaga ucapan mu, Rendra !!" Bentak agus dengan lantang.


" Mas , masak sih kita mau tinggal serumah sama orang seperti ini. Sombong dan angkuh banget dia, yang ada setiap hari aku akan makan hati menghadapi dia" Ucap erni dengan manjanya.


Haahhh ? serumah ?


Rendra terkejut saat erni bilang jika mereka akan tinggal serumah. Karena ibunya memang tidak cerita apapun soal agus dan istrinya, kenapa mereka harus tinggal dirumahnya ?


" Apa ? Kalian mau tinggal dirumah ini ?" Tanya rendra ingin memastikan jika pendengarannya tadi tidak salah.


" Iya. Kami akan tinggal disini dan ibu juga sudah setuju kok. " Ucap agus dengan bangganya.


" Dasar keluarga benalu. Disini sudah tidak ada tempat lagi, kamarpun tidak ada. Ibu, kenapa ibu tidak membicarakan ini kepada rendra dulu. Kalau mereka tinggal disini , mereka mau tidur dimana bu ?. Ibu tahukan kamar rumah ini sudah tidak ada lagi. Lagipula Rendra tidak setuju jika mereka tinggal disini !" Ucap rendra tidak setuju dengan keputusan ibunya.


Ibu ratri nampak kebingungan, sebab jika rendra tidak mau tinggal seatap dengan agus. Lalu agus dan istrinya mau tinggal dimana ? Dirumah mega juga tidak mungkin karena mega tidak mau menampung agus dan istrinya.


" Cuma sementara Ndra sampai mereka dapat rumah kontrakan. Mereka bisa tidur dikamar belakang" Ucap ibu ratri.


" Terserah ibu. Selama mereka tinggal disini aku tidak mau memberi ibu uang bulanan. Minta saja sama mereka, hitung - hitung dia bayar sewa kamar. Enak benar sudah menumpang tapi makan minum juga mau numpang. Lagipula bukannya dia sudah dapat warisan rumah, mana rumah dia ?Apa rumahnya disita bank ?" Tanya rendra sinis.


Brraaakkk


Agus menggebrak meja dengan kasar sampai ibu ratri dan erni terlonjak kaget. Agus tidak terima dengan semua perkataan rendra.


" Dasar sombong ! Aku kesini itu datang sebagai tamu seharusnya kamu itu bisa menghargai seorang tamu. Dasar sombong ! Seharusnya tuan rumah dong yang menyiapkan makan minum kami, bukannya kami malah disuruh keluar uang. " Ucap agus dengan lantang .

__ADS_1


" Agus ! Pelankan suaramu !" Bentak pal iwan yang baru saja pulang. Seharusnya saay ini dia sedang bekerja namun setelah membaca pesan yang dikirim oleh ibu ratri , pak iwan langsung izin pulang.


" Bapak kok sudah pulang?" Ucap ibu ratri bangkit dan mendekati suaminya.


" Iya, bapak pulang karena membaca pesan dari ibu. Bu, lebih baik jangan tampung dua benalu ini dirumah ini. Biarkan mereka hidup mandiri , biar mencari kontrakan saja " Ucap pak iwan tegas dan tidak setuju jika anak dan menantunya ikut tinggal dirumah sang istri.


Pak iwan tahu betul bagaimana perangai agus dan erni. Pak iwan tidak mau agus dan erni membuat keluarga istrinya terpecah dan terganggu dengan kehadiran mereka. Pak iwan memang bukanlah orang yang baik namun dia tidak mau kelakuan agus dan erni mempengaruhi keharmonisan rumah tangganya.


" Bapak ini apa - apaan sih ? Lagipula ini rumah ibu ratri dan kami juga berhak tinggal disini. !" Sentak agus tidak terima dengan penolakan pak iwan.


* Huuhhh... Niat pulang mau istirahat tapi kenapa malah ada kekacauan seperti ini. Tahu begitu tadi lebih baik aku main saja kerumah wanita ku * Gumam rendra dalam hatinya.


" Maaf nak agus dan nak erni. Ibu tidak jadi mengizinkan kalian tinggal disini. " Ucap ibu ratri.


Agus dan istrinya tidak berucap sepatah katapun, mereka terlihat sangat kesal. Mereka bangkit lalu mengambil dua tas yang sedari tadi tergeletak di lantai dan membawanya keluar. Mereka pergi begitu saja mengendarai motor.


*********


Sedangkan diperusahaan, selesai rapat dengan dewan direksi anisa dan riko pergi makan siang di cafe yang tidak jauh dari perusahaan riko.


" Kamu yakin tadi memecat rendra ? Padahal jabatannya juga sekarang cuma staff biasa, apa tidak berlebihan kamu meminta saya memecat nya dia ?" Tanya riko yang sebenarnya hanya ingin mengetahui perasaan anisa terhadap rendra.


" Itu sudah menjadi pilihan yang sangat tepat. Aku tidak mau berurusan apapun dengan manusia yang bernama rendra dan keluarga benalunya itu. Terkecuali bagas, daru dulu hanya dia yang baik dan menghormati keberadaan ku dirumah mertua ku. Apa kamu menyesal menyetujui pemecatan rendra? " Seru Anisa balik bertanya.


Riko menggelengkan kepalanya , dia sama sekali tidak menyesal. Sebab kinerja rendra juga semakin menurun dan sering datang terlambat dan yang utama tidak punya sopan santun sama sekali. Dengan riko saja dia berani bicara keras.


Drett... Drettt... Dreettt


Ponsel anisa bergetar ada panggilan masuk dari rumahnya.


[ Hallo pak burhan , ada apa ?] Tanya anisa penasaran karena tidak biasanya pak burhan menghubunginya jika tidak ada yang darutat.


[ Hallo mbak Anisa.. Ini didepan gerbang ada orang yang teriak - teriak memanggil mbak anisa. Dan orang ini mengaku sebagai saudara mbak anisa , mereka membawa tas seperti orang yang akan pindahan ] Ucap pak burhan menjelaskan.


[ Siapa pak ? Aku merasa tidak ada janji sama saudara atau siapapun itu. Mungkin dia salah alamat pak ?]


[ Tidak mbak. Mereka juga kenal dengan mas rendra, emm... Yang laki sepertinya bapak pernah melihatnya mbak tapi lupa dimana ]


[ Baiklah pak. Aku akan pulang, jangan biarkan mereka masuk . Tunggu sampai aku pulang ] Ucap anisa.


[ Baik mbak ]


Klik.... Sambungan telepon dimatikan oleh anisa. Anisa memasukan kembali ponsel kedalam tasnya.


" Ada masalah apa ?" Tanya riko ingin tahu.


" Tidak ada kok. Ya sudah kita lanjutkan makan nya, keburu dingin " Ucap anisa tidak mau melibatkan riko dalam masalahnya.

__ADS_1


Riko hanya mengangguk lalu melanjutkan makan siang nya. Anisa terus berfikir siapa orang yang datang dan mengaku sebagai keluarganya. Jika ada keluarga dari kampung yang datang pasti orang tuanya akan memberitahu.


* Siapa ya.. Hemmm.. Kenapa tadi aku tidak menyuruh pak burhan untuk memfotokan orangnya. Ponselku sudah masuk tas , tidak enak juga sama mas riko kalau main ponsel lagi seperti tidak menghargai mas riko. Ehh... Kok aku jadi canggung begini ya ? Biasanya aku cuek dan biasa saja * Gumam anisa dalam batinnya.


Selesai makan siang riko dan anisa berpisah , riko kembali keperusahaannya sedangkan anisa memilih langsung pulang untuk melihat siapa orang yang sudah datang kerumahnya.


Saat mobil anisa sampai depan gerbang, orang yang dimaksut oleh pak burhan sudah tidak ada. Anisa mengira jika orang itu sudah pergi. Setelah pak burhan membukakan gerbang anisa membawa mobilnya masuk dan berhenti tepat dihalaman rumah.


" Mbak anisa maaf. Emm... Tadi kami terpaksa menyuruh orang itu masuk soalnya mereka terus berteriak dan mengetuk - ngetuk pintu gerbang. Ada beberapa tetangga yang merasa terganggu jadi kami tadi terpaksa menyuruh nya masuk. " Ucap pak burhan merasa sangat bersalah.


" Ya sudah tidak apa - apa pak. Anisa masuk dulu ya pak, nanti kalau anisa butuh bantuan anisa hubungi bapak. " Ucap anisa dengan sopan.


Anisa tidak bisa menyalahkan pak burhan, bik marni dan suaminya. Dia tahu jika mereka terpaksa mengizinkan tamunya tadi untuk masuk karena tidak mau mengganggu ketenangan tetangga. Saat anisa sampai didalam rumah, dia kaget melihat dua orang yang sedang duduk bersantai sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh bik marni.


" Kalian kenapa ada dirumah ku ?" Tanya anisa dengan kesal.


Saat ini agus dan erni sang istri ada dirumah anisa dan dengan santainya mereka duduk dan mengangkat kaki di atas meja sambil menikmati minuman dan cemilan yang ada diatas meja.


" Haii adik ipar ku. Kamu kaget ya melihat kedatangan kami, maaf kami tidak menghubungimu terlebih dahulu karena kami tidak punya nomor ponselmu. " Ucap erni dengan santainya.


" Siapa yang kamu panggil adik ipar ?" Tanya anisa dengan penuh emosi.


Bagaimana tidak emosi, erni dan agus memakan kacang dan kulitnya dia tabur dilantai tanpa mau mengumpulkan jadi satu. Bahkan kulit jerukpun berserakan diatas meja, anisa yakin jika mereka sendiri yang menjarah isi kulkasnya.


" Bik marni " Panggil anisa sedikit berteriak.


" Iya mbak." Jawab bik marni yang langsung menghampiri anis.


" Siapa yang memberikan mereka makanan ini ? Inikan makanan yang baru aku beli semalam dan hanya dikonsumsi oleh kita penghuni rumah ini, kenapa bisa dimakan sama dua manusia ini ?" Tanya anisa.


" Maaf mbak, bibik tadi sudah melarangnya tapi mereka sendiri yang mengambil dikulkas. Katanya dia saudara mbak anisa dan tidak akan marah jika mereka mengambilnya." Ucap bik marni berkata jujur.


Anisa mengangguk paham, lalu menyuruh bik marni melanjutkan pekerjaannya. Anisa kembali menatap kedua manusia yang tidak tahu malu itu.


" Cepat bereskan sampah-sampah ini ! Setelah itu kalian pergi dari rumah ku !" Usir anisa penuh amarah.


" Adik ipar jangan begitu dong. Kita ini saudara loh, kami datang kesino itu untuk menemanimu tinggal disini agar kamu tidak kesepian tinggal sendiri dirumah sebesar ini. " Ucap erni dengan percaya dirinya.


" Aku tidak sudi menampung benalu seperti kalian. Aku ini bukan adik ipar kamu , bahkan aku juga tidak sudi menpunyai saudara seperti kalian. Sekarang cepat bereskan sampah ini dan segera tinggalkan rumah ku. Jika kalian tidak mau pergi aku akan menyeret kalian keluar !!" Ancam anisa .


Agus dan erni hanya saling pandang, akhirnya merekapun membereskan sampah bekas makanan mereka dan mengumpulkannya menjadi satu agar mudah saat membuangnya kekotak sampah. Anisa tersenyum sinis melihat kelakuan dua orang yang ada dihadapannya itu. Dua orang yang tidak tahu diri dan bisanya hanya membuat kekacauan.


***********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2