Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Kejadian di cafe


__ADS_3

.


.


.


💞 HAPPY READING 💞


Bruukkkk....


Aduhh.... Suara orang yang bertabrakan dengan rendra mengaduh kesakitan.


Rendra yang sedang berada di salah satu cafe ingin bertemu dengan temannya tidak sengaja saat dia masuk menabrak seseorang yang hendak keluar dari cafe. Dari suaranya Rendra bisa mengenalinya, suara itu adalah milik anisa .


" Anisa , maaf mas tidak sengaja. Tadi aku fokus sama ponsel karena sedang mengirim pesan kepada teman mas Nis " Ucap rendra,meminta maaf dengan segera.


" Lain kali kalau jalan itu lihat - lihat dong. Sudah aku tidak apa - apa " Jawab anisa kesal. Beruntung ponselnya tidak jatuh.


Anisa yang memang sengaja ke cafe untuk bertemu dengan silvia dan santi. Saat urusannya sudah selesai dia berniat untuk pulang, tapi tanpa disangka rendra datang dan menabraknya sampai bahunya terasa sakit.


" Maaf, oh iya kamu kok sudah pulang saja sih padahal aku baru saja datang. Kita ngopi - ngopi atau makan bareng yuk. Tenang saja mas yang traktir " Ucap rendra penuh rasa percaya diri yang tinggi.


Anisa hanya tersenyum menanggapi perkataan rendra, segitu percaya dirinya dia mau mengajak anisa makan dan ngopi , bahkan dia sendiri saja uang minta sama nadin. Tanpa rendra berceritapun anisa sudah tahu jika uang yang dimiliki rendra hasil dari meminta sang istri.


" Terimakasih, aku sudah kenyang. Maag ya, aku duluan mas riko sudah menunggu di parkiran. " Ucap anisa menolak secara halus ajakan makan dari rendra.


Anisa keluar dari cafe tapi tanpa malunya rendra mengejar anisa dan meminta anisa untuk berhenti. Rendra mengatakan jika ada yang ingin dia katakan terlebih dahulu.


" Tunggu Nis, mas mau bicara. Tolong berikan mas waktu 10 menit saja. Janji hanya 10 menit waktu yang mas minta. " Ucap rendra menohon.


Hhhuuuffff

__ADS_1


Anisa terlihat menghembuskan nafas dengan kasar, dia melihat kearah parkiran dan disana ternyata belum terlihat mobil suaminya, Riko. Akhirnya anisa memberikan waktu 10 menit untuk rendra bicara, anisa meminta mereka duduk di kursi kosong yang ada diluar cafe.


Anisa terlebih dahulu mengirim pesan kepada riko, dia memberitahu riko jika saat ini dia sedang bicara dengan rendra agar saat riko datang dan melihat anisa bersama rendra tidak timbul salah paham.


" Apa yang ingin kamu bicarakan ? Kamu hanya ada waktu 10 menit saja " Ucap anisa bicara tegas.


" Sebelumnya aku ingin tahu apa kamu bahagia menikah dengan bujang lapuk itu ?. Ternyata kamu ini matrealistis juga ya,padahal aku sudah berapa kali mengajakmu untuk rujuk tapi kamu justru memilih menikah dengan bujang lapuk itu?. Pasti hanya karena dia kaya kan ?. Kamu tidak benar - benar mencintainya ?." Tanya rendra dengan senyum sinisnya.


Pertanyaan dan tiduhan rendra berhasil membuat anisa naik darah. Bisa - bisanya dia menuduh yang tidak - tidak terhadap anisa.


" Jadi kamu mengajakku bicara hanya untuk menghina dan memfitnahku saja ?. Dasar pria bermulut lemes kamu Rendra ! " Ucap anisa dengan kesal.


Melihat anisa yang kesal membuat rendra salah tingkah dan gugup, sebab takut jika anisa akan pergi saat dia belum selesai berbicara. Bahkan waktu terus berjalan, rendra hanya memiliki waktu tersisa 5 menit saja. Dan dia akan menggunakan waktu yang tersisa dengan sebaik - baiknya .


" Maaf, aku tadi hanya menyampaikan rasa kekesalanku saja. Tujuan utama aku mengajak kamu bicara karena soal uang. Uang yang pernah aku transfer 50 juta itu aku mohon sama kamu untuk segera mengembalikannya saat ini juga karena aku sangat butuh uang itu Nis. Uang kamu kan banyak, terus uang suami mu juga banyak. Uang 50 juta itu tidak ada apa - apanya bagimu, bagaimana ?" Tanya rendra sambil menyunggingkan senyum yang dibuat semanis gula.


Degg.....


Jantung anis seakan lompat keluar mendengar permintaan rendra. Dia meminta uang 50 juta yang pernah dia transfer kepada anisa, padahal sudah nyata jika uang itu adalah uang untuk bayar hutang. Anisa menatap tajam rendra, lama - lama kelakuan rendra tidak bisa di sepelekan lagi.


Waktu 10 menit yang diminta rendra sudah habis tetapi anisa tidak memperdulikannya karena dia sudah kepalang naik emosinya. Ingin sekali anisa menampar mulut rendra yang kurangajar itu, semakin melunjak dan tidak tahu diri.


" Itu uang ku nis !" Bentak rendra tidak tahu malu mengakui uang yang bukan miliknya.


" Ohh... Jadi kamu lupa meminjam uang itu kepadaku ? Untuk beli barang - barang dirumah ibumu itu loh ndra, jadi kalau kamu mau uang itu ya kamu jual saja barang - barang itu. Lumayan kan bisa dapat uang paling tidak cukuplah untuk kamu bergaya " Jawab anisa sambil terkekeh.


" Kamu dibiarkan semakin kurangajar ya Nis !!" Ucap rendra sambil menganggkat tangannya hendak menampar anisa.


Riko yang sebenarnya sedari tadi melihat perdebatan antara anisa dan rendra langsung berlari saat rendra membentak anisa . Dengan sigap dia menangkap tangan rendra dan mencengkramnya kuat - kuat. Tidak ada satu orangpun yang bisa menyakiti ataupun berbuat kasar terhadap anisa .


" Mas Riko " Seru anisa kaget melihat kedatangan sang suami secara tiba - tiba.

__ADS_1


" Waaooww... Sang pahlawan kesiangan sudah datang untuk membela sang ratunya. Tapi sayang sang ratunya adalah bekas ku. Duhh...kaya tapi menikahi janda bekas karyawannya." Ucap rendra tertawa .


Bughh... Bughhh..


Tanpa aba - aba lagi riko memukul hidung rendra sampai hidung mengeluarkan darah. Riko tidak terima ada orang yang menghina istrinya. Riko tidak masalah dengan kata janda,tetapi kata - kata bekas yang membuat riko tidak terima.


" Sialan kamu riko !! " Seru rendra dengan kesal.


" Berani kamu menghina dan menjelekkan istriku aku pastikan hidungmu akan hancur. Kamu boleh menghinaku apa saja tetapi tidak untuk istriku. Dasar pria tidak tahu malu , karena sudah tidak ada uang lagi sampai meminta uang yang bukan haknya. Malu dong Ndra, malu !" Ucap riko dengan sinis.


" Mas,sudah jangan lagi diladenin orang sinting ini. Justru kalau kita meladeninya kita yang akan malu sendiri, lebih baik kita tinggalkan dia " Ucap anisa memeluk mesra lengan riko.


Melihat anisa yang begitu romantis dengan riko, membuat rendra semakin dibakar api cemburu buta. Tidak dipungkiri jika sampai saat ini rendra masih menyimpan rasa sayang untuk anisa, meskipun dia sadar betul tidak mungkin untuk memiliki anisa lagi.


" Beruntung ada anisa, kalau tidak ada anisa sudah pasti aku akan menghajarmu lebih dari ini. " Seru riko dengan tegas.


" Lihat saja nis , pria yang kamu nikahi ini adalah pria yang arogant. Dia sudah membuat hidungku sakit dan berdarah begini, hati - hati saja kamu anisa. Aku khawatir kamu dibanting dan dicekik sama dia, dia ada bibit calon melakukan kekerasan dalam rumah tangga " Ucap rendra dengan memandang sinis riko.


Anisa tidak habis fikir kemana jalan fikiran rendra, disaat dia sudah kesakitan seperti itu masih saja cari masalah. Dengan membuat cerita yang tidak masuk akal sama sekali.


Hahahahaaa... Riko bukannya marah tetapi justru tertawa dengan lebar. Dia menertawakan kekonyolan dan kebodohan rendra.


" Dasar pria korban gosip ! Makanya bekerja biar tidak cuma nonton gosip saja dirumah " Ucap riko sambil terkekeh.


" Kamukan yang sudah memecatku ?. Kalau kamu menyuruhku untuk bekerja ya kamu tarik aku kembali masuk keperusahaanmu , jangan bisanya untuk berkomentar saja. " Ucap rendra dengan kesal.


Riko dan Anisa sudah malas menanggapi ocehan rendra yang tidak masuk akal. Tanpa berpamitan mereka meninggalkan rendra yang masih saja terus mengoceh tidak jelas.


" Haii... Kalian mau kemana ? Aku belum selesai bicara ! " Teriak Rendra.


* Sial... gara-gara mereka aku sampai lupa jika aku datang kesini karena ingin bertemu dengan temanku. Semoga saja dia masih didalam sana, dan semoga dia memang ada pekerjaan bagus untukku. Bosan aku dirumah terus mendengar ocehan nadin yang terus menanyakan soal pekerjaan * Gumam rendra dalam hatinya.

__ADS_1


Rendrapun mencoba menghubungi temannya dan menanyakan keberadaannya. Beruntung temannya masih ada di dalam cafe, dengan segera rendra masuk cafe dan menemui temannya.


**********


__ADS_2