Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Yang terbaik untuk Rendra


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Anisa masih membiarkan ibu Ratri menangis dalam pelukannya. Sampai akhirnya ibu Ratri melepaskan sendiri pelukannya.


" Maaf Anisa, ibu... Ibu tadi reflek memeluk kamu." Seru ibu Ratri masih dalam isak tangisnya.


" Tidak apa - apa bu." Jawab Anisa dengan ramah.


Zainal dan Bagas terharu melihat ibunya dan Anisa sudah bisa berbaikan. Seandainya dari dulu ibunya bisa seperti itu, ahh tidak perlu berandai - andai. Hidup ini semua sudah ada jalan nya masing - masing.


" Apa ibu sudah selesai? Ibu harus kembali ke sel tahanan lagi?." Tanya polisi wanita yang ada di belakang ibu Ratri.


" Baik bu, sebentar lagi saya pamit sama anak saya dulu." Jawab ibu Ratri dengan pelan.


Ibu Ratri kembali menghampiri Rendra, dpegangnya tangan Rendra dan wajah Rendra. Mungkin setelah ini Ibu Ratri akan lama tidak bertemu dengan Rendra. Ibu Ratri masih menangisi keadaan Rendra, anak yang dulu selalu menurut dan selalu mengikuti apa kemauannya kini telah terbaring lemah diatas brankar rumah sakit. Hati ibu mana yang tidak akan sakit melihat keadaan anaknya yang seperti itu.


" Rendra ibu pulang ya nak. Maafkan ibu, ibu sudah menghancurkan hidup dan kebahagiaanmu. Mungkin ibu memang egois dengan semua ini, jika memang Allah sudah menghendaki ibu ikhlas nak. "Seru ibu Ratri melihat nafas Rendra yang sudah tersengal - sengal.


" Maaaa-aaf"Seru Rendra sangat pelan sekali namun bisa didengar oleh Anisa.


" Aku sudah memaafkan kamu mas, aku juga meminta maaf sama kamu mas, mungkin ada kesalahan ku yang tidak aku sengaja maupun aku sengaja. Kamu harus kuat dan kamu harus bisa sembuh."Ucap Anisa masih mencoba memberi semangat untuk Rendra meski kecil dan tipis kemungkinan untuk bisa sembuh.


Rendra terlihat merespon dengan mengedipkan matanya, setelah itu Rendra langsung memejamkan matanya. Ibu Ratri langsung histeris saat dipegangngnya tangan Rendra dan urat nadinya sudah tidak berdenyut lagi.

__ADS_1


" Rendraaaaaa " Seru ibu Ratri dalam isak tangisnya.


Zainal dan Bagas langsung mendekati Rendra dan mereka memeriksa keadaan Rendra, hasilnya nihil Rendra sudah tidak ada. Bagas yang tadi sempat menekan tombol emergency membuat dokter dan perawat langsung keruangan Rendra dan memeriksa Rendra. Namun pada kenyataannya Rendra memang sudah tidak ada, dia sudah kembali kepada sang pemilik hidup.


" Rendra, maafkan ibu Nak. Maafkan ibu, hikss hikkss ibu salah. Ibu sudah membuat kamu menderita, ya Allah kenapa bukan aku saja yang kamu ambil. Kenapa justru anakku?." Seru ibu Ratri sambil memeluk tubuh Rendra yang sudah tidak bernyawa.


Kedua polisi itupun bingung harus bagaimana, mereka berdua juga ikut terharu dengan kejadian yang ada dihadapannya. Namun mereka harus menjalankan tugasnya dengan baik. Waktu yang diberikan untuk ibu Ratri sudah habis, dan mereka harus segera membawa ibu Ratri kembali lagi kedalam sel tahanan.


" Bu, sudah ikhlaskan Rendra. Ini sudah yang terbaik untuk Rendra. Sekarang Rendra sudah tidak merasakan sakit lagi. Sekarang kita bawa Rendra pulang bu, kami akan memgurus semua pemakaman Rendra. " Seru Zainal dengan lembut mengusap punggung ibunya.


Ibu Ratri masih menangis tersedu-sedu sambil memeluk tubuh Rendra yang sudah tidak bernyawa lagi. Anisa berada dalam pelukan Riko juga ikut menangis melihat Rendra yang sudah tiada.


" Rendra masih hidup, dia pasti sembuh. Kamu jangan ngawur kalau bicara Zainal. Kamu memang senang melihat Rendra sengsara." Seru ibu Ratri tiba - tiba bicara dengan lantang dan menatap sinis Zainal yang berdiri disampingnya.


" Rendra anakku yang paling penurut ini masih hidup, dia hanya lelah sehingga dia memilih tidur. Kalian semua diam jangan mengganggu tidurnya Rendra, kasihan Rendra dia pasti kelelahan. " Seru ibu Ratri yang sepertinya syok dan terpukul dengan apa yang terjadi pada Rendra.


Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut dengan perubahan sikap ibu Ratri. Bagas menangis melihat keadaan ibunya yang sangat terpukul atas kepergian Rendra, iya saat ini ibu Ratri sangatlah terpukul dengan apa yang terjadi dengan Rendra.


Dua polisi mendekati ibu Ratri dan terpaksa membawa ibu Ratri. Mereka tidak mau ibu Ratri membuat kekacaun diruangan itu. Lagi pula waktu yang diberikan sudah habis dari 30 menit yang lalu, dengan segera mereka akan membawa ibu Ratri kembali kerutan.


" Pak polisi anakku pasti sembuh kan?." Seru ibu Ratri.


" Iya bu. Sekarang kita kembali lagi ke rutan ya." Seru Polisi wanita mencoba bicara dengan halus.


Melihat perubahan sikap ibu Ratri, membuat semua yang ada diruangan itu jadi semakin sedih. Anisa dan Riko hanya menyimak apa yang sudah terjadi dengan ibu Ratri. Setelah ibu Ratri dibawa oleh polisi, Zainal dan Bagas segera mengurus kepulangan Rendra.


" Aku ikut berduka cita ya mas." Seru Anisa mengucapkan duka citanya kepada Zainal.


" Terimakasih Anisa. Aku selaku keluarga Rendra, meminta maaf atas apa yang sudah dilakukan Rendra kepadamu. Maafkan Rendra ya nis, maaf mu akan melapangkan kuburnya." Ucap Zainal terlihat sangat tegar dan ikhlas dengan kepergian Rendra.

__ADS_1


" Mas Rendra selamat jalan. Beristirahatlah dengan tenang, aku sudah ikhlas memaafkanmu. " Seru Anisa.


" Aku turut berduka cita ya Nal, Gas. Semoga Rendra beristirahat dengan tenang. Maaf aku dan Anisa harus pulang dulu, nanti kami akan datang saat pemakaman Rendra. Anisa sepertinya kelelahan jadi aku harus membawa dia pulang terlebih dahulu." Seru Riko.


" Iya Riko, terimakasih atas semuanya. " Jawab Zainal dengan singkat.


Riko mengajak Anisa untuk pulang terlebih dahulu, Riko tidak mau terjadi sesuatu dengan Anisa dan kandungannya. Biarlah nanti mereka akan datang lagi saat pemakaman Rendra. Mobil yang dikendarai Riko meninggalkan pelataran parkir rumah sakit. Baru juga 10 menit dalam perjalanan pulang dilihatnya Anisa sudah tertidur, sepertinya Anisa memang kelelahan.


Sementara itu saat ini Santi sudah mendapat kabar dari Zainal jika Rendra sudah tiada. Tentunya Santi kaget mendengar kabar kepergian Rendra dari suaminya. Santi langsung datang kerumah pak Rt untuk meminta bantuan mempersiapkan pemakaman Rendra.


Pak Rt dan dan yang lainnya berduyun - duyun datang kerumah Rendra. Mereka membantu mempersiapkan semua keperluan pemakaman Rendra. Kedua orang tua Santi juga saat ini sudah ada di rumah Rendra.


Setelah 2 jam akhirnya jenazah Rendra sudah sampai di rumah dengan diantar oleh mobil ambulance. Santi tadi sempat menghubungi Nadin dan memberitahu kabar duka meninggalnya Renda, namun sayangnya Nadin sedang berada di luar negeri untuk berlibur. Dia ikut bersedih dan menyampaikan duka citanya kepada Santi.


" Mas, apa ada yang ditunggu?." Tanya Santi mendekati Zainal.


" Tidak ada." Jawab Zainal dengan singkat.


" Zainal, pakde kenapa tidak pernah kamu kasih tahu jika Rendra sakit?" Seru pakde Warso.


" Maag pakde." Hanya kata maaf itulah yang keluar dari mulut Zainal.


Dua mobil berbelok dan berhenti tepat di depan rumah Zainal, mereka memilih parkir dihalaman rumah Zainal sebab disitulah yang lapang. Turunlah keluarga Anisa, ada kedua orang tua Anisa dan ada kelurga Abimana. Mereka datang untuk melayat Rendra.


" Zainal, kami semua ikut berduka cita atas kepergian Rendra. Kalian semua yang sabar ya, semua manusia akan kembali kepada sang penciptanya. " Seru ayah Anisa mengucapkan bela sungkawanya kepada Zainal.


" Iya pak,bu dan semuanya saya selaku keluarga Rendra meminta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuat oleh Rendra." Ucap ayah Anisa.


Jenazah Rendra sudah siap untuk dimakamkan, kini jenazah Rendra diberangkatkan menuju pemakaman setempat. Akhirnya proses pemakaman Rendra sudah selesai dan berjalan dengan lancar. Para tetangga sudah mulai pulang kerumahnya masing - masing. Ada juga yang membantu beres - beres.

__ADS_1


Keluarga besar Anisa pun sudah berpamitan pulang, Zainal dan Bagas mengucapkan terima kasih kepada keluarga Anisa, sebab mereka masih mau datang untuk mengantarkan Rendra ke tempat peristirahatan terakhirnya.


************


__ADS_2