Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Tetap tidak percaya


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Pagi hari seperti biasa anisa bangun lebih awal, sholat subuh dan mengerjakan tugas yang lainnya. Dia tetap membangunkan rendra untuk sholqt subuh, selesai sholat subuh rendra tidur lagi. Namun anisa tidak membangunkan lagi sampai dia sudah bersiap ingin pergi kekantor.


Anisa masih kesal dan marah dengan rendra , sifatnya yang tidak tegas membuat anisa selalu dijadikab bahan gunjingan di kuarga mertuanya. Jika rendra bisa tegaa, bisa jadi ibu mertua dan yang lainnya bisa sedikit menghargai anisa. Anisa juga punya hati dan perasaan yang bisa kapan saja bisa merasakab sakit hati.


" Loh nis, kok kamu sudah siap - siap memangnya ini jam berapa ?" Tanya rendra yang baru saja bangun tidur.


Dia bangun dan melihat anisa yang sudah rapi dan siap kekantor.


" Jam tujuh kurang sepuluh menit " Jawab singkat anisa tanpa menoleh kearah rendra.


" Kenapa kamu tidak membangunkan mas sih nis, kalau seperti ini mas akan terlambat. Belum mandi, belum sarapan, apalagi pasti jalanan macet . Kamu masih marah soal yang semalam ?" Tanya rendra sambil mendengus kesal.


Dia bergegas turun dari ranjang dan langsung menyambar handuk membawanya masuk ke kamar mandi. Suara gemercik air sudah terdengar, berarti rendra memang mandi dengan cepat. Anisa tidak menghiraukan sang suaminya, dia keluar kamar dan menuruni anak tangga.


" Ini bekal sarapannya mbak " Ucap bik marni sambil memberikan kotak bekal untuk anisa.


" Terimakasih ya bik. Nanti kalau mas rendra tanya bilang saja aku sudah berangkat. Bik marni siapkan saja sarapan untuk mas rendra. Oh iya terimakasih bekalnya bik, maaf tidak sempat sarapan karena ada meeting pagi" Ucap anisa beralasan, padahal dia tidak mau makan bareng dengan rendra. Sepertinya anisa yang harus bersikap tegas dengan rendra agar rendra peka.


" Iya mbak " Jawab bik marni sambil mengangguk.


Setelah berpamitan dengan bik marni anisapun keluar menuju mobil yang sudah di siapkan oleh pak burhan. Tanpa menunggu rendra , anisa berangkat lebih dulu. Mulai hari ini anisa sudah memutuskan tidak akan mengurusi rendra selagi dia tidak bisa tegas dengan keluarganya terutama ibu ratri.


" Bik, mana anisa ?" Tanya rendra yang sudah duduk di kursi meja makan.


" Mbak anisa sudah berangkat dari sepuluh menit yang lalu mas. Mbak anisa juga tidak sarapan, dia minta bawa bekal saja tadi. Katanya ada meeting pagi jadi tidak sempat sarapan. " Ucap bik marni bicara sesuai dengan apa yang disampaikan oleh anisa.

__ADS_1


" Oh... Iya bik. Bibik dan yang lainnya sudah sarapan ?" Tanya rendra lagi.


" Sudah mas, kalau begitu bibik kebelakang dulu ya mau lanjut beberes." Ucap bik marni.


Rendra hanya mengangguk saja, pagi ini rendra hanya sarapan sedikit saja karena sudah siang dia takut terlambat apalagi jalanan pasti macet, bayangan terlambat sudah ada di depan matanya.


Ting...


[ Rendra ibu sakit nya ibu kambuh lagi, dia menanyakan kamu terus menerus. ] Pesan masuk di ponsel rendra.


Karena sudah buru-buru rendra tidak membuka pesan yang masuk di ponselnya. Dia langsung menyambar tas kerjanya dan kedepan menghampiri motor nya dan melajukan motor menuju perusahaan tempat dia bekerja.


Sementara itu dirumah ibu ratri saat ini dia sedang menyusun rencana agar rendra mau menikahi erika secepatnya. Secara siri pun tidak masalah yang penting rendra dan erika sudah menikah.


" Apa ibu ini sudah tidak waras lagi ingin menikahkan mas rendra dengan perempuan murahan itu " Seru bagas dengan ketus.


Bagas tidak mau menyebut nama erika sehingga dia hanya menyebut nama wanita murahan. Bagaimana tidak murahan jika wanita mau tidur dengan siapa saja bahkan rela mendekati pria yang sudah beristri.


" Iya nih si bagas asal bicara saja ." Ucap santi ikut berkomentar.


" Lihat saja suatu saat nanti ibu akan menyesal sudah membuang berlian demi batu koral yang murahan itu. Ibu yakin dia wanita baik - baik ? Asal ibu tahu jika wanita itu tak ubahnya seorang p3l@cur yang mau tidur dengan siapa saja. " Ucap bagas tidak mau kalah.


Plakkk


Tangan ibu ratri mendaratkan tamparannya di pipi bagas. Dia rela menampar bagas hanya demi membela erika. Sepertinya ibu ratri sudah buta karena erika , tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang modus. Padahal erika masuk di kehidupan rendra memang ada maksud tertentu.


" Jaga mulut mu Bagas !! Kamu dibayar berapa sama anisa sampai kamu menjelekkan erika seperti itu. Jangan mentang - mentang anisa sering memberimu uang kamu lalu membelanya. Dasar anak tidak tahu diri, pembangkang kamu bagas. Ibu membesarkan mu dan menguliahkan mu agar kamu bisa jadi anak yang membanggakan. Tapi sekarang justru jadi pembangkang !!" Seru ibu ratri dengan lantang.


" Hanya gara - gara wanita murahan itu ibu menamparku ? Sekolah sampai kuliah itu bukan ibu yang membiayai, semua itu mas rendra dan mbak anisa. Justru bagas malu sama kelakuan ibu, ingat bu hukum tabur tuai itu pasti ada. Bu, aku tidak membela mbak anisa dan aku tidak dibayar mbak anisa. Tapi aku tahu bagaimana sifat wanita murahan itu diluaran sana, hanya wajahnya saja yang bagus tapi hatinya busuk. Bahkan aku punya video syur nya sedang beradegan panas disebuah hotel dengan seorang pria bu. Wanita yang ibu anggap berlian ternyata hanya sampah dan barang bekas. " Seru bagas terlihat sangat menyakinkan.


Ibu ratri langsung terdiam dan memikirkan ucapan bagas barusan. Namun tiba - tiba santi menyela dan membuat ibu ratri bimbang dan ragu dengan penjasan bagas.


" Heleh... Pasti itu video rekayasa bu. Pasti si anisa itu yang sudah menyuruhnya. Aku tidak percaya dengan video yang kamu maksud, zaman sekarang banyak tuh video rekayasa. Sudahlah gas lebih baik kamu diam tidak perlu ikut campur dengan urusan kami, sekarang lebih baik kamu kuliah yang benar. " Ucap santi sambil mencibirkab bibirnya.

__ADS_1


Jika bukan kakak iparnya ingin rasanya bagas mengikat dan melakban mulut santi agar tidak ikut campur. Santi memang biang masalah dan kompor meleduk di keluarganya.


" Terserah kalian saja yang penting aku sudah memberitahu. Dan silahkan ibu pura - pura sakit untuk menarik perhatian mas rendra, tapi jika ibu sakit beneran ibu tanggung sendiri dan jangan merepotkan aku. " Seru bagas lalu pergi tancap gas menuju kampus.


" Sudah bu jangan dihiraukan ucapan bagas, yang penting rencana kita tetap berjalan. Pokoknya setelah erika menikah dengan rendra, erika harus bisa tinggal dirumah rendra. Aku yakin rumah itu juga ada andilnya rendra. Dengan begitu kita akan mudah keluar masuk dirumah itu." Seru santi memang benar - benar biang kompor.


" Kamu benar santi . Oh iya apa kamu sudah kirim pesan ke rendra ? Bagaimana tanggapannya ?" Tanya ibu ratri.


" Sudah bu, tapi belum dibaca. Mungkin rendra sedang sibuk sehingga dia belum sempat membaca dan membalas pesan ku. Pokoknya saat rendra datang kesini nanti ibu harus pura - pura sakit yang lebih menyakinkan lagi" Ucap santi penuh semangat.


Ibu ratri mengangguk dengan senyum penuh semangatnya. Dia sudah membayangkan bagaimana jika erika menjadi menantunya. Pastinya apa saja yang diinginkan ibu ratri akan dipenuhi oleh erika, karena menurutnya selama ini erika royal dan tidak pelit.


Erika baru saja dari dokter karena akhir - akhir ini dia tidak enak badan. Bahkan saat pulang dari dokter dia semakin kebingungan.


" Kamu sakit apa Er ?" Tanya teman kerjanya.


" Biasa hanya magh ku kambuh, mungkin karena seminggu ini aku sering makan terlambat jadi magh ku kambuh " Jawab erika .


" Oh... Makanya dijaga pola makannya dan jangan terlambat makan. Ya sudah aku lanjut kerja ya, ini sudah habis jam istirahatnya " Seru teman kerja erika.


" Oke " Jawab erika singkat.


Erika kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai teller di salah satu bank swasta. Dia bisa masuk kerja di bank itu juga karena menjual nama ayahnya. Dulu ayahnya juga bekerja di bank itu sebagai menejer keuangan. Erika tidak konsentrasi lagi untuk bekerja karena dia kefikiran dengan masalah barunya. Masalah yang tidak mungkin dia ceritakan kepada orang lain. Jika orang lain tahu bisa -bisa hancur nama baik dan karier nya.


* Nanti sore aku harus kerumah orang tua mas rendra, aku ingin ibu melakukan sesuatu agar aku dan mas rendra segera menikah. Bila perlu dalam bulan - bulan ini aku dan mas rendra sudah menikah, siri pun tidak masalah yang penting sah * Gumam erika dalam batinnya.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2