
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Kehamilan anisa sudah sampai ketelinga kedua orang tuanya dan abimana serta serena, anisa sengaja langsung memberitahu kabar bahagia itu agar keluarganya juga ikut bahagia. Kedua mertuanya juga sudah diberitahu, tapi sayang saat ini kedua mertuanya sedang ada diluar negeri.
Kedua orang tua anisa setelah mendengar kabar kehamilan anisa , langsung berangkat dari kampung ke kota. Sebagai orang tua tentunya mereka sangat bahagia apalagi sudah lama mereka menantikan cucu dari anisa, sampai hinaan dan cacian dari mantan ibu mertua anisa membuat mereka ikut sedih.
Terbukti sudah ternyata anaknya baik dan sehat, tidak mandul seperti yang dituduhkan oleh mantan mertua anisa.
" Pak , akhirnya anak perempuan kita hamil juga ya pak. Ibu sangat senang dan bahagia , ingin rasanya ibu menampar ibu ratri. Dulu mulutnya sangat pedas dan tajam mengatakan aluna wanita yang mandul dan bermasalah. Tapi setelah menikah dua bulan dengan riko, anisa bisa hamil. Pasti selama ini rendralah yang bermasalah dan mandul " Ucap ibunya anisa dengan sangat geram.
" Husstt... Sudah jangan lagi mengingat hal itu bu. Lagipula sekarang anisa sudah bukan lagi istrinya rendra, tidak baik menaruh dendam " Ucap bapak anisa menasehati istrinya.
" Iya pak" Jawabnya dengan pelan.
Mobil yang membawa kedua orang tua anisa kini sudah sampai didepan rumah yang ditempati oleh anisa dan riko. Anisa tidak tahu jika kedua orang tuanya akan datang hari itu juga , bahkan riko saat ini juga tidak ada dirumah untuk menyambut mertuanya.
" Bik siapa yang datang itu ?" Tanya anisa karena merasa asing dengan mobil yang ditumpangi oleh kedua orang tuanya.
" Bibik juga belum tahu mbak, bibik lihat dulu ya. Mbak anisa lanjutkan saja makan siang nya " Ucap bik marni menyudahi makannya dan melihat siapa tamu yang datang.
Bik marni menyambut dua tamunya yang ternyata kedua orang tua anisa. Dengan cekatan bik marni membantu membawa barang - barang masuk kerumah.
" Apa kabar bik ?" Tanya ibu anisa dengan sangat ramah.
" Alhamdulillah kabar saya dan semuanya baik dan sehat bu. Kok bapak sama ibu datang tidak memberi kabar terlebih dahulu, mbak anisa saja tadi bertanya mobil siapa yang masuk dihalaman. Ternyata bapak sama ibu " Ucap bik marni terkekeh pelan.
" Sengaja bik tidak memberitahu anisa, biar menjadi kejutan. Oh iya anisanya adakan bik ?" Tanya ibunya anisa lagi.
" Ada kok bu, pak. Mari langsung keruang makan saja, mbak anisa sedang makan siang juga " Jawab bik marni dengan sangat ramah.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan menuju ruang makan , disana terlihat anisa yang sedang makan dengan lahabpnya. Sampai tidak menyadari jika ada kedua orang tuanya yang saat ini berdiri dibelakangnya. Kedua orang tua anisa secara serempak memanggil anisa dan meledeknya.
" Duh anisa kalau sudah makan tidak ingat lagi dengan bapak dan ibu" Seru mereka berdus berbarengan.
Anisa langsung menoleh kebelakang mencari sumber suara yang sangat dia kenali. Dia kaget saat mendapati bapak dan ibunya sudah berdiri dibelakangnya. Padahal baru tadi malal mereka melakukan sambungan video call siang ini keduanya sudah ada dihadapannya.
" Bapak, ibu" Teriak anisa sangat senang.
Dia melompat gembira memeluk bapak dan ibunya secara bergantian. Padahal susah dewasa tetapi setiap bertemu dengan orang tuanya seperti balita yang selalu ingin meminta gendong. Pelukan makin erat sampai ibunya susah untuk bernafas.
Dari dulu anisa memang dekat dengan kedua orang tuanya. Biarpun dia mandiri dari dulu, tetap saja sifat manjanya tidak pernah hilang. Selalu ingin dipeluk lama - lama saat bertemu dengan ibunya.
" Lepaskan dulu dong, ibu tidak bisa bernafas nih " Ucap ibu anisa sambil menepuk punggung anisa dengan pelan.
" Eh..maaf bu. Habis sudah terbiasa sih " Jawab anisa sambil terkekeh.
Anisa mengajak kedua orang tuanya untuk makan siang, bik marni setelah meletakkan tas dikamar yang akan ditempati oleh orang tua anisa kembali lagi ikut bergabung dan menlanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda. Anisa memang selalu mengajak bik marni untuk ikut makan dimeja yang sama, tetapi tidak setiap saat bik marni mau. Apalagi disaat ada riko dia merasa sungkan dan lebih memilih makan didapur bersama suaminya dan pak burhan.
" Ibu sama bapak kok datang tidak kasih kabar dulu sih ? Mas abi tahu tidak bapak dan ibu kekota ?" Tanya anisa .
" Sudah pasti tahu , yang membelikan tiket pesawat saja kakakmu. Kalau jalan darat sudah pasti nanti sore baru sampai , atau bahkan nanti malam " Ucap bapak anisa.
" Sebentar lagi, ibu masih ingin mengobrol sama kamu. Biar bapak saja duluan yang istirahat, sepertinya bapakmu itu sudah sangat mengantuk " Ucap sang ibu sambil melirik suaminya yang terlihat mengantuk terlihat beberapa kali sudah menguap.
Bapak anisapun masuk kamar dan istirahat lebih dulu. Kini diruang keluarga hanya ada anisa dan ibunya. Ibu anisa pindah duduk tepat disamping anisa dan mulai berbincang. Tentunya masalah kehamilan anisa sampai masalah mantan ibu mertua anisa.
" Memangnya istri rendra yang sekarang sudah hamil ya ? Istri yang sekarang ya bukan istri yang hamil sama orang lain itu ?" Tanya ibunya anisa ingin tahu tentang rendra.
" Oh.. Istri mas rendra yang sekarang bernama nadin bu dan sekarang sedang hamil 3 bulan kalau tidak salah. Kalau erika sih sudah bercerai dan dia juga sudah melahirkan. Aku tahu dia sudah melahirkan dari sosial medianya erika " Jawab anisa dengan lengkap dan jelas.
" Wahhh... Bisa menghamili orang juga ya si rendra. Ibu sangat bersyukur kamu terlepas dari keluarga toxic itu. Apa jadinya jika kamu masih bertahan sama rendra dan dia memiliki istri tiga. Memangnya sekarang dia bekerja dimana ?" Tanya ibunya anisa semakin ingin tahu soal kehidupan sang mantan menantunya itu.
Pada dasarnya rendra itu dulu baik dan menantu yang pengertian. Tetapi karena bujuk rayu serta gosokan setiap hari dari ibunya, rendrapun bisa berubah haluan dan mengikuti apa yang diinginkan oleh ibunya.
" Ibu mengapa jadi kepo sama kehidupan mas rendra ?" Tanya anisa heran.
__ADS_1
" Bukan kepo, tapi tepanya ibu merasa panas saja sama mantan ibu mertuamu yang menghina kamu mandul. Dan kehamilanmu ini bisa menampar mulut pedas nya itu " Ucap ibu anisa dengan geram.
" Sudahlah bu , anisa sudah tidak mau lagi berurusan dengan keluarga itu. Mereka semuanya tidak ada yang benar. Hanya bagas saja yang waras, bagas saja sekarang lebih memilih tinggal dikostan daripada di rumah bersama keluarganya. Itu karena bagas tidak nyaman dengan mereka. " Seru anisa menjelaskan.
Anisa sekarang ingin menjalani kehidupannya dengan baik dengan menghindar dari keluarga yang toxic. Terutama keluarga sang mantan suaminya. Apalagi riko memang melarang anisa untuk memikirkan masalalunya lagi, riko sebagai suaminya ingin anisa tidak hidup dengan bayang - bayang masalalunya.
" Iya juga sih nis. Ibu bersyukur sekali sekarang kamu sudah mempunyai pengganti rendra, apalagi dia nak riko. Jujur sebenarnya bapak dan ibu dari dulu sudah tahu jika riko itu suka sama kamu tapi kamu ternyata punya pilihan yang lain. Kalau kamu dari dulu sama nak riko mungkin kita tidak akan mengenal keluarga savleng itu. " Ucap ibunya anisa sambil tertawa.
" Jodoh tidak ada yang tahu bu. Kalau tidak begitu anisa juga tidak akan mengenal artinya dari kesetiaan bu. Yang mana kesetiaan itu tidak anisa dapat dari mantan suami anisa. Iya kan bu, anggap saja semua pelajaran untuk anisa. Dan Alhamdulillah sekarang anisa punya pengganti yang jauh lebih baik dari Rendra, mas Riko 1000 kali lipat lebih baik. Anisa sangat mencintai mas riko bu, insya Allah mas riko yang terakhir sampai jannah. " Ucap anisa dengan penuh rasa syukur dan penuh dengan harap.
" Aamiin " Ucap ibu dengan memeluk anak perempuannya dengan penuh rasa kasih sayang.
Ibu dan anisa tertawa bersama, ibu dan anak itu kalau sudah bergosip ria memang hobinya. Tanpa mereka sadari sebenarnya riko sedari tadi sudah mendengar pembicaraan mereka berdua. Riko sangat tersanjung dan senang mendengar pengakuan anisa.
* Terinakasih ya Allah engkau sudah mengirimkan seorang istri yang sangat baik dan pengertian. Bahkan dia sangat menjaga perasaan ku dengan tidak mau berhubungan lagi dengan para keluarga mantan suaminya. Selain bagas, bagas anak yang baik dia tidak seperti kedua kakaknya dan ibunya. * Gumam riko dalam hatinya.
Riko melangkah mendekati kedua wanita beda usia yang sedang asik berbincang itu. Tidak lupa riko terlebih dulu mengucapkan salam.
" Assalamualaikum " Seru riko mengagetkan mereka berdua .
" Wa'alaikumsalam " Jawab anisa dan ibunya bersamaan.
Anisa bangkit dan menyalami suaminya serta mencium tangan sang suami, tidak lupa mengambil tas kerja sang suami. Riko juga menghampiri ibu mertuanya dan menyalaminya dengan takzim.
" Ibu datang kok tidak kasih kabar, tahu begitu tadi kami kan bisa jemput di bandara ?" Tanya riko dengan sopan.
" Zaman sekarang banyak taksi online jadi kalian tidak usah repot - repot lagi " Jawab sang ibu mertua .
" Mas , ibu sama bapak itu tidak mau bikin kita repot. Jadi ya begitulah mereka, aku saja kaget kok mas tahu - tahu ibu sudah sampai rumah " Seru anisa yang datang dari dapur sembari membawa segelas teh hangat untuk sang suami.
" Terimakasih sayang " Ucap riko dengan senyum manisnya.
Riko meminum teh buatan anisa, lalu kembali meneruskan obrolannya dengan ibu mertuanya. Sang bapak mertua juga akhirnya keluar dari kamar dan ikut bergabung, tidak berselang lama abimana dan anak istrinya juga datang. Teriakab cantika menggelegar di ruangan itu memanggil nenek dan kakeknya.
" Nenek, kakek... Cantika datang !!" Teriak bocah berusia 3 tahun setengah itu.
__ADS_1
Semua pasang mata langsung beralih pandang kearah bocah kecil yang menggemaskan itu. Apalagi cantika memang tipe anak yang ceria dan mudah akrab dengan orang lain.
**********