Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Kehidupan Anita


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Santi sedang menunggu anaknya di sekolahan, seperti biasa Santi akan datang disekolahan 15 menit sebelum anak-anaknnya keluar dari kelas. Santi bersama para wali murid yang lainnya menunggu dibawah pohon yang ada didekat gerbang sekolahan.


Pandangan Santi terfokus dengan seseorang yang sedang menjajakan barang jualannya kepada para wali murid yang lainnya, yang saat ini sedang menunggu anaknya pulang sekolah. Santi seperti mengenali wanita itu. Namun, Santi tidak begitu saja menyimpulkan jika wanita itu adalah seseorang yang dia kenal.


Akan tetapi, Santi semakin yakin jika wanita yang saat ini dia lihat adalah Anita. Seorang wanita pelakor yang dulu pernah menjadi istri Zainal. Meskipun sudah lama dia tidak bertemu dengan Anita, bahkan bertatap muka dengan Anita hanya sekali saja. Santi masih mengenali sosok perempuan yang pernah merebut suaminya.


" Mari dibeli mbak rotinya, ada beberapa pilihan rasa ini mbak. Ada yang isi cokelat, keju, kacang hijau dan ada juga roti tawarnya. Silahkan mbak dipilih." Seru wanita yang Santi yakini itu adalah Anita.


Meskipun Santi baru sekali bertatap muka dengan Anita, saat pesta pernikahan Rendra dan Nadin waktu itu. Santi masih hafal betul jika wanita yang saat ini berjualan roti adalah Anita, tetapi sepertinya Anita tidak lagi menganali Santi.


" Anita ? Kamu anita kan?."Tanya Santi dan berhasil membuat Anita memandang lekat kearah Santi.


Anita terlihat memperhatikan Santi dari atas sampai bawah sambil memicingkan matanya. Akan tetapi sepertinya Anita sudah lupa dengan Santi dan tidak mengenali Santi lagi.


" Maaf ya mbak, mbak kenal dengan saya? Em Saya juga sepertinya seperti pernah melihat anda tetapi dimana?." Seru Anita sambil mengingat-ingat.


" Kamu benar tidak mengingat aku ini siapa, Anita?."Tanya Santi sembari memandang heran ke arah Anita.


" Iya maaf aku tidak mengenali kamu tetapi sepertinya memang aku pernah melihat kamu tapi tidak tahu di mana. Sudahlah mungkin tidak penting, mungkin aku saja yang memang sudah lupa. Oh iya mau beli rotinya mbak? Tenang saja, rotinya baru kok ini dan hanya 5000 doang harganya."Ucap Anita dengan nada sedikit sombong.


Padahal dia saat ini sedang berjualan, seharusnya dia bisa menggunakan bahasa sedikit halus agar orang-orang mau membeli barang dagangannya. Jika bahasanya saja sombong begitu, bagaimana orang - orang mau membeki barang dagangannya

__ADS_1


" Oh iya bukannya waktu itu kamu hamil kan dari Pak Iwan? Kemana anak kamu dan bagaimana kabar Pak Iwan? Apa kamu sudah menikah dengan Pak Iwan?."Tanya Santi secara beruntun mencoba mengorek kehidupan Anita.


Deg


Tiba-tiba jantung Anita seperti berhenti berdetak, dia tidak menyangka jika wanita yang saat ini ada di depannya mengetahui soal Pak Iwan dan masalalulunya. Dengan begitu pasti wanita yang ada dihadapannya ini memang benar ada hubungan masa lalu dengan hidupnya. Anita mencoba memperhatikan dalam-dalam wajah Sati dan akhirnya dia pun mengingat dan mengenali jika wanita yang saat ini ada di depannya adalah Santi.


" Santi !!" Seru Anita mulai mengenali Santi.


" Wahh kamu sudah ingat dengan ku? Baguslah kalau kamu sudah mengenaliku. Duduk sini Anita, kita mengobrol dulu di sini sembari aku menunggu anakku pulang sekolah, tidak lama sepertinya 10 menit lagi mereka akan keluar."Seru Santi mencoba berbasa-basi terhadap Anita.


Namun siapa sangka Anita benar mengikuti apa kata Santi. Dia duduk di sebelah Santi sembari meletakkan barang dagangannya di sampingnya. Santai sendiri tidak menyangka jika Anita mau duduk dengannya.


" Kamu sudah rujuk sama Zainal."Tanya Anita mulai membuka perbincangan dengan Santi.


" Iya aku sudah rujuk dengan mas Zainal, kurang lebih 6 bulan yang lalu. Kenapa memangnya? Kok kamu tahu aku rujuk, siapa yang memberitahu kamu? Atau jangan-jangan kamu masih kepo sama kehidupan mas Zainal? Oh iya bagaimana kabar Pak Iwan dan anak kamu? Tanya Santi balik.


" Ciiihh, Siapa yang kepo sama kehidupan Zainal. Dulu, sekitar beberapa bulan yang lalu saat aku masih bekerja di cafe, aku bertemu sama Rendra dan Nadin. Mereka bilang jika kamu mau rujuk dengan Zainal. Kok kamu mau sih rujuk sama pria yang tidak pernah punya waktu untuk keluarga? Kerjaannya hanya nongkrong dan berfoya-foya dengan teman-temannya?".Tanyak balik Anita tanpa menjawab pertanyaan Santi soal Pak Iwan.


Anita terlihat menghela nafas dengan kasar, seperti sedang menyimpan beban hidup yang berat. Dia terdiam sesaat sebelum pada akhirnya dia menceritakan soal kehidupannya dengan pak Iwan.


" Pak Iwan sudah meninggal 2 bulan yang lalu akibat kecelakaan saat pulang kerja. Aku sekarang tinggal dengan Mega anaknya pak Iwan. Dan anakku saat ini baru berusia 4 bulan. Aku sempat bekerja di Cafe sebagai pelayan, tetapi berhenti saat aku hamil besar. Mungkin ini sudah jadi hukum karma untuk ku sebab dulu aku sudah merebut suami kamu dan suami ibu mertuaku sendiri. Kamu kalau mau tertawa silahkan, aku tidak akan marah." Seru Anita memandang lurus kearah jalanan.


Santi tidak tahu jika pak Iwan sudah meninggal, jika dia tahu tidak akan dia menanyakan pak Iwan. Santi merasa bersalah sudah mengorek kehidupan Anita yang justru membuat Anita bersedih. Apalagi Anita saat ini harus berjuang menghidupi anaknya sendiri.


" Maaf aku tidak tahu jika pak Iwan sudah meninggal. Aku turut berduka cita, lantas anak kamu sekarang sama Mega?." Tanya Santi lagi.


" Iya, anakku laki - laki. Dia saat dirumah sama Mega, beruntung Mega masih mau menampungku. Oh iya maaf aku harus kembali berjualan agar roti - roti ini cepat habis dan aku cepat pulang." Seru Anita.


" Tunggu dulu Anita ! Bukannya kamu masih punya keluarga kenapa kamu tidak pulang kerumah keluarga kamu saja?." Seru Santi.

__ADS_1


" Itu urusan pribadiku jadi kamu tidak perlu tahu ataupun ikut campur. Permisi." Seru Anita lagi dan kini mulai melangkahkan kakinya namun terhenti lagi karena Santi memanggilnya.


" Tunggu Anita aku mau beli rotinya." Seru Santi.


Anita berbalik badan dan memandang kearah Santi, lslu dia mendekati Santi dan meletakkan barang dagangannya lagi agar Santi bisa memilih roti yang dia mau. Sebenarnya Santi hanya merasa kasihan dengan Anita sehingga dia memutuskan untuk membeli barang dagangan Anita hitung-hitung membantu untuk membeli susu anak Anita.


" Aku beli 10 saja Anita." Ucap Santi setelah dia mengambil roti 10 bungkus.


" 10 bungkus 50 ribu." Jawab Anita dengan singkat lalu memasukkan roti pilihan Santi kedalam kantong plastik.


Santi mengulurkan uang seratus ribuan kepada Anita, namun saat Anita ingin memberikan uang kembaliannya Santi menolaknya.


" Sudah kembaliannya ambil saja untuk anak kamu. Aku memang membenci kelakuan kamu, tetapi aku tidak membenci anak kamu, sudah ambil saja." Seru Santi menolak uang kembalian dari Santi.


Anita hanya mengangguk tanpa berucap apa - apa. Setelah Santi membeli barang dagangannya , akhirnya para wali murid yang lainnya ikut mendekat dan membeli barang dagangan Anita. Anita sangat senang hari ini akan bisa pulang cepat dan tidak perlu berkeliling lagi menjajakan roti dagannya.


" Mama , aku mau roti." Seru Koko yang tiba - tiba sudah berada disamping Santi.


Santi tidak menyadari jika kedua anaknya kini sudah berada di sampingnya. Dia terlalu fokus melihat ke arah Anita yang sedang melayani para pembelinya. Santi ikut senang melihat barang dagangan Anita diburu para wali murid.


" Ini mama sudah beli roti banyak, nanti kita makan di rumah ya. Kalau begitu, sekarang kita cepat pulang yuk sebelum cuaca terlalu panas."Seru Santi mengajak kedua anaknya untuk segera pulang.


Santi mengajak kedua anaknya segera naik ke motor, dia meninggalkan sekolahan tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Anita. Sebab fia melihat Anita sedang sibuk dengan beberapa pembelinya yang sedang memilih barang dagangannya.


Motor yang dikendarai Santi melaju menjauh dari sekolahan, disepanjang perjalanan kedua anaknya menceritakan berbagai kegiatan mereka saat sedang bersekolah tadi. Santi hanya sesekali menimpalinya sebab terkadang dia tidak mendengar begitu jelas apa yang dikatakan oleh anaknya.


Motor yang dikendarai Santi kini sudah sampai di halaman rumahnya. Dia mengajak kedua anaknya untuk segera masuk kerumah. Santi membuka pintu rumah dan meminta anaknya masuk lebih dulu.


" Aku mau telepon mas Zainal dulu mau bertanya apa ibu dapat izin menjenguk Rendra." Ucap Santi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Namun belum juga jadi menghubungi Zainal Koko dari kamarnya sudah berteriak memanggilnya. Sebab Santi lupa belum menyiapkan baju ganti untuknya, mau mengambil sendiri takut berantakan.


**********


__ADS_2