
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Perdebatan semalam menyisakan sakit hati yang mendalam bagi Zainal. Bagaimana tidak sakit hati jika dia dikatakan anak durhaka oleh ibu kandungnya sendiri. Karena tidak mau mengikuti perintah ibunya yang menurutnya sama sekali tidak masuk akal. Pagi ini seperti biasa Zainal berangkat bekerja, saat dia sedang memanaskan motor dia melihat ibunya yang berdiri di depan rumahnya. Zainal sama sekali tidak menyapa ibunya begitupun dengan ibu Ratri mereka sama-sama diam.
Ibu Ratri terlihat sedang menghubungi seseorang , terlihat dia menempelkan ponsel ditelinga kanannya sambil sesekali tertawa kecil. Zainal tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh ibunya. Dia berangkat bekerja begitu saja. Dia sengaja berangkat agak pagi karena mau mengantri bahan bakar minyak terlebih dahulu.
Setelah 10 menit perjalanan, Zainal sudah sampai di tempat pengisian bahan bakar. Dia langsung ikut dibarisan antrian, saat dia sedang mengantri dia melihat ada Anisa juga ikut mengantri di barisan kendaraan roda empat.
* Hemm itu Anisa, aku masih punya waktu cukup banyak untuk sampai ke perusahaan. Aku akan meminta sedikit waktu Anisa untuk bicara. Kebetulan dia juga sama suaminya sehingga aku tidak merasa tidak enak.* Gumam Zainal dalam hatinya.
Zainal sudah selesai mengisi bahan bakar, dia meminggirkan motornya dan menunggu mobil Anisa keluar dari antria. Setelah beberapa menit mobil Anisa sudah keluar dari antrian, Anisa yang melihat Zainailpun meminta Riko untuk menepikan mobilnya.
" Mas Zainal ?. Kenapa dengan motornya ?." Tanya Anisa sambil melongakkan kepalanya keluar dari jendela mobil.
" Tidak apa - apa Anisa. Emm... Maaf apa aku boleh meminta waktumu sebentar. Sepuluh menit saja ada yang ingin aku sampaikan sama kamu." Tanya Zainal sangat berharap Anisa menyempatkan waktu untuk bicara dengan nya.
Anisa meminta persetujuan suaminya, dan Riko akhirnya menyetujuinya. Mereka menuju dirumah makan yang menyediakan menu sarapan. Kebetulan mereka memang belum sama - sama sarapan, Riko dan Anisa tadi sengaja ingin sarapan diluar.
" Apa yang ingin dibicarakan, Zainal ?." Tanya Riko ingin tahu apa yang ingin disampaikan oleh Zainal.
__ADS_1
" Maaf sudah mengganggu waktunya. Begini Nis, Rik. Eemm... Aku akan rujuk dengan Santi dan aku ucapkan terimakasih sama kamu. Berkat kamu bicara dan memberi pengertian Santi, akhirnya dia mau menerima ajakanku untuk rujuk. " Ucap Zainal berterimakasih.
" Alhamdulillah mas. Semoga semuanya berjalan dengan lancar ya mas. Kapan acara ijab Qabulnya mas ?" Tanya Anisa ikut bahagia mendengar kabar yang diberikan oleh Zainal.
" Insya Allah Tgl 22 minggu depan Nis. Emm.. Boleh tidak aku minta tolong sama kamu untuk membantu saya menyiapkan apa-apa saja yang akan aku bawa kerumah Santi. Soalnya aku bingung mau meminta tolong sama siapa ? Bagas jelas dia tidak tahu yang beginian." Ucap Zainal dengan suara yang tedengar sedih.
Anisa dan Riko saling beradu pandang ? Kenapa sampai Zainal meminta tolong kepada Anisa ? Bukannya ada ibu Ratri dan istri Rendra si Nadin. Melihat wajah Anisa yang kebingungan, akhirnya Zainal pun menceritakan semuanya kepada Anisa dan Riko. Anisa dan Riko kaget mendengar cerita dari Zainal.
" Jadi ibu tidak setuju dengan rencana pernikahan Mas Zainal dan Mbak Santi terus mas Rendra juga mendukung ibu ? Ini benar-benar tidak masuk akal, anak mau bahagia tetapi dilarang. Baiklah mas nanti aku akan membantu mas Zainal. Lagi pula kalau semuanya diurus Bagas jelas Bagas juga tidak paham. " Ucap Anisa dengan serius
Zainal sangat berterima kasih kepada Anisa dan Riko karena Anisa mau membantunya dan Riko mengizinkan Anisa untuk membantu mempersiapkan pernikahannya. Meskipun tidak ada pesta, Zainal dan Santi akan melaksanakan akad dirumah orang tua Santi. Sebagai calon mempelai pria tentunya Zainal harus mempunyai persiapan.
Setelah sarapan mereka habis, Zainal dan Anisa serta Riko meninggalkan tempat makan itu. Zainal menuju keperusahaan dimana tempatnya dia bekerja begitu juga dengan Riko dan Anisa.
*********
Tanpa sepengetahuan Zainal, ibu Ratri menemui Santi di tempat kerjanya dan akan melabrak Santi. Dia tidak perduli dengan persiapan pernikahan yang sudah diurus oleh Zainal dan Santi. Bagi dia yang penting Santi segera menjauhi Zainal.
" Tolong panggilkan Santi, aku ada perlu dengan Santi." Ucap ibu Ratri kepada salah satu pelayan cafe yang mengantarkan makanan keruangan Vip yang sudah dia pesan. Tentunya semua itu dibayari oleh wanita yang saat ini ada disampingnya.
Ibu Ratri datang bersama seorang wanita yang bernama Nira , wanita itu seorang janda beranak 2. Tetapi dia kaya, mempunyai usaha salon yang biasa di datangi oleh Ibu Ratri dan teman - teman arisannya. Dan Nira juga tergabung sebagai anggota arisan bersama ibu Ratri, namun sekarang ibu Ratri sudah tidak ikut arisan lagi karena sudah tidak ada uang.
Dan baru sekitat 3 hari yang lalu ibu Ratri bertemu dengan Nira. Nira memang sengaja datang menemui ibu Ratri karena ingin mengajaknya bergabung arisan lagi. Sejak 3 hari itu ibu Ratri tahu jika Nira sudah menjada sekitar 1 tahun yang lalu dan memang sedang mencari calon suami lagi.
" Ada apa bu ? Aku sedang bekerja bu,jadi tolong segera bicara saja apa yang menjadi kepentingan ibu." Ucap Santi yang kini sudah datang dan duduk di hadapan ibu Ratri.
__ADS_1
" Sombong sekali sih kamu , baru juga jadi kasir Cafe sudah sombongnya selangit. Oh iya apa kamu tidak bisa membaca pesan-pesan yang sudah saya kirimkan selama ini? Kenapa kamu masih saja berusaha mendekati Zainal ? Zainal itu anakku , dan dia berhak hidup bahagia dengan wanita lain dan itu bukan kamu si wanita miskin.!" Seru ibu Ratri langsung memarahi Santi.
Santi masih diam saja dan mendengarkan semua caci maki dari ibu Ratri, dia dan Zainal sudah bertekad akan melawan Ibu Ratri dan akan mempertahankan rencana pernikahan mereka. Dengan Restu ataupun tanpa Restu Ibu Ratri mereka akan tetap menikah. Karena pernikahan mereka tinggal 1 minggu lagi dan hari ini adalah hari terakhir Santi bekerja.
" Oh ya wanita yang ada di sampingku ini adalah calon istri Zainal, namanya Nira. Dia wanita kaya pemilik salon yang besar dan mewah yang ada di dekat Mall besar itu. Dan kamu tidak selevel dengan Nira, jadi saya harap kamu segera menjauhi Zainal. Jangan takut, Nira akan memberikan uang kompensasi untuk kamu dan anak kamu, dengan uang itu kamu bisa pergi jauh dari hidup Zainal. " Ucap Ibu Ratri semakin ngawur.
" Iya mbak Santi, aku akan memberikan kamu uang 50 juta dan uang itu bisa kamu gunakan untuk kebutuhan kamu dan anak-anak kamu. Tapi dengan syarat kamu harus meninggalkan mas Zainal karena aku juga ingin menikah dengan mas Zainal. " Ucap Nira tanpa malu meminta Zainal kepada Santi.
" Kamu sudah kenal berapa lama dengan mas Zainal ?." Tanya Santi ingin tahu.
" Aku memang tidak mengenal mas Zainal secara langsung , tetapi aku mengenal mas Zainul dari ibu. Ibu yang sudah memberikan foto mas Zainal kepadaku dan aku menyukai nas Zainal saat pertama kali aku melihat fotonya. Jadi tidak ada salahnya aku menginginkan mas Zainal, karena dia lebih pantas denganku daripada dengan mbak yang hanya sebagai pegawai kasir di cafe. " Ucap Nira semakin tidak tahu malu.
Santi tersenyum sinis ke arah Ibu Ratri dan wanita yang bernama Nira. Santi yakin jika Nira sudah diperalat oleh ibu Ratri, Santi sudah hafal betul dengan sifat dan sikap mantan mertuanya itu. Pasti uang lah yang membuat Ibu Ratri ingin menjodohkan Zainal dengan Nira.
" Aku akan menjauhi mas Zainal jika mas Zainal sendiri yang memintaku. Dan aku akan membatalkan pernikahanku dengan mas Zainal jika mas Zainal sendiri yang memang memintaku untuk membatalkannya. Jadi lebih baik mbak sama ibu temui mas Zainal dan bicara langsung sama mas Zainal. Jangan bicara semua ini kepadaku. Permisi aku masih sibuk , selamat menikmati hidangan yang sudah terhidang di atas meja. Semua inikan pesanan kalian? Jangan lupa bayar ya. " Ucap Santi dengan santai.
Lalu Santi bangkit dan hendak berjalan keluar namun tiba - tiba ibu Ratri menarik tangan Santi. Ibu Ratri menarik dan mencengkram lengan Santi sampai Santi meringis kesakitan.
Plaakkk
Tamparan ibu Ratri melayang tepat di pipi kiri Santi. Sedikitpun Santi tidak akan melawan atau membalasnya karena bagaimanapun Ibu Ratri adalah orang tua dari Zainal, calon suaminya.
" Tamparan ini tidak akan pernah aku lupakan bu." Jawab Santi sambil menyeringai sinis kearah ibu Ratri.
" Kurangajar kamu Santi ! Lihat saja jika kamu masih saja menikah dengan Zainal aku pastikan kamu tidak akan bahagia karena aku tidak akan pernah rela kamu bahagia. Aku akan menghancurkan rumah tangga kalian sampai Zainal menceraikan kamu lagi dan menikah dengan Nira." Ucap ibu Ratri dengan penuh amarah.
__ADS_1
Santi hanya menggeleng, dia sama sekali tidak menjawab cacian dari ibu Ratri. Santi memilih pergi dari ruangan itu karena pekerjaannya sudah menunggunya.
**********