Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Permintaan maaf erika


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Rendra pulang dengan membawa rasa kesal dan kegagalan lagi. Tidak tahu lagi harus bagaimana cara dia bicara dengan nadin, nadin pasti marah - marah karena dia gagal lagi mendapatkan pekerjaan. Rendra memarkirkan motornya disamping rumah lalu melepas sepatu dengan langkah gontai dia masuk dan langsung menuju meja makan. Membuka tudung saji dan hanya mendapati ada sayur tumis kangkung dan tempe dua potong saja.


Hhuuuffff... Rendra membuang nafas dengan kasar. Dulu dia tidak pernah makan seperti ini, paling tidak ikan pasti terhidang diatas meja makan. Namun tidak ada pilihan lain selain makan yang ada, karena rasa laparnya sudah tidak bisa ditahan lagi.


" Ehh.. Ndra kamu sudah pulang ?" Tanya ibu ratri yang baru saja keluar dari kamar.


" Iya bu. Bu, apa tidak ada lauk lagi. Bukannya tadi pagi ibu beli ikan ya ?" Tanya rendra sambil mengunyah.


" Tadi ibu cuma goreng 3 ekor saja ikannya. Ibu makan dua dan yang satu dimakan nadin. Nanti makan malan ibu goreng lagi, tapi untuk sayur ya tetap kangkung. Oh iya bagaimana interviewnya ?" Tanya ibu ratri dengan harapan rendra membawa kabar bahagia.


" Entahlah bu, aku mau makan dulu" Jawab rendra dengan malas.


Ibu ratri hanya melengos sambil membuang nafas dengan kesal. Dia sudah tahu jika rendra gagal tanpa rendra menjawabnya. Dengan malas ibu ratri meninggalkan rendra yang sedang makan sendirian. Nadin sendiri tidak terlihat batang hidungnya, apalagi memang mobilnya tadi tidak ada disamping rumah.


" Bu, buatkan rendra kopi dong bu " Seru rendra sembari meletakkan piring kotor diatas wastafel.


" Huuhh... Ibu ini orang tua kamu main suruh - suruh saja . Seharusnya istri kamu yang mengurus kamu dan rumah, ibu tinggal duduk saja menikmati hari tua ibu. Ya sudah ibu buatkan, tapi kamu cuci itu piring bekas kamu makan " Ucap ibu ratri terdengar ketus ditelinga rendra.


* Padahal ibu dulu saat aku masih bekerja dan menerima gaji bicara tidak pernah ketus begini terkecuali kelau aku memang salah dan dia marah sama aku. Sekarang hampir setiap hari aku dimarah dan diketusin begini, lama - lama tidak betah aku dirumah * Gumam rendra dalam hatinya.


" Ini kopi kamu. Pokoknya sekarang kalau habis makan dan minum teh atau kopi dicuci sendiri. Karena ibu sudah capek masak dan mengerjakan tugas yang lainnya " Ucap ibu ratri lagi.


" Iya bu " Jawab rendra singkat.


Rendra mengambil kopinya dan membawanya masuk kamar. Ingin membaringkan tubuhnya agar hilang rasa penatnya. Kopi sudah habis, saatnya rendra untuk beristirahat siang. Namun belum juga matanya terpejam terdengar seseorang datang dan mengetuk pintu.


" Permisi... ! Pos !" Ucap seseorang yang ternyata pegawai kantor pos yang datang.


Sampai tiga kali orang itu terus mengetuk pintu dan memanggil - manggil membuat tidur rendra terganggu.


" Kemana juga sih ibu tadi " Ucap rendra kesal sambil berjalan menuju pintu depan.


Ceklleekk... Pintu terbuka dan diluar sudah berdiri seorang petugas kantor pos . Rendra menerima surat yang diberikan oleh petugas itu dan menandatangani kertas tanda bukti penerimaa. Setelah petugas pos pergi, rendra menutup kembali pintunya dan duduk di ruang tamu membuka amplop yang baru saja dia terima.

__ADS_1


" Dari pengadilan ? Oh ini pasti surat ceraiku dan erika, lama juga prosesnya. Ini sudah bulan keberapa baru sampai sini nih surat. Aku saja sudah lupa kalau masih ada erika. Huuuhhh.. Pasti saat ini dia sudah melahirkan " Ucap rendra sambil tersenyum menjengkelkan.


" Surat apa ndra ?" Tanya ibu ratri yang tiba - tiba sudah ada disamping rendra.


" Surat ceraiku dan erika bu. Bu, nadin pergi kemana ya ? " Tanya balik rendra .


" Man ibu tahu. Ibu tidak perduli sama dia, dia mau pulang atau tidak ibu masa bodoh. Mau tidur dengan pria diluaran sana juga tidak masalah, yang penting kebutuhan kita masih dia cukupi. Lagipula nadin itukan memang wanita tidak benar, alias wanita murahan. Huuhh... Menyesal aku dulu merestui kamu menikah dengannya. Masih mending anisa bisa dijadiin pembantu, erika masih bisa memberi ibu uang 2 juta. Pekerjaan rumah dikerjakan sama - sama. Malas masak beli, dasar istri kamu yang sekarang itu tidak bisa diandalkan. Wanita murahan sih !" Ucap ibu ratri dengan tega.


Braakkkkk....


Rendra marah mendengar ibunya yang terus mengomel tidak jelas bahkan secara terang - terangan menghina nadin yang saat ini statusnya masih istri sah rendra. Padahal dulu nadin disanjung - sanjung dan di banggakan di depan teman - temannya tetapi sekarang justru dihina dan direndahkan, meakipun tidak didepan nadin langsung. Sebagai suami rendra tidak suka istrinya dihina seperti itu.


" Kenapa ? Kamu mau marah ? Dasar pria mandul !!" Bentak ibu ratri dengan kesal.


" Ibu ... !!" Teriak rendra dengan lantang bahkan dia sudah mengangkat tangannya dan hendak menampar ibu kandungnya sendiri.


Mata ibu ratri melotot lebar melihat rendra yang menganggkat tangannya dan hendak menamparnya. Saat ini rendra benar - benar marah, sampai dia mau menamparnya. Tapi ibu ratri tetap tidak mau mengalah dia justru semakin memanas - manasi rendra.


" Kalau mai menampar ibu ya tampar saja ! Dasar anak tidak berguna , sekarang lebih baik kamu menikah saja lagi sama wanita yang kaya dan royal jangan seperti nadin kaya tapi pelit nya minta ampun. Kamu itu jangan mau terus - terusan diperlakukan seenakanya sama nadin " Ucap ibu ratri semakim marah.


" Jangan buat rendra marah bu. Tolong harga rendra , saat ini rendra memang sedang terpuruk seharusnya ibu mendukung rendra dan memberikan solusi agar rendra bisa bangkit dan bisa terlepas dari kemiskinan ini. Bukan malah marah - marah begini, lagipula rendra ini mandul bu rendra pria cacat yang tidak bisa memberikan keturunan. " Ucap rendra dengab suara yang mulai melemas


" Dasar pria mandul tidak ada gunanya " Ucap ibu ratri terus menghina rendra.


Deg......


**********


Sementara itu saat ini anisa sedang ikut meeting dengan abimana. Meskipun dia saat ini sedang hamil dia tetap masul kantor seperti biasanya, tidak mau memanjakan diri karena hamil. Riko tidak masalah jika anisa masih masuk kantor asal tidak mengganggu kehamilannya.


Kedua orang tua anisa juga menyarankan untuk anisa jangan malas - malas. Yang terpenting tahu batasanya dan kondisinya yang saat ini sedang hamil muda.


" Anisa mas mau langsung balik keperusahaan ya, masih ada berkas - berkas yang harus mas selesaikan. Oh iya kamu mau pulang atau mau balik kantor ?" Tanya abimana mulai bersiap balik kantor sebab meetingnya sudah selesai dari 10 menit yang lalu.


" Sepertinya aku langsung pulang saja ya mas, tapi aku mau mampir supermarket dulu . Ada yang ingin aku beli, ibu tadi nitip minta beliin bahan - bahan kue. " Ucap anisa.


" Oh..baiklah, bilang sama ibu jangan lupa kue kesukaan mas juga ya " Ucap abimana sambil mengacak pucuk kepala anisa.


" Maunya gratisan terus " Seru anisa sambil memukul tangan abimana yang digunakan untuk mengacak rambutnya tadi.


Abimana hanya tersenyum sambil mengacungkan cempol tangannya. Mereka berduapun keluar restoran bersamaan dan berpisah diparkiran menaiki mobilnya masing - masing menuju tujuan yang juga berbeda. Anisa melajukan mobilnya menuju supermarket yang tidak jauh dari restoran tempatnya meeting tadi. Hanya butuh waktu 5 menit mobil anisa sudah terparkir didepan gedung supermarket.

__ADS_1


" Apa saja ya yang tadi dicatat sama ibu " Ucap anisa sembari membaca catatan yang diberikan ibunya.


Anisa mengambil satu persatu bahan kue yang sudah dicatat oleh ibunya. Ternyata tidak sulit mencari bahan - bahan kue yang diperlukan ibunya, dalam hitungan menit semua bahan kue sudah masuk dalam trolly.


" Anisa " Panggil seseorang mengagetkan anisa.


" Erika " Seru anisa .


Anisa dan erika saling pandang sesaat. Namun erika terlebih dahulu yang memulai obrolan dan menegur anisa.


" Kamu apa kabar nis ? Sekarang kamu terlihat gemukan , pasti kamu bahagia menikah dengan riko ?" Tanya erika .


" Alhamdulillah kabarku baik dan aku juga bahagia." Jawab anisa dengan jujur.


" Bisa kita bicara sebentar nis, kita cari tempat yang sedikit santai. Kamu bayar saja dulu belanjaan kamu tidak apa - apa. " Ucap erika dengan nada bicara yang terlihat lebih bersahabat tidak seperyi biasanya.


" Baiklah aku bayar barang belanjaanku dulu " Ucap anisa memyetujui saran erika.


Anisa menuju meja kasir, begitupun dengan erika. Setelah barang belanjaan mereka sudah dibayar , mereka mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol. Akhirnya merekapun memilih tempat mengobrol di cafe yang masih satu gedung dengan supermarket.


" Mau bicara apa ? " Tanya anisa setelah mereka duduk dan memesan minuman.


" Aku, Emm... Aku mau minta maaf sama kamu nis. Maaf atas kesalahanku yang terdahulu, aku sudah banyak salah sama kamu. Maaf aku sudah merusak rumah tanggamu dengan mas rendra " Ucap erika sambil menunduk malu.


Anisa terdiam sesaat , dia tidak menyangka orang yang dulunya angkuh dan sombong sekarang menunduk minta maaf dihadapannya. Bahkan dia tidak berani menatap matanya. Anisa sama sekali tidak menaruh dendam kepada erika, justru dia sebenarnya juga berterimakasih . Karena erika secara tidak langsung sudah menunjukan sifat asli rendra yang dari dulu dia tutupi dengan sifat manisnya.


" Tidak ada yang perlu dimaafkan, aku sudah melupakan semuanya dan aku sama sekali tidak menaruh dendam sama kamu Erika. Aku sudah memaafkanmu, oh iya kamu sudah melahirkan kan ?. Anak kamu sekarang dimana ?" Tanya anisa mengalihkan topik pembicaraan.


" Terimakasih sudah memaafkan aku. Anak ku ada dirumah orang tuaku, aku melahirkan 3 minggu yang lalu dan baru hari ini aku keluar rumah untuk mencari susuk dan pampers anakku. Karena besok aku sudah harus masuk kerja lagi. " Ucap erika .


" Selamat ya atas kelahiran anak kamu. Semoga kelak bisa jadi anak yang membanggakan. Saat ini aku juga sedang hamil, baru masuk bulan pertama " Ucap anisa membagi kabar bahagianya kepada erika.


Erika ikut senang mendengar kabar kehamilan anisa, padahal baru dua bulan menikah anisa sudah bisa langsung hami. Erika memikirkan sesuatu, dia ingat beberapa bulan yang lalu pernah melihat rendra keluar dari ruangan dokter dengan wajah yang sedih dan kusut.


* Jangan - jangan yang mandul rendra ? Tapi kenapa nadin juga sekarang hamil ? Terserah mereka sajalah, lebih baik aku tidak usah memikirkan mereka lagi. Aku ingin hidup tenang dengan anakku. Tapi aku dendam dengan rendra dan ibunya, tunggu saja pembalasanku . Suatu saat nanti pasti aku akan membalas mereka * Gumam erika dalam hatinya.


" Selamat ya nis, akhirnya kamu hamil juga. Jaga kandungan kamu jangan sampai keluarga benalu itu menyakitimu. Terutama mantan ibu mertua kita, dia itu mertua gila dan licik !" Ucap erika mengingatkan.


" Iya erika terimakasih. Kalau begitu aku pulang duluan ya soalnya belanjaannya sudah ditungguin ibu. Kalau ada waktu mainlah kerumah ku " Ucap anisa bangkit dan berpamitan.


Erika hanya mengangguk sambil tersenyum ramah, dia malu mau kerumah anisa. Apalagi bertemu dengan keluarga anisa, mana dulu dia pernah bikin onar dirumah anisa. Tidak lama dari anisa pergi erika menuju kasir untuk membayar minumannya, ternyata sudah dibayar oleh anisa. Erikapun keluar cafe dan menuju parkiran untuk segera pulang.

__ADS_1


*********


__ADS_2