Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Ingin kembali lagi


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Baru juga bangun tidur erika sudah di teriaki rendra untuk menyiapkan semua kebutuhannya. Padahal badan erika masih pegal - pegal karena semalam rendra melakukannya dengan kasar bahkan sampai erika kesakitan pun rendra tidak mendengarkannya.


" Bangun erika !! Ini sudah pagi, seharusnya kamu itu sudah bangun dari tadi. Menyiapkan segala kebutuhanku dan masak sarapan untuk ku. Ini malah masih tidur dan bermalas - malasan diatas kasur. " Ucap rendra meneriaki erika dari depan pintu kamar mandi.


" Mas, badan ku sakit semua dan aku susah untuk jalan. Area sensitif ku sakit banget mas, ini karena semalam kamu melakukannya sangat kasar dan lama. " Ucap erika sambil meringis kesakitan.


Rendra mendekati erika lalu duduk jongkok di hadapan erika, dia membuka piyama tidur erika bagian bawah dan memeriksa bagian aset arika. Benar saja aset itu memerah bahkan sedikit membengkak. Dia akui semalam dia memang melakukan dengan kasar dan tidak menghiraukan rintihan erika.


" Ya sudah kamu obati saja , itu ada salep dalam laci. Kamu oles saja sendiri, jangan manja. Nanti sehari juga bakalan sembuh, makanya jangan berani melawan suami. Itu dapatnya kalau melawan dan membantah suami." Ucap rendra lagi dengan ketus.


" Aku tidak melawanmu mas. Aku hanya tidak mau kamu bermain wanita diluaran sana. Apa tidak cukup dengan satu wanita ?" Tanya erika dengan berani.


" Ciihhh... Bukannya kamu sendiri dulu yang pernah bilang sama anisa kalau lelaki itu boleh mempunyai istri lebih dari satu. Jadi kalau sekarang aku dekat dengan wanita lagi ya kamu jangan protes. Ucapanmu tempo dulu secara tidak langsung mengizinkanku untuk dekat dengan wanita manapun. Makanya jangan suka mengganggu rumah tangga orang , sekarang kamu merasakan kan ? Bagaimana rasanya ? Sakit atau sedih ? " Tanya rendra sambil mrnyeringai sinis.


Rendra berjalan kearah lemari pakaiannya dan mengambil kemeja serta celana kain yang akan dia pakai untuk kekantor. Tanpa malu rendra mengenakan pakaiannya di depan erika, setelah selesai rendra menyisir rambut dan menyemprotkan minyak wangi di kemejanya.


" Jadi mas berniat menikah lagi ? Aku tidak setuju dan tidak akan pernah memberi kamu izin mas ! " Teriak erika tak memperdulikan rasa myeri pada aset sinsitif nya.


" Tanpa persetujuanmu juga aku bisa menikahi wanita itu secara siri. Seperti saat aku menikahi kamu, anisa bahkan tidak tahu aku menikahimu. Tapi bodohnya aku mau tertipu dan terjebak dalam permainan mu" Ucap rendra dengan tegas.


" Maksud kamu apa mas ? Ingat mas pernikahan kita ini tidak akan pernah terjadi jika ibumu tidak mendukungnya, jadi kamu jangan menyalahkanku sendiri. Lagi pula saat kamu tidur dengan ku kamu menikmatinya, bahkan paginya kamu masih memintanya lagi. Jadi kita itu sama - sama salah ! Ingat mas saat ini aku sedang hamil dan ini anak kamu, jadi kamu jangan macam - macam. Aku bisa menyakiti anak ini jika kamu sampai macam-macam." Ancam erika sama sekali tidak membuat rendra takut.

__ADS_1


Rendra menyeringai sinis , jika tidak karena ingin berangkat bekerja sudah pasti rendra akan melanjutkan perdebatannya dengan erika. Rendra keluar kamar dan menuju meja makan, disana sudah ada ibu ratri , pak iwan dan juga agus.


" Mana erika ndra ?" Tanya ibu ratri menanyakan menantu kesayangannya.


" Erika tidak enak badan bu. Sepertinya dia tidak masuk kerja, nanti tolong antar sarapan kekamar erika ya bu. " Ucap rendra sok perduli dengan erika.


" Iya nanti ibu antar dia sarapan. Apalagi dia sedang hamil, mungkin dia capek jadi biarkan dia istirahat saja dirumah. Oh iya ndra, ini katanya agus mau bicara sama kamu." Ucap ibu ratri.


Rendra menghentikan sarapannya lalu menatap wajah songong agus. Rendra sebenarnya sama sekali tidak suka dengan agus namun demi menghormati pak iwan , rendra pura - pura baik dengan agus.


" Bicara apa ? Kapan kamu datang ?" Tanya rendra sudah kembali menyendokkan makan kedalam mulutnya.


" Baru kok, mungkin sekitar 15 menit yang lalu. Tolong cariin aku kerjaan dong Ndra , di kantormu pasti ada lowongan pekerjaan. Menejer atau kepala bagian apa gitu." Ucap agus hampir saja membuat rendra tersedak.


Dengan mudahnya dia meminta pekerjaan sebagai menejer atau kepala bagian. Sedangkan dia sendiri saat ini hanya karyawan biasa, rendra menegak habis air putih satu gelas yang ada di depannya.


" Memangnya kamu lulusan apa ? Sarjana apa ?" Tanya rendra ingin tahu.


Rendra menggelengkan kepalanya, bisa - bisanya cuma tamatan SMP minta jabatan Menejer. Mimpinya terlalu tinggi Gus.


" Kalau SMP bisanya ya jadi OB gus, OB juga kalau diperusahaan biasanya SMA. Tapi nanti saya coba tanyakan dulu sama pihak HRD nya " Ucap rendra mencoba bersikap ramah dengan agus.


" Enak saja OB.. Tidak. Aku tidak mau jadi OB , biarpun cuma tamatan SMP aku ini cerdas ndra. Daripada jadi OB lebih baik aku tidur saja dirumah " Ucap agus dengan sombongnya.


Rendra tidak mau menanggapi ocehan agus terlalu lama, masalahnya sudah banyak jadi tidak mau menambah masalah lagi. Selesai sarapan dia langsung berangkat bekerja dengan mengendarai mobil erika.


*****


Anisa menikmati sarapannya bersama bik marni, sedangkan suami bik marni sarapan bersama pak burhan di post satpam. Post satpam tidak boleh dikosongkan jadi mereka memilih makan di post satpam.

__ADS_1


" Bik, nanti malam masak jangan banyak - banyak ya. Karena nanti malam anisa tidak makan dirumah karena anisa mau makan malam dirumahnya mbak serena . Bibik masak saja cukup untuk bertiga. Apa aja yang ada dikulkas dimasak ya bik. Jangan pilih - pilh, mentang - mentang saya tidak makan dirumah bibik masak asal. Ada daging, ikan , udang masak ya masak saja " Ucap anisa bicara sangat bijak.


" Iya mbak. Lawong bapak sama si burhan lebih milih makan sayuran sam tempe tahu mbak. Mereka itu tidak suka daging, biasa mulut orang kampung " Ucap bik marni sambil tertawa.


" Loh jadi mereka tidak pernah makan daging bik ?" Tanya anisa heran.


" Ya pernah mbak. Tapi ya sesekali saja, dulu kalau mbak anisa belum tinggal disini hampir tidak pernah bibik masak daging. Jadi kalau pak abi datang nganter stok makananan, dagingnya ya awet. Bibik akalin buat bakso bah baru mereka makan " Ucap bik marni menjelaskan.


Anisa manggut - manggut , dia baru tahu jika kedua pekerjaanya tidak begitu suka makan daging. Selesai sarapan anisa segera berangkat keperusahaan. Hari ini ada jadwal kerja lapangan, dia akan memgecek lapangan proyek baru pembuatan mall yang ditangani oleh perusahaan riko.


" Anisa tunggu !" Panggil seseorang saat anisa sudah sampai diparkiran kantor.


" Mas rendra ? Ngapain mas ada disini ? Sebentar lagi sudah masuk jam kerja loh, sudah sana balik kekantor mu saja. Jangan suka korupsi waktu, nanti kamu bisa dipecat. " Ucap anisa sambil memicingkan matanya melihat kehadiran rendra di area tempat kerjanya.


" Aku tidak akan dipecat anisa. Tadi aku sudah izin datang sedikit terlambat. Nis, apakah tidak ada kesempatan kedua untuk mas ? Mas sangat menyesal Nis, mas itu dijebak sama erika. Tolong berikan kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan ini. Mas janji akan menceraikan erika dan akan ikut tinggal sama kamu dan akan tetap membelamu , mas juga akan tegas sama ibu. " Ucap rendra memelas dan penuh harap.


Anisa muak mendengar penjelasan rendra yang tidak masuk akal, mau sampai kapanpun dia tidak akan mau rujuk kembali dengan rendra. Mau dibayar berapapun anisa tetap tidak akan mau.


" Semuanya sudah tidak perlu dibahas lagi. Sekarang kamu segera pergi dari sini, jangan sampai aku meminta tolong satpam untuk memaksamu pergi dari sini. Oh iya, kamu tadi bilang tidak akan mungkin dipecat ? Apa kamu yakin ? Percaya diri sekali kamu ndra . " Ucap anisa dengan tegas.


" Jangan mentang - mentang kamu bekerja sama dengan pak riko terus kamu seenaknya mau meminta pak riko memecat ku ? Lagi pula aku tidak takut. Kamu tidak bisa mencampur adukan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Tidak bisa asal mau menyuruh pak Riko memecat karywaannya. " Ucap rendra lagi.


" Sudahlah, tidak penting bicara sama kamu" Ucap anisa melangkah dengan lebih cepat .


Melihat sikap yang dutunjukkan oleh anisa membuat rendra semakin geram dan tidak akan menyerah untuk kembali mendekati anisa sampai anisa kembali dalam pelukannya. Rendra kembali menuju perusahaan tempat nya bekerja , padahal jam sudah menunjukan jam setengah 9 pagi. Cepat atau lambat rendra akan di pecat juga dari perusahaan riko karena kinerjanya semakin hari - semakin menurun.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK.

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2